Anda di halaman 1dari 22

REGULASI GEN PADA

PROKARIOT
Oleh:
Firman Aji Pamasyah
Ira Lahfah
Ludfi Rachma F
REGULASI GEN PADA PROKARIOT
Hewan prokariotik memilki kemampuan adaptasi tinggi pada
beberapa kondisi lingkungan tertentu, hal ini dikarenakan
kemampuan unuk mengaktifkan dan menonaktifkan ekspresi
gen tertentu sesuai dengan perubahan lingkungan.
Ekspresi gen pada prokariota diatur pada beberapa tingkat
yang berbeda: transkripsi, pengolahan mRNA, dan translasi,
namun mekanisme regulasi dengan efek terbesar pada
tindakan fenotipe di tingkat transkripsi. Gen yang
menentukan produk gen seperti molekul tRNA dari jenis ini
terus-menerus diekspresikan di kebanyakan sel secara
konstitutif disebut sebagai gen konstitutif.
Gen ini menyebabkan organisme memiliki mekanisme sendiri
untuk proses mengontrol ekspresi gennya.
GEN INDUKSI DAN REPRESI
Gen induksi merupakan Gen represi merupakan
proses pengaktifan gen proses penonaktifan gen
untuk merespon sintesis internal yang
substansi dilingkungan. misalnya berfungsi
Gen yang mengkodekan menghasilkan molekul
enzim yang terlibat dalam internal tertentu. Gen
jalur katabolik sering yang mengkodekan enzim
diekpresikan hanya yang terlibat dalam jalur
dengan adanya substrat anabolik biasanya
dari enzim; ekspresi dimatikan dengan adanya
mereka bisa diinduksi. produk akhir dari jalur;
ekspresi mereka tertekan
INDUKSI DAN REPRESI SINTESIS
ENZIM PADA E.Coli
KONTROL POSITIF DAN NEGATIF
Kontrol positif merupakan kontrol untuk
mengaktifkan ekspresi gen struktural yang
memiliki gen regulator positif
berupa aktivator. Sedangkan kontrol
negatif merupakan kontrol untuk
menonaktifkan ekspresi gen struktural yang
memiliki gen regulator positif
berupa represor.
MODEL OPERON
Dalam prokariota, gen dengan fungsi terkait sering terjadi
pada unit yang diatur secara ordinat yang disebut operon.
Model operon, mekanisme kontrol negatif, menjelaskan
tentang regulasi gen yang dibutuhkan untuk pemanfaatan
laktosa di E. Coli. Jacob dan Monod mengusulkan bahwa
transkripsi satu set gen struktural bersebelahan diatur oleh
dua pengendalian elemen. Salah satu elemen, gen represor,
mengkodekan represor, yang mengikat elemen kedua,
operator.
Setiap operon berisi satu set gen struktural bersebelahan,
promotor (situs pengikat untuk RNA polimerase), dan
operator (situs pengikat untuk protein pengatur yang disebut
represor). Ketika represor terikat pada operator, RNA
polimerase tidak dapat mentranskripsikan gen struktural di
operon. Bila operator bebas dari represor, RNA polimerase
dapat mentranskip operon.
MODEL OPERON
MODEL OPERON
INDUKSI
MODEL OPERON
REPRESI
Lac, Sebuah Operon yang Dapat
Diinduksi
gen struktural z
mengkode enzim
-galaktosidase
gen struktural y
mengkode enzim
-galaktosidase
permease
gen struktural a
mengkode enzim
-galaktosidase
transasetilase
Lac Operon

Lac operon terdiri dari 3 gen struktural z, y dan a


ditambah promoter (P), dan operator (O)
Gen regulator (i) berdampingan dengan operon dan
memiliki promotor sendiri (P(i))
Lac Promoter
Lac Promoter sebenarnya mengandung
Komponen fungsional yang berbeda:
1. Situs pengikat RNA polimerase
2. situspengikat lain untuk mengikat protein lain
yang disebut Protein aktivator katabolit
(disingkat CAP)
Enzim -galaktosidase

Mengkonversi laktosa menjadi lac operon


inducer allolactosa
Memecah laktosa untuk menghasilkan
glukosa dan galaktosa
Merozygote

Sel F '
merozygote
Diploid sebagian
Mutasi gen yang terjadi pada lac
Operon
i+= membentuk represor z-= tidak dapat mengkode -
normal galaktosidase
i-= membentuk represor y+= mengkode -galaktosidase
nonfungsional permease
i-s=memodifikasi represor y-= tidak dapat mengkode -
i-d= muncul sebagai hasil galaktosidase permease
ketidakmampuan dari a+= mengkode mengkode -
heteromultimers galaktosidase transasetilase
o+= dapat mengikat represor a-= tidak dapat mengkode
o-= tidak dapat mengikat mengkode -galaktosidase
represor transasetilase
oc= tidak terdapat operator
z+= megkode -galaktosidase
Dapat atau tidak memanfaatkan
Laktosa
Merozygote yang memiliki genotipe F i+ o+ z+ y+ a+
/ i+ o+ z- y- a- atau dari genotip i+ o+ z- y- a-/ i+ o+ z+ y+
a+ dapat diinduksi untuk dapat memanfaatkan
laktosa sebagai sumber karbon
Merozygotes yang memiliki genotip F i+ o+ z+ y+ a+
/ i- o+ z- y- a- atau genotip F i+ o+ z- y-a- / i- o+ z+ y+ a+
merozygote dari genotip F i+ oc z- y- a- / i+ o+ z+ y+ a+
dapat diinduksi untuk dapat memanfaatkan
laktosa sebagai sumber karbon
genotip merozygot F i+ oc z+ y+a+ / i+ o+ z- y-a-
mensitesis enzim tersebut secara terus menerus
trp, Sebuah Operon Repressible
Operon trp dari E. Coli adalah operon represibel
yang sudah diketahui.
Operon trp represor merupakan produk dari gen
trpR, yang tidak terkait dekat dengan operon trp.
(fig. 14.5)
Tryptophan tidak ada = RNA polimerase mengikat
daerah promoter dan mentranskrip struktural
gen dari operon.
Tryptophan ada = co-repressor/repressor akan
mengikat daerah operator dan mencegah RNA
polimerase mengikat promoter.
Penambahan tryptophan ke medium
menyebabkan berkurangnya produk dari
struktur gen operon trp .
Hal ini terjadi oleh tryptophan-mediated yang
berhenti pada transkripsi trpL (mRNA leader)
daerah di operon.
Kontrol Positif Operon lac Oleh CAP
dan AMP Siklis
Catabolite repression (efek glukosa) adalah
fenomena glukosa yang mencegah induksi
operon lac.
Represi katabolisme operon lac dikenal
sebagai media kontrol positif transkripsi oleh
protein regulator yang disebut CAP dan
molekul efektor kecil yang dinamakan AMP
siklis.
Promoter lac mengandung dua titik pelekatan
yang terpisah, yaitu satu untuk RNA
polimerase, dan satunya untuk CAP-cAMP
kompleks.
CAP berfungsi sebagai dimer yang multimerik
pada daerah fungsionalnya.
cAMP berperan sebagai molekul efektor yang
menggabungkan CAP pada saat transkripsi
operon lac.
Konsentrasi tinggi glukosa dapat menurunkan
konsentrasi intraselular cAMP.
Tidak ada cAMP atau dengan konsentrasi
rendah cAMP menyebabkan CAP dan
promoter lac tidak berikatan, maka RNA
polimerase tidak dapat berikatan dengan
promoter lac.
Thank you ^^