Anda di halaman 1dari 26

SIKLUS AKUNTANSI ORGANISASI SEKTOR

PUBLIK- NON PEMERINTAHAN


(RUMAH SAKIT)
Kelompok 4 :
Bayu Prihandi W. (F1316029)
Dania Ervina (F1316037)
Rohmawan Setiya Budi (F1316089)
Pengertian dan Gambaran Umum
Akuntansi Rumah Sakit
Merupakan salah satu kegiatan dari manajemen keuangan adalah salah satu
sasaran pertama yang harus diperbaiki agar dapat memberikan data dan
informasi yang akan mendukung para manajer Rumah Sakit dalam
pengambilan keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan
Rumah Sakit.
Dalam peraturannya, rumah sakit dikelompokkan menjadi dua yaitu:
Rumah Sakit yang Dikelola Pihak Swasta (Private Hospital)
Rumah Sakit yang Dikelola Pihak Pemerintah (Public Hospital)
Rumah Sakit yang Dikelola Pihak Swasta (Private Hospital)
Dalam hal ini, pelaksanaan akuntansi yang dikembangkan oleh Financial
Accounting Standards Board FASB (Dewan Standar Akuntansi Keuangan)
khususnya dalam pernyataan no.117 tentang Laporan Keuangan untuk
Organisasi Nirlaba.
Rumah Sakit yang Dikelola Pihak Pemerintah (Public Hospital)
Dalam hal ini, pelaksanaan akuntansi dilaksanakan berdasarkan standar
akuntansi yang dikembangkan oleh Govermenttal Accounting Standards Board
GASB (Dewan Standar Akuntansi Pemerintah). Dalam akuntansi dana untuk
rumah sakit, penyajian laporan informasi keuangan mengharuskan
pembentukan dana (fund) yang dibagi menjadi dua, yaitu:
Dana Tidak Terikat (Unrestricted Fund)
Dana Terikat (Restricted Fund)
Akuntansi Rumah Sakit di Indonesia
Tidak ada PSAK khusus yang mengatur standar akuntansi untuk rumah sakit. PSAK
yang paling cocok untuk sementara waktu digunakan adalah PSAK 45 tentang
organisasi nirlaba.
Berdasarkan PSAK 45, akuntansi RS tidak berdasarkan sistem dana, hanya dana
tunggal. Namun aktiva bersih RS dikategori berdasarkan tiga jenis:
Dana tidak terikat
Dana terikat sementara
Dana terikat permanen
AKTIVA BERSIH
Aktiva Bersih Tidak Terikat diakui pada saat:
Aktiva Bersih

Dicairkannya dana sumbangan/bantuan yang tidak mengikat;
Diterimanya aktiva sumbangan/bantuan yang tidak mengikat
Tidak Terikat Pengalihan Aktiva Bersih Terikat Temporer menjadi Aktiva
Bersih Tidak Terikat.

Aktiva Bersih Aktiva Bersih Terikat Temporer adalah aktiva bersih berupa
Terikat sumber daya yang penggunaannya dan atau waktunya dibatasi
untuk tujuan tertentu dan atau jangka waktu tertentu oleh

Temporer pemerintah/donatur.

Aktiva Bersih Aktiva Bersih Terikat Permanen adalah aktiva bersih berupa
Terikat sumber daya yang penggunaannya dibatasi secara permanen
untuk tujuan tertentu oleh pemerintah/ donatur.
Permanen
Dana-dana yang umum digunakan dalam akuntansi dana untuk rumah sakit
dapat dilihat pada figur berikut ini :
Aktiva yang tergolong terikat dicatat pada Dana Umum, sementara satu atau lebih dana yang
lain digunakan untuk mencatat aktiva yang terikat sementara waktu dan terikat permanen.

