Anda di halaman 1dari 12

ILMU PERILAKU DAN ETIKA FARMASI

DAYA TARIK INTERPERSONAL

KELOMPOK 4
Ronni Ferdian Rifai
Jeane Fitriani.A.E.
Wairara
Sitti Anursyam
Sitti Aisyah
Naomi E. Merani
Daya tarik interpersonal adalah kesukaan pada orang
lain, daya tarik interpersonal ini akan membentuk
atau menimbulkan rasa suka pada seseorang. Daya
tarik interpersonal juga merupakan salah satu faktor
penentu ketika seseorang ingin berhubungan dengan
orang lain
Menurut Bringham J.C mengdefinisiakan daya tarik
interpersonal mempunyai factor-factor sebagai berikut :

a.Kesamaan (similarity)
b.Kedekatan (proximity)
c.Keakraban (familiarity)
d.Daya Tarik Fisik
e.Kemampuan (ability)
f.Tekanan Emosional (stress)
g. Munculnya perasaan/mood yang positif (positive
emotional arousal)
h.Harga diri yang rendah
i.Kesukaan secara timbal balik (resiprocal liking)
j.Saling melengkapi (complementary)
Menurut Bringham J.C mengdefinisiakan daya tarik
interpersonal mempunyai factor-factor sebagai berikut :

1.Kesamaan ( Similarity ) 2. Kedekatan (Proximity)

Orang cenderung menyukai mereka yang tempat


Kita cenderung menyukai orang yang sama
tinggalnya berdekatan. Persahabatan lebih
dengan kita dalam sikap, nilai, latar belakang
mudah timbul (tumbuh) diantara tetangga yang
dan keperibadian.
berdekatan
3. Keakraban (Familiarity)

4. Daya Tarik Fisik

Kekerapan berhadapan dengan


seseorang akan meningkatkan rasa
suka kita terhadap orang itu. 5. Kemampuan (Ability)
Dalam masyarakat kita biasanya
muncul stereotip daya tarik fisik,
yang mengasumsikan bahwa apa
yang cantik adalah yang baik

ketika orang lain memberi ganjaran


atau konsekuensi positif pada kita,
maka kita cenderung ingin
bersamanya dan menyukainya
6. Tekanan Emosional 8. Harga Diri yang Rendah
(Stress)

Bila orang berada


Elaine Walster
dalam situasi yang
menarik kesimpulan,
mencemaskan atau
7. Perasaan / Mood bahwa bila harga diri
menakutkan, ia
di rendahkan, hasrat
cenderung
afiliasi (bergabung
menginginkan
dengan orang lain)
kehadiran orang lain. Kita cenderung tertarik bertambah, dan ia
Sehingga timbul rasa atau suka kepada orang makin responsif untuk
suka pada orang dimana kehadirannya menerima kasih
tersebut berbarengan dengan sayang orang lain.
munculnya perasaan
positif, bahkan meski
perasaan positif yang
muncul tidak berkaitan
dengan perilaku orang
tersebut
10. Ketika yang Berlawanan Saling
9. Kesukaan Secara Timbal Balik
Tertarik : Saling Melengkapi
(Reciprocal Liking)
(Complementary)10

Kita telah melihat bahwa


kesamaan sikap dan nilai
Ketika kita mengetahui orang lain mendorong meningkatnya daya
menyukai kita, maka kita dapat tarik. Tetapi bagaimana dengan
mengharapkan ganjaran (reward) sadistis dan masokisme?
dari mereka. Karena itu, Keduanya tampak benar-benar
mengetahui kita disukai tak sama, yang satu menyukai
merupakan ganjaran yang untuk melukai orang lain tetapi
menguatkan lainnya justru senang
diperlakukan kasar oleh orang
lain.
Dimensi hubungan interpersonal (William C. Schultz)

3.Need of affection /kasih sayang,


1. Need of inclusion (perasaan sbg
kebutuhan menyukai & disukai.
anggota suatu kelompok), keinginan 2. Need of control (kebutuhan untuk
Underpersonal : membuat
untuk menumbuhkan rasa memiliki: mendominasi & dominasi):
jarak dengan orang
lain, menolak bantuan
Undersocial: misalnya, minder, Abdicrat : cirinya penurut
orang lain
menarik diri, tertutup. Democrat : cirinya memiliki
Personal : independent, tidak
Social : misalnya, tahu situasi kemampuan yang kuat.
bergantung pada orang lain
dan kondisi Autocrat : ciri-cirinya
Overpersonal : kerjasama
Oversocial : misalnya, over mendominasi suatu kelompok
individu yang kuat dengan
akting-
orang lain.
Teori-Teori Daya Tarik Interpersonal .

1.Teori kognitif
Teori kognitif menekankan proses berpikir
sebagai dasar yang menentukan tingkah laku.
Tingkah laku sosial dipandang sebagai suatu
hasil atau akibat dari proses akal. Jika seseorang
berpikir bahwa orang lain dapat memberikan
keseimbangan terhadap apa yang kita cari maka
kemungkinan besar kita akan menyukainya.
2.Teori penguatan 3.Teori
Teori penguatan berusaha menemukan
bagaimana ketertarikan datang untuk interaksionis
pertama kalinya. Dasar teori ini cukup
sederhana, yaitu bahwa orang ditarik oleh Teori ini dikembangkan di dalam
hadiah dan ditolak oleh hukuman. Semua
ketertarikan antar pribadi diterangkan dalam situasi alamiah di mana suatu
hal belajar di mana untuk berhubungan secara keputusan selalu dihubungkan
positif dengan hadiah, dan untuk
berhubungan secara negatif dengan
kepada situasi sosial di mana
perangsang hukuman. Kita kemudian akan seseorang menemukan dirinya.
lebih suka menjadi tertarik kepada orang Teori ini lebih menitikberatkan
orang yang menghadiahi atau menghargai
kita daripada orang-orang yang menghukum pada ketertarikan antar pribadi
kita dengan kritikan atau menghina kita. sebagai suatu konsep.
Daya tarik interpersonal sebagai satu kecenderungan untuk
menilai seseorang atau suatu kelompok secara positif, dan
berperilaku secara positif, sesuai apa adanya. Faktor yang
mempengaruhi hal-hal tersebut adalah Kesamaan
(Similarity), Kedekatan (Proximity), Daya tarik fisik, dll.
Daya tarik interpesonal merujuk pada suatu sikap
mengenai orang lain. Evaluasi interpesonal semacam itu
berada pada suatu dimensi yang berkisar dari suka hingga
tidak suka. Setiap orang akan disukai oleh beberapa
individu dan tidak disukai oleh individu yang lain.