Anda di halaman 1dari 76

Perencanaan &

Pelaksanaan PBJ

Lokakarya Peningkatan
Kompetensi Pengelola
Keuangan & PBJ
Kanwil DJPB
Kementerian Keuangan
Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan
POKOK BAHASAN

1.Peraturan di Bidang PBJ


2.Perencanaan Pengadaan melalui RUP.
3.Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.
4.Aplikasi SIMPEL & LPSE.
5.Penatausahaan Tagihan Pihak Ketiga.
GARIS BESAR PROSES PENGADAAN
BARANG/JASA PEMERINTAH

Pasal 106
Ayat (1)
KEGIATAN
TATA NILAI
KEBUTUHAN PENGADAAN
(PRINSIP DAN ETIKA)
BARANG DAN DILAKUKAN
JASA PEMERINTAH SECARA
MELALUI PARA PIHAK
ELEKTRONIK
SWAKELOLA
PENGGUNAAN PRODUK
DALAM NEGERI

USAHA KECIL
BAGAIMANA
DIPERLUKAN RENCANA
CARA PELELANGAN
KEGIATAN UMUM
PENGADAANNYA INTERNATIONAL
PENGADAAN PENGADAAN
(HOW)
PINJAMAN/HIBAH LN

KEIKUTSERTAAN USAHA
ASING
PERATURAN MELALUI
PENYEDIA KONSEP RAMAH
PERUNDANGAN LINGKUNGAN
YANG TERKAIT BARANG / JASA
PARA PIHAK DALAM PENGADAAN
BARANG/JASA PEMERINTAH

Menteri/Kepala Daerah PA/KPA

membentuk mengangkat

ULP PP PPK PPHP

Perangkat organisasi ULP mengacu


kepada peraturan perundang-
undangan di bidang kelembagaan

Persiapan, Pelaksanaan
Proses Pemilihan dan Menerima Hasil
dan Pengendalian
Penetapan Pekerjaan
Kontrak

Penyedia
Barang/Jasa

4
Tahapan Persiapan PBJ
PA/KPA PPK ULP/ Pejabat
Pengadaan
Tahapan Perencanaan Umum Perencanaan Pelaksanaan Persiapan Pemilihan
Input Rencana Kerja K/L/D/I RUP Rencana Pelaksanaan
Pengadaan
Proses yang - Identifikasi kebutuhan - Kaji Ulang RUP Kaji Ulang RUP/RPP
Dilakukan - Analisa resiko &prioritas - Identifikasi kebutuhan Penetapan :
- Analisa penyedia & - Anggaran biaya - Metode pemilihan
kompetisi pasar - KAK - Metode penyampaian
- Penyusunan Anggaran - Penetapan spesifikasi penawaran
- Penetapan Kebijakan & HPS - Metode evaluasi
Umum - Penentuan jenis - Metode Kualifikasi
- Penyusunan KAK kontrak - Tahapan & jadwal
Output - RUP - Rencana Pelaksanaan - Dokumen Pengadaan
Pengadaan - Dokumen Kualifikasi
Langkah-langkah Penyusunan
RUP

Step 1 Step 2 Step 3 Step 4


Menetapkan
Kebijakan Umum Menyusun KAK, berisi :
Menyusun dan
Identifikasi Pengadaan : 1. Uraian Kegiatan;
menetapkan
Kebutuhan 1. Pemaketan; 2. Waktu pelaksanaan;
rencana
Barang/Jasa 2. Cara Pengadaan; 3. Spek teknis;
penganggaran
3. Pengorganisasian; 4. Total perkiraan biaya.
4. PPDN.

6
Identifikasi Kebutuhan B/J
PA mengidentifikasi kebutuhan barang/jasa yang
diperlukan untuk instansinya sesuai Rencana Kerja
Pemerintah/Daerah (RKP/D).
Dalam mengidentifikasi kebutuhan barang/jasa, PA
terlebih dahulu menelaah kelayakan barang/jasa yang
telah ada/dimiliki/dikuasai, atau riwayat kebutuhan
barang/jasa dari kegiatan yang sama, untuk
memperoleh kebutuhan riil.
Hasil identifikasi kebutuhan riil barang/jasa dituangkan
dalam Rencana Kerja Anggaran K/L/D/I untuk
pembahasan dan penetapan di DPR/DPRD.
Selanjutnya PA melakukan analisis untuk menetapkan
cara pelaksanaan Pengadaan dan penerapan
kebijakan umum Pengadaan.
7
Penganggaran
PA menyusun dan menetapkan rencana
penganggaran pengadaan barang/jasa, terdiri
atas:
1. Biaya barang/jasa itu sendiri
2. Biaya pendukung
3. Biaya administrasi yang diperlukan untuk proses
pengadaan.

Biaya pendukung dapat mencakup:


biaya pemasangan,
biaya pengangkutan,
biaya pelatihan, dan lain-lain.

8
Penganggaran (2)
Biaya administrasi dapat terdiri dari:
a. Biaya pengumuman pengadaan;
b. Honorarium pejabat pelaksana pengadaan misalnya: PA/KPA,
PPK, ULP/Pejabat Pengadaan, Panitia/Pejabat Penerima Hasil
Pekerjaan, dan pejabat/tim lain yang diperlukan;
c. Biaya survei lapangan/pasar;
d. Biaya penggandaan Dokumen Pengadaan Barang/Jasa; dan
e. Biaya lainnya yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan
pengadaan barang/jasa, antara lain: biaya pendapat ahli
hukum kontrak, biaya uji coba pada saat proses evaluasi
dilakukan dan/atau biaya uji coba sebelum dilakukan
penerimaan hasil pekerjaan.
Biaya administrasi untuk kegiatan/pekerjaan yang
akan dilaksanakan pada TA yang akan datang
namun pengadaannya dilaksanakan pada TA
berjalan harus disediakan pada TA berjalan. 9
Kebijakan Umum

Penetapan Kebijakan Umum meliputi:


1. Pemaketan pekerjaan
2. Cara Pengadaan Barang/Jasa
a. Swakelola
b. Melalui Penyedia B/J
3. Pengorganisasian Pengadaan
Barang/Jasa
membentuk organisasi pengadaan

