Anda di halaman 1dari 23

Fotosintesis Plankton

- Nur Afni Nezaputri


- Ageng Nur Agustins Zahra
- Fendi Pradana
- Marina Anggasari Putri
- Yulia Rosdatina
- Nurfadila YS
- Zulfikar
Fotosintesis adalah proses sintesis karbohidrat dari bahan-bahan
anorganik (CO2 dan H2O) pada tumbuhan berpigmen dengan
bantuan energi cahaya matahari.

Deskripsi fotosintesis
Fotosintesis terdiri atas 2 fase, yaitu fase I yang berlangsung pada
grana dan menghasilkan ATP dan NADPH2 serta fase II yang
berlangsung pada stroma dan menghasilkan karbohidrat. . Molekul
air tidak dipecah dalam fotosintesis primitif dan setelah evolusi
molekul air dipecahkan melalui 2 fotosistem sehingga O2 dilepaskan
ke atmosfir. Fotosintesis berkembang menjadi lebih kompleks secara
biokimia sampai terjadinya pemisahan antara respirasi dan
fotosintesis beserta regulasinya. Evolusi tipe-tipe fotosintesis seperti
C4 dan CAM merupakan akibat menurunnya rasio CO2/O2 dan
radiasi yang intensif pada atmosfir.

Deskripsi fotosintesis
Fotosintesis terdiri atas 2 fase, yaitu fase I yang berlangsung pada grana dan
menghasilkan ATP dan NADPH2 serta fase II yang berlangsung pada
stroma dan menghasilkan karbohidrat. . Molekul air tidak dipecah dalam
fotosintesis primitif dan setelah evolusi molekul air dipecahkan melalui 2
fotosistem sehingga O2 dilepaskan ke atmosfir. Fotosintesis berkembang
menjadi lebih kompleks secara biokimia sampai terjadinya pemisahan antara
respirasi dan fotosintesis beserta regulasinya. Evolusi tipe-tipe fotosintesis
seperti C4 dan CAM merupakan akibat menurunnya rasio CO2/O2 dan
radiasi yang intensif pada atmosfir.
Pemecahan air dengan energi cahaya yang diserap oleh sel-sel daun yang
berfotosintesis disebut fotolisis. Dengan demikian, persamaan
fotosintesis yang lengkap adalah sbb :

n CO2+ 2n H2O+ Energi Matahari [ CH2O]n + n O2+ n H2O

Deskripsi fotosintesis
Fitoplankton adalah organisme renik yang dapat
berfotosintesis karena mengandung klorofil dan berperan
sebagai penghasil O2 dan juga sebagai makanan bagi
zooplankton. Dalam jumlah yang tepat fitoplankton
berperan penting dalam produktivitas primer perairan.

Apa itu fitoplankton?


Cahaya matahari merupakan energi penggerak utama bagi seluruh
ekosistem termasuk didalamnya ekosistem perairan. Cahaya adalah
sumber energi dasar bagi pertumbuhan organisme autotrof terutama
fitoplankton yang pada gilirannya mensuplai makanan bagi seluruh
kehidupan di perairan. Fungsi ekosistem yang optimal harus
ditunjang oleh adanya cahaya matahari. Ekosistem yang baik harus
mampu mendukung kehidupan didalamnya. Salah satu ukuran
kualitas suatu ekosistem adalah terselenggaranya proses produk si
atau produktivitas primer yang mempersyaratkan adanya cahaya
untuk keberlangsungannya.

Lanjutan...
Fitoplankton algae tergolong organisme autotrof, dimana dengan
energi sinar matahari dan krolofil, serta menyerap karbondioksida
dan senyawa nutrient anorganik mereka mampu mensintesa senyawa
organic yagn kompleks melalui proses fotosintesis. Mereka
mempunyai krolofil dan pikmen fotosintetik penunjang lainnya,
seperti caritenoid, sehingga mereka mampu melakukan proses
fotosintetis. Hanya beberapa jenis dari dinoflagellata ada yang
bersifat heterotrof, mampu menyerap zat organic terlarut menjadi zat
anorganik lain yang berguna untuk membangun tubuhnya (osmotrof),
dan ada bahkan mampu memakan bahan organic partikel (pagotrof)
oleh Basmi (1995)

