Anda di halaman 1dari 52

ANATOMI DAN FISIOLOGI

SISTEM PENCERNAAN

Oleh: Ethic Palupi


COBA KITA
INGAT2 YUK.....!

APA SAJA ANATOMI DARI


SISTEM PENCERNAAN??

MASIHKAH ANDA INGAT???


THE GI SYSTEM HORMON
HORMON
BRAIN

Adapted by:
Ns. Sidik Awaludin
Saluran pencernaan terdiri dari:
1. mulut
2. faring
3. esofagus
4. lambung
5. usus halus
6. usus besar
7. rektum dan anus

Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ


yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu
pankreas, hati dan kandung empedu.
FUNGSI
Di dalam MULUT makanan dikunyah
hingga hancur, dan dicampur dg pelumas
saliva dari ketiga KELENJAR SALIVA

Bolus makanan dg cepat melewati


ESOFAGUS menuju LAMBUNG
LAMBUNG bertindak sbg reservoar
sementara utk makanan, shg makanan
dapat lewat dg kecepatan yg teratur.
Makanan sebagian dicerna oleh enzim, dan
sekresi asam kuat membantu untuk
mensterilkan makanan tsb dr bakteri yg
membahayakan

Campuran makanan semi cair (KIMUS)


meninggalkan lambung dalam dorongan
kecil melalui SFINGTER PILORIK
Di dalam DUODENUM makanan dicampur
dg sekresi yg banyak mengandung enzim dr
PANKREAS dan dinding usus, dan dengan
EMPEDU dari HEPAR

Pencernaan dr absorbsi berlanjut sepanjang


USUS HALUS

Residu air kemudian dikeringkan melalui


absorbsi air dan garam di dalam USUS
BESAR, dan disimpan sampai nantinya
dikeluarkan melalui RECTUM ANUS
Senyawaan sederhana yg dihasilkan oleh
pencernaan dibawa di dalam aliran darah,
melalui VENA PORTA, ke HEPAR, tempat
sebagian senyawaan tersebut
dimetabolisme.
STRUKTUR SALURAN PENCERNAAN
Bagian yg berbeda dr saluran pencernaan,
dr esofagusanus mempunyai struktur
dasar yg sama:
1. Mukosa lapisan dalam
2. Submukosa
3. Dua lapis otot polos
4. Serosa
Mukosa lapisan dalam:
Yang dikhususkan utk SEKRESI oleh
kelenjar, dan utk ABSORBSI. Mukosa
bagian dalam juga berfungsi sbg lapisan
pelindung terhadap bakteri.
Submukosa
Yang berbentuk jaringan kuat dr saluran.
Submukosa terdiri atas:
1. anyaman jaringan fibrosa yg rapat dan
kuat
2. mengandung pembuluh darah besar
3. Jaringan saraf (pleksus MEISSNERS), dan
di dalam duodenum, kelenjar penghasil
alkali
Dua lapis otot polos:
Otot sirkular (bentuk spiral yg rapat) yg
dapat mengkonstriksi saluran, dan otot
longitudinal (spiral panjang) yg dapat
memendekkan saluran.
Di dalam lapisan otot ini terdapat jaringan
saraf (pleksus mienterik atau pleksus
Auerbachs) diantara kedua otot ini.
Serosa:
Adalah lapisan peritoneum yg melapisi
permukaan saluran dan juga dinding
rongga abdomen dimana saluran tersebut
terletak.
Sebagian dr saluran (duodenum, bagian
dari kolon, rektum) melekat ke dinding
posterior rongga abdomen dan hanya
sebagian yg dilapisi.
Bagian lainnya (lambung, sebagian usus
halus, kolon transversum) terletak bebas
di dalam rongga abdomen, dan diperdarahi
melalui lipatan ganda peritoneum yg
tebal MESENTERIKA
Mesenterika adalah lapisan ganda serosa
yg membawa pembuluh darah
Kondisi ini memungkinkan bagian saluran
pencernaan ini bergerak bebas dalam
rongga abdomen
MULUT
Mulut atau rongga oral adalah jalan masuk menuju
system pencernaan dan berisi organ aksesori yang
berfungsi dalam proses awal pencernaan.
Rongga vestibulum (bukal) terletak di antara gigi
dan bibir dan pipi sebagai batas luarnya.
Organ oral utama dibatasi gigi dan gusi di bagian
depan, palatum lunak dank eras di bagian atas,
lidah di bagian bawah, dan orofaring di bagian
belakang.
Bibir
Bibir tersusun dari otot rangka (orbikularis mulut) dan
jaringan ikat. Organ ini berfungsi untuk menerima
makanan dan produksi wicara.
Permukaan luar bibir dilapisi kulit yang mengandung
folikel rambut, kelenjar keringat, serta kelenjar
sebasea.
Area transisional memiliki epidermis transparan.
Bagian ini tampak merah karena dilewati oleh banyak
kapiler yang dapat terlihat.
Permukaan dalam bibir adalah membrane mukosa.
Bagian frenulum labia melekatkan membrane mukosa
pada gusi di garis tengah.
Pipi:
Pipi mengandung otot buksinator maksikasi. Lapisan
epitel pipi merupakan subjek abrasi dan sel secara
konstan terlepas untuk kemudian diganti dengan
sel-sel baru yang membelah dengan cepat
Lidah:
Lidah dilekatkan pada dasar mulkut oleh frenulum
lingua. Lidah berfungsi untuk menggerakkan
makanan saat dikunyah atau ditelan, untuk
pengecapan, dan dalam produksi wicara.
Otot-otot ekstrinsik lidah berawal pada tulang dan
jaringan di luar lidah serta berfungsi dalam
pergerakan lidah secara keseluruhan.
Otot-otot intrinsik lidah memiliki serabut yang
menghadap ke berbagai arah untuk membentuk
sudut satu sama lain, ini memberikan mobilitas yang
besar pada lidah.
Papila adalah elevasi jaringan mukosa dan jaringan
ikat pada permukaan dorsal lidah. Papila-papila ini
menyebabkan tekstur lidah menjadi kasar.
(1) Papila fungiformis dan papilla
sirkumvalata memiliki kuncup-kuncup pengecap.
(2) Sekresi berair dari kelenjar Von Ebner, terletak
di otot lidah, bercampur dengan makanan pada
permukaan lidah dan membantu pengecapan rasa.