10
Kebijakan Pemaketan
Pemaketan PBJ wajib memaksimalkan penggunaan
produksi DN dan perluasan kesempatan bagi Usaha
Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil;
Nilai paket pekerjaan PBJ s.d. Rp2,5 miliar diperuntukkan
bagi Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil,
kecuali paket pengadaan yang menuntut kompetensi
teknis yang tidak dapat dipenuhi oleh Usaha Mikro dan
Usaha Kecil serta koperasi kecil;
Menetapkan sebanyak-banyaknya paket PBJ untuk
Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil tanpa
mengabaikan prinsip efisiensi, persaingan sehat,
kesatuan sistem, kualitas dan kemampuan teknis Usaha
Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil;
Larangan dalam Pemaketan
Menyatukan atau memusatkan beberapa kegiatan yang tersebar
di beberapa daerah/lokasi yang menurut sifat pekerjaan dan
tingkat efisiensinya seharusnya dilakukan di daerah/lokasi
1 masing-masing

Menyatukan beberapa paket pengadaan yang menurut sifat dan


jenis pekerjaannya bisa dipisahkan dan/atau besaran nilainya
seharusnya dilakukan oleh Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta
2 koperasi kecil

Memecah pengadaan barang/jasa menjadi beberapa


paket untuk menghindari pelelangan
3

Menentukan kriteria, persyaratan atau prosedur


pengadaan yang diskriminatif dan/atau dengan
4 pertimbangan yang tidak obyektif
Pengumuman RUP

Setelah Rencana Kerja dan anggaran K/L/D/I


disetujui oleh DPR, kemudian PA/KPA
mengumumkan RUP Barang/Jasa pada masing-
masing K/L/D/I

Tujuan di umumkan Diumumkan di masing-


melalui media : masing Website K/L/D/I

Mewujudkan keterbukaan
informasi publik dalam Papan Pengumuman Resmi
Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah, sesuai
dengan prinsip-prinsip Portal Pengadaan Nasional
pengadaan (INAPROC)
13
Kaji Ulang RUP

1 2 3 4 5
PPK dapat Hal-hal yang Penyusunan PPK PA/KPA
mengundang dikaji ulang : Berita Acara mengajukan menetapkan
ULP/Pejabat Rencana hasil Kaji usulan Rencana
Pengadaan dan penganggaran. Ulang RUP. perubahan Umum
tim teknis untuk RUP kepada Pengadaan
Kebijakan
melakukan umum PA/KPA. yang sudah
pengkajian ulang pengadaan dikaji ulang.
RUP. (hanya
Pemaketan).
KAK

14
Kaji Ulang RUP
Rencana Penganggaran
Materi yang dikaji:
Rencana biaya paket pekerjaan
Rencana biaya pendukung pelaksanaan pengadaan
Pengkajian ulang rencana pembiayaan pengadaan dilakukan untuk memastikan:
Kode akun yang tercantum dalam dokumen anggaran sesuai dengan
peruntukan dan jenis pengeluaran;
Perkiraan jumlah anggaran yang tersedia untuk paket pekerjaan dalam
dokumen anggaran mencukupi kebutuhan pelaksanaan pekerjaan atau biaya
paket pekerjaan;
Tersedia biaya pendukung pelaksanaan pekerjaan
Apabila kurang dianggarkan dan atau terdapat kesalahan administrasi dalam
dokumen anggaran, maka PPK dan/atau ULP/Pejabat Pengadaan mengusulkan
revisi dokumen anggaran, dokumen kaji ulang RUP ditanda tangani oleh pihak
yang membahas.

15
Kaji Ulang RUP Kebijakan Umum

Pada kebijakan umum, yang bisa dikaji hanya pemaketan saja


Tujuannya meneliti dan memastikan apakah pemaketan yang
ditetapkan telah mendorong persaingan sehat, efisien,
meningkatkan peran usaha kecil dan memaksimalkan
penggunaan produksi dalam negeri
Hasil survei pasar dapat digunakan sebagai dasar pengkajian
Berdasarkan hasil pengkajian ulang, PPK dan/atau
ULP/Pejabat Pengadaan dapat mengusulkan untuk
menggabungkan atau memecah paket.

16
Kaji Ulang RUP KAK

Kerangka Acuan Kerja (KAK) merupakan dokumen yang memuat


uraian tentang acuan-acuan yang harus menjadi pedoman
dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa

Kerangka Acuan Kerja memuat 5W + 1H

Latar belakang/tujuan kegiatan (Why?)


Uraian kegiatan yang akan dilaksanakan, Spesifikasi teknis Barang/Jasa yang
akan diadakan, Besarnya total perkiraan biaya pekerjaan (What?)
Waktu pelaksanaan yang diperlukan serinci mungkin dengan memperhatikan
batas-batas tahun anggaran (When?)
Siapa yang akan melaksanakan (Who?)
Lokasi dilaksanakan pekerjaan (Where?)
Tahapan/metodologi pelaksanaan pekerjaan (How?)

17
Kaji Ulang RUP KAK (2)

Hal yang harus dikaji dalam Kerangka Acuan Kerja


Uraian kegiatan yang akan dilaksanakan sudah jelas
Jenis, isi dan jumlah laporan yang harus dibuat (apabila diperlukan) cukup jelas
Spesifikasi teknis barang/jasa
Total perkiraan biaya pekerjaan
Jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan
Pencantuman syarat-syarat bahan yang dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan
Pencantuman kriteria kinerja produk yang diinginkan
Bila diperlukan dilengkapi dengan gambar-gambar brosur barang
Persyaratan penyedia dan kualifikasi tenaga ahli serta jumlah personil inti
Kejelasan analisa kebutuhan tenaga ahli. Pengecualian untuk pekerjaan yang bersifat
rahasia, tidak perlu analisis tersebut
Dokumen-dokumen pendukung

18
Penetapan Hasil Kaji Ulang RUP

TAHAPAN OUTPUT

Apabila PPK dan ULP/Pejabat


Pengadaan sepakat untuk mengubah
Berita Acara rapat koordinasi antara
Rencana Umum Pengadaan PPK dengan ULP/Pejabat Pengadaan
dalam rangka mengkaji ulang
rencana umum pengadaan.
Apabila ada perbedaan pendapat Usulan PPK kepada PA/KPA tentang
perubahan terhadap rencana umum
antara PPK dengan ULP/Pejabat
pengadaan
Pengadaan terkait Rencana Umum
Pengadaan maka PPK mengajukan
permasalahan ini kepada PA/KPA
untuk diputuskan

Putusan PA/KPA bersifat final Ketetapan PA/KPA terhadap usulan


perubahan RUP

19
Penyusunan Spesifikasi

Spesifikasi adalah karakteristik total dari barang/jasa, yang dapat memenuhi


kebutuhan & keinginan pengguna barang/jasa yang dinyatakan secara tertulis.
(secara tertulis tertuang dengan jelas dalam dokumen kontrak)