Deskripsi Makromolekul, Senyawa, dan Organ


yang berperan dalam proses fotosintesis
plankton
Jenis yang paling penting produktivitas primer adalah proses fotosintesis, di
mana energi cahaya digunakan untuk mengubah karbon dioksida dan air
menjadi karbohidrat (anonim). Spesies fitoplankton yang dominan di dalam
kolam diklasifikasikan sebagai Oscillatoria tenuis, Synedra ulna,
Chlamydomonas Cingulata dan Cyclotella kutzingiana, dengan jenis
dominan Melosira italica, Synechococcus sp. dan Cryptomonas ovata.(Alam,
et el. 2001). Fitoplankton hidup di lingkungan yang berfluktuasi di mana
banyak faktor seperti tekanan merumput, tenggelam, cahaya ketersediaan,
asupan gizi dan omset mempengaruhi distribusi fitoplankton dalam waktu
dan ruang.

Fotosintesis plankton
Fitoplankton merupakan produsen primer yang dominan dari wilayah
plagic mengkonversi bahan anorganik (misalnya nitrat, fosfat) ke
dalam senyawa organik baru (misalnya lipits dan protein) oleh proses
dari sana oleh photosinthesis dan memulai rantai makanan laut.
Jumlah membangun jaringan tanaman oleh fotosynthesis atas waktu
umumnya disebut sebagai produktivitas primer (Lalli sebuah Parsons,
1997). Walaupun sejumlah langkah yang terlibat, reaksi chemichal
untuk fotosintesis dapat sangat umum diringkas sebagai:

6 CO2 + 6 H2O energi matahari C6H12O6 + 6O2

Fotosintesis plankton
Menurut Basmi,1995 menyatakan bahwa produktivitas primer sendiri
adalah kreasi yang menghasilkan material organic yang padat energy
daro CO2, H2O, dan nutrient-nutrien lainnya dengan memanfaatkan
sumber energy dari sinar matahari. Material organic hasil sintesis
produser primer ini kelak akan ditrasnfer ke tingkat trofik lainnya
yang ada di ekosistem bersangkutan. Selanjutnya dikatakan
produktivitas yang terbentuk merupakan material organic yang
berguna untuk menunjang kehidupan hewan dan dekomposer.

Siklus fotosintesis plankton


dalam kenyataannya proses ini sangat rumit, walaupun dapat dibagi
menjadi dua set reaksi, dalam reaksi terang, cahaya menggairahkan
pigmen fotosintesis (terutama chlorophylls), yang meneruskan energi
energi itu dalam cara yang membuat tersedia untuk gelap reaksi.
Dalam proses ini terbagi molekul air dan oksigen berkembang
sebagai sebuah produk. Reaksi gelap menggunakan energi kimia
dikonversi dari cahaya untuk memperbaiki karbon CO2 menjadi
karbohidrat. Reaksi gelap disebut demikian karena, tidak seperti
reaksi cahaya, mereka mungkin terjadi dalam gelap

Siklus fotosintesis plankton


apa yang terjadi adalah pembentukan senyawa organik (karbohidrat,
seperti gula atau pati) yang dapat digunakan sebagai sebuah blok
bangunan untuk senyawa organik lain atau sebagai sumber energi.
Dasarnya semua oksigen dalam atmosfer berasal dari fotosintesis
terjadi di lautan. Ketika proses fotosintesis dibalik, energi tinggi
ikatan yang dibentuk selama masa konstruksi dari karbohidrat rusak
energi dari sebuah proses kebalikannya adalah respirasi oksidatif, dan
semua organisme bernafas.

Siklus fotosintesis plankton


Nondji (2006) beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi yang menentukan
dan menjadi pembatas pada aktivitas produktivitas primer fitoplankton antara
lain; cahaya, suhu, dan hara.

Dengan deskripsi singkat sebagai berikut;

1. Produktivitas mempunyai hubungan yang linier dengan cahaya hanya paada


intensitas cahaya yang rendah.
2. Pada intensitas tertentu (Iopt), produktivitas akan mencapai maksimum (Pmax).
3. Intensitas cahaya yang terlampau kuat akan menyebabkan produktivitas
menurun (photo inhibition).
4. Titik kompensasi adalah intensitas dimana produktivitas adalah sama dengan
laju respirasi (P=R).
5. Produktivitas di permukaan biasanya kecil karena pengaruh sinar yang
terlampau kuat menghambat produktifitas.