Tonsil-tonsil lingua adalah agregasi jaringan


limfoid pada sepertiga bagian belakang lidah.
Kelenjar saliva:
Penglihatan, penghiduan, dan pengecapan
sekresi saliva oleh saraf
Kelenjar saliva mensekresi saliva ke dalam rongga
oral, sebanyak 1-1,5 liter saliva dihasilkan tiap hari
Saliva terdiri dari cairan encer yang mengandung
enzim dan cairan kental yang mengandung mukus.
Ada 3 kelenjar saliva:
(1) Kelenjar parotid
(2) Kelenjar submaksilar (submandibular)
(3) Kelenjar sublingual
(1) Kelenjar parotid adalah kelenjar saliva terbesar,
terletak agak ke bawah dan di depan telinga dan
membuka melalui duktus parotid (Stensen) menuju suatu
elevasi kecil (papilla) yang terletak berhadapan
dengan gigi molar kedua pada kedua sisi. Banyak
menganduung air.
(2) Kelenjar submaksilar (submandibular) kurang lebih
sebesar kacang kenari dan terletak di permukaan
dalam pada mandibula serta membuka melalui
duktus Wharton menuju ke dasar mulut pada kedua sisi
frenulum lingua.
(3) Kelenjar sublingual terletak di dasar mulut dan
membuka melalui duktus sublingual kecil menuju ke
dasar mulut.
Saliva memiliki fungsi:
(1) Saliva melarutkan makanan secara kimia untuk
pengecapan rasa.
(2) Saliva melembabkan dan melumasi makanan sehingga
dapat ditelan. Saliva juga memberikan kelembaban pada
bibir dan lidah.
(3) Amilase pada saliva mengurai zat tepung menjadi
polisakarida dan maltosa.
(4) Zat buangan seperti asam urat dan urea serta berbagai
zat lain seperti obat, virus, dan logam diekskresi ke dalam
saliva.
(5) Zat antibakteri dan antibody dalam saliva berfungsi
untuk membersihkan rongga oral dan membantu
memelihara kesehatan oral serta mencegah keruakan gigi.
Kendali saraf pada sekresi saliva
(1) Aliran saliva dapat dipicu melalui stimulus psikis (pikiran akan
makanan), mekanis (keberadaan makanan), atau kimiawi (jenis
makanan).
(2) Stimulus dibawa melalui serabut aferen dalam saraf cranial V,
VII,IX, dan X menuju nuklei salivatori inferior dan superior dalam
medulla. Semua kelenjar saliva dipersarafi serabut simpatis dan
parasimpatis.
(3) Volume dan komposisi saliva bervariasi sesuai jenis stimulus dan
jenis inervasinya (system simpatis atau parasimpatis).
a) Stimulus parasimpatis mengakibatkan vasodilatasi pembuluh
darah dan sekresi serosa yang banyak sekali.
b) Stimulus simpatis mengakibatkan vasokontrinksi pembuluh
darah dan sekresi mukus yang lebih kental dan lengket.
c) Pada manusia normal, saliva yang disekresi permenit adalah
sebanyak 1ml. Saliva yang disekresi dapat mencapai 1 L sampai
1,5 L dalam 24 jam.
Gigi:
Gigi tersusun dalam kantong-kantong (alveoli)
pada mandibula dan maksila.
Gigi berfungsi dalam proses mastikasi
(pengunyahan).
Makanan yang masuk dalam mulut dipotong
menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur
dengan saliva untuk membentuk bolus makanan
yang dapat ditelan.
Gigi manusia terdiri atas:
1. gigi seri (insisipus) sebagai pemotong makanan
2. gigi taring (caninus) sebagai pengoyak atau
perobek makanan
3. serta gigi geraham (premolar-molar) sebagai
penghalus atau pengunyah makanan.
PROSES PENCERNAAN MEKANIK
DAN PERGERAKAN MAKANAN SAMPAI ESOFAGUS
Hard Palate Soft Palate