Ketentuan Umum
Spesifikasi teknis benar-benar sesuai dengan kebutuhan
pengguna/penerima akhir;
Tidak mengarah kepada merek/produk tertentu, kecuali untuk
pengadaan suku cadang;
Memaksimalkan penggunaan produksi dalam negeri;
Memaksimalkan penggunaan Standar Nasional Indonesia
(SNI)

versi_9.1 20
Tujuan Penyusunan Spesifikasi

Menyediakan informasi tentang barang/jasa yang dibutuhkan


oleh pengguna barang/jasa
Spesifikasi ini digunakan oleh:
Penyedia barang/jasa sebagai acuan dalam menyampaikan
penawaran
ULP dalam menyusun dokumen pengadaan dan
mengevaluasi penawaran

21
Dampak Kegagalan dalam Menyusun dan
Menetapkan Spesifikasi Barang/Jasa

Operasi bisa terhenti sebagai akibat barang/jasa yang diperlukan untuk pelaksanaan
1 kegiatan organisasi tidak tersedia

Barang yang dibeli mungkin rusak dan tidak dapat digunakan lagi sebagai akibat
2 kemasan yang tidak memadai

Barang yang dibeli mengandung material yang dilarang negara


3

Mesin yang dibeli tidak bekerja sempurna atau tidak sesuai harapan
4

Jumlah barang yang dibeli ternyata berlebih dan berdampak pada peningkatan
5 kebutuhan gudang dan kemungkinan kadaluarsa

Penyedia barang/jasa ternyata tidak memberikan jasa pemeliharaan dan/atau pelayanan


6 purna jual
Jenis Spesifikasi Barang/Jasa

Kualitas

Kuantitas/Jumlah

Tempat

Harga

Waktu

23
Model Penyusunan Spesifikasi

Teknikal Conformance

Contoh/sample

Komposisi

Merek

Fungsi
Performance
Kinerja
versi_9.1 24
Harga Perkiraan Sendiri (HPS)

HPS ditetapkan oleh PPK, kecuali untuk


kontes/sayembara dan pengadaan langsung yang
menggunakan bukti pembelian.
Ketentuan Umum

ULP/Pejabat Pengadaan mengumumkan nilai total HPS

Nilai HPS bersifat terbuka dan tidak rahasia, sedangkan


rinciannya bersifat rahasia

HPS disusun paling lama 28 hari kerja sebelum batas


akhir pemasukan penawaran (untuk pasca kualifikasi)

HPS bukan sebagai dasar untuk menentukan besaran


kerugian negara

Riwayat HPS harus didokumentasikan

25
Fungsi HPS

Alat untuk menilai kewajaran penawaran harga


termasuk rinciannya
Dasar untuk menetapkan batas tertinggi penawaran
yang sah, kecuali dalam seleksi dengan evaluasi
kualitas, kualitas dan biaya serta biaya terendah
Dasar untuk menetapkan besaran Jaminan
Pelaksanaan bagi penawaran yang nilainya lebih
rendah dari 80% nilai total HPS
Dasar menentukan harga timpang dan KD
Dasar melakukan negosiasi harga

26
Data & Informasi Penyusunan HPS

a. Harga pasar setempat yaitu harga barang/jasa dilokasi barang/jasa


diproduksi/diserahkan/ dilaksanakan, menjelang dilaksanakannya
Pengadaan Barang/Jasa;
b. Informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh Badan
Pusat Statistik (BPS);
c. Informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh asosiasi
terkait dan sumber data lain yang dapat dipertanggungjawabkan;
d. Daftar biaya/tarif Barang/Jasa yang dikeluarkan oleh
pabrikan/distributor tunggal;
e. Biaya Kontrak sebelumnya atau yang sedang berjalan dengan
mempertimbangkan faktor perubahan biaya;
f. Inflasi tahun sebelumnya, suku bunga berjalan dan/atau kurs tengah
Bank Indonesia;

27
Data & Informasi Penyusunan HPS (2)

g. Hasil perbandingan dengan Kontrak sejenis, baik yang dilakukan


dengan instansi lain maupun pihak lain;
h. Perkiraan perhitungan biaya yang dilakukan oleh konsultan perencana
(engineers estimate);
i. Norma indeks; dan/atau
j. Informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan
HPS untuk pelelangan/seleksi internasional dapat menggunakan
informasi harga barang/jasa di luar negeri

HPS telah memperhitungkan PPN


HPS telah memperhitungkan overhead + profit yang wajar
HPS TIDAK BOLEH memperhitungkan biaya tak terduga, biaya lain-
lain dan PPh penyedia barang/jasa
Harga Optimal/ Wajar dan TIDAK MARK UP

28
LEVEL PENYEDIA

+Nilai Tambah +Nilai Tambah +Nilai Tambah

SUB
PABRIKAN DISTRIBUTOR DISTRIBUTOR/ PPK
PENGECER

+ Keuntungan + Keuntungan

Jika menurut regulasi atau kebijakan


perusahan tidak memungkinkan pabrikan
menjual langsung kepada end user
Bukti Perjanjian

Bukti
Pembelian
E-Purchasing (s/d 10 juta)
Pembelian secara
online

Surat Kuitansi
Pesanan (s/d 50 juta)
Bukti
Perjanjian
Jasa Konsultansi
Jasa Konsultansi
di atas Rp 50 juta Surat
Surat s.d Rp 50 juta
Barang/Pek. Perintah
Perjanjian Barang/Pek. Konstruksi/
Konstruksi/Jasa Kerja (SPK) Jasa Lainnya
Lainnya
s.d Rp 200 juta
di atas Rp 200 juta

30
Jenis Kontrak

Tahun tunggal
Lump sum PEMBEBANAN
TAHUN
ANGGARAN
Harga satuan Tahun jamak

CARA Gabungan lump sum


PEMBAYARAN dan harga satuan

Terima jadi (turnkey)