Dana Umum
Digunakan untuk mencatat sumber daya/dana yang diterima dan dibelanjakan dalam
menjalankan kegiatan operasional utama dari rumah sakit. Dalam Dana umum, direksi
rumah sakit dapat menetapkan pembatasan berupa penyisihan atas sumber daya
tertentu. Dalam hal ini, dana yang disisihkan tetap dianggap sebagai Dana Terikat
namun pencatatannya harus mencantumkan tujuan penyisihan dana tersebut. Hal ini
disebabkan oleh karena dana yang disishkan berbeda dengan dana yang dibatasi
penggunaannya. Penyisihan dana berasal dari inisiatif internal direksi rumah sakit,
sedangkan pembatasan penggunaan dana berasal dari pihak eksternal rumah sakit yang
mensponsori dana tersebut.
Dana Terikat
Kelompok dana (funds groups) yang digolongkan sebagai dana terikat
digunakan untuk mencatat dana yang penggunaannya dibatasi oleh donor atau
pihak yang mensponsori dana tersebut. Secara garis besar, seperti dijelaskan
sebelumnya kelompok Dana Terikat ini dapat dibagi menjadi dua yaitu yang
pembatasannya bersifat sementara (temporarily restricted) dan yang
pembatasannya bersifat tetap (permanently restricted).
Yang termasuk ke dalam Dana Terikat Sementara :
Dana untuk Tujuan Khusus (Specific-Purpose Funds)
Dana ini hanya mencatat aktiva yang penggunaannya dibatasi (restricted) sampai Dana
Umum memenuhi persyaratan untuk menggunakan aktiva tersebut, biasanya setelah
melakukan belanja operasi yang sesuai dengan persyaratan atau setelah direksi rumah sakit
menyetujui belanja tersebut. Dalam hal ini aktiva ditransfer dan Dana untuk Tujuan Khusus
(atau dan dana terikat Iainnya) ke Dana Umum untuk membayar belanja operasi dimaksud.
Dana Terikat Waktu (Time Restricted Funds)
Dana Penggantian dan Pengembangan Fasilitas (Plant Replacement and Expansion Funds)
Yang termasuk ke dalam Dana Terikat Permanen :
Dana Abadi (Endowment Funds)
Laporan Keuangan Rumah Sakit
Dalam laporan keuangan rumah sakit terdapat laporan keuangan utama yang
dihasilkan oleh proses akuntansi, yaitu:
1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
2. Laporan Operasi
3. Laporan Perubahan Aktiva Bersih
4. Laporan Arus Kas
5. Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Kas Jumlah kas yang tercatat di neraca tidak termasuk jumlah kas pada Dana
Terikat yang tidak dapat digunakan untuk kegiatan operasi, misalnya kas yang
terdapat pada Dana Pembangunan dan Dana Abadi.
Piutang Piutang harus dilaporkan pada jumlah yang diperkirakan dapat direalisasi.
Dengan demikian, dibuat penyajian tentang penyisihan piutang tak tertagih.
Rumah sakit biasanya juga memberikan pelayanan sosial, yaitu pelayanan
kesehatan Cuma-Cuma bagi pasien yang dapat menunjukan bahwa ia tidak
mampu membayar menurut kriteria yang telah ditetapkan rumah sakit.
Investasi Investasi awal dicatat pada harga perolehan pada saat pembelian, atau pada
nilai wajar pada saat penerimaan jika investasi diterima sebagai pemberian.
Hasil dari investasi yang tidak dibatasi harus diklasifikasikan sebagai
perubahan saldo dana pada laporan operasi rumah sakit.
Aktiva Tetap Aktiva tetap dilaporkan bersama dengan akumulasi depresiasinya dalam
Dana Umum. Hal ini berbeda dengan kebanyakan entitas pemerintahan
yang melakukan pencatatan aktivannya dalam suatu dana atau kelompok
dana tertentu.
Aktiva Yang Disisihkan Klasifikasi aktiva terikat diberikan pada dana yang penggunaannya dibatasi
oleh pihak eksternal rumah sakit yang mensponsori dana tersebut. Aktiva
yang ditetapkan untuk tujuan tertentu oleh pihak internal rumah sakit dan
dikendalikan sendiri tidak diklasifikasikan sebagai aktiva terikat (restricted
assets), namun dianggap sebagai aktiva yang disisihkan (limited assets).
Aktiva yang disisihkan ini adalah sumber daya yang sebelumnya dijelaskan
sebagai board designated resources
Utang Jangka Panjang Utang jangka panjang dilaporkan pada neraca. Hal ini berbeda kebanyakan
entitas pemerintahan yang melakukan pencatatan utang jangka panjangnya
dalam suatu dana atau kelompok dana tertentu.
Saldo Dana Sesuai dengan kaidah pembagian dana yang telah dijelaskan, saldo dana
