Anda di halaman 1dari 39

Pencegahan Dan Pengendalian

Infeksi Terkait Pelayanan


Kesehatan di RS

Cilacap, 29 September 2017


RSIA Afdila
Pendahuluan
Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
sangat Penting untuk melindungi pasien, petugas juga
pengunjung dan keluarga dari resiko tertularnya infeksi
karena dirawat, bertugas juga berkunjung ke suatu
rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Keberhasilan program PPI perlu keterlibatan lintas
profesional: Klinisi, Perawat, Laboratorium, Kesehatan
Lingkungan, Farmasi, Gizi, IPSRS, Sanitasi
& Housekeeping, dan lain-lain sehingga perlu wadah
berupa Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.
Rantai Penularan Infeksi
Agen infeksi (infectious agent) adalah
Mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi. Pada
manusia dapat berupa bakteri , virus, ricketsia, jamur
dan parasit. Dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu:
patogenitas, virulensi, dan jumlah (dosis, atau load)

Reservoir atau tempat dimana agen infeksi dapat hidup,


tumbuh, berkembang biak dan siap ditularkan kepada
orang. Reservoir yang paling umumadalah manusia,
binatang, tumbuh-tumbuhan, tanah, air dan bahan-
bahan organik lainnya. Pada manusia: permukaan kulit,
selaput lendir saluran nafas atas, usus dan vagina
Port of exit ( Pintu keluar) adalah jalan darimana agen
infeksi meninggalkan reservoir. Pintu keluar meliputi :
saluran pernafasan, saluran pencernaan, saluran kemih
dan kelamin, kulit dan membrana mukosa, transplasenta
dan darah serta cairan tubuh lain.

Transmisi (cara penularan) adalah mekanisme


bagaimana transport agen infeksi dari reservoir ke
penderita (yang suseptibel). Ada beberapa cara
penularan yaitu :
PRINSIP DASAR PENCEGAHAN
DAN PENGENDALIAN
INFEKSI
KEWASPADAAN
Diterapkan pada semua klien
STANDAR dan orang yang ke fasilitas
pelayanan kesehatan

KEWASPADAAN Hanya diterapkan pada


BERDASARKAN pasien yang dirawat inap
TRANSMISI di rumah sakit
KEWASPADAAN
STANDAR

Rancangan untuk mengurangi resiko penularan


mikroorganisme dirumah sakit dan fasilitas
pelayanan kesehatan lainnya dari sumber
infeksi
MENCUCI
TANGAN
LINEN GAUN

APP M, K, PW

KOMPONEN
UTAMA
PENEMPATAN
HANDSCOEN PASIEN

BENDA RESUSITASI
TAJAM KEBERSIHAN PASIEN
LINGKUNGAN
MENCUCI TANGAN

Setelah menyentuh darah, cairan


tubuh, secret dan barang-barang
yang tercemar
Segera setelah membuka sarung
tangan
Diantara kontak pasien
Sebelum dan setelah melakukan
tindakan invasive
Setelah menggunakan toilet
HANDSCOEN

Bila kontak dengan darah,


cairan dalam tubuh, secret,
ekskresi, dan barang yang
tercemar.
Bila kontak dengan membran
mukosa/ selaput lendir dan
kulit yang tidak utuh.
M, K, PW

Melindungi membran mukosa


mata, hidung, dan mulut terhadap
kemungkinan percikan ketika
akan kontak dengan darah dan
cairan tubuh
GAUN

*Melindungi kulit dari kemungkinan terkena


percikan ketika kontak dengan darah atau
cairan tubuh.
*Mencegah kontaminasi pakaian selama
melakukan tindakan yang melibatkan
kontak dengan darah dan cairan tubuh
LINEN

1. Tangani linen kotor dengan menjaga


jangan terkena kulit atau membran
mukosa
2. Jangan merendam/ membilas linen
kotor diwilayah ruang perawatan.
3. Jangan mengibaskan linen
dan melekatkan linen kotor di lantai
4. Segera ganti linen yang tercemar/
terkena darah / cairan tubuh.
APP

1. Tangani peralatan yang tercemar


dengan benar untuk mencegah kontak
langsung dengan kulit atau membran
mukosa/ selaput lendir.
2. Cegah terjadinya kontaminasi pada
pakaian atau lingkungan.
3. Cuci dan desinfeksi peralatan bekas
pakai sebelum di gunakan kembali.
BENDA
TAJAM

Hindari menutup kembali jarum yang sudah


digunakan
Menghindari melepas jarum yang telah
digunakan dari spuit sekali pakai.
Hindari membengkokan, menghancurkan,
atau memanipulasi jarum dengan tangan.
Masukan instrument tajam kedalam wadah
yang tahan tusukan dan tahan air.
KEBERSIHAN
LINGKUNGAN