Kontrak pengadaan
Persentase tunggal

SUMBER Kontrak pengadaan


Pekerjaan tunggal PENDANAAN bersama

JENIS
PEKERJAAN Kontrak payung
Pekerjaan
terintegrasi

31
Metode Pemilihan Pengadaan Barang/
Pek.Konstruksi/ Jasa Lainnya
Penunjukan Pelelangan Pelelangan
Langsung Umum Terbatas
KEADAAN TERTENTU: Pada prinsipnya Penyedia yang
Penanganan darurat semua pemilihan mampu terbatas
Pekerjaan konferensi yang dilakukan melalui dan untuk pek.
mendadak dan dihadiri metode Pelelangan kompleks
Presiden/Wapres Umum
Pekerjaan bersifat rahasia
Pertahanan negara serta Pelelangan
keamanan dan ketertiban Sederhana/
masyarakat Pemilihan Pemilihan
Pekerjaan spesifik hanya bisa Penyedia B/JL Langsung
dilakukan oleh satu penyedia Bernilai paling
tinggi
Barang KHUSUS: Rp 5.000.000.000
Pekerjaan berdasarkan tarif
resmi pemerintah
Pekerjaan kompleks dengan Pengadaan
teknologi khusus dan hanya Langsung Kontes/
satu penyedia yang mampu Sayembara
Distribusi obat/alkes tertentu Untuk pengadaan dengan Tidak punya harga pasar
Kendaraan bermotor GSO nilai s.d. Rp 200 juta Tidak dapat ditetapkan
Pupuk dan Benih Kebutuhan operasional berdasarkan Harga
Sarana dan prasarana di Teknologi sederhana Satuan
perumahan Resiko kecil
Sewa penginapan/ruang rapat Usaha perseorangan/BU
Lanjutan sewa gedung kecil dan koperasi kecil
32
Metode Pemilihan
Jasa Konsultansi
Penunjukan
Langsung
Seleksi Umum Seleksi
Sederhana
Pada prinsipnya
Penanganan darurat semua pengadaan Bernilai paling
Pekerjaan yang menyangkut harus dengan tinggi
pertahanan/ keamanan dan Seleksi Umum Rp 200 juta dan
ketertiban masyarakat bersifat sederhana
Penyedia jasa tunggal atau
hanya bisa dilakukan Pemilihan
pemegang hak paten
Penyedia Jasa Sayembara
Konsultansi di bidang
Konsultasi
hukum (konsultan
hukum/advokat atau Proses dan hasil dari
pengadaan arbiter) yang gagasan, kreatifitas,
inovasi dan metode
tidak direncanakan untuk
Pengadaan pelaksanaan tertentu
menghadapi gugatan Tidak dapat ditetapkan
Langsung
dan/atau tuntutan hukum berdasarkan Harga
kepada Pemerintah, harus Untuk pekerjaan Konsultasi Satuan
segera dengan nilai maksimum Rp 50
Juta

33
Metode Penyampaian Dokumen
Penawaran
Metode 1 File Metode 2 File Metode 2 Tahap
Penyampaian dokumen Administrasi dan Teknis Penyampaian dokumen penawaran
administrasi, teknis, dan harga (file I) dan Harga (file II) file 1 (administrasi dan teknis)
dalam 1 file tertutup kepada disampaikan kepada ULP pada tahap 1, kemudian file 2
ULP/Pejabat Pengadaan pada suatu waktu (harga) disampaikan setelah lulus
administrasi dan teknis
Pengadaan barang/jasa yang Pengadaan Barang/Jasa Pengadaan barang jasa dimana
evaluasi teknisnya tidak dimana evaluasi teknis harga yang akan ditawarkan
dipengaruhi oleh harga menghasilkan nilai yang dipengaruhi oleh waktu atau
bervariasi yang teknis evaluasi
mempengaruhi harga
Barang/Jasa yang standar Barang/Pekerjaan B/PK/JL yg kompleks
harganya telah ditetapkan Konstruksi/Jasa Lainya B/PK/JL yg memenuhi kriteria
pemerintah yang menggunakan kinerja tertentu termasuk
Jasa Konsultansi dengan KAK sistem nilai atau sistem pertimbangan kemudahan
sederhana biaya selama umur pengoperasian dan efisiensi
Barang/Pekerjaan ekonomis pemeliharaan peralatan
Konstruksi/Jasa Lainnya Jasa Konsultansi yang B/PK/JL dengan beberapa
dengan spesifikasi/volume penilaian teknis terpisah alternatif penggunaan sistem,
jelas dari penilaian harga atau desain, dan teknologi
Untuk pekerjaan yang bersifat kompleks Membutuhkan waktu evaluasi
menggunakan metode teknis yang lama; dan/atau
pemilihan Penunjukan Membutuhkan penyetaraan
Langsung/Pengadaan teknis
34
Langsung/ Kontes/ Sayembara
Metode Evaluasi Dokumen Penawaran
Barang/Pek. Konstruksi/ Jasa Lainnya
Sistem penilaian
Sistem Gugur Sistem Nilai biaya selama
umur ekonomis

B/PK/JL yang mempunyai


B/PK/JL yang metode metode teknis dan harga
B/PK/JL yang dapat di
teknis pelaksanaan yang bervariasi untuk perkirakan biaya
tidak bervariasi memperoleh efesiensi dan operasional, biaya
efektifitas/spesifikasi pemeliharaan dan nilai
Membandingkan dokumen pekerjaan yang paling sisanya serta diketahui
penawaran terhadap baik. umur ekonomis
dokumen lelang dengan Ketentuan bobot penilaian
urutan tahap administrasi, unsur teknis yang dapat
teknis, harga dimana dikuantifikasikan adalah
10-30% dan bobot harga Memberikan nilai pada
apabila tidak memenuhi unsur teknis dan harga
pada setiap tahapan 70-90%
menurut umur ekonomis
dinyatakan gugur Memberikan nilai unsur kemudian dikonversi ke
teknis yang telah dalam uang
ditentukan dalam dokumen
pengadaan, kemudian
dikombinasi dengan nilai
harga penawaran sesuai
dengan bobot yang telah
ditentukan
35
Metode Evaluasi Dokumen Penawaran
Jasa Konsultansi
Metode Evaluasi Metode Evaluasi Metode Evaluasi Pagu Metode Evaluasi
Kualitas Kualitas & Biaya Anggaran Biaya Terendah
Mengutamakan Lingkup, keluaran Ada aturan yang Pekerjaan yang
kualitas teknis sbg (output), waktu mengatur (standar); bersifat sederhana dan
faktor penentu hasil penugasan dan hal- Pekerjaan dapat dirinci standar
(outcome) secara hal lain dapat dengan tepat (waktu,
keseluruhan; dan/atau diperkirakan dg baik tenaga ahli, input
Lingkup pekerjaan dalam KAK; dan/atau lainnya); atau
yang sulit ditetapkan Besarnya biaya dapat Anggarannya tidak
dalam KAK ditentukan dengan melampaui pagu
mudah, jelas dan tertentu
tepat
Tatacara : Tatacara : Tatacara : Tatacara :
Sistem 2 file Sistem 2 file Sistem 1 file dan 2 file Sistem 1 file
Evaluasi teknis untuk Pembukaan file 2 (harga) Untuk sistem 2 file, Evaluasi
mendapatkan nilai teknis untuk peserta yang lulus pembukaan file 2 (harga)
berdasarkan
terbaik. teknis untuk peserta yang lulus
Evaluasi berdasarkan nilai teknis penawaran biaya
Pembukaan file 2 (harga)
HANYA untuk nilai teknis kombinasi terbaik : Evaluasi penawaran teknis terkoreksi terendah
terbaik, dilanjutkan penawaran teknis (0,6 terbaik dengan penawaran yang nilai teknisnya
dengan negosiasi teknis s.d 0,8) dan biaya biaya terkoreksi lebih kecil diatas ambang
dan harga terhadap nilai terkoreksi (0,2 s.d 0,4), atau sama dengan Pagu batas, dilanjutkan
teknis terbaik. dilanjutkan dengan Anggaran, dilanjutkan
dengan klarifikasi
klarifikasi dan negosiasi dengan klarifikasi dan
teknis serta biaya negosiasi teknis serta biaya dan negosiasi teknis
serta biaya
Metode Kualifikasi

