Anda di halaman 1dari 21

01.

Pengantar Hidrometalurgi

Pengantar Hidro-Elektrometalurgi
Wahab, S.Si., MT.
Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian
Universitas Halu Oleo
Ruang lingkup hidro-elektrometallurgi

Hidrometalurgi
Proses ekstraksi, pemurnian dan daur ulang (recycling) logam
dengan menggunakan larutan aqueous.

Elektrometalurgi
Proses ekstraksi dan pemurnian logam dengan menggunakan
energi listrik melalui proses elektrokimia di permukaan anoda
dan katoda.
Unit Proses dalam Hidrometalurgi
Secara umum proses hidrometalurgi meliputi 2
unit proses utama:
Pelindian (leaching)
= pelarutan selektif pelarutan logam berharga
tertentu dalam bijih/konsentrat tanpa melarutkan
(seminimal mungkin) mineral pengotornya. Mineral
pengotor tetap dalam bentuk solid dan masuk ke
solid residu
Recovery
Presipitasi secara selektif untuk mengambil kembali
logam yang diinginkan dari larutan hasil pelindian.
Unit proses hidrometalurgi
Secara garis besar proses hidrometalurgi mengikuti flowsheet
sebagai berikut:
Bijih/konsentrat/kalsin
Oksidator/reduktor Reagen pelindian

PELINDIAN
(leaching)

Pemisahan solid-likuid
Residu solid
(Solid-liquid separation)

Larutan

Pemurnian larutan
hasil leaching
(Solution purification) Precipitating agents

Rekoveri

Produk: logam, oksida


Tidak selalu dilakukan murni, hidroksida dan
produk lainnya
Persamaan Nernst
Proses hidro-elektrometalurgi seringkali melibatkan
proses elektrokimia.
Dalam proses elektrokimia
G = -nFE, Go = -nFEo, oleh karenanya
RT
E E o
ln K Persamaan Nernst
nF
padamana,
- E = potential reaksi reduksi-oksidasi
- Eo = potential reaksi reduksi-oksidasi standard
- n = jumlah elektron yang terlibat reaksi,
- F = konstanta Faraday 96500 Coulom/mol-elektron
Proses spontan E > 0 G < 0
Contoh Reaksi-Reaksi dalam Proses Pelindian

Pelarutan dengan asam


Contoh: ZnO(s) + 2H+ Zn2+(aq) + H2O(l)
Pelarutan dengan basa
Contoh: Al2O3(s) + 2OH- 2AlO2-(aq) + H2O(l)
Pelarutan dengan membentuk ion complex
Contoh: CuO(s) + 2NH4+(aq) + 2NH3(aq)
Cu(NH3)42+(aq) + H2O(l)
Contoh Reaksi-Reaksi dalam Proses Pelindian

Pelarutan dengan oksidasi

Contoh: CuS(s)+ 2Fe3+ Cu2+(aq) + 2Fe2+ + So(s)

Oksidator-oksidator lain: O2, ClO-, ClO3-, MnO4-,


HNO3, O2/SO2,

Pelarutan dengan reduksi

Contoh: MnO2(s) + SO2(aq) Mn2+(aq) + SO42-(aq)


Contoh Soal 1
Tentukan nilai K untuk reaksi-reaksi berikut
dengan data-data energi bebas standard dan
data-data potensial sel reduksi standard
Contoh Soal 2: Recovery Ni terlarut dengan
reduksi menggunakan gas H2
Berapa potensial reduksi Ni2+ menjadi Ni di
dalam larutan sulfat jika diketahui konsentrasi
molar Ni2+ = 0,005 pada temperatur 25oC
(Asumsikan aktivitas ion = konsentrasi
molarnya).
Jika dilakukan presipitasi ion nikel dengan gas H2
pada tekanan 10 atm, berapa pH larutan dimana
gas H2 berkesetimbangan dengan logam dan ion
nikel.
Diagram Pourbaix
Diagram Pourbaix = Diagram potensial (Eh) pH
Diagram ini menunjukkan kesetimbangan
termodinamik spesi-spesi dalam larutan aqueous
Daerah kestabilan ion
Daerah kestabilan oksida/hidroksida
Daerah kestabilan logam
Tidak mengindikasikan kinetika reaksi
Diagram Pourbaix (Pengulangan)

Daerah kestabilan ketiga spesi tersebut


dibatasi oleh 3 garis:
Horisontal
Vertikal
Miring

Garis horisontal: untuk kesetimbangan


reaksi-reaksi yang tidak bergantung pada
pH.
Garis horisontal
Menunjukkan kesetimbangan reaksi-reaksi yang
tidak bergantung pada pH
Contoh:
Fe3+ + e = Fe2+ Eo = 0.77 V

R = 8.314 J/Kmol, T = 298 K, F = 96500 C/mol e-, n = 1 mol e-

RT a
E Eo ln a Fe32
nF Fe
Jika aktivitas ion diasumsikan = konsentrasi molarnya

Fe3

8,314 x 298
E 0,77
E Eo
RT Fe 3
2 x96500
ln
Fe 2
nF
ln

Fe 2 Fe
3
E 0,77 0,0592 log
Fe
2

Jika diasumsika n konsentras i ion ion 10 6 M


E 0,77
Garis vertikal
Reaksi tidak melibatkan elektron
Kesetimbangan hanya bergantung pada pH
Contoh:
Fe2O3 + 6H+ = 2Fe3+ + 3H2O K = 10-43,86


log Fe3 1,86 3 pH

pH log aH log H 14 pOH
pOH lo g aOH log OH

Jika diasumsikan konsentrasi ion Fe3+ = 10-6 M, maka pH


kesetimbangan untuk reaksi diatas = 1,38.
Garis miring
Untuk reaksi-reaksi yang bergantung pada
potensial dan pH
Contoh:

Jika diasumsikan konsentrasi ion-ion = 10-6 M,


Garis kesetimbangan O2/H2O/H2

Membatasi daerah kestabilan air

Jika diasumsikan konsentrasi ion-ion = 10-6 M, dan


tekanan parsial gas = 1 atm
Diagram Potensial-pH Sistem Fe-H2O
pada Suhu Kamar
Diagram Eh-pH Sistem Zn-H2O pada 25 oC.
Diagram Eh-pH Sistem Cu-H2O pada 25 oC.
Penggunaan Diagram Potensial-pH pada
Proses Hidrometalurgi

Memprediksi kondisi yaitu potensial (kondisi


mengoksidasi larutan) dan pH dimana logam
tertentu dapat dilarutkan dari mineral
berharga
Memprediksi kondisi (potensial, pH) dimana
ion-ion dapat dipresipitasi menjadi logam,
oksida, hidroksida atau sulfidanya.
Pembandingan Eh-pH 2 logam yang berbeda dapat digunakan untuk
MEMPREDIKSI kondisi dimana presipitasi ion tertentu dari larutan
hasil pelindian untuk memisahkan dari logam berharga tidak ikut
mengendapkan ion logam BERHARGANYA.

Contoh. Untuk pemurnian larutan kaya Zn hasil leaching KALSIN ZnO,


pengendapan pengotor besi dilakukan dengan mengoksidasi terlebih dahulu
Fe2+ menjadi Fe3+, kemudian mengendapkannya menjadi Fe2O3 karena jika
pengendapan dilakukan langsung dari ion Fe2+ akan berlangsung pada pH
dimana Zn2+ akan ikut mengendap.
Thank you for your attention!
Wahab, S.Si, MT.
Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian
Universitas Halu Oleo
Jl. H.E.A. Mokodompit
Kendari
INDONESIA

Telefon : +62(0)852 4193 1125

E-Mail : wahab151289@gmail.com