Anda di halaman 1dari 12

RISMAWATI SY.

SUHARNI
WINARTI TAKBIR
DEFENISI
Penyakit degeneratif adalah suatu penyakit
yang mempunyai penyebab dan selalu
berhubungan dengan satu faktor resiko
atau lebih, di mana faktor-faktor resiko
tersebut bekerja sama menimbulkan
penyakit degeneratif itu. Penyakit
degeneratif itu sendiri dapat menjadi faktor
resiko untuk penyakit degeneratif lain.
Misalnya: penyakit jantung dan hipertensi
merupakan faktor resiko stroke
Perubahan Fungsi Pada Lansia

Perubahan fungsi pada lansia meliputi:


1. Perubahan fungsi anatomis
2. Perubahan fungsi fisiologis
3. Perubahan fungsi patologis anatomis
Tanda dan Gejala Penyakit
Jantung pada Lanjut Usia
Tanda maupun gejala penyakit
kardiovaskuler pada lansia tergantung
dari penyakit yang menyertai.
Gejala umum adanya nyeri pada daerah
prekordial dan sesak napas seringkali
dirasakan pada penderita penyakit
jantung di usia lanjut. Rasa cepat lelah
yang berlebihan seringkali ditemukan.
Jenis Penyakit Kardiovaskuler
pada Lanjut Usia
Penyakit Jantung Koroner dan Infark
Miokard
Gagal jantung
Kelainan Katup
Hipertensi dan Penyakit Jantung
Hipertensif
SKA, dll
penatalaksanaan

1. Pencegahan primer
Pencegahan primer dilakukan dengan
mengubah pola hidup monoton dalam
jangka waktu lama yang kerap kali menjadi
faktor resiko terjadinya berbagai penyakit
kardiovaskuler
2. Pencegahan sekunder
Pencehan sekunder dilakukan agar tidak
terjadi adanya komplikasi yang serius dari
penyakit kardiovaskuler pada lansia juga
untuk mengontrol keadaan penyakit guna
mempertahankan dalam batas normal.
Asuhan keperawatan
pengkajian
1. Biodata klien
2. Riwayat kesehatan
3. Pemeriksaan fisik
4. Pemeriksaan penunjang yang
mendukung dalam penegakan diagnosa
Diagnosa keperawatan
Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan
ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan
jaringan
Kurang pengetahuan berhubungan dengan kondisi dan
regimen pengobatan berhubungan dengan kurang
informasi
Gangguan Nyaman nyeri (sakit kepala) berhubungan
dengan suplai O2 ke otak berkurang akibat hipertensi
Resiko terjadinya penurunan cardiac output berhubungan
dengan perubahan dalam rate, irama, konduksi jantung,
menurunnya preload atau peningkatan SVR, miocardial
infark.
Resiko terjadinya penurunan perfusi jaringan
berhubungan dengan penurunan tekanan darah,
hipovolemia.
Intervensi dan implemetasi
keperawatan
Secara umum:
Mengkaji respon fisiologi terhadap aktivitas, observasi frekuensi nadi >20 kali/menit di atas
frekuensi istirahat
Membantu klien dalam mengidentifikasi faktor risiko kardiovaskular yang dapat diubah, misal
obesitas,diet tinggi lemak jenuh dan kolesterol,merokok,minum alkohol serta pola hidup penuh
stres
Memberi penguatan pentingnya kerja sama dalam regimen pengobatan
Menjelaskan pada klien mengenai kondisi penyakit yang dideritanya dengan bahasa yang
dapat dimengerti klien dan beritahukan dengan klien alternatif terapi dan asuhan keperawatan.
Memberikan penyuluhan kesehatan tentang penyakit kardiovaskuler mulai dari pengertian,
penyebab, tanda dan gejala, pencegahan dan perawatan.
Mengajarkan teknik distraksi untuk mengurangi nyeri dengan mengajarkan nafas dalam.
Mencatat warna kulit dan kaji kualitas nadi
Mengkaji adanya perubahan kesadaran
Inspeksi adanya pucat, cyanosis, kulit yang dingin dan penurunan kualitas nadi perifer.
Mengkaji respirasi (irama, kedalam dan usaha pernafasan).
Kolaborasi pemberian obat sesuai dengan penyakit yang diderita klien maupun gejala yang
sedang dirasakan.
evaluasi
Berdasarkan tujuan dari diagnosa keperawatan:
Pasien kembali beraktivitas dalam batas yang
dapat ditoleransi
Pasien mengetahui regimen pengobatan dan
kondisi yang sedang dialami
Klien tidak mengeluhkan nyeri atau
mengatakan nyeri berkurang
Tidak terjadi penurunan cardiac output
Tidak terjadi penurunan perfusi jaringan
Tidak terjadi kelebihan cairan di dalam tubuh
klien