Anda di halaman 1dari 27

Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai

tempat atau wadah dimana orang-orang


berkumpul, bekerjasama secara rasional dan
sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin
dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber
daya (uang, material, mesin,
metode, lingkungan), sarana-parasarana, data,
dan lain sebagainya yang digunakan secara
efisien dan efektif untuk mencapai tujuan
organisasi.
Pengorganisasian adalah proses penciptaan
struktur organisasi
Proses tsb digunakan untuk banyak tujuan
Membagi pekerjaan yang dikerjakan
menjadi tugas departemen yang spesifik.
Membebankan tugas dan tanggungjawab
yang berhubungan dengan tugas individual.
Koordinasi tugas organisasi yang berbeda
Mengelompokan pekerjaan menjadi satu
unit.
Membangun hubungan diantara individual,
kelompok, dan departemen
Membangun garis wewenang formal.
Alokasi dan menggunakan secara efektif
sumberdaya organisasional
Struktur Organisasi
Pengaturan pekerjaan secara formal dalam
suatu organisasi.
Desain Organisasi.
Suatu proses yang melibatkan keputusan
tentang enam komponen penting:
Work specialization
Departmentalization
Chain of command
Span of control
Centralization and decentralization
Formalization
Tingkat pembagian tugas menjadi
pekerjaan- pekerjaan yang terpisah yang
dikerjakan masing- masing oleh orang yang
berbeda.
Spesialisasi yang berlebihan dapat
mengakibatkan tindakan manusia yang
tidak ekonomis seperti kebosanan,
kelelahan, kualitas yang jelek,
meningkatnya ketidakhadiran, tingginya
tingkat perputaran.
Functional
Pengelompokan pekerjaan berdasarkan fungsi yang
dilakukan.
Process
Pengelompokkan pekerjaan berdasarkan arus
produk dan pelanggan
Product
Pengelompokan pekerjaan berdasarkan lini produk
Customer
Pengelompokan pekerjaan berdasarkan jenis
pelanggan dan kebutuhannya
Geographical
Pengelompokan pekerjaan berdasarkan wilayah
geografis.
DEPARTEMENTALISASI
FUNGSIONAL

Manajer
Pabrik

Manajer Manajer Manajer Manajer


Akuntansi SDM Pembelian Pabrikasi
Efisiensidengan cara menempatkan
bersama orang-orang dengan
spesialisasi, keahlian, pengetahuan, dan
orientasi yang sama
Koordinasi antar area fungsional.
Pendalaman spesialisasi.
komunikasi yang buruk antar lintas area
fungsioanal.
Terbatasnya sudut pandang organisasi.
DEPARTEMENTALISASI
PRODUK
Direktur
Utama

Manajer Manajer Manajer Manajer SDM


keuangan Produksi Pemasaran

Bagian Bagian
Produksi Pergudangan

Susu Sabun Mandi Mie Instan


Memungkinkan spesialisasi dalam
produk dan jasa tertentu.
manajer menjadi lebih ahli pada industri
mereka.
Lebih dekat ke pelanggan.
Duplikasi fungsi.
pandangan terbatas terhadap tujuan
organisasi.
DEPARTEMENTALISASI
PROSES

Kepala Pabrik

Manajer Manajer Manajer


Manajer Manajer Departemen Manajer
Departemen Departemen
Departemen Departemen Pencelupan & Departemen
Perencanaan & Pengawasan &
Pemotongan Perakitan Penggosokkan Finishing
Peleburan Pengiriman

Arus kegiatan kerja yang lebih efisien


hanya dapat digunakan untuk jenis produk tertentu
DEPARTEMENTALISASI
GEOGRAFIS
Manajer
Pemasaran

Bagian Bagian
Penjualan Promosi

Jakarta Bandung Pontianak Solo

Penanganan yang lebih efektif & efisien atas permasalahan regional khusus
yang muncul
Melayani kebutuhan pasar geografis dengan lebih baik
fungsi yang rangkap
Dapat merasa terisolasi dari wilayah geografis lainnya
DEPARTEMENTALISASI PELANGGAN

