Anda di halaman 1dari 33

GEJALA GEJALA KLINIS

RETENSI URIN
ANURIA
DISURIA
ALGURIA
HEMATURIA
INKONTINETIA URIN
NOKTURIA
PNEUMATURIA
FECALURIA
POLAKISURIA
STRANGURIA
PROSTATISMUS
SEDIMENURIA
KRISTALURIA
CHYLURIA
PYURIA
SPERMATURIA
HEMOSPERMIA
RETENSI URIN
Keadaan dimana pasien ingin
kencing tetapi ada hambatan.
Hambatan bisa berupa :
Bisa Miksi tapi tidak habis
( Retensio Urinae Partialis )
Ingin Miksi tapi air seni tidak bisa
keluar
( Retensio Urinae Totalis )
Penyebabnya adanya sumbatan pada
saluran kemih bagian distal dari vesika
urinaria (dari orifisium urethra internum
sampai dgn urethra eksternum)
Misalnya :
Batu urethra
Striktura urethra
Pembesaran kelenjar prostat.
Neurologic disease
Obat obatan
Nyeri o/k postoperasi / posttrauma
Psikis
STRIKTURA URETRA

A. Lipatan mukosa / mucosal fold


B. