Anda di halaman 1dari 45

Oleh : Andriyani

Nia Siti Kurniasih


Menyapa ibu dan menjelaskan bahwa tujuan
pemeriksaan adalah untuk mengetahui apakah
ada kelainan/ masalah pada bayi ibu.
Meminta persetujuan orangtua/wali anak.
Memastikan ruang hangat, bersih dan nyaman,
cukup cahaya dan ventilasi.
Persiapan alat : formulir MTBM/ buku catatan/
status bayi, sabun cuci, handuk kecil, sarung
tangan (jika perlu), timbangan bayi, thermometer,
stetoskop, jam, senter.
Persiapan Bidan : mencuci tangan sesuai
prosedur.
Menanyakan kapan bayi lahir, ditolong siapa, apakah
ada kesulitan dalam proses melahirkan, apakah ada
masalah setelah bayi lahir
Menanyakan bagaimana keadaan kesehatan bayi
saat ini
Menanyakan apakah ada masalah seperti apakah
ada masalah dalam proses menyusui.
Tanyakan apakah ada masalah lainnya.
Memeriksa keadaan umum
Memeriksa tanda-tanda vital
Menimbang berat badan dan mengukur panjang
badan, lingkar kepala, lingkar dada.
Memeriksa kepala
Memeriksa telinga
Memeriksa hidung dan mulut
Memeriksa leher
Memeriksa dada
Memeriksa bahu, lengan dan tangan
Memeriksa perut
Memeriksa kelamin laki-laki
Pada kelamin perempuan
Tungkai dan kaki
Memeriksa kelainan bentuk pada punggung dan
anus.
Mencuci tangan kembali.
Membuat analisa dari hasil anamnesa dan
pemeriksaan fisik apakah bayi normal.
Membuat analisa dari hasil anamnesa dan
pemeriksaaan fisik apakah bayi normal dengan
masalah.
Membuat analisa dari hasil anamnesa dan
pemeriksaan fisik bayi tidak normal dengan
penyakit/ kelainan/ kegawatdaruratan.
Menjelaskan pada ibu hasil pemeriksaan.
Menasehati ibu tentang pemberian makan pada
bayi, mempertahankan kehangatan tubuh bayi,
mencegah kecelakaan, mencegah infeksi, pola
eliminasi dan tanda bahaya.
Memberikan intervensi sesuai masalah yang
ditemukan.
Menjadwalkan kunjungan berikutnya
Melakukan rujukan jika ditemukan kelainan/
penyakit/ kegawatdaruratan pada neonatus.
Mencatat semua hasil asuhan yang diberikan dan
menyimpan catatan tersebut.
Oleh : Andriyani
Nia Siti Kurniasih
Program Studi : D-IV Kebidanan
Nama Mata Kuliah : Metodik Khusus
Pembelajaran Kebidanan
Pemempatan : Semester I
Jumlah SKS : 4 SKS (T2/P2)
Pokok Pembahasan : Melakukan Pemeriksaan
Fisik Bayi Baru Lahir
Waktu : 45 Menit (sesuaikan
dengan SKS)
Nama Dosen : Hj. Sri Bandini, SST, M.
M.Kes
1. Bobak. Keperawatan Maternitas. Penerbit Buku
Kedokteran EGC. Jakarta.2005. Hal 394-403
2. Johnson, Ruth. Buku Ajar Praktik Kebidanan. Penerbit
Buku Kedokteran EGC. Jakarta.2005. Hal 263-273
3. Henderson, Christine. Buku Ajar konsep Kebidanan.
Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 2006. Hal 385-
390
4. Saifuddin, Abdul Bari. Buku Ajar Nasional Pelayanan
Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Nasional. Jakarta. 2005. Hal 136-138
5. Saifuddin, Abdul Abdul Bari. Buku Ajar Nasional
Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Nasional. Jakarta. 2002. Hal N30-
N34
Setelah mengikuti praktikum, mahasiswa mampu
melakukan pemeriksaan fisik pada Bayi Baru Lahir
dengan benar sesuai daftar tilik.
Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir pada usia
kehamilan 37-42 minggu dan berat badannya 2.500-4.000
gram. (Dewi Lia, 2010)
Pemeriksaan Bayi Baru Lahir merupakan salah satu hal
