Anda di halaman 1dari 39

PERISTIWA SETELAH PERIODE

PELAPORAN (PSAK 8)
DAN PENGARUH PERUBAHAN
VALUTA ASING (PSAK 10)
PSAK 8
Peristiwa setelah Periode Pelaporan
Tujuan dari PSAK no 8 (per 1 Juni 2012) ini adalah untuk
menentukan:
kapan entitas menyesuaikan laporan keuangannya untuk
peristiwa setelah periode pelaporan; dan
pengungkapan yang dibuat entitas tentang tanggal laporan
keuangan diotorisasi untuk terbit dan peristiwa setelah
periode pelaporan.
Pengertian
Peristiwa setelah periode pelaporan adalah peristiwa yang
terjadi antara akhir periode pelaporan dan tanggal laporan
keuangan diotorisasi untuk terbit, baik peristiwa yang
menguntungkan maupun yang tidak.
Peristiwa-peristiwa tersebut dapat dibagi menjadi dua jenis,
yaitu:
(a) peristiwa yang memberikan bukti atas adanya kondisi pada
akhir periode pelaporan (peristiwa setelah periode pelaporan
yang memerlukan penyesuaian); dan
(b) peristiwa yang mengindikasikan timbulnya kondisi setelah
periode pelaporan (peristiwa setelah periode pelaporan yang
tidak memerlukan penyesuaian).
Contoh
Manajemen menyelesaikan laporan keuangan sebelum
diaudit tanggal 17 Januari 200X. Laporan tersebut diserahkan
kepada auditor eksternal tanggal 20 Januari 200X. Proses audit
dilakukan dari 20 Januari sampai dengan 20 Maret 200X. Dalam
periode audit tersebut, manajemen dan audior membuat beberapa
jurnal penyesuaian audit yang tercermin dalam laporan keuangan
final. Laporan auditor bertanggal 20 Maret 200X , dan tanggal ini
juga dipakai manajemen sebagai tanggal penyelesaian laporan
keuangan. Laporan keuangan dibahas dalam RUPS pada tanggal 15
April 200X dan RUPS membebaskan manajemen dari tanggung
jawab kepengurusan untuk periode laporan keuangan pada
tanggal tersebut. Pada tanggal 20 Mei 200X perusahaan
menerbitkan laporan tahunan yang di dalamnya terdapat laporan
keuangan auditan tersebut.

Dalam contoh di atas tanggal penyelesaian laporan keuangan


adalah tanggal 20 Maret 200X. Seluruh peristiwa sejak tanggal
neraca sampai tanggal ini yang berpengaruh terhadap laporan
keuangan dilaporkan dalam laporan keuangan.
Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk
terbit adalah tanggal yang lebih awal antara
tanggal manajemen telah memberikan asersi bahwa
laporan keuangan telah diselesaikan dan tanggal
manajemen menyatakan bertanggung jawab atas
laporan keuangan tersebut.
Untuk laporan keuangan auditan, tanggal ini adalah
tanggal laporan auditor; sementara untuk laporan
keuangan yang tidak diaudit, tanggal ini adalah
tanggal ketika laporan keuangan selesai disusun
oleh manajemen.
Contoh
Manajemen menyelesaikan draf laporan keuangan
untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20X1 pada 28
Februari 20X2. Pada 18 Maret 20X2, dewan direksi
mengkaji ulang dan mengotorisasinya untuk terbit.
Entitas mengumumkan laba dan informasi keuangan
lain pada 19 Maret 20X2. Laporan keuangan telah
tersedia untuk pemegang saham dan pihak lain pada 1
April 20X2. Para pemegang saham menyetujui laporan
keuangan dalam rapat tahunan pada 15 Mei 20X2 dan
laporan keuangan yang telah disetujui tersebut
kemudian disampaikan kepada regulator pada 17 Mei
20X2.

Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit


adalah 18 Maret 20X2, yaitu tanggal otorisasi penerbitan
oleh dewan direksi.
Peristiwa Penyesuai
Setelah Periode Pelaporan
Entitas menyesuaikan jumlah pengakuan dalam laporan keuangan
untuk mencerminkan peristiwa setelah periode pelaporan yang
memerlukan penyesuaian.
Keputusan pengadilan yang menyatakan perusahaan memiliki
kewajiban kini pada tanggal neraca
Indikasi penurunan nilai suatu aset pada tanggal neraca, atau
penyesuaian jumlah rugi penurunan nilai yang telah diakui (misal:
pelanggan bangkrut, harga jual persediaan)
Harga perolehan aset atau hasil penjualan aset
Bagi laba atau bagi bonus
Kecurangan atau kesalahan
Peristiwa Non Penyesuai
Setelah Periode Pelaporan
Entitas tidak menyesuaikan jumlah pengakuan dalam
laporan keuangannya untuk mencerminkan peristiwa
setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan
penyesuaian.

Penurunan nilai pasar suatu investasi setelah tanggal


neraca
Penggabungan usaha yang signifikan setelah tanggal
neraca
Pengumuman penghentian operasi
Pembelian dan pelepasan aset yang signifikan,
pengambilalihan aset oleh pemerintah
Kerusakan aset akibat kebakaran setelah tanggal
neraca
Dividen dan kelangsungan usaha
Dividen
Pengumuman dividen setelah tanggal neraca tidak diakui
sebagai kewajiban pada tanggal neraca, tetapi diungkapkan

Kelangsungan usaha
Entitas tidak menyusun laporan keuangan dengan dasar
kelangsungan usaha jika setelah periode pelaporan diperoleh
bukti kuat bahwa entitas akan dilikuidasi atau dihentikan
usahanya, atau jika manajemen tidak memiliki alternatif lain
yang realistis kecuali melakukan hal tersebut.
Perubahan fundamental dasar akuntansi yang digunakan
(bukan perubahan pengukuran berdasarkan dasar akuntansi
yang lama)
Pengungkapan
Peristiwa atau kejadian setelah periode pelaporan yang
tidak memenuhi definisi sebagai peristiwa penyesuai
(adjusting events) harus tetap diungkapkan dalam catatan
atas laporan keuangan jika dipandang material. Informasi
yang harus diungkapkan adalah:
a. sifat peristiwa; dan
b. estimasi atas dampak keuangan, atau pernyataan bahwa
estimasi tersebut tidak dapat dibuat.
Berikut ini adalah contoh peristiwa nonpenyesuai setelah
periode pelaporan yang umumnya dibuat pengungkapan:
Kombinasi bisnis yang signifikan setelah periode pelaporan.
Pelepasan entitas anak yang signifikan setelah periode
pelaporan.
Pengumuman untuk menghentikan segmen operasi tertentu.
Pembelian aset besar-besaran, pengklasifikasian aset sebagai
dimiliki untuk dijual, pelepasan aset, atau pengambilalihan
aset oleh pemerintah.
Kerusakan fasilitas produksi yang diakibatkan oleh
kebakaran setelah periode pelaporan, dll.
PENGARUH PERUBAHAN KURS
VALUTA ASING PSAK 10

Tujuan

Bagaimana memasukkan
- Transaksi dalam mata uang asing;
- Kegiatan usaha luar negeri ;
ke dalam laporan keuangan entitas dan
Menjabarkan laporan keuangan ke dalam mata uang
penyajian
Ruang lingkup
Akuntansi transaksi dan saldo dalam mata uang asing,
kecuali transaksi dan saldo derivatif (PSAK 55)
Menjabarkan hasil dan posisi keuangan dari kegiatan
usaha luar negeri yang termasuk dalam laporan
keuangan entitas secara konsolidasi, proporsional atau
metode ekuitas.
Menjabarkan hasil dan posisi keuangan suatu entitas ke
dalam mata uang penyajian
Ruang lingkup
Derivatif mata uang asing, kecuali derivatif yang tidak
Tidak Termasuk
termasuk lingkup PSAK 55 misal derivatif yang melekat
pada kontrak lain

