Anda di halaman 1dari 21

Sintesis dan Karakterisasi Bioplastik

Berbasis Alang-alang (Imperata


cylindrica (L)) Dengan Penambahan
Kitosan, Gliserol, Dan Asam Oleat

oleh : Yuni Arliyana Togatorop


NIM : D1121161002
Abstrak
Alang-alang (Imperatacylindrica (L.)) memiliki kandungan selulosa yang cukup
tinggi sebagai bahan baku bioplastik. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses
pembuatan dan karakteristik bioplastik selulosa alang-alang dengan penambahan
kitosan, gliserol dan asam oleat.
Prosedur penelitian ini adalah isolasi alfa-selulosa dengan metode delignifikasi,
sintesis bioplastik dan karakterisasi bioplastik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sampel memiliki spektrum gugus
hidroksil (-OH), gugus amina primer (-NH2), dan gugus eter (C-O-C)
glikosidik.Bioplastik kitosan memiliki derajat kristalinitas tertinggi yakni sebesar
44,37%, dibandingkan dengan derajat kristalinitas bioplastik kitosan+gliserol dan
bioplastik kitosan+asam oleat. Berdasarkan uji biodegradasi bioplastik kitosan dan
bioplastik kitosan+ gliserol terdegradasi lebih cepat daripada bioplastik
kitosan+asam oleat. Hasil uji mekanik diperoleh bioplastik kitosan+gliserol paling
tinggidengankuat tarik sebesar 14,27Kg/cm2
dan elongasi12%. Disimpulkan bahwa penambahan gliserol dan asam oleat dapat
berpengaruh pada karakteristik bioplastik.
Latar belakang

Salah satu produk plastik yang sering digunakan dalam kehidupan


manusia adalah kantong plastik. Harganya yang murah dan mudah
digunakan menjadi kelebihan yang dimiliki kantong plastik. Namun
selain kelebihan yang dimiliki, kantong plastik juga merupakan bahan
yang sangat susah terurai karena berbahan dasar minyak bumi dan
sering sekali menjadi sampah yang mengotori lingkungan.
Seiring berkembangnya teknologi, para peneliti berhasil menemukan
kantong plastik yang lebih ramah lingkungan, dimana kantong plastik
ini berbahan dasar organik dan lebih mudah terurai oleh mikroba
didalam tanah.
Tujuan penelitian :
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh
penambahan kitosan, gliserol,
dan asam oleat terhadap daya
tahan, kuat tarik, dan lama
waktu degradasi bioplastik
TINJAUAN PUSTAKA
Bioplastik adalah plastik yang dapat digunakan seperti layaknya
plastik konvensional, namun plastik tersebut akan terurai oleh
aktivitas mikroorganisme ketika dibuang ke tanah. Hasil akhir
dari dekomposisi tersebut adalah senyawa asalnya berupa air
dan karbon dioksida (Pranamuda, 2001).
Alang-alang (Imperata cylindrica) merupakan gulma berdaun
sempit yang tumbuh tegak dan berumpun. Alang-alang
merupakan jenis tumbuhan pionir yang banyak pada tumbuh
pada lahan berakar, sangat toleran terhadap faktor lingkungan
yang ekstrim seperti kekeringan dan unsur hara yang miskin,
namun tidak toleran terhadap genangan dan naungan
(Damaru,2011)
Metodologi
A. Baha Utama

Gliserol

kitosan Asam oleat

Alang-alang
B. Proses Pembuatan

Proses pembuatan bioplastik


dibagi menjadi dua tahap
yaitu isolasi selulosa dan
pembuatan bioplastik dengan
berbagai bahan aditif.
1. Tahap Pertama : Isolasi Bioplastik

Alang-alang yang
sudah halus dan
kering
Dimasak selama 2 jam dengan HNO3 dan NaNO2 ,lalu dicuci dan
disaring

Sampel yang telah


bersih
Didigesti selama 1 jam dengan lar. NaOH dan Na2SO3 pada
suhu 50C, lalu dicuci lagi hingga bersih
Sampel yang telah
bersih
Diputihkan dengan lar. NaOCl selama 30 menit pada suhu
100C,lalu disaring

Sampel yang telah


diputihkan
Didelignifikasi dengan NaOH selama 30 menit
pada suhu 80C dan dikeringkan dengan oven

Selulosa murni
2. Tahap Kedua : Pembuatan bioplastik dengan berbagai bahan aditif

Selulosa murni Kitosan bioplastik+Kitosan


Selulosa murni

kitosan

gliserol

bioplastik+kitosan+gliserol
Selulosa murni kitosan asam oleat

bioplastik+kitosan+asam oleat
HASIL dan PEMBAHASAN

a. Analisis Gugus Fungsi Bioplastik


Tabel 1. Daerah Puncak Serapan Gugus Fungsi Ketiga Bioplastik
BilanganGelombang Bioplastik (cm-1)
Gugus Fungsi
Kitosan Kitosan dan Gliserol Kitosan dan Asam Oleat
3274,24 3335,06 3273,77 Strain O-H/ Strain N-H

