Anda di halaman 1dari 9

Anggota Kelompok :

Gede Nyoman Gigih Anggara (1516051061)


Ni Komang Ayu Gendis Saraswati (1516051062)
I M Agastia Wija Prawira (1516051071)
Gede Rama Sukmayoga Wiweka (1516051078)
I Wayan Gede Phalosa Jitaksu W (1516051080)
I Made Aditya Dwi Arista (1516051082)
OM SWASTYASTU
Seorang dokter bedah plastik yang memberikan garansi
kepada pasiennya berupa perubahan bentuk hidung dari
pesek menjadi mancung. Namun kenyataannya setelah
operasi hidung pasien menjadi meleleh. Pertanyaanya
apakah dokter tersebut dapat dikatakan melakukan
wanprestasi ? dan apakah dokter tersebut dapat digugat
ganti rugi oleh si pasien akibat tidak sesuai dengan
janjinya?
Sebelum kita menjelaskan apakah dokter tersebut
melakukan wanprestasi dan apakah dokter
tersebut dapat dituntut ganti rugi, kitaharus
mengetahui terlebih dahulu tentang :

HAK DAN KEWAJIBAN DOKTER DAN PASIEN


Terdapat hubungan antara dokter dengan pasien. Peran
dokter disini adalah sebagai pelayanan kesahatan kepada
pasien dan pasien sebagai penerima pelayanan kesehatan.
Kasus ini menceritakan tentang bedah pelastik yang
dilakukan oleh dokter terhadap pasien. Sebelum
dilakukannya operasi bedah pelasik, dokter dan pasien
melakukan transaksi atau disebut dengan perjanjian.
Perjanjian ini disebut dengan perjanjian terapeutik atau
transaksi terpeutik.
Jika diakitkan dengan kasus diatas, dokter tersebut telah
melalaikan kewajibannya yakni tidak memberikan
pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan
standar prosedur operasional serta dokter melakukan
suatu kelalaian yang mengakibatkan bagian hidung
korban meleleh atau cacat
Dengan kata lain dokter tersebut telah melakukan
wanprestasi terhadap pasien. Wanprestasi dapat diartikan
sebagai tidak terlaksananya prestasi atau kewajiban
sebagaimana mestinya yang dibebankan oleh kontrak
terhadap pihak-pihak tertentu karena kesalahan debitur
baik karena kesengajaan atau kelalaian. Dianggap
sebuah wanprestasi karena di dalam operasi bedah
tersebut terdapat kelalaian yang dilakukan oleh seorang
dokter sehingga tidak terlaksananya prestasi seperti apa
yang sudah diperjanjikan sebelumnya.
dokter tersebut telah melakukan tindakan
wanprestasi karena di dalam operasi bedah tersebut
terdapat kelalaian yang dilakukan oleh seorang
dokter sehingga tidak terlaksananya prestasi seperti
apa yang sudah diperjanjikan sebelumnya. Pasien
dalam kasus ini dapat menuntut ganti rugi karena
dirinya sudah merasa dirugikan. Dokter juga
dituntut untuk mengganti kerugian terhadap pasien
yang telah dirugikan seperti dalam pasal 1239,
1365, 1366 KUHperdata.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH
OM SANTIH SANTIH SANTIH OM