yang harus dikerjakan dalam rangkaina pengumpulan data
dasar (pengkajian data) pada bayi baru lahir sebagai dasar
dalam menentukan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir.
Dalam melakukan pemeriksaan ini sebaiknya bayi dalam
keadaan telanjang di bawah lampu terang, sehingga bayi
tidak mudah kehilangan panas.
Tujuan pemeriksaan fisik secara umum pada bayi
adalah menilai keadaan umum bayi, menentukan
status adaptasi atau penyesuaian kehidupa intrauteri
ke dalam kehidupan ekstrauteri, dan mencari
adanya kelainan/ ketidaknormalan pada bayi baru
lahir.
1. Baca dan pelajari lembaran kerja yang tersedia.
2. Siapkan alat dan bahan secara lengkap sebelum
tindakan dimulai.
3. Perhatikan dan ikuti petunjuk Dosen.
4. Tanyakan pada Dosen bila terdapat hal-hal yang
kurang dimengerti atau dipahami.
5. Letakan peralatan pada tempat yang mudah
dijangkau.
1. Susun alat secara ergonomis dan letakan peralatan
pada tempat yang mudah dijangkau.
2. Pastikan semua peralatan, perlengkapan dan bahan-
bahan tersedia dan berfungsi dengan baik.
3. Pakailah peralatan sesuai fungsinya.
4. Perhatikan keadaan pada bayi baru lahir.
5. Pusatkan perhatian pada pekerjaan dan keadaan
bayi.
6. Lakukan tindakan resusitasi dengan hati-hati, sesuai
standar/daftar tilik, cepat dan tepat karena dapat
mempengaruhi keberhasilan tindakan.
7. Untuk Bidan terapkan prinsip pencegahan infeksi.
1. Metlin
2. Timbangan bayi dan alasnya
3. Stetoskop
4. Handschoone 1 pasang
5. Pakaian bayi, popok dan kain bedong
6. Kapas mata
7. Bengkok
8. Senter/ Penlight
9. Larutan klorin
10.Buku catatan dan alat tulis
Siapkan peralatan, bahan dan perlengkapan yang
akan digunakan secara ergonomis
Siapkan lingkungan dan bayi
1. Persiapan ruangan
Pintu dan jendela tertutup, tempat pemeriksaan
yang hangat dan bersih, pastikan penerangan
yang cukup
2 a. Mahasiswa memperkenalkan identitas diri pada
klien
b. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan sampai
klien mengerti dan menyetujui tindakan yang akan
dilakukan kepada bayinya.
c. Lakukan informed consent
kepada orangtua.
3. Persiapan alat
Siapkan alat, bahan dan perlengkapan untuk
melakukan pemeriksaan BBL.
4. Biasakan mencuci tangan sebelum tindakan
dibawah air mengalir dengan menerapkan prinsip
enam langkah mencuci tangan.
5. Gunakan handschoon
6. Pemeriksaan Kepala BBL
7. Pemeriksaan wajah BBL
8. Pemeriksaan mata BBL
9. Pemeriksaan hidung dan mulut BBL
10. Pemeriksaan telinga BBL
11. Pemeriksaan leher BBL
12. Pemeriksaan dada BBL
13. Pemeriksaan bahu, lengan dan tangan BBL
14. Pemeriksaan sistem syaraf BBL
15. Pemeriksaan perut BBL
16. Pemeriksaan jenis kelamin BBL
17. Pemeriksaan tungkai dan kaki BBL
18. Pemeriksaan punggung BBL
19. Pemeriksaan kulit BBL
20. Pemeriksaan panjang badan BBL
21. Pemeriksaan berat badan BBL
22. Membereskan alat-alat dan bahan
23. Melepaskan handschoon dan mencuci tangan
kembali
24. Memberikan bayi baru lahir kepada orangtua dan
memberiahukan hasil pemeriksaan
Mahasiswa mendemontrasikan secara individu
Setiap langkah dilakukan berurutan/sistematis dan
hati-hati
Memperhatikan lingkungan agar tetap hangat dan
nyaman
Mahasiswa melalukan langkah-langkah yang akan
di nilai oleh Dosen dengan menggunakan daftar
tilik (lampirkan)
TERIMAKASIH