Kualifikasi adalah proses penilaian kompetensi dan kemampuan


usaha serta pemenuhan persyaratan tertentu lainnya dari
Penyedia

PRAKUALIFIKASI Proses penilaian kualifikasi yang dilakukan


sebelum pemasukan penawaran

PASCAKUALIFIKASI Proses penilaian kualifikasi yang dilakukan


setelah pemasukan penawaran

Dilakukan secara adil, transparan, mendorong terjadinya persaingan sehat


Untuk efisiensi: data yang diperlukan cukup dari isian formulir dalam aplikasi SPSE
Data palsu atau bohong: sanksi daftar hitam dan dilaporkan secara pidana
Copy dokumen disampaikan untuk penyedia yang diusulkan sebagai calon
pemenang (pasca) atau yang akan diundang (pra) serta menunjukkan aslinya
37
Penggunaan Metode Kualifikasi

METODE PRAKUALIFIKASI METODE PASCAKUALIFIKASI

Pelelangan Umum Untuk Pekerjaan Pelelangan Umum Untuk Pekerjaan


yang Bersifat Kompleks yang Bersifat Tidak Kompleks

Pelelangan Sederhana dan Pemilihan


Pelelangan Terbatas
Langsung

Pekerjaan yang menggunakan Penunjukan Langsung untuk


Penunjukan Langsung bukan darurat penanganan darurat

Seleksi Umum Jasa Konsultansi Pemilihan Penyedia


Badan Usaha Jasa Konsultansi Perorangan

Seleksi Sederhana Badan Usaha

38
Metode Evaluasi Kualifikasi

Pascakualifikasi Pra Kualifikasi


Min. 3 Penyedia

Sistem Gugur
Barang/ Pekerjaan
Sistem Gugur (Adm + Teknis Konstruksi/ Jasa Lainnya
Kualifikasi)

Barang/ Pekerjaan Sistem Gugur


Konstruksi/ Jasa Lainnya Jasa Konsultansi Badan
Jasa konsultansi :
(Adm) + Sistem Usaha - Seleksi Umum
1) Perseorangan Nilai (Teknis)
2) Seleksi sederhana
badan usaha Daftar Pendek : 3 5 Penyedia

39
Penyusunan Tahapan dan Jadwal
Pengadaan

Langkah-langkah Penyusunan

Mengenali karakteristik barang/jasa


yang diadakan

Sistem pengadaan sudah ditetapkan


(termasuk metode penilaian
kualifikasi)

Penyusunan tahapan berdasarkan


sistem pengadaan

Penyusunan jadwal

40
Penyusunan Tahapan dan Jadwal
Pengadaan

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN!

Dalam membuat jadwal pengadaan:


Saat mulai mempersiapkan proses pengadaan barang/jasa
Saat mulai dan lamanya waktu proses pengadaan
barang/jasa
Saat hasil pengadaan diterima oleh pengguna barang/jasa
Saat tersedianya anggaran pembiayaan.
Batas akhir efektif anggaran
Dalam membuat jadwal proses pemilihan:
Penayangan pengumuman
Kesempatan untuk pendaftaran dan pengambilan dokumen
(kualifikasi dan pemilihan)
Kesempatan untuk mempelajari dokumen dan penyiapan
dokumen penawaran
Pemasukan dokumen penawaran

41
Penyusunan Tahapan dan Jadwal
Pengadaan
Alokasi Waktu Jadwal Prakualifikasi
Waktu (Hari Kerja)
No Tahapan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 1011121314151617181920212223242526272829303132333435363738
1 Pengumuman = >7 hari
2 Pendaftaran dan Pengambilan Dok. Kualifikasi 1 hari sebelum batas
akhir pemasukan dokumen
3 Pemasukan Dok. Kualifikasi = > 3 hari setelah hari akhir
pengumuman)
4 Pembukaan dokumen Kualifikasi
5 Evaluasi Kualifikasi ( disesuaikan dng jenis
pekerjaan)
6 Penetapan daftar pendek penyedia
7 Masa sanggah utk pek. tertentu 5 hari
8 Undangan
9 Pengambilan dok. Pemilihan 1 hari sebelum batas akhir
pemasukan dok. Penawaran
10 Penjelasan (paling cepat 3 hari setelah undangan)
11 Pemasukan Dok. Penawaran => 7 hari setelah
penjelasan
12 Evaluasi Penawaran ( disesuaikan dng jenis
pekerjaan)
13 Penetapan dan pengumuman pemenang
14 Masa sanggah 5 hari
15 Penerbitan SPPBJ (jika tidak ada sanggah)
16 Penandatangan Kontrak
Catatan:
-waktu menjawab sanggah oleh ULP adalah 5 hari (lelang umum/seleksi umum/lelang terbatas) dan 3 hari (lelang sederhana/pemilihan langsung/seleksi
-sederhana) sejak sanggah diterima