Akuntansi lindung nilai mata uang asing termasuk


lindung nilai investasi di LN

Penyajian laporan arus kas yang timbul dari transaksi


mata uang asing atau penjabaran arus kas dari kegiatan
usaha LN
Definisi

Definisi
Investasi neto
dalam kegiatan
jumlah kepentingan entitas pelapor
dalam aset neto dari kegiatan usaha
luar negeri tersebut
usaha luar negeri
entitas anak, asosiasi, ventura bersama
Kegiatan usaha atau cabang dari entitas pelapor yang
luar negeri aktivitasnya dilaksanakan di negara
yang mata uangnya menggunakan
mata uang selain mata uang pelapor

suatu entitas induk dan seluruh


Kelompok usaha
anaknya
Definisi

Kurs rasio pertukaran dua mata uang

Kurs Penutup Kurs spot pada akhir periode


pelaporan

Kurs Spot kurs untuk realisasi segera

Mata Uang mata uang selain mata uang


Asing fungsional suatu entitas

Mata Uang mata uang pada lingkungan


Fungsional ekonomi utama dimana suatu
entitas beroperasi
Definisi
Mata uang mata uang yang digunakan dalam
penyajian penyajian laporan keuangan

Pos-pos unit mata uang yang dimiliki serta aset


Moneter atau liabilitas yang akan diterima atau
dibayarkan dalam jumlah unit mata uang
yang tetap atau dapat ditentukan

Selisih kurs selisih yang dihasilkan dari penjabaran


sejumlah tertentu satu mata uang ke
dalam mata uang lain pada kurs yang
berbeda
Pertimbangan Mata Uang Fungsional

Mata uang:
paling mempengaruhi harga jual (seringkali menjadi mata uang
dimana harga jual untuk barang dan jasa didenominasikan dan
diselesaikan); dan

dari suatu negara yang kekuatan persaingan dan perundang-


undangannya sebagian besar menentukan harga jual dari barang
dan jasanya

mempengaruhi biaya tenaga kerja, bahan baku, dan biaya lain dari
pengadaan barang atau jasa (biaya didenominasikan dan
diselesaikan
Pertimbangan MU Fungsional

mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan


(antara lain penerbitan instrumen utang dan instrumen
ekuitas) dihasilkan

mata uang dalam mana penerimaan dari aktivitas


operasi pada umumnya ditahan

apakah kegiatan usaha luar


negeri dilaksanakn sebagai
suatu perpanjangan dari
entitas pelapor atau otonomi
yang signifikan.
Pertimbangan MU Fungsional

Tinggi rendahnya proporsi kegiatan usaha luar


negeri.

Apakah arus kas secara langsung mempengaruhi


arus kas entitas pelapor dan apakah arus kas
tersebut siap tersedia untuk dikirimkan ke entitas
pelapor.

Apakah arus kas cukup untuk membayar kewajiban


instrumen utang yang ada ataupun yang
diperkirakan dapat terjadi tanpa adanya dana yang
disediakan oleh entitas pelapor.
Pertimbangan MU Fungsional
Manajemen menentukan
Ketika indikator MU
MU fungsional yang paling
tidak jelas
tepat

Manajemen memberikan prioritas pada indikator-indikator


utama dalam paragraf 9 sebelum mempertimbangkan
indikator-indikator dalam paragraf 10 dan 11

Mata uang fungsional suatu entitas mencerminkan transaksi,


kejadian dan kondisi yang mendasari yang relevan.

Sekali ditentukan, mata uang fungsional tidak berubah


kecuali ada perubahan pada transaksi, kejadian dan kondisi
yang mendasari tersebut

21
Investasi Neto LN
Entitas mungkin memiliki pos moneter yang merupakan tagihan
dari/atau utang pada kegiatan usaha luar negeri

Suatu pos yang penyelesaiannya tidak direncanakan/ mungkin tidak


akan terjadi dimasa mendatang bagian dari investasi neto entitas
tersebut di dalam kegiatan usaha luar negeri (par 30-31)

Pos-pos moneter ini mungkin mencakup piutang atau utang jangka


panjang.

