Anda di halaman 1dari 58

Penulisan Unsur Serapan

&
Pemakaian Tanda Baca
Angga Perdana Kusuma
Reni Davina
(Kelompok 4)
Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan
sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.
Kaidah bahasa Indonesia di antaranya meliputi :
ejaan
kaidah penggunaan dan
penulisan huruf
penggunaan tanda baca
penulisan kata
penulisan unsur serapan
pelafalan huruf
Ejaan yang berlaku di Indonesia sekarang dinamakan Ejaan Yang
Disempurnakan (EYD), yang selama ini penggunaannya sering tidak
sesuai dengan kaidah yang berlaku.
Dalam perkembangannya bahasa Indonesia
menyerap unsur dari berbagai bahasa lain.Dilihat
dari taraf penyerapannya ada tiga macam kata
serapan, yaitu:
Kata asing yang sudah diserap sepenuhnya kedalam
bahasa Indonesia.
Kata asing yang dipertahankan karena sifat
keinternasionalannya, penulisan dan pengucapan
masih mengikuti cara asing.
Kata asing yang berfungsi untuk memperkaya
peristilahan, ditulis dengan EYD.
Penyesuaian Ejaan Kata Serapan

Penyesuaian ejaan unsur serapan


dilakukan dengan kaidah yang sudah baku.
Kurang lebih terdapat 53 jenis yang perlu
diperhatikan.
Pada slide berikut ini beberapa kasus
penulisan yang perlu mendapat perhatian.
Kata Asing Kata Baku
Aquarium Akuarium
Caustic Kaustik
Hydraulic Hidraulik
Pharmacology Farmakologi
Physiology Fisiologi
Quality Kualitas
Pemakaian Tanda Baca
Tanda Titik
Kaidah-kaidah pemakaian tanda titik
yang harus diperhatikan adalah sebagai
berikut :
Tanda titik digunakan pada akhir kalimat yang
bukan pertanyaan atau seruan.
Misalnya:
Ibu saya tinggal di Kabanjahe.
Saya lahir di Linggajulu.
Tanda titik digunakan pada akhir
singkatan nama orang.
Misalnya:
S.Takdir Alisyahbana
Nur St. Iskandar
A.A. Panji Tisna
B.J. Habibie
Tanda titik digunakan pada akhir
singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan
sapaan.
Misalnya:
Prof. Profesor
Dr. Doktor
Drs. Dotorandus
Tanda titik digunakan pada singkatan kata
atau ungkapan yang sudah sangat umum.
Pada singkatan terdiri atas tiga huruf atau
lebih hanya di pakai satu tanda titik.
Misalnya:
a.n atas nama
dkk. dan kawan-kawan
dll. dan lain-lain
dsb. dan sebagainya
dst. dan seterusnya
gmb. gambar
Tanda titik digunakan dibelakang angka atau huruf
dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
Misalnya:
1. Tinjauan Umum
1.1 Keterampilan Berbahasa
1.1.1 Hubungan antara Menyimak dan Berbicara
1.1.2 Hubungan antara Menyimak dan
Membaca
1.1.3 Hubungan antara Berbicara dan Membaca
Tanda titik digunakan untuk memisahkan
angka jam, menit dan detik yang
menunjukan waktu.
Misalnya :
Pukul 1.25.10 (pukul 1 lewat 25 menit 10
detik)
Pukul 12.15.25 (pukul 12 lewat 15 menit
25 detik)
Pukul 9.10.6 (pukul 9 lewat 10 menit 6
detik)