42
Penyusunan Dokumen Pengadaan
JENIS DOKUMEN PENGADAAN
Dasar untuk evaluasi dokumen penawaran

Menyusun dokumen pengadaan


Diberikan kepada

2 JENIS DOKUMEN
ULP/PP Penyedia barang/jasa
PENGADAAN:
1. Dokumen Kualifikasi
2. Dokumen Pemilihan
Sebagai dasar dan acuan
menyusun, menyampul dan
menyampaikan dokumen
Spesifikasi, HPS, dan Rancangan Kontrak
penawaran bagi penyedia
dan sebagai dasar untuk
PPK mengevaluasi bagi ULP

43
Penyusunan Dokumen Pengadaan
ISI DOKUMEN KUALIFIKASI
Pengumuman
Instruksi kepada peserta kualifikasi termasuk tata cara penyampaian dokumen
kualifikasi :
lingkup pekerjaan, persyaratan penyedia, waktu dan tempat pengambilan dan
pemasukan dokumen prakualifikasi.
Lembar Data Kualifikasi
Formulir isian kualifikasi Lihat Standar Dokumen
Pengadaan
Petunjuk pengisian dokumen kualifikasi: Contoh Formulir isian
Tata cara evaluasi kualifikasi
aspek administrasi, permodalan, tenaga kerja, peralatan, pengalaman dsb
Pakta Integritas

44
Penyusunan Dokumen Pengadaan
ISI DOKUMEN PEMILIHAN BARANG/PEKERJAAN
KONSTRUKSI/JASA LAINNYA
Sekurang-kurangnya harus memuat:

1. Undangan kepada yang 7. Daftar kuantitas dan harga


mendaftar (bila pasca berupa 8. Spesifikasi teknis dan gambar
pengumuman)
9. Rancangan Kontrak
2. Instruksi kepada penyedia
3. Lembar Data Pemilihan Lihat Standar Dokumen
Pengadaan
4. Dokumen penawaran Contoh Dokumen Pemilihan

5. Syarat-syarat umum Kontrak


6. Syarat-syarat khusus Kontrak

Bila pascakualifikasi, ditambah Formulir Isian Kualifikasi


45
Penyusunan Dokumen Pengadaan
ISI DOKUMEN PEMILIHAN JASA KONSULTANSI

Sekurang-kurangnya harus memuat:

1. Pengumuman dan Undangan 3. Lembar Data Pemilihan


Pada dasarnya sama dengan (LDP)
dokumen pemilihan penyedia 4. Kerangka Acuan Kerja (KAK)
barang/pekerjaan 5. Dokumen Penawaran
konstruksi/jasa lainnya
6. Rancangan Kontrak
2. Instruksi kepada peserta
7. Dokumen Lainnya
(IKP)
Lihat Standar Dokumen
Bila pascakualifikasi, ditambah
Pengadaan
Formulir Isian Kualifikasi
Contoh Dokumen Pemilihan
46
Penyusunan dan Persiapan Kontrak

Dokumen kontrak meliputi:


1. Pokok perjanjian
2. Syarat umum kontrak
3. Syarat khusus kontrak
4. Dokumen lain yang merupakan bagian dari kontrak:
Surat penunjukan, Surat penawaran, Spesifikasi umum, Spesifikasi
khusus, Gambar-gambar, Adendum dalam proses pemilihan yang
kemudian dimasukkan di masing-masing substansinya, Daftar
kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan), dan Dokumen
lainnya
Pelaksanaan Kontrak

Perubahan kontrak dapat dilakukan pada:


1. Pekerjaan yang menggunakan kontrak harga satuan
2. Bagian pekerjaan yang menggunakan harga satuan pada
kontrak gabungan lumpsum dan harga satuan

Ketentuan perubahan kontrak:


1. Tidak melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari nilai kontrak
awal
2. Tersedia anggaran apabila ada penambahan nilai kontrak
Pelaksanaan Kontrak
Ketentuan pemberian uang muka
1. Uang muka diberikan:
Nilai maksimal untuk usaha non-kecil sebesar 20% dari
nilai kontrak
Nilai maksimal untuk usaha kecil sebesar 30% dari nilai
kontrak
2. Nilai Maksimal untuk pekerjaan jasa konsultansi 20% dari
nilai kontrak
3. Uang muka kontrak tahun jamak:
Nilai maksimal 20% dari nilai kontrak tahun pertama
Nilai maksimal 15% dari total nilai kontrak
Pelaksanaan Kontrak
Ketentuan pemberian uang muka
1. Uang muka harus segera dipergunakan sesuai rencana
penggunaan uang muka yang telah disetujui PPK
2. Uang Muka dapat diberikan kepada Penyedia Barang/Jasa
untuk:
a. Mobilisasi alat dan tenaga kerja;
b. Pembayaran uang tanda jadi kepada pemasok
barang/material; dan/atau
c. Persiapan teknis lain yang diperlukan bagi pelaksanaan
Pengadaan Barang/Jasa.
Pelaksanaan Kontrak
Pembayaran Prestasi Pekerjaan
1. Pembayaran prestasi pekerjaan dapat dilakukan dengan
cara:
Bulanan
Termin
Sekaligus setelah pekerjaan selesai
2. PPK menahan sebagian pembayaran sebagai retensi untuk
pekerjaan yang memerlukan masa pemeliharaan
3. Pembayaran untuk pekerjaan konstruksi, dilakukan senilai
pekerjaan yang telah terpasang (lihat Perka LKPP Nomor 19
Tahun 2014)
Pelaksanaan Kontrak
Pembayaran Sebelum Prestasi Pekerjaan Diterima
1. Pemberian Uang Muka kepada Penyedia Barang/Jasa dengan
pemberian Jaminan Uang Muka
2. Pengadaan Barang/Jasa yang karena sifatnya dapat
dilakukan pembayaran terlebih dahulu, sebelum Barang/Jasa
diterima setelah Penyedia Barang/Jasa menyampaikan
jaminan atas pembayaran yang akan dilakukan (Ketentuan
lebih lanjut mengenai tata cara pembayaran dan bentuk
jaminan diatur oleh Menteri Keuangan)
3. Pembayaran peralatan dan/atau bahan yang menjadi bagian
dari hasil pekerjaan yang akan diserahterimakan, namun
belum terpasang
Pelaksanaan Kontrak

Penyesuaian Harga
1. Hanya berlaku untuk kontrak tahun jamak yang masa
pelaksanaannya lebih dari 12 (dua belas) bulan dan
merupakan kontrak harga satuan
2. Tata cara perhitungannya tercantum dalam dokumen
pemilihan
3. Tidak diberlakukan untuk harga satuan timpang
Pelaksanaan Kontrak

Pemutusan Kontrak secara sepihak dilakukan apabila:


1. Keterlambatan pekerjaan yang hasilnya tidak dapat ditunda;
2. Penyedia diyakini tidak akan mampu menyelesaikan pekerjaan
dalam waktu 50 hari setelah berakhirnya waktu pelaksanaan;
3. Penyedia tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 50
hari setelah berakhirnya waktu pelaksanaan;
4. Cidera janji dan tidak melakukan perbaikan dalam waktu yang
ditetapkan;
5. Penyedia melakukan KKN, kecurangan, pemalsuan, kesalahan
prosedur, pelanggaran persaingan sehat dan telah dinyatakan oleh
instansi berwenang.