2929,63 2922,96 Uluran C-H metil


1555,47 1547,87 1548,66 Regangan N-H
1022.47 1020,73 1025,54 Regangan C-O
b. Analisis Kristalinitas Bioplastik

Gambar 3. Difraktogram X-ray Diffraction Ketiga Sampel Bioplastik


Penentuan derajat kristalinitas dengan difraksi sinar-X dapat
dilakukan atas dasar asumsi bahwa daerah kristalin dan amorf
terdapat dalam substansi yang sama dan memberikan kekuatan
hamburan yang ekuivalen. Derajat kristalinitas (Xc) ditentukan
menggunakan persamaan berikut.

Berdasarkan analisis difraktogram masing-masing sampel dengan


menggunakan perangkat lunak Match!, diperoleh derajat
kristalinitas pada sampel bioplastik dengan bahan aditif kitosan
sebesar 44,37%, pada sampel bioplastik dengan bahan aditif
kitosan dan gliserol sebesar 30,55 % dan pada sampel bioplastik
dengan bahan aditif kitosan dan asam oleat sebesar 35,36 %.
c. Analisis Kemampuan Biodegradasi Bioplastik
Uji biodegradasi dilakukan dengan cara memendam dalam tanah
dan kompos
Tabel 2. Hasil Pengamatan Massa Bioplastik Sebelum dan Sesudah
Biodegradasi .
Bioplastik Massa Awal (gram) Massa Sesudah
Selulosa + Kitosan (1) 0,l00 0,115
Selulosa + Kitosan (2) 0,100 0,066
Selulosa + Kitosan (3) 0,120 0,115 Rumus
Kehilangan massa
Selulosa + Kitosan + Gliserol (1) 0,340 0,149
%=
Selulosa + Kitosan + Gliserol (2) 0,350 0,231
Selulosa + Kitosan + Gliserol (3) 0,320 0,185
Selulosa + Kitosan + Asam Oleat (1) 0,150 0,165
Selulosa + Kitosan + Asam Oleat (2) 0,140 0,147
Selulosa + Kitosan + Asam Oleat (3) 0,110 0,132
Tabel 3. Hasil Pengamatan Massa Tiap Sampel Bioplastik

Bioplastik Kehilangan Massa (%)


Selulosa + Kitosan (1) -15,00
Selulosa + Kitosan (2) 34,00
Selulosa + Kitosan (3) 4,16
Selulosa + Kitosan + Gliserol (1) 56,17
Selulosa + Kitosan + Gliserol (2) 34,00
Selulosa + Kitosan + Gliserol (3) 42,18
Selulosa + Kitosan + Asam Oleat (1) -10,00
Selulosa + Kitosan + Asam Oleat (2) - 5,00
Selulosa + Kitosan + Asam Oleat (3) -16,66
d. Sifat Mekanik Bioplastik

Gambar 4. Grafik Sifat Mekanik Bioplastik. Diperoleh dengan metode ASTM D638
KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa


sintetis bioplasik dapat dilakukan dengan isolasi
selulosa murni alang-alang. Selain itu penambahan
bahan aditif, seperti kitosan, gliserol, dan asam oleat
juga mempengaruhi kuat tarik, daya tahan, dan lama
wktu degradasi. Dari penelitian ini, dikeahui bahwa
campuran bioplastik+kitosan+gliserol memiliki kuat
tarik, dan daya tahan paling baik, serta lama waktu
degradasi paling sedikit dibandingkan bioplastik
dengan campuran kitosan, dan bioplastik dengan
campuran kitosan+asam oleat.
DAFTAR PUSTAKA

Damaru. 2011. Alang-alang. Makalah Ekologi Tumbuhan. Universitas


Sumatera Utara. Medan. 29 p.
Pranamuda,H. 2001. Pengembangan Bahan Bioplastik Biodegradabel
Berbahan Baku Pati Tropis. Seminar On-air Bioteknologi Untuk
Indonesia Abad 21 . 1-14 Februari 2001. Sinergi Forum Ppi Tokyo
Institude Of Technology.
Sumartono,NW, Fitri Handayani, Reni Desiriana, Wulan Novitasari,
Dea Sakina ulfa. 2015. Sintesis Dan Karakterisasi Bioplakstik
Berbasis Alang-alang (Imperata cylindrica (L)) Dengan
Penambahan Kitosan, Gliserol, Dan Asam Oleat. Jurnal
PELITA,volume X, No 2. Universitas Negri Yogyakarta. Yogyakarta.