Tanda titik digunakan untuk memisahkan


angka jam, menit dan detik yang
menunjukan jangka waktu.
Misalnya :
4.15.10 jam (4 jam 15 menit 10 detik)
15.40.17 jam (15 jam 40 menit 17
detik)
8.17.12 jam (8 jam 17 menit 12 detik)
Tanda Koma
Tanda koma digunakan di antara unsur-
unsur dalam suatu pemerincian atau
pembilangan.
Misalnya:
Nenek , kakek , ayah, ibu, paman, bibi,
kakak, adik, dan seluruh kaum kerabat
berkumpul menyambut kedatangan saya
dari Negeri Belanda.
Ibu membeli beras, gula, minyak, tepung
terigu, kacang, dan garam.
Tanda koma digunakan untuk memisahkan
kalimat setara yang satu dari kalimat setara
berikutnya, yang didahului oleh kata tetapi atau
melainkan.
Misalnya :
Dia ingin sekali membeli sawah itu, tetapi
uangnya belum cukup.
Bukan kamu yang saya suruh ke sawah, tetapi
kakakmu.
Marganya bukan Sembiring, melainkan Tarigan.
Tanda koma digunakan untuk memisahkan anak
kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat,
tersebut mendahului induk kalimatnya.
Misalnya :
Kalau ada waktu, saya akan datang
mengunjungi nenek ke Kabanjahe.
Karena harta dan uang, orang bisa lupa
daratan.
Kalau kamu rajin belajar, kamu pasti lulus ujian
nanti.
Tanda koma digunakan di belakang kata atau
ungkapan penghubung antarkalimat yang
terdapat pada awal kalimat, termasuk di
dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula,
meskipun begitu, dan akan tetapi.
Misalnya :
Jadi, jelaslah bahwa masalahnya tidak serumit
yang kita bayangkan semula.
Oleh karena itu, kamu sekalian harus rajin
belajar sejak sekarang.
Lagi pula, mengapa kamu harus mecampuri
urusan orang lain.
Tanda koma digunakan di belakang kata-kata seperti
o, ya, wah, aduh,kasihan, yang terdapat pada awal
kalimat.
Misalnya :
O, masa dia mau berbuat begitu kepada
tetangganya?
Ya, nasib sudah begitu!
Wah, bukan main kejamnya pembunuhan itu!
Aduh, tak kusangka kau yang mencuri uang itu!
Tanda koma digunakan untuk memisahkan
petikan langsung dari bagian dalam kalimat.
Misalnya :
Kirim kabar kalau kamu telah tiba di
Medan,kata ayah.
Sungguh saya tidak mengira,kata kakak,
Bahwa dia tega menipu kamu.
Tanda koma benar-benar di antara (a) nama dan
alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat dan
tanggal, dan (d) nama tempat dan wilayah atau
negeri yang ditulis berurutan.
Misalnya:
Iparanda Masa Sinulingga, Jalan Bayangkara 5,
Kabanjahe, Tanah Karo, Sumatera Utara.
Surat-surat permohonan harap dialamatkan
kepada Dekan Fakultas Pendidikan dan Seni,
Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jalan Dr.
Setiabudi 229, Bandung.
Tanda koma digunakan untuk memisahkan
bagian nama yang dibalik susunannya dalam
daftar pustaka.
Misalnya:
Tarigan, Hendri Guntur. 1975. Morfologi
Bahasa Simalungun. Jakarta: Fakultas Sastra
Universitas Indonesia (disertasi).
Joustra, M. 1907. Karo-Bataksh
Woordenboek. Leiden: E.J.Brill.
Tanda koma digunakan diantara tempat
penerbitan ,nama penerbit, dan tahun
penerbitan.
Misalnya:
Anceaux,J.C.The Nimboran Language. S
Gravenhage: Martinus Nyhoff, 1965.
Bloomfield, Leonard, Language. London:
George Allen & Unwin Ltd, 1955.
Tanda koma digunakan diantara nama
orang dan gelar akademik yang
mengikutinya, untuk membedakan dari
singkatan nama keluarga atau marga.
Misalnya:
Kristian Tarigan, S. Th
Prof. Dr. A. Sanusi, M. P.A
Tanda koma digunakan didepan angka
persepuluhan dan diantara rupiah dan
sen, dalam bilangan.
Misalnya:
75,25 kg
7,15 cc
Rp 420,80
Tanda koma digunakan untuk mengapit
keterangan tambahan dan keterangan
aposisi.
Misalnya:
Pamannya, Pak Rahadi, telah pindah
rumah bulan lalu.
Di tanah Karo, umpamanya, harga
sebuah nanas hanya Rp 150,00.
Tanda koma tidak digunakan untuk
memisahkan petikan langsung dari bagian
lain dalam kalimat apabila petikan langsung
