Anda di halaman 1dari 7

Disusun oleh kelompok 1:

Susan sebu

Chika oktavianti

Nur Bila Ramadiyanti Wartabone

Jihad Halil

Andi Idris
Komunikasi adalah kontak atau hubungan
atau penyampaian berita atau penerimaan
berita yang dilakukan oleh dua orang atau
lebih yang memungkinkan pesan atau berita
itu biasa diterima atau dipahami.
Komunikasi terapeutik adalah hubungan
interpersonal perawat-klien (anak) merupakan
proses belajar bersama dalam rangka
memperbaiki pengalaman emosional klien.
Prinsip komunikasi pada umumnya dapat
dilakukan adalah dengan melalui gerakan-
gerakan bayi,komunikasi pada bayi dapat
dilakukan secara non verbal, menggunakan
komunikasi non verbal dengan berprinsip
sentuhan seperti mengusap, menggendong,
memangku, dan lain-lain.
Meski di usia ini, bayi hanya bisa menangis, ia sebenarnya
sedang aktif belajar berkomunikasi. Ia sudah dapat meniru
ekspresi muka dan akan menggunakan bahasa tubuh untuk
memberitahu apa yang diinginkan.
Walau tahu takkan mendapat jawaban, Anda sebaiknya
mulai mengajaknya berkomunikasi. Menangis. Berkomunikasi
dengan bayi baru lahir seperti berjalan menembus kabut. Saat
dia menangis, misalnya, ibu menduga-duga penyebab
tangisnya. Bagi telinga yang belum terlatih, semua tangisan
terdengar sama.
Padahal, penelitian yang telah dilakukan menunjukkan
bahwa bayi memproduksi suara tangis yang berbeda-beda
tergantung apakah dia lapar, tidak nyaman, lelah atau bosan.
Tangis lapar biasanya berirama dan teratur. Tangis rasa sakit
biasanya berupa satu jeritan atau ratapan panjang diikuti
engahan. Tangis yang sulit direspon adalah tangis bosan atau
rewel yang biasanya berupa rengekan ringan tapi berlangsung
lama
Gangguan keterlambatan bicara adalah istilah
yang dipergunakan untuk mendeskripsikan
adanya hambatan pada kemampuan bicara dan
perkembangan bahasa pada anak-anak, tanpa
disertai keterlambatan aspek perkembangan
lainnya. Pada umumnya mereka mempunyai
perkembangan intelegensi dan sosial-emosional
yang normal. Menurut penelitian, problem ini
terjadi atau dialami 5 sampai 10% anak-anak usia
prasekolah dan lebih cenderung dialami oleh anak
laki-laki dari pada perempuan. Penyebab dari
keterlambatan bicara ini disebabkan oleh beragam
faktor, seperti :
Hambatan pada pendengaran
Hambatan perkembangan pada otak
Masalah pembelajaran komunikasi pada orang
tua
Menangis
Berceloteh
Isyarat
Ungkapan-ungkapan emosi