Pos-pos moneter ini tidak mencakup piutang dagang atau utang


dagang
Pos Moneter
hak untuk menerima (atau kewajiban
Fitur utama pos untuk menyerahkan) suatu jumlah
moneter unit mata uang yang tetap atau
dapat ditentukan

pensiun dan imbalan kerja lainnya harus dibayar dalam kas


kewajiban diestimasi yang harus diselesaikan secara kas,
dan
dividen kas yang diakui sebagai kewajiban.

Kontrak untuk menerima (atau menyerahkan) jumlah


variabel instrumen ekuitas/ jumlah variabel dari aset yang
nilai wajarnya harus diterima (atau diserahkan) setara
dengan suatu jumlah unit mata uang yang tetap atau dapat
ditentukan pos moneter.
Pos Non Moneter

tidak adanya hak untuk menerima (atau


Fitur utama pos kewajiban untuk menyerahkan) suatu jumlah
non moneter unit mata uang yang tetap atau dapat
ditentukan.

Uang muka goodwill


kewajiban diestimasi
yang harus
Aset tak Aset tetap diselesaikan dengan
berwujud penyerahan aset
nonmoneter
Pengakuan Awal

transaksi yang didenominasikan atau memerlukan penyelesaian


dalam suatu mata uang asing

membeli atau menjual barang atau jasa


yang harganya didenominasikan dalam
suatu mata uang asing

meminjam atau meminjamkan dana ketika jumlah


yang merupakan utang atau tagihan didenominasikan
dalam suatu mata uang asing; atau

memperoleh atau melepas aset, atau mengadakan


atau menyelesaikan kewajiban yang didenominasikan
dalam suatu mata uang asing
Penerapan Pengakuan Awal

Suatu transaksi mata uang


Pencatatan asing harus dicatat dalam
mata uang fungsional

Dihitung ke dalam mata uang


Jumlah yang fungsional dengan kurs spot
antara mata uang fungsional
dihitung dan mata uang asing pada
tanggal transaksi

Tanggal transaksi tanggal memenuhi kriteria pengakuan


Penerapan pada Tanggal Pelaporan

pos moneter mata uang asing dijabarkan menggunakan kurs


penutup

pos nonmoneter yang diukur dalam biaya historis, dalam mata


uang asing dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal transaksi

pos nonmoneter yang diukur pada nilai wajar, dalam mata uang
asing dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal ketika nilai
wajar ditentukan
Penerapan - Aset Tetap

Nilai wajar
jika jumlahnya dijabarkan
Aset tetap ditentukan kedalam
diukur dengan: dalam mata mata uang
Biaya uang asing fungsional
historis

Kurs di mana arus kas masa


depan diselesaikan jika arus Ketika beberapa
kas tersebut telah terjadi pada nilai tukar tersedia
tanggal pengukuran
Selisih Kurs

Selisih kurs yang timbul pada penyelesaian pos moneter


atau pada proses penjabaran pos moneter pada kurs yang
berbeda dari kurs pada saat pos moneter tersebut
dijabarkan, pada pengakuan awal selama periode atau pada
periode laporan keuangan sebelumnya, diakui dalam laba
atau rugi dalam periode pada saat terjadinya, kecuali
sebagaimana dijelaskan dalam paragraf 32.
Selisih Nilai Tukar - Komprehensif
Jika keuntungan atau kerugian pos nonmoneter diakui dalam
pendapatan komprehensif lain, setiap komponen perubahan
dari keuntungan atau kerugian itu diakui dalam pendapatan
komprehensif lain

Sebaliknya, jika keuntungan atau kerugian pos nonmoneter


diakui dalam laba atau rugi, maka setiap komponen
keuntungan atau kerugian tersebut diakui dalam laba atau
rugi
Selisih Nilai Tukar Investasi Neto

Selisih kurs yang timbul pada pos moneter yang


membentuk bagian dari investasi neto entitas pelapor
dalam suatu kegiatan usaha luar negeri, diakui dalam
laba atau rugi dalam laporan keuangan tersendiri dari
entitas pelapor (PSAK 4) atau laporan keuangan
individual dari kegiatan usaha luar negeri, yang mana
yang tepat.