Pemberian kesempatan kepada penyedia menyelesaikan pekerjaan sampai


dengan 50 hari kalender sejak masa berakhirnya pelaksanaan, dapat
melampaui tahun anggaran
Pelaksanaan Kontrak
Keadaan Kahar
1. Keadaan Kahar adalah suatu keadaan yang terjadi diluar
kehendak para pihak dan tidak dapat diperkirakan
sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam
Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi
2. Penyedia Barang/Jasa memberitahukan tentang terjadinya
Keadaan Kahar kepada PPK secara tertulis dalam waktu
paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak terjadinya
Keadaan Kahar, dengan menyertakan salinan pernyataan
Keadaan Kahar yang dikeluarkan oleh pihak/instansi yang
berwenang
3. Tidak termasuk Keadaan Kahar adalah hal-hal merugikan
yang disebabkan oleh perbuatan atau kelalaian para pihak
Pelaksanaan Kontrak
Keadaan Kahar
4. Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang diakibatkan oleh
terjadinya Keadaan Kahar tidak dikenakan sanksi
5. Setelah terjadinya Keadaan Kahar, para pihak dapat
melakukan kesepakatan, yang dituangkan dalam perubahan
Kontrak

Contoh: Keadaan Kahar dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa antara


lain namun tidak terbatas pada: Bencana alam, bencana non alam,
bencana sosial, pemogokan, kebakaran, gangguan industri lainnya
sebagaimana dinyatakan melalui keputusan bersama Menteri Keuangan
dan menteri teknis terkait
Pelaksanaan Kontrak
Ketentuan Penyelesaian Pekerjaan
1. Dilakukan serah terima setelah pekerjaan selesai 100%
2. Pekerjaan konstruksi dan jasa lainnya yang membutuhkan
masa pemeliharaan, serah terima akhir dilakukan setelah
selesai masa pemeliharaan
3. Lamanya masa pemeliharaan:
Paling sedikit enam bulan untuk pekerjaan permanen
(umur rencana > 1 tahun)
Paling sedikit tiga bulan untuk pekerjaan semi permanen
(umur rencana < 1 tahun)
4. Masa pemeliharaan dapat melewati tahun anggaran
PEMBELIAN
SECARA ELEKTRONIK
Konsepsi E-Purchasing
1. Pengadaan barang/jasa pemerintah dapat dilakukan secara elektronik
dengan cara E-Tendering atau E-Purchasing.

2. E-Purchasing merupakan tatacara pembelian barang/jasa melalui


sistem katalog elektronik (E-Catalogue) yang diselenggarakan oleh
LKPP.

3. Aplikasi E-Purchasing merupakan aplikasi perangkat lunak Sistem


Pengadaan (Pembelian) Secara Elektronik (SPSE) yang berbasis web,
terpasang di server LPSE, dapat diakses melalui website LPSE, dan
disediakan oleh LKPP.

4. Kementerian/Lembaga/Daerah/Instansi dapat melaksanakan


pengadaan dengan cara E-Purchasing terhadap barang/jasa yang telah
tercantum dalam E-Catalogue sebagai alternatif proses pengadaan.
Konsepsi E-Purchasing
5. Terhadap proses pengadaan barang/jasa yang sudah diumumkan atau
berlangsung sebelum E-Catalogue diterbitkan, maka proses pengadaan
dilanjutkan sampai selesai. Apabila proses pengadaan tersebut dinyatakan
gagal, maka dapat dilanjutkan dengan E-Purchasing.

6. Kewajiban melakukan epurchasing dikecualikan untuk (Perka 6 Th 2016):


a. Barang/Jasa belum tercantum dalam e-Catalogue
b. Spesifikasi teknis barang/jasa pada e-Catalogue tidak sesuai dengan
yang dibutuhkan oleh K/L/D/I;
c. Penyedia barang/jasa tidak menanggapi pesanan, kebutuhan terhadap
barang/jasa tersebut mendesak dan tidak dapat ditunda lagi
d. Penyedia barang/jasa tidak mampu menyediakan barang dalam jangka
waktu yang ditentukan dalam rencana pelaksanaan pengadaan karena
kelangkaan ketersediaan barang (stock)
e. Penyedia barang/jasa tidak mampu melayani pemesanan barang/jasa
karena keterbatasan jangkauan layanan;
Konsepsi E-Purchasing
f. Penyedia barang/jasa tidak dapat menyediakan barang/jasa sesuai
dengan jangka waktu yang telah ditetapkan setelah Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK)/Pejabat yang ditetapkan oleh Pimpinan Institusi
menyetujui pesanan barang/jasa;
g. Penyedia barang/jasa dikenakan sanksi administratif berupa
penghentian sementara dalam sistem transaksi e-Purchasing; dan/atau
h. Harga Katalog Elektronik pada komoditas online shop dan hasil
negosiasi harga barang/jasa melalui e-Purchasing untuk komoditas
online shop pada periode penjualan, jumlah, merek, tempat, spesifikasi
teknis,dan persyaratan yang sama, lebih mahal dari harga barang/jasa
yang diadakan selain melaluie-Purchasing.
E-Lelang Cepat

K/L/D/I dapat melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa


selain melalui E-Purchasing dengan melalui e-Lelang
Cepat apabila :
1. total volume kontrak sudah terpenuhi, dan Penyedia Barang/Jasa
tidak bersedia menambah volume kontrak;
2. pemesanan baru ditolak oleh Penyedia Barang/Jasa;
3. barang sudah tidak diproduksi lagi; atau
4. satu-satunya Barang/Jasa dalam Katalog Elektronik sedang
dikenakan sanksi penghentian sementara dalam sistem transaksi
E-Purchasing atau penurunan pencantuman dari Katalog
Elektronik
Alur Data Pengadaan Kemenkeu

