Anda di halaman 1dari 14

KELOMPOK 4

-DIAH RAMADHANI .S
-NOVA DWI LESTARI
-MUFIDA
-INDAH
-ASMAUL HUSNA
Pencegahan penyakit adalah tindakan yang ditujukan
untuk mencegah, menunda, mengurangi, membasmi,
mengeliminasi penyakit dan kecacatan, dengan
menerapkan sebuah atau sejumlah intervensi yang
telah dibuktikan efektif (Murti 2010).
1. Tingkat Pencegahan Primer
2. Tingkat Pencegahan Sekunder
3. Tingkat Pencegahan Tersier
Sasaran pencegahan primer pada orang sehat dengan usaha
peningkatan derajat kesehatan (Health Promotion)yang
disebut juga pencegahan umum . Didasarkan pada
hubungan interaksi antar pejamu (host), penyebab (agent)
dan lingkungan serta proses kejadian penyakit. Sasaran
pencegahan tingkat pertama, yaitu mengurangi penyebab,
mengatasi/modifikasi lingkungan, meningkatkan daya
tahan host. Dan pencegahan khusus terhadap penyakit
tertentu (Spesific Protection) terutama ditujukan pada
pejamu atau penyebab untuk meningkatkan daya tahan
maupun untuk mengurangi resiko terhadap penyakit
tertentu
(1) Program eliminasi global cacar, sehingga tidak diperlukan
imunisasi cacar
(2) Penciptaan lingkungan bersih sehingga tidak diperlukan
pengabutan nyamuk Aedes agypti
(3) Program eliminasi garam dari semua makanan yang jika
tercapai sangat efektif untuk mencegah hipertensi.
Pencegahan tingkat pertama (primer) secara garis besar dapat
berupa pencegahan umum dan pencegahan khusus. Pencegahan
umum dimaksudkan untuk mengadakan pencegahan pada
masyarakat umum, contohnya pendidikan kesehatan
masyarakat dan kebersihan lingkungan. Sedangkan pencegahan
khusus ditujukan pada orang-orang yang mempunyai risiko
dengan melakukan imunisasi, misalnya imunisasi terhadap
diftheri, pertusis, tetanus, polio, dan hepatitis. (Budiarto, 2003)
Sasaran utama pencegahan sekunder pada mereka
yang baru terkena penyakit serta pengobatan yang
tepat. Dilakukan pada fase patologis dengan cara
mengetahui perubahan klinik atau fisiologis yang
terjadi pada awal penyakit, masa sangat awal kelainan
klinik. Tujuan pencegahan tingkat kedua ini antara
lain mencegah meluasnya penyakit/terjadinya wabah
pada penyakit menular, menghentikan proses penyakit
lebih lanjut dan mencegah komplikasi.
Pada ibu hamil yang sudah terdapat tanda tanda anemia
diberikan tablet Fe dan dianjurkan untuk makan makanan
yang mengandung zat besi
Mencari penderita dalam masyarakat dengan jalan
pemeriksaan . Misalnya pemeriksaan darah, rontgent paru.
Mencari semua orang yang telah berhubungan dengan
penderita penyakit menular (contact person) untuk diawasi
agar bila penyakitnya timbul dapat segera diberikan
pengobatan.
Melaksanakan skrining untuk mendeteksi dini kanker.
Pencegahan tersier ini dilakukan pasca sakit untuk
membatasi kecatatan sehingga tidak menjadi tambah
cacat, dan melakukan rehabilitasi dari mereka yang
punya cacat atau kelainan akibat penyakit. Pada
keadaan ini kerusakan patologis sudah bersifat
irreversible.
Contoh pencegahan tersier adalah rehabilitasi
penyakit jantung
Sesuai dengan konsep rehabilitasi dini maka bagi
penderita pasca serangan jantung dan pasca bedah
jantung tanpa komplikasi akan dilaksanakan program
latihan sedini mungkin. Penderita akan didatangi tim
rehabilitasi untuk menjelaskan maksud latihan yang
akan dilaksanakan
1. * Pencegahan Primer bertujuan untuk mengurangi
insiden penyakit dengan cara mengendalikan penyebab
penyakit dan faktor risikonya.
2. * Pencegahan Sekunder bertujuan untuk menghentikan
proses penyakit lebih lanjut dan mencegah komplikasi
3. * Pencegahan Tersier bertujuan untuk menurunkan
kelemahan dan kecacatan, memperkecil penderitaan dan
membantu penderita-penderita untuk melakukan
penyesuaian terhadap kondisi yang tidak dapat diobati
lagi
Health Specific Early Disability rehabilitatio
promotion protection diagnosis limitation n

Pre-pathogenesis Phase Pathogenesis Phase


(Fase sebelum sakit) (Fase sakit)

Secondary
Primary Prevention Prevention Tertiary Prevention
(pencegahan primer) (pencegahan (pencegahan tersier)
sekunder)
KELOMPOK 4