Bagian
Produksi

Sabun Mie
Susu
Mandi Instan

Anak-
Bayi Remaja Dewasa
anak

Kebutuhaan dan masalah pelanggan dapat dipenuhi secara spesialisasi


Pandangan yang terbatas mengenai sasaran organisasi
Garis kewenangan berkelanjutan yang membentang
dari level paling atas suatu organisasi hingga level
paling bawah dan menjelaskan siapa yang melapor ke
siapa
Authority (wewenang)
Hak yang melekat dalam suatu posisi manajerial
tertentu,untuk memberitahukan orang apa yang harus
dikerjakan & berharap orang tsb melakukannya
Responsibility
Kewajiban untuk melaksanakan tugas yang diberikan
Unity of Command
Konsep bahwa seseorang harus memiliki satu manajer
dan harus lapor ke hanya satu manajer tersebut
Jumlah orang yang dapat secara efektif dan
efisien dikelola oleh manajer.
Rentang kendali dipengaruhi oleh:
Keahlian dan kemampuan manajer.
Karakteristik karyawan.
Karakteristik pekerjaan yang dikerjakan.
Keserupaan tugas.
Kerumitan tugas.
Kedekatan fisik dengan bawahan.
Standarisasi tugas
MEMPERBANDINGKAN RENTANG KENDALI

Mengasumsikan rentang 4 Mengasumsikan rentang 8

1 1 1

2 4 8

3 18 64

4 64 512

5 256 4096

6 1024

7 4096

Rentang 4 : Rentang 8:
Karyawan : 4096 Karyawan : 4096
Manajer (tingkatan 1-6) : 1365 Manajer (tingkatan 1-4) : 585
Tingkat dimana pembuatan keputusan
dikonsentrasikan pada satu titik dalam suatu organisasi.
manajer pucak membuat semua keputusan dan
karyawan level rendah hanya menunaikan tugas yang
diberikan.

Decentralization
dimana pembuatan keputusan didorong kepada siapa
yang paling dekat pada tindakan.
Employee Empowerment
Meningkatkan pembuatan keputusan (kekuasan) oleh
karyawan.
Lebih Tersentralisasi
Lingkungan kerja lebih stabil
Manajer level bawah kurang mampu atau
berpengalaman dalam membuat keputusan
dibandingkan manajer level atas
Manajer level bawah tidak mau memberikan suara
dalam pembuatan keputusan
Keputusan-keputusan itu penting
Organisasi cenderung menghadapi krisis atau
beresiko atas kegagalan perusahaan
Organisasinya besar
Efektifitas pelaksanaan strategi perusahaan
tergantung pada para manajer yang mempunyai hak
menentukan apa yg terjadi
Lebih Terdesentralisasi
Lingkungan kerja lebih kompleks, tidak pasti
Manajer level bawah mampu dan berpengalaman
dalam membuat keputusan
Manajer level bawah ingin bersuara dalam
pembuatan keputusan
Keputusan-keputusannya relatif kurang penting
Kultur perusahaan terbuka untuk memungkinkan
para manajer bersuara tentang apa yang sedang
terjadi
Perusahaan tersebar secara geografis
Efektivitas pelaksanaan strategi perusahaan
tergantung pd keterlibatan dan fleksibilitas para
manajer dalam pengambilan keputusan
Tingkat dimana pekerjaan dalam
organisasi di standarisasi dan kadar
dimana perilaku diarahkan oleh
peraturan dan prosedur.
Formalisasi tinggi terhadap pekerjaan
menawarkan sedikit kebijakan terhadap
apa yang dikerjakan.
Formalisasi rendah berarti sedikit
penekanan terhadap bagaimana
pekerjaan tersebut harus dilakukan.
ORGANISASI MEKANISTIS ORGANISASI ORGANIS