Paket Lelang/Seleksi

SIMAPAN SPSE

RUP Update Realisasi

Manajemen
Kontrak
SIMPeL
Manajemen
Vendor
Paket Pengadaan Langsung

Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik


Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan
Modul Aplikasi SIMAPAN

Rencana Manajemen Manajemen


Pengadaan Kontrak Vendor
Mengumumkan Realisasi Penilaian
RUP Pengadaan Kinerja
Update Paket Penyedia
Barang/Jasa

Data Paket Data Kontrak Data Penyedia

KPA / Operator PPK PPK

Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik


Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan
KEMENTERIAN KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
Manajemen Database

Manajemen database harga hasil pengadaan langsung :


a. database harga barang per jenis barang, per merk, per daerah, per
periode berdasarkan referensi kategori dan kode barang/jasa
b. Pemeliharaan data referensi tersebut dilakukan secara periodik
sehingga selalu terupdate sesuai kebutuhan
c. Analisis dan reporting disusun berdasarkan klasifikasi per kategori
barang/jasa

PUSAT LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK 65


SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN KEUANGAN
KEMENTERIAN KEUANGAN
Manajemen Database
REPUBLIK Penyedia
INDONESIA
Pengadaan Langsung
a. Database penyedia pengadaan langsung diklasifikasi berdasarkan bidang
usaha, subbidang usaha, lokasi (provinsi, kabupaten, alamat).
b. Database penyedia pengadaan langsung menyajikan data pengalaman
dan dokumen perusahaan penyedia (SIUP, SIUJK, NPWP, TDP, Domisili,
Kepemilikan Saham, Kepengurusan, Kewajiban Perpajakan).
c. Database penyedia pengadaan langsung dapat digunakan sebagai
referensi bagi PPK dan Pejabat Pengadaan dalam pelaksanaan
pengadaan langsung.
d. Bagi penyedia sebagai sarana promosi tidak langsung bagi
perusahaannya.

PUSAT LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK 66


SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN KEUANGAN
KEMENTERIAN
REGISTRASIKEUANGAN
USER
REPUBLIK INDONESIA

Kepala Satuan Kerja/KPA menunjuk admin satker . (Format/template surat


penunjukan dapat didownload di menu info untuk satker.
Admin satker melakukan registrasi online dan melengkapi isian form
pendaftaran.
User ID dan password admin satker diaktifkan oleh admin agency (LPSE
Pusat/Daerah).
Admin satker dapat
mengupdate data profil satker,
membuat user id PPK, Pejabat Pengadaan, PPHP.
Verifikasi offline dan approval penyedia.

PUSAT LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK 67


SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN KEUANGAN
KEMENTERIAN KEUANGAN
VERIFIKASI PENYEDIA
REPUBLIK INDONESIA

Proses Verifikasi Penyedia di Satker :


Verifikasi kesesuaian data pendaftaran yang diupload dengan asli dokumen.
Update status dokumen pendaftaran menjadi verified jika sudah sesuai
dengan aslinya.
Aktifkan akun penyedia.
Upload file dokumen verifikasi penyedia ke dalam sistem.
Kirim berkas dokumen verifikasi ke admin agency LPSE di provinsi masing-
masing untuk diarsipkan.

PUSAT LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK 68


SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN KEUANGAN
KEMENTERIAN KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

Fitur Document Management (Barang dan Jasa Lainnya)


Dokumen Pengadaan

PUSAT LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK 69


SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN KEUANGAN
KEMENTERIAN KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

Fitur Document Management


Arsip Berita Acara dan Dokumen Lainnya

PUSAT LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK 70


SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN KEUANGAN
KEMENTERIAN KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

Fitur Document Management

PUSAT LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK 71


SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN KEUANGAN
INOVASI TERBARU PUSAT LPSE
1. LPSE KEMENKEU MOBILE
Aplikasi yang menyediakan akses sistem aplikasi dan informasi pengadaan melalui smart
phone berbasis android.
Diunduh di google playstore.
Fitur LPSE Kemenkeu Mobile :
SIMAPAN,SPSE 3.6, SPSE 4, SIMPeL, Katalog, Report SPSE, dan Report SIMPeL.
LPSE News menayangkan berita seputar pengadaan dan Pusat LPSE.
Social Media (facebook, twitter, instagram Pusat LPSE).
Youtube akun resmi Pusat LPSE (menayangkan video tutorial aplikasi dan profil Pusat
LPSE).
Akses kontak telepon dan email helpdesk Pusat LPSE.
Rencana Pengembangan LPSE Kemenkeu Mobile:
Fitur Notifikasi
Pengembangan pada platform iOS dan upload ke App Store

Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik


Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan
INOVASI TERBARU PUSAT LPSE
2. SMS INFO LELANG
Informasi mengenai lelang secara otomatis melalui SMS.
Latar belakang : Masih terdapatnya beberapa jadwal lelang yang terlewat,
ujuan : Meminimalisir jadwal/tahapan lelang yang terlewat, dan memperkecil
resiko sanggah.
SMS Reminder untuk jadwal lelang yang kritikal (tahap penjelasan, evaluasi,
penetapan pemenang, masa sanggah) kepada Ketua Pokja ULP.
SMS dikirim 2 kali, yaitu 30 menit sebelum tahap lelang dimulai dan 30 menit
saat tahap lelang akan berakhir.
Sistem dirilis dan diimplementasikan untuk seluruh ketua Pokja ULP Kemenkeu
dan K/L/D/I yang bekerjasama

Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik


Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan
INOVASI TERBARU PUSAT LPSE
Rencana Pengembangan SMS Info Lelang V.2:
Penambahan penerima SMS, yaitu Sekretaris Panitia/Pokja ULP, serta PPK untuk
tahap SPPBJ dan Penandatanganan Kontrak.
SMS Masking Sender memunculkan nama pengirim SMS (LPSEKemenkeu)

SMS Info Lelang V.1

Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik


Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan
Penyelesaian Tagihan Pihak Ketiga
Pihak
Bendahara
Ketiga/Penerima PPK PPSPM KPPN
Pengeluaran
Hak

Perjanjian / 1 Perjanjian / 2 Perjanjian /


kontrak/kep kontrak/kep kontrak

Pencatatan

3
Tagihan Tagihan
SPM-LS SPM-LS

4a
4b
SPP-LS SPP-LS

SPBy SPBy

Rp. SP2D-LS
Kementerian Keuangan
Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
Disusun oleh Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan
Bambang Sancoko