Pharynx

Epiglottis

Upper
esophageal
Tongue sphincter

Esophagus

Adapted by:
Ns. Sidik Awaludin
Menelan terdiri dalam tiga
tahapan:
Tahap bukal
makanan di atas lidahmenekan langit2
kerasmendorong bolus ke belakanglangit2 lunak
terangkat utk mencegah makanan masuk ke hidung
bolus ke faring
Tahap faringeal
laring tertarik ke atas di bawah dasar lidah epiglotis
melipat menutupi laringsfingter krikofaringeal tertutup
mencegah udara tertarik ke esofagus esofagus
Tahap esofagus
FARING
Merupakan penghubung antara rongga mulut dan
kerongkongan. Berasal dari bahasa yunani yaitu
Pharynk.
Ada tiga pembagian faring, yaitu:
1. Epifaring (nasofaring)
2. Mesofaring (orofaring)
3. Hipofaring (faringofaring)
Didalam lengkung faring terdapat tonsil (amandel )
yaitu kelenjar limfe yang banyak mengandung kelenjar
limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi
Bagian superior disebut nasofaring, pada nasofaring
bermuara tuba yang menghubungkan tekak dengan
ruang gendang telinga
Bagian media disebut orofaring,bagian ini berbatas
kedepan sampai diakar lida.
Bagian inferior disebut laring gofaring yang
menghubungkan orofaring dengan laring.
ESOFAGUS
Esofagus adalah tuba muscular,
panjangnya sekitar 9 sampai 10 inci
(25 cm) dan berdiameter 1 inci (2,54
cm).

Esofagus berawal pada area


laringofaring, melewati diafragma
dan hiatus esophagus (lubang) pada
area sekitar vertebra toraks
kesepuluh, dan membuka kea rah
lambung.
Esofagus menggerakkan makanan dari faring ke
lambung melalui gerak peristalsis. Mukosa
esophagus memproduksi sejumlah besar mucus untuk
melumasi dan melindungi esophagus. Esofagus tidak
memproduksi enzim pencernaan.
LAMBUNG

Lambung merupakan organ otot berongga yang


besar dan berbentuk seperti kandang keledai
Lambung memanjang dari sfingter kardia
sfingter pilorik
Terdiri dari 3 bagian yaitu kardia, fundus dan
antrum
Makanan masuk ke dalam lambung dari
kerongkonan melalui otot berbentuk cincin (sfinter
esofagus), yang bisa membuka dan menutup.
Fundus secara relatif mempunyai dinding yg tipis,
mempunyai sedikit kelenjar dan berfungsi sbg
reservoar
Korpus lambung adl bagian berotot dan
menyimpan serta mencampur makanan, sbg tempat
sekresi asam oleh kelenjar lambung
Sfingter pilorik menjaga pintu keluar dr lambung-
pilorus
Atrium pilorus terdiri otot tebal mencampur
makanan dan mendorong ke usus halus
MOTILITAS GASTER Esophagus