tersebut berakhir dengan tanda tanya atau
tanda seru, dan mendahului bagian lain
dalam kalimat itu.
Misalnya:
Siapa nama anak ini? tanya ibu.
Saya tidak mau masuk!
Mengapa kamu terlambat tiap hari?
tanya guru
Tanda Titik Koma
Tanda tiitik koma digunakan untuk
memisahkan bagian-bagian kalimat yang
sejenis dan setara.
Misalnya:
Malam makin larut; pekerjaan belum
selesai juga.
Tanda titik koma dapat dipakai sebagai
pengganti kata penghubung untuk
memisahkan kalimat yang setara didalam
kalimat majemuk.
Misalnya:
Kakak memasak di dapur; saya menyapu
halaman; adik saya sedang mandi; ayah
menulis di meja; ibu sedang asik
menyirami bunga-bungannya; nenek
memakan sirih dikamar.
Tanda Titik Dua
Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu
pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian
atau pemerian.
Misalnya:
Kita sekarang memerlukan perabot
rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.
Fakultas itu mempunyai dua jurusan:
Ekonomi Umum dan Ekonomi
Perusahaan.
Akan tetapi, tanda titik dua tidak dipakai
bila rangkaian atau pemerian itu
merupakan pelengkap yang mengakhiri
pernyataan.
Misalnya:
Kita memerlukan meja, kursi, dan lemari.
Fakultas itu mempunyai jurusan Ekonomi
Umum dan Ekonomi Perusahaan.
Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau
ungkapan yang memerlukan pemerian.
Misalnya:
Ketua : Candra Rezana
Wakil Ketua : Sulistyawati
Sekretaris : Aditya
Bendahara : Jaka Respati
Tanda titik dua di pakai dalam teks drama
sesudah kata yang menunjukan pelaku
dalam percakapan.
Misalnya:
Ibu :Bawa jaket kesayangan ayahmu,
Ton!
Anton :Baik, Bu.
Tanda titik dua dipakai (1) di antara jilid
atau nomor dan halaman, (2) di antara bab
dan ayat dalam alkiitab suci, atau (3) di
antara judul dan amak judul suatu
karangan.
Misalnya:
Terampil Berbahasa Indonesia 2: 72
Surah Yasin: 9
Bahasa Indonesia: Kedudukan Fungsinya
Tanda Hubung
Tanda hubung dipakai untuk menyambung (1)
suku-suku kata atau imbuhan yang terpenggal
dalam pergantian baris, (2) menyambung
unsur-unsur kata ulang, dan (3) menyambung
bagian-bagian tanggal.
Misalnya:
Ayahnya suka mem-
baca berita olahraga.
Mereka menari-nari dihalaman sekolah.
Tanda hubung dipakai untuk mempelajari
hubungan bagian kata atau ungkapan.
Misalnya:
Meng-ukur (dari kata dasar ukur)
Me-ngukur (dari kata dasar kukur)
Ber-evolusi (dari kata dasar evolusi)
Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (1) se-
dengan kata berikutnya yang dimulai dengan
huruf kapital, (2) ke- dengan angka, (3) angka
dengan an, dan (4) singkatan huruf kapital
dengan imbuhan atau kata.
Misalnya:
Pertandingan tinju se-Jawa Tengah sudah
dimulai.
Hadiah ke-3 diberikan kepadanya.
Penyair itu terkenal pada tahun 60-an.
Tanda Pisah
Tanda pisah dipakai untuk (1) membatasi penyisipan
kata atau kalimat yang memberikan penjelasan di
luar bangun kalimat, (2) menegaskan adanya aposisi
atau keterangan lain sehingga kalimat lebih jelas, (3)
dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang
berarti sampai dengan, atau di antara nama kota
yang berarti sampai atau ke.
Misalnya:
Keadilan dan kemakmuran itu saya yakin akan
tercapai - diperjuangkan oleh semua pihak.
Paijo Trondol memang namanya begitu amat
kaya.
Tanda Elipsi
Tanda elipsi dipakai dalam kalimat yang
terputus-putus.
Misalnya:
Kalau begitu ... ya, marilah kita bergerak.
Tanda elipsi menunjukan bahwa dalam suatu
kalimat atau naskah ada bagian yang
dihilangkan.
Misalnya:
Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti
lebih lanjut.
Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri
sebuah kalimat, perlu dipakai empat buat
titik; tiga buah untuk menandai
penghilangan teks dan satu menandai
akhir kalimat.
Misalnya:
Dalam tulisan, tanda baca harus
digunakan dengan hati-hati....
Tanda Tanya

Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat


tanya.
Misalnya :
Kapan ia berangkat?
Saudaramu tahu, bukan?
Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung
untuk menyatakan bagian kalimat
yang disangsikan atau yang kurang dapat
dibuktikan kebenarannya.
Misalnya :
Ia dilahirkan pada tahun 1683 (?)
Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang
Tanda Seru
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau
pernyataan yang berupa seruan atau perintah
yang menggambarkan kesungguhan,
ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang
kuat.
Misalnya :
Alangkah seramnya peristiwa itu!
Bersihkan kamar itu sekarang juga!
Merdeka!
Tanda Kurung
Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau
penjelasan.
Misalnya :
Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK
(Daftar Isian Kegiatan) kantor itu.
Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan
yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Misalnya :
Sajak tranggono yang berjudul Ubud (nama
tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun
1962.
Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang
kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
Misalnya :
Kata cocaine diserap kedalam bahasa Indonesia
menjadi kokain(a).
Pejalan kaki itu berasal dari (kota) Surabaya.
Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang
merinci satu urutan keterangan.
Misalnya :
Faktor produksi menyangkut masalah (a) alam,
(b) tenaga kerja, dan (c) modal.
Tanda Kurung Siku
Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau
kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada
kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain.
Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau
kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah
asli.
Misalnya :
Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.
Tanda kurung siku mengapit keterangan
dalam kalimat penjelas yang sudah
bertanda kurung.
Misalnya :
Persamaan kedua proses ini
(perbedaannya [lihat halaman 35-38]
tidak dibicarakan) perlu dibentangkan di
sini
Tanda Petik
Tanda petik mengapit petikan langsung
yang berasal dari pembicaraan dan naskah
atau bahan tertulis lain.
Misalnya :
Saya belum siap, kata Mira, tunggu
sebentar!
Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, Bahasa
negara ialah bahasa Indonesia.
Tanda petik mengapit judul syair,
karangan, atau bab buku yang dipakai
dalam kalimat.
Misalnya :
Bacalah Bola Lampu dalam buku Dari
Suatu Masa, dari Suatu Tempat.
Sajak Berdiri Aku terdapat pada
halaman 5 buku itu.
Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang
kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti
khusus.
Misalnya :
Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara
coba dan ralat saja.
Ia bercelana panjang yang di kalangan
remaja dikenal dengan nama cutbrai.
Tanda petik penutup mengikuti tanda baca
yang mengakhiri petikan langsung.
Misalnya :
Kata Tono, Saya juga minta satu.
Tanda baca penutup kalimat atau bagian
kalimat ditempatkan di belakang tanda petik
yang mengapit kata atau ungkapan yang
dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat
atau bagian kalimat.
Misalnya :
Karena warna kulitnya, Budi mendapat
julukan Si Hitam
Bang Komar sering disebut pahlawan, ia
sendiri tidak tahu sebabnya.
Tanda Petik Tunggal
Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun
di dalam petikan lain.
Misalnya :
Tanya Basri, Kau dengar bunyi kring-kring tadi?

Tanda petik tunggal mengapit makna, terjemahan,


atau penjelasan kata ungkapan asing. (Lihat
pemakaian tanda kurung, Bab V, Pasal J)
Misalnya :
Feed-back balikan
Tanda Garis Miring
Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan
nomor pada alamat dan penandaan masa tahun yang
terbagi dalam dua tahun takwim.
Misalnya :
No. 7/PK/1973
Jalan Kramat II/10
Tahun Anggaran 1985/1986
Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan,
atau tiap.
Misalnya:
Mahasiswa/mahasiswi
Harganya Rp 250,00/lembar
Tanda Penyingkat
Tanda penyingkat atau apostrof
menunjukan penghilangan bagian kata
atau bagian angka tahun.
Misalnya:
Ali kan kusurati (kan = akan)
1 Januari 88 (88 = 1988)
Simpulan

Kata serapan adalah kata yang berasal


dari bahasa asing atau bahasa daerah.
Dilihat dari taraf penyerapannya, penulisan
unsur serapan ada tiga, yaitu: kata asing,
kata asing yang dipertahankan karena sifat
keinternasionalannya, dan kata asing yang
berfungsi untuk memperkaya.
Penggunaan tanda baca sangat berarti dalam
bahasa tulisan, terutama dalam penulisan karya
ilmiah sangat penting untuk diperhatikan.
Banyak pengguna bahasa yang kurang
mengindahkan kaidah tanda baca, sehingga
tulisan yang disusunnya tidak mencapai sasaran.
Adanya penggunaan tanda baca yang tepat
dapat membantu pembaca memahami tulisan
dengan tepat.
Selesai
&
Terimakasih