yang dimiliki oleh Rumah Sakit dipisahkan menjadi (1) terikat, yang dapat
digunakan dengan bebas sesuai kebijaksanaan dari rimah sakit, (2) terikat
sementara waktu, yang baru dapat digunakan ketika kriteria tertentu dari
pihak sponsor terpenuhi, dan (3) terikar permanen, yang dikelola dan
hanya dapat digunakan hasilnya saja
Laporan Operasi
Laporan ini mencakup tentang pendapatan, beban, untung dan rugi, serta transaksi
lainnya yang mempengaruhi saldo dana selama periode berjalan. Dalam laporan
operasi harus dinyatakan suatu indikator kinerja seperti halnya laba bersih dalam
perusahaan, yang melaporkan hal kegiatan operasi rumah sakit selama periode
berjalan dimana harus mencakup baik laba ataupun rugi operasi selama periode
berjalan maupun laba langsung yang diperoleh selama operasi berjalan. Perubahan
lain dari saldo dana selama periode berjalan harus dilaporkan setelah indikator
kinerja. Berikut adalah pos-pos lain yng jga perlu menjadi perhatian:
Pendapatan Jasa Pasien Pendapatan dari Kegiatan Lainnya
Penyesuaian Kontraktual Transfer Antardana
Beban Dana Umum Sumbangan
Pendapatan Jasa Pasien
Dihitung dari jumlah bruto dengan menggunakan tarif standar. Jumlah tersebut kemudian
di kurangi dengan penyesuaian kontraktual (contractual adjusments) menjadi Pendapatan
Bersih Jasa Pasien.
Penyesuaian Kontraktual
Berasal dari keterlibatan pihak ketiga dalam proses penggantian pembayaran medis.
Perusahaan asuransi biasanya mengganti kurang dari jumlah tarif standar penuh untuk jasa
medis yang disediakan bagi pasien yang menjadi tanggunan asuransi. Meskipun rumah
sakit memiliki tarif standar untuk jasa yang diberikan, namun rumah sakit menjalin
kontrak dengan pembayar pihak ketiga di mana rumah sakit menerima jumlah pembayaran
yang lebih rendah untuk jasa tersebut
Pendapatan dari Kegiatan Lainnya
Pendapatan dari kegiatan lain mencerminkan pendapatan dari sumber-sumber bukan pasien,
seperti kantin dan sewa parkir. Pendapaatan ini biaaanya mencerminkan jumlah bersih dari
operasinya, jadi bukan jumlah brutonya
Transfer Antardana
Dalam hal ini aktiva tersebut harus ditransfer dari Dana Terikat ke Dana Tidak Terikat. Untuk
tujuan pelaporan keuangan, transfer antar dana ini dilaporkan dalam Laporan Operasi sebagai
Pelepasan Saldo Dana dan ditunjukkan sebagai penambahan atas Dana Tidak Terikat.
Contoh Pendapatan:
Pendapatan operasioal rawat jalan: karcis umum dan karcis spesialis.
Pendapatan operasional rawat inap: akomodasi dan visite.
Pendapatan tindakan medis: tindakan medik, dan tindakan keperawatan
Pendapatan operasional unit penunjang: rasiologi, laboratorium, fisioterapi, farmasi, dan
rehab medik.
Beban Dana Umum
Beban-beban dalam Dana Umum diakui secara akrual, seperti halnya pada entitas komersial.
Contoh beban :
Biaya pelayanan: bahan, jasa pelayanan, pegawai, penyusutan, pemeliharaan, asuransi,
langganan dan daya, pelatihan, dan penelitian.
Biaya umum dan administrasi: pegawai, administrasi kantor, penyusutan, pemelihataan,
langganan dan daya, pelatihan, dan penelitian
Sumbangan
Sumbangan (donasi) dibagi menjadi donasi yang terbentuk jasa dan berbentuk aktiva. Karena
sering kali sulit untuk menetapkan nilai dari donasi yang berbentuk jasa, maka nilai dari donasi
ini biasanya tidak dicatat. Jika terdapat kebutuhan untuk melakukan pencatatan, maka perkiraan
nilai dari donasi jasa dicatat sebagai sumbangan yang langsung diikuti dengan beban dalam
jumlah yang sama. Sedangkan donasi yang berbentuk aktiva dilaporkan pada nilai wajar pada
tanggal diterimanya sebagai sumbangan jika donasi aktiva ini penggunaannya dibatasi oleh
pihak sponsor atau donor maka dilaporkan dalam Dana Terikat Sementara atau Dana Terikat
Permanen. Ketika pembatasannya sudah tidak berlaku lagi, maka dilakukan transfer dari Dana
Terikat ke Dana Umum
Laporan Perubahan Aktiva Bersih
Laporan ini menyajikan perubahan dalam ketiga kategori aktiva bersih, yaitu tidak terikat,
terikat sementara, dan terikat permanen.
Aktiva Bersih Tidak Terikat diakui pada saat:
