Anda di halaman 1dari 30

Khotbah Sabat, 12 Mar 2016

dr. Gunawan Hutagalung

(SIKAP DALAM BERBAKTI)


Ayat Bersahutan: Wahyu 4:5-11
Ay 5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor
menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta
itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan
di sebelah belakang.

7 Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama
seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka
manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.

8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di


sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka
berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa,
yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.

9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat


dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai
selama-lamanya,

10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di
atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan
mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:

11 "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan
kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena
kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."
Lagu Pembuka
Lagu Sion Edisi Lengkap No. 268
Ayat Inti:
Matius 21:15-16
Tetapi ketika imam-imam
kepala dan ahli-ahli Taurat
melihat mujizat-mujizat yang
dibuat-Nya itu dan anak-anak
yang berseru dalam Bait Allah:
"Hosana bagi Anak Daud!" hati
mereka sangat jengkel,lalu
mereka berkata kepada-Nya:
"Engkau dengar apa yang
dikatakan anak-anak ini?" Kata
Yesus kepada mereka: "Aku
dengar; belum pernahkah kamu
baca: Dari mulut bayi-bayi dan
anak-anak yang menyusu
Engkau telah menyediakan puji-
pujian?"
Pendahuluan:
Ayat Alkitab yang akan kita bahas pada siang
Sabat ini berhubungan dengan peristiwa
masuknya Yesus ke kota Jerusalem yang
disertai dengan sorak kemenangan atau
dielu-elukannya Yesus.

Saat itu Yesus sedang memasuki akhir hidup


nya, dan bersiap-siap untuk menghadapi
kematian-Nya

Kedatangan Yesus ke kota Jerusalem dengan


menggunakan seekor keledai adalah
merupakan penggenapan Nubuatan
( Zakaria 9:9). Hal itu juga menunjukkan
bahwa Yesus tidak datang dalam kemuliaan
dan kekuasaan duniawi, tetapi Dia datang
dalam kerendahan hati dan kelembutan,
sebagai pelayan untuk semua manusia.
Matius 20:28
. . . sama seperti Anak
Manusia datang bukan
untuk dilayani,
melainkan untuk
melayani dan untuk
memberikan nyawa-
Nya menjadi tebusan
bagi banyak orang."
Ketika Yesus memasuki
kota besar Jerusalem,
Ia disambut dengan
kegembiraan
dan sorak sorai.
Matius 21:8
Orang banyak yang
sangat besar jumlahnya
menghamparkan
pakaiannya di jalan. Hal
ini adalah merupakan
simbol dari rasa
hormat dan tunduk
terhadap otoritas
(kekuasaan) Yesus
Matius 21:8
ada pula yang
memotong ranting-
ranting dari pohon-pohon
dan menyebarkannya di
jalan.