Spesialisasi tinggi Tim lintas-fungsional


Departementalisasi tinggi Tim lintas-hierarkis
Rantai komando jelas Informasi mengalir bebas
Rentang kendali sempit Rentang kendali yang luas
Sentralisasi Desentralisasi
Formalisasi tinggi Formalisasi rendah
Keputusan struktural dipengaruhi oleh:
Keseluruhan strategi organisasi.
Struktural organisasi mengikuti strategi.
Ukuran organisasi.
Perusahaan berubah dari organik ke mekanis ketika
ukurannya tumbuh besar.
Teknologi yang digunakan oleh organisasi.
Perusahaan mengadaptasikan struktur mereka
terhadap teknologi yang mereka gunakan.
Tingkat Ketidak pastian lingkungan.
Lingkungan dinamis membutuhkan struktur organik,
struktur mekanis membutuhkan lingkungan yang
stabil.
Desain Organisasi Tradisional
Struktur Simpel
Departementalisasi rendah, rentang pengendalian
yang luas, wewenang tersentralisasi pada satu orang,
sedikitnya formalisasi.
Struktur Fungsional
Departementalisasi berdasarkan fungsi Operasi,
keuangan, sumber daya manusia, penelitian dan
pengembangan produk
Struktur Divisional
Terdiri dari unit atau divisi yang terpisah dengan
otonomi terbatas dibawah koordinasi dan kendali
perusahaan induk
Kekuatan dan Kelemahan Desain Organisasi Tradisional

Struktur Simpel
Kekuatan: Cepat, fleksibel, pemeliharaannya hemat, akuntabilitasnya jelas

Kelemahan: Kurang layak ketika organisasinya berkembang, bertumpu pada


satu orang saja terlalu beresiko
Struktur Fungsional

Kekuatan: Keunggulan penghematan biaya dari spesialisasi (skala ekonomis,


duplikasi minimal dari personel dan peralatan), para pekerja
dikelompokkan ke dalam pembagian tugas kerja yang sejenis
Kelemahan: Mengejar sasaran fungsional bisa mengakibatkan manajer
kehilangan arah tentang apa yang terbaik bagi organisasi secara
keseluruhan, spesialis struktural menjadi terisolasi dan hanya
memiliki sedikit pemahaman tentang apa yang dikerjakan unit
organisasi lainnya.
Struktur Divisional
Kekuatan: Berfokus pada hasil manajer divisi bertanggung jawab atas apa
yang terjadi pada produk dan layanannya.
Kelemahan: Duplikasi aktivitas dan sumber daya akan menambah biaya dan
mengurangi efisiensi
Desain Organisasi Kontemporer
Struktur Tim
Seluruh organisasi dibuat bekerja secara kelompok
atau mengatur sendiri dengan memberi wewenang
kepada pekerja pemberdayaan pekerja.
Matriks dan Proyek
Pakar dari berbagai departemen fungsional bekerja
bersama dalam proyek yang dipimpin oleh seorang
manajer proyek
Rantai komando ganda = memiliki dua manajer,
manajer bidang fungsional dan manajer proyek
Pada struktur proyek, pekerja bekerja secara
berkelanjutan dalam proyek, bergerak dari satu
proyek ke proyek lainnya dimana semua proyek
selesai dikerjakan.
Organisasi Tanpa Batas
Desain organisasi yang fleksibel dan tidak terstruktur
yang berniat memupus batasan eksternal antara
organisasi dengan pelanggan dan pemasok.
Menghilangkan batasan internal (horizontal)
Menghapuskan rantai komando
Memiliki rentang kontrol yang tidak terbatas
Menggunakan penugasan tim daripada departemen
Menghilangkan batasan eksternal
Menggunakan organisasi maya (virtual), jaringan (network), dan
struktur organisasi modular agar lebih dekat dengan pemegang
saham
Virtual Organization _ Organisasi Maya
Organisasi yang terdiri dari tim karyawan inti purna
waktu dan spesialis eksternal yang secara temporer
disewa untuk mengerjakan suatu proyek
Network Organization _ Organisasi Jaringan
Organisasi yang menggunakan para pekerjanya untuk
melakukan sebagian kegiatan pekerjaan dan jaringan
pemasok luar untuk memberikan komponen produk atau
proses kerja yang dibutuhkan
Modular Organization _ Organisasi Modular
Perusahaan produksi yang menggunakan pemasok luar
untuk menyediakan komponen produk untuk operasi
pemasangan terakhir