Lower
Esophageal
SILAHKAN CARI KETERANGANNYA.....
sphincter

Duodenum

Pyloric
sphincter

Stomach
Peristaltic
Kep.Dewasa/sidik doc/2009
Adapted by: 29
wave Ns. Sidik Awaludin, S.Kep
Lambung berfungsi sebagai gudang makanan,
yang berkontraksi secara ritmik untuk mencampur
makanan dengan enzim-enzim.
Fungsi asam lambung sebagai pembunuh kuman
atau racun yang masuk bersama makanan serta
untuk mengasamkan makanan agar mudah dicerna.
Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3 zat
penting :
1. lendir
2.asam klorida (HCl)
3.prekursor pepsin (enzim yang memecahkan
protein)
USUS HALUS
Makan Lambung
usus dua belas jari
(duodenum) melalui
sfingter pilorus
duodenum megirimkan
sinyal kepada lambung
untuk berhenti
mengalirkan makanan.
Usus halus terbagi menjadi 3 bagian, yaitu
duodenum (usus 12 jari), jejunum, dan ileum.
Duodenum berfungsi mencerna secara kimiawi.
Jejunum dan ileum berfungsi sebagai usus penyerap
sari-sari makanan.
Sari-sari makanan pembuluh darah
Ampas usus besar
Gerakan yang berperan dalam pengaliran
makanan ini juga adalah gerak peristaltik.
USUS BESAR
Usus besar terdiri dari :
1.Sektum
2. Apendiks
3.Kolon asendens (kanan)
4.Kolon transversum
5.Kolon desendens (kiri)
6.Kolon sigmoid
(berhubungan dengan
rektum)
Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus
besar berfungsi mencerna beberapa bahan dan
membantu penyerapan zat-zat gizi.
Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi
membuat zat-zat penting, seperti vitamin K. Bakteri
ini penting untuk fungsi normal dari usus.
Beberapa penyakit serta antibiotik bisa
menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri
didalam usus besar. Akibatnya terjadi iritasi yang
bisa menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air,
dan terjadilah diare.
RECTUM DAN ANUS
Rektum adalah sebuah ruangan yang berawal dari
ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan
berakhir di anus.
Anus merupakan lubang di ujung saluran
pencernaan, dimana bahan limbah keluar dari
tubuh.
Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh
(kulit) dan sebagian lannya dari usus. Suatu cincin
berotot (sfingter ani) menjaga agar anus tetap
tertutup.
Sekitar 1 lt kimus cair memasuki kolon setiap hari
melalui KATUP ILEO-SEKAL
Air dan garam, terutama garam kalium diserap
sepanjang kolon feces keras
Komposisi feces:
: bahan padat (bakteri yg mati 30%, bahan yg
tdk dapat dicerna 30%, bahan anorgonik 10-20%,
sel-sel mati 50-100 g/hari,lekosit, pigmen empedu)
: air
Gerakan dalam saluran
pencernaan:
Peristaltik
gelombang kontraksi dan gelombang relaksasi
Segmentasi
gerakan non-propulsif yg mencampur kimus.
Gerakan terjadi dalam usus halus dan usus besar,
dan lebih lemah, di dalam lambung.
PANKREAS
Pankraes merupakan suatu organ yang terdiri dari 2
jaringan dasar :
Asini, menghasilkan enzim-enzim pencernaan

Pulau pankreas, menghasilkan hormon


HATI
Zat-zat gizi diserap dinding usus melalui Kapiler
vena hati sebagai vena porta.
Vena porta terbagi menjadi pembuluh-pembuluh
kecil di dalam hati, dimana darah yang masuk
diolah.
Hati melakukan proses tersebut dengan kecepatan
tinggi, setelah darah diperkaya dengan zat-zat
gizi, darah dialirkan ke dalam sirkulasi umum.
Darah dari sistem pencernaan memasuki hepar
melalui VENA PORTA
Hepar juga diperdarahi, dg darah yg kaya
oksigen, oleh ARTERI HEPATIKA
Semua darah setelah melewati hepar keluar melalui
VENA HEPATIKA yg mengalir ke dlm VENA KAVA
INFERIOR
Empedu meninggalkan hepar melalui DUKTUS
HEPATIKUS dan keluar ke dlm duodenum melalui
duktus empedu
Funsi hepar:
Memecah produk dari pencernaan mjd senyawaan
organik baru
Pembentukkan empedu
Sintesis protein plasma dan substansi koagulasi
darah
Menyimpan zat besi, vitamin, karbohidrat dan
lemak dlm bentuk yg kelebihan dr penggunaan
mendesak
Detoksifikasi bahan-bahan kimiawi asing, obat2
dan racun.
KANDUNG EMPEDU DAN
SALURAN EMPEDU
Empedu memiliki 2 fungsi penting :
membantu pencernaan dan penyerapan lemak

berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari

tubuh, terutama hemoglobin (Hb) yang berasal dari


penghancuran sel darah merah dan kelebihan
kolesterol
Empedu terdiri dari:
Garam empedu
sbg agen pembasah, mengemulsi lemak, dan
membantu penyerapan
Pigmen-pigmen empedu
dari bilirubin pecahan Hb dr sumsum tulang,
dieksresikan oleh hepar memberi warna feses
Kolesterol , lesitin, garam dan air