Ungkapan ini adalah


merupakan
Lambang dari kegembiraan
dan keselamatan
Wahyu 7:9-10
Kemudian dari pada itu aku melihat:
sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang
banyak yang tidak dapat terhitung
banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan
kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta
dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah
putih dan memegang daun-daun palem di
tangan mereka. Dan dengan suara nyaring
mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah
kami yang duduk di atas takhta dan bagi
Anak Domba!"
1. DEFINISI KEBAKTIAN
Kata Kebaktian (Worship), berasal
dari bahasa Anglo Saxon yakni kata
worthship yang artinya
mengetahui dan menyatakan Tuhan
yang benar dan Tuhan yang
berharga.
Bahasa Ibrani (Alkitab PL)
memberikan arti dari Kebaktian
(Worship) itu sebagai:
membungkuk, hormat, untuk
memberi penghormatan, untuk
melayani oknum yang berkuasa
atas diri kita.
Kebaktian (Worship)
lebih dari sekedar
memainkan dan
menyanyikan nyanyian-
nyanyian, kebaktian
(worship) berarti
menghormati dan
melayani Tuhan dalam
tiap-tiap aspek
kehidupan kita, untuk
menghidupkan suatu
kehidupan yang berserah
dan taat untuk
memenuhi maksud dan
tujuan Allah bagi hidup
kita.
Kebaktian adalah kelayakan
seseorang untuk menerima
pujian dan sembah
Ayat Kebaktian:
Wahyu 4:9-11
Dan setiap kali makhluk-makhluk
itu mempersembahkan puji-pujian,
dan hormat dan ucapan syukur
kepada Dia, yang duduk di atas
takhta itu dan yang hidup sampai
selama-lamanya, maka
tersungkurlah kedua puluh empat
tua-tua itu di hadapan Dia yang
duduk di atas takhta itu, dan
mereka menyembah Dia yang
hidup sampai selama-lamanya. Dan
mereka melemparkan mahkotanya
di hadapan takhta itu, sambil
berkata: "Ya Tuhan dan Allah kami,
Engkau layak menerima puji-pujian
dan hormat dan kuasa; sebab
Engkau telah menciptakan segala
sesuatu; dan oleh karena
kehendak-Mu semuanya itu ada
dan diciptakan."
Defisi Kebaktian Menurut
Alfred P. Gibbs
Kebaktian adalah:
(1) Kelimpahan hati yang bersyukur
karena merasakan kebaikan Allah,
dan ini terjadi dengan spontanitas,
tanpa diatur-atur.
(2) Renungan jiwa dihadapan Allah
(3) Mengisi hati dengan Allah, bukan
dengan berkat-berkat-Nya.

CATATAN:
- Pergi berbakti ke gereja adalah
untuk bertemu dengan Allah, bukan
hanya sekedar untuk berdoa dan
mendengarkan khotbah.
2. OBYEK KEBAKTIAN

Yang menjadi obyek kebaktian


kita haruslah Allah (Yesus),
dan kita harus
menyembah/memuja Dia
karena alasan atau sebab
yang benar.
Orang banyak menyembah
Yesus karena alasan yang
salah
Matius 21:9
Dan orang banyak yang berjalan di depan
Yesus dan yang mengikuti-Nya dari
belakang berseru, katanya: "Hosana bagi
Anak Daud,
Kata Hosana berarti SELAMAT
SEKARANG
Bangsa Israel melihat Yesus sebagai
penyelamat dalam hal politik, seorang yang
akan melepaskan mereka dari penjajahan
Romawi.
Menarik sekali bahwa orang-orang banyak itu
datang ke Jerusalem untuk merayakan
PASKAH yang merupakan waktu untuk
memperingati kelepasan mereka dari
perhambaan Mesir
Orang banyak itu memusatkan pikiran dan
pandangan mereka kepada hal-hal yang
berbau politik dan kemerdekaan bangsa
mereka, dan mereka sangat meyakini bahwa
Yesus akan mendirikan suatu negara Yahudi
yang baru.
Padahal, Yesus datang untuk melepaskan
manusia dari dosa-dosa mereka dan
memperkokoh iman dan kerohanian mereka.
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau
akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang
akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa
mereka." Matius 1:21

. . . Yohanes melihat Yesus datang kepadanya


dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang
menghapus dosa dunia. Yohanes 1:29

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam


tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah
mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh
bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. 1 Petrus
2:24
Yesus menggaris bawahi kebenaran bahwa kita
menyembah Yesus bukan dikarenakan agama
melainkan adalah oleh karena hubungan
Kita menyembah Yesus karena Dia benar-benar
Juruselamat dan penebus kita (ayat 11)
Yesus artinya Juruselamat.
Dia memerintah dalam kebenaran (ayat 12-13)
Rumahku adalah rumah doa
Dia mencelikkan mata orang yang buta (ayat
14) menggambarkan pemahaman rohani
Dia membawa kesembuhan (ayat 14) baik fisik
maupun rohani
3. LINGKARAN KEBAKTIAN

Allah

Manusia Allah
Berikan Berikan
Respon Berkat
4. SIKAP DALAM BERBAKTI

Pada saat anak-anak itu mulai memuja Yesus


dengan mengatakan Hosana bagi anak
Daud para imam dan ahli Torat itu sangat
marah dan jengkel (Matius 21:15)

Kata Yesus belum pernahkah kamu baca:


Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang
menyusu Engkau telah menyediakan puji-
pujian? Matius 21:16

Kita harus berbakti seperti sikap anak-anak


itu.
APA ARTINYA BERBAKTI
SEPERTI ANAK-ANAK?