Faktor lingkungan pembatas


aktivitas produksi fitoplankton
Karbondikosida akan diambil dari udara bebas oleh organisme air
yang autotrof, kemudian Cahaya matahari akan diambil dalam bentuk
energi oleh klorofil. Semua proses ini akan berlangsung membentuk
suatu reaksi dan menghasilkan oksigen serta Glukosa.
Setelah terdapat glukosa pada nutrisi ini akan diubah menjadi lemak,
protein, dan nutrisi lainnya.

Fotosintesis berlangsung dalam dua tahap, yaitu reaksi terang


(memerlukan cahaya matahari) dan reaksi gelap (tidak memerlukan
cahaya matahari)

Produksi Energi dari Fotosintesis


1. Reaksi terang

Berlangsung di dalam membran tilakoid di grana. Grana adalah struktur


bentukan membran tilakoid yang terbentuk dalam stroma, yaitu salah
satu ruangan dalam kloroplas. Di dalam grana terdapat klorofil, yaitu
pigmen yang berperan dalam fotosintesis. Reaksi terang disebut juga
fotolisis karena proses penyerapan energi cahaya dan penguraian
molekul air menjadi oksigen dan hidrogen.

Produksi Energi dari Fotosintesis


Produksi Energi dari Fotosintesis
1. Siklus Celvin / Reaksi Gelap

Berlangsung di dalam stroma. Reaksi yang membentuk gula dari bahan


dasar CO2 yang diperoleh dari udara dan energi yang diperoleh dari
reaksi terang. Tidak membutuhkan cahaya matahari, tetapi tidak dapat
berlangsung jika belum terjadi siklus terang karena energi yang dipakai
berasal dari reaksi terang.

Produksi Energi dari Fotosintesis


Produksi Energi dari Fotosintesis
Siklus Calvin terdiri atas dua tahap reaksi, yaitu reaksi terang akan
menghasilkan produk akhir berupa ATP dan NADPH2 dan reaksi
gelap akan menghasilkan gula (karbohidrat), kedua reaksi tersebut
terjadi dalam kloroplas yang terdapat di dalam daging daun (mesofil).
Tahapan reaksi siklus Calvin adalah karboksilasi, reduksi dan
regenerasi sebagai berikut.

Produksi Energi dari Fotosintesis


1) Karboksilasi (Fiksasi) CO2

CO2 diikat (fiksasi) oleh senyawa rebulosa bifosfat (RuBP)


yang memiliki atom C sebanyak 5 (C-5), karena hanya mengikat satu
atom C (C-1) maka terbentuk senyawa RuBP dengan atom C sebanyak
6 (C-6) dalam keadaan yang tidak stabil dan pecah menjadi 2 senyawa
gliseraldehid 3-fosfat (G3P).

Produksi Energi dari Fotosintesis


2) Reduksi

Selanjutnya 2 senyawa gliseraldehid 3-fosfat (G3P) bereaksi


dengan ATP, membentuk asam fosfogliseraldehid yang masih berikatan
dengan H2 berasal dari NADPH2. Siklus reaksinya harus berjalan 3
kali, baru terbentuk hasil akhir yaitu 6 senyawa gliseraldehid 3-fosfat
(G3P).

Produksi Energi dari Fotosintesis


3) Regenerasi

Regenerasi atau pembentukan kembali senyawa rebulosa


bifosfat (RuBP) digunakan untuk mengikat CO2. Pembentukan kembali
senyawa rebulosa bifosfat (RuBP) dan pecah menjadi 2 senyawa (G3P)
bereaksi dengan ATP membentuk asam fosfogliseraldehid dan
NADPH2. Siklus reaksinya berjalan 3 kali, dan kembali regenerasi lagi.
Jadi untuk membentuk 1 molekul glukosa maka dibutuhkan sebanyak 6
kali siklus (siklus Calvin) dengan menangkap sebanyak 6 molekul
6CO2, reaksinya sebagai berikut.

6CO2 + 6H2O > C6H12O6 + 6O2

Produksi Energi dari Fotosintesis