Dalam laporan keuangan yang memasukkan kegiatan


usaha luar negeri dan entitas pelapor (konsolidasi), selisih
selisih kurs diakui awalnya dalam pendapatan
komprehensif lain dan direklasifikasi dari ekuitas ke laba
atau rugi pada saat pelepasan investasi neto sesuai dengan
paragraf 46.
Perubahan Mata Uang Fungsional

Ketika terdapat perubahan dalam mata uang fungsional suatu


entitas, entitas menerapkan prosedur penjabaran untuk mata
uang fungsional yang baru secara prospektif sejak tanggal
perubahan itu
Penjabaran Mata Uang Pelaporan
Prosedur penjabaran hasil dan posisi keuangan entitas yang
mata uang fungsionalnya bukan mata uang dari suatu
ekonomi hiperinflasi ke dalam mata uang pelaporan yang
berbeda
aset dan liabilitas untuk setiap laporan dari posisi keuangan yang
disajikan (yaitu termasuk komparatif) harus dijabarkan menggunakan
kurs penutup

pendapatan dan beban untuk setiap laporan laba rugi komprehensif atau
laporan laba rugi terpisah yang disajikan (yaitu termasuk komparatif)
harus dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal transaksi

semua hasil dari selisih nilai tukar harus diakui dalam pendapatan
komprehensif lain
Pengaruh Pajak
Keuntungan atau kerugian pada transaksi mata uang
asing dan selisih nilai tukar yang timbul pada
penjabaran hasil dan posisi keuangan dari suatu
entitas ke dalam suatu mata uang yang berbeda
mungkin memiliki pengaruh pajak

PSAK 46 diterapkan ke pengaruh pajak ini


Pengungkapan - 1
jumlah dari selisih kurs yang diakui dalam laba rugi
kecuali untuk selisih kurs yang timbul pada instrumen
keuangan yang diukur pada nilai wajarnya melalui laba
atau rugi PSAK 55 (revisi 2006)

selisih kurs neto diakui dalam pendapatan komprehensif


lain dan diakumulasikan dalam komponen ekuitas
terpisah, serta rekonsiliasi kurs tersebut pada awal dan
akhir periode
Pengungkapan - 2
Jika mata uang pelaporan berbeda dari mata uang
fungsional, maka fakta tersebut dinyatakan, bersama
dengan pengungkapan mata uang fungsional dan alasan
untuk menggunakan suatu mata uang pelaporan yang
berbeda

Ketika terdapat suatu perubahan dalam mata uang


fungsional dari entitas pelapor maupun dari suatu
kegiatan usaha luar negeri yang signifikan, fakta tersebut
dan alasan untuk perubahan dalam mata uang
fungsional harus diungkapkan.
Pengungkapan - 3

Ketika entitas menyajikan laporan keuangan dalam mata


uang yang berbeda dengan mata fungsionalnya, maka
entitas menjelaskan bahwa laporan keuangan mereka
tunduk pada SAK hanya jika entitas mematuhi semua
persyaratan dari setiap Pernyataan dan setiap Interpretasi
dari Pernyataan yang berlaku termasuk metode penjabaran
sebagaimana dijelaskan dalam paragraf 37.
Pengungkapan - 4
Entitas menyajikan laporan keuangan dalam mata uang yang berbeda
dari mata uang fungsionalnya maupun dari mata uang pelaporannya,
dan persyaratan-persyaratan dari paragraf 52 tidak dipenuhi, entitas

mengidentifikasikan secara jelas informasi sebagai informasi


tambahan untuk membedakannya dari informasi yang tunduk
dengan PSAK

mengungkapkan mata uang di mana informasi tambahan tersebut


disajikan

mengungkapkan mata uang fungsional entitas dan metode


penjabaran yang digunakan untuk menentukan informasi
tambahan
Terimakasih