Rendah Hati
Mau Diajar
Spontan dan Kreatif
Aktif dan Energik
Beberapa Sikap Berbakti
Orang-orang Pada Zaman
Alkitab:
Abraham (Kejadian 22:1-18)
(1)Siap untuk memberikan apa
yang paling berharga yang ia
miliki untuk Tuhan (ayat 2)
(2)Sengaja mengasingkan diri
dengan Allah (ayat 5)
Orang Majus
(Matius 2:2-12)
(1) Memerlukan
Konsentrasi
Pikiran
(2) Dalam
Keadaan
Suka Cita
Maria dari Betania
(Yohanes 12:1-11)
(1) Bukan hanya
untuk: dengarkan
khotbah
(2) Bukan hanya
sekedar mau
betemu dengan
teman satu iman
(3) Dia datang untuk
memberikan
sesuatu yang
paling berharga
kepada Yesus
Musa (Keluaran 3:5; 34:8)
(1) Sadar akan kehadiran Allah
(2) Kagum akan besaran Allah
(3) Khitmat:

- Orang-orang yang berbakti harus


merasakan kehadiran Allah
(Ministry, July 1957, hal 10)

- Rasa khitmat yang benar diilhami oleh


kesadaran akan kebesaran Allah dan
kehadiran Allah. (Education, 242-243)
5. NASEHAT ROH NUBUAT
SEHUBUNGAN DENGAN
DIKAP DALAM KEBAKTIAN
When the worshipers enter the place of meeting,
they should do so with decorum, passing quietly to
their seats. . . . Common talking, whispering, and
laughing should not be permitted in the house of
worship, either before or after the service. Ardent,
active piety should characterize the worshipers.
(Pada saat umat memasuki ruangan kebaktian,
mereka perlu melakukannya dengan kesopanan,
berjalan dengan tenang menuju tempat duduk
mereka.... Pembicaraan umum, berbisik, dan
tertawa seharusnya tidak diijinkan di dalam rumah
kebaktian, baik sebelum maupun setelah acara
kebaktian itu. Ketenangan yang aktif haruslah ada
pada diri umat) {My Life Today 286.3}
Kesimpulan:
Berbakti bukan hanya sekedar untuk
melakukan rutinitas agama belaka.
Berbakti berarti bertemu dengan Allah,
mempererat hubungan dengan Allah
Agar kebaktian membawa dampak yang
positif dan membawa berkat bagi kita
maka kita harus memiliki sikap yang
benar di dalam berbakti.
Untuk menolong kita memiliki sikap yang
baik dalam berbakti maka hal yang
paling penting kita miliki ialah kesadaran
akan kebesaran dan kehadiran Allah
Bila kita sudah menyadari bahwa saat berbakti
berarti kita sedang bertemu dengan Allah, maka
itu akan membawa kita kepada sikap kebaktian
yang benar yakni:
(1) Kita akan seperti anak-anak: Rendah
Hati, Mau Diajar, Spontan dan
Kreatif, Aktif dan Energik
(2) Memberikan yang terbaik yang kita
miliki kepada Allah
(3) Sengaja memisahkan diri dengan Allah
(4) Pikiran yang terpusat pada Allah
(5) Bersukacita
(6) Menghindarkan segala sesuatu yang
merusak konsentrasi kita untuk bertemu Allah
seperti: berbicara, tertawa bahkan berbisik.
Lagu Penutup
Lagu Sion Edisi Lengkap No. 233