Bersihkan, Rawat dan Desinfeksi


alat dan perlengkapan dalam
ruang perawatan pasien secara
rutin setiap hari
RESUSITASI
PASIEN

Gunakan penghubung mulut


untuk resusitasi mulut kemulut
secara langsung
PENEMPATAN
PASIEN

Isolasi pasien yang memiliki


penyakit menular dalam ruangan
terpisah/ khusus ( isolasi )
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
Perlakukan pasien dan petugas sebagai
Individu yang potensial menularkan
dan rentan terhadap infeksi
Cuci tangan adalah prosedur penting untuk
mencegah pencemaran silang.
Gunakan sarung tangan pada kedua
tangan
Gunakan APD ( Alat Pelindung Diri)
Lanjutan.......
Gunakan anti septic berbasis alcohol untuk
membersihkan kulit
Terapkan prosedur dan cara kerja yang aman
Proses peralatan, sarung tangan dan
alat-alat lain dengan terlebih dahulu
melakukan dekontaminasi, pencucian dan
sterilisasi atau desinfeksi tingkat tinggi
sesuai prosedur
KEWASPADAAN
BERDASARKAN
TRANSMISI

Kewaspadaan berdasarkan transmisi


perlu dilakukan sebagai tambahan
kewaspadaan standar
KEWASPADAAN
TRANSMISI

KEWASPADAAN KEWASPADAAN
PENULARAN PENULARAN
MELALUI KONTAK MELALUI AIR BORNE

KEWASPADAAN
PENULARAN
MELALUI DROPLET
Kewaspadaan Penularan
Melalui Kontak
Kewaspadan ini dirancang untuk
mengurangi resiko transmisi organism
pathogen melalui kontak langsung.
Kontak langsung dapat terjadi pada kontak
kulit dengan kulit dan berpindahnya
organisme selama kegiatan perawatan.
Kewaspadaan Penularan
Melalui Droplet

Kewaspadaan ini dirancang untuk


mengurangi resiko penularan melalui
percikan bahan infeksius. Droplet infection
terjadi melalui kontak dengan konjugtiva,
membran mukosa, hidung,mulut, dahak
(sputum)
Kewaspadaan Penularan
Melalui Air Borne

Kewaspadaan melalui air borne(udara)


dirancang untuk mengurangi resiko
penularan melaui penyebaran partikel
kecil ke udara baik secara langsung atau
pertikel debu yang mengandung mikro
organisme
KOMPONEN UTAMA
Menjaga kebersihan tangan dan
pemakaian sarung tangan.
Menggunakan masker, pelindung
pernapasan, pelindung mata, dan
pelindung wajah.
Gaun (apron).
Pengelolaan linen dan pakaian kotor.
Lanjutan....

Penggunaan peralatan makan.


Pencegahan infeksi untuk pasien yang
menderita penyakit yang menular melalui
udara.
Pemrosesan peralatan yang aman
Menjaga Kebersihan Tangan
Tangan merupakan media transmisi
patogen tersering di RS. Menjaga
kebersihan tangan dengan baik dan benar
dapat mencegah penularan
mikroorganisme dan menurunkan
frekuensi infeksi nosokomial. Kepatuhan
terhadap kebersihan tangan merupakan
pilar pengendalian infeksi
5 Momen penting !!!
Higiene tangan baik dilakukan dalam 5
momen/saat:
5 momen Cuci Tangan Manfaat
Sebelum kontak dengan pasien Melindungi pasien dari kuman
yang anda bawa
Sebelum tindakan aseptik untuk melindungi pasien
Setelah terkena cairan tubuh pasien Melindungi anda dan lingkungan
dari kuman
Setelah Kontak dengan pasien Melindungi anda dan lingkungan
dari kuman
Setelah kontak dengan lingkungan Melindungi anda dan lingkungan
sekitar pasien dari kuman
Prinsip dari 6 langkah cuci tangan
antara lain
Dilakukan dengan menggosokkan tangan
menggunakan cairan antiseptik (handrub) atau
dengan air mengalir dan sabun antiseptik
(handwash). Rumah sakit akan menyediakan
kedua ini di sekitar ruangan pelayanan pasien
secara merata.
Handrub dilakukan selama 20-30 detik
sedangkan handwash 40-60 detik.
5 kali melakukan handrub sebaiknya diselingi 1
kali handwash
1. Tuang cairan handrub pada telapak tangan
kemudian usap dan gosok kedua telapak
tangan secara lembut dengan arah memutar.
2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan
secara bergantian
3. Gosok sela-sela jari tangan hingga
bersih
4. Bersihkan ujung jari secara bergantian
dengan posisi saling mengunci
5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara
bergantian
6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan
kemudian gosok perlahan
SALAM BEBAS KUMAN