Dicairkannya dana sumbangan/bantuan yang tidak mengikat
Diterimanya aktiva sumbangan/bantuan yang tidak mengikat
Pengalihan Aktiva Bersih Terikat Temporer menjadi Aktiva Bersih Tidak Terikat.
Aktiva Bersih Terikat Temporer adalah aktiva bersih berupa sumber daya yang penggunaannya
dan atau waktunya dibatasi untuk tujuan tertentu dan atau jangka waktu tertentu oleh
pemerintah/donatur.
Aktiva Bersih Terikat Permanen adalah aktiva bersih berupa sumber daya yang penggunaannya
dibatasi secara permanen untuk tujuan tertentu oleh pemerintah/ donatur
Laporan Arus Kas
Format dari laporan ini serupa dengan yang digunakan untuk entitas yang
komersial. Laporan arus kas terdiri dari:
Aktivitas operasi
Aktivitas investasi
Aktivitas pendanaan
Catatan Atas Laporan Keuangan
Terdiri dari:
Gambaran umum RS
Iktisar kebijakan akuntansi
Penjelasan pos-pos laporan keuangan
RUMAH SAKIT SEBAGAI BADAN
LAYANAN UMUM
Badan layanan umum adalah instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk
untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang
dan atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam
melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.
Berdasar PP no: 23 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan
Umum, tujuan BLU adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam
rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa
dengan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan
prinsip eknomi dan produktivitas dan penerapan praktik bisnis yang sehat.
Persyaratan BLU yaitu :
Persyaratan substantif BLU, fungsi dasar pelayanan publik. Memperoleh imbalan atas seluruh/sebagian
layanan berupa barang/jasa yang diberikan kepada masyarakat (fungsi cost sharing). Harus berorientasi
pada layanan publik/masyarakat. Oleh karenanya, BLU tidak mengutamakan mencari keuntungan.
Persyaratan keuangan/administratif diatur oleh Menteri Keuangan/Pejabat Pengelola Keuangan Daerah.
Persyaratan administratif digunakan oleh Kementerian Keuangan untuk menentukan suatu unit
pemerintah dapat diberikan status Kandidat BLU atau BLU. Suatu unit dapat langsung atau secara
bertahap memperoleh status BLU tergantung kesiapan dan kemampuan memenuhi persyaratan BLU.
Persyaratan teknis BLU diatur oleh Kementerian/Lembaga teknis/satker perangkat daerah yang
bersangkutan. Upaya pendirian sebuah BLU memperhatikan kriteria teknis yang ditentukan oleh masing-
masing kementerian negara/lembaga yang bersangkutan. Kriteria tersebut antara lain meliputi aspek jenis
dan mutu layanan produk, aspek kinerja keuangan, dan aspek manfaat pelayanan bagi masyarakat.
Karakteristik BLU terdiri dari:
Berkedudukan sebagai instansi pemerintah (bukan kekayaan negara yang dipisahkan);
Menghasilkan barang dan/atau jasa yang seluruhnya/sebagian dijual kepada publik;
Tidak bertujuan mencari keuntungan;
Dikelola secara otonom dengan prinsip efisiensi dan produktivitas ala korporasi
Rencana kerja, anggaran, dan pertanggungjawaban dikonsolidasikan pada instansi induk;
Pendapatan operasional dan sumbangan dapat digunakan langsung;
Pegawai dapat terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Non-PNS.
Standar Akuntansi yang digunakan Rumah Sakit sebagai Badan Layanan Umum adalah PSAK no 45 yaitu
standar akuntansi keuangan untuk organisasi nirlaba (seperti yang sudah dijelaskan diatas). Dengan
demikian laporan keuangan rumah sakit pemerintahan akan mencakup:
Laporan posisi keuangan (aktiva, utang dan aktiva bersih, tidak disebut neraca). Klasifikasi aktiva dan
kewajiban sesuai dengan perusahaan pada umumnya. Sedangkan aktiva bersih diklasifikasikan aktiva
bersih tidak terikat, terikat kontemporer dan terikat permanen.
Laporan aktivitas, (yaitu penghasilan, beban dan kerugian dan perubahan dalan aktiva bersih)
Laporan arus kas yang mencakup arus kas dari aktivtitas operasi, aktivtais investasi dan aktivtias
pendanaan
Catatan atas laporan keuangan, antara lain sifat dan jumlah pembatasan permanen atau temporer. dan
perubahan klasifikasi aktiva bersih
THIS IS THE END OF
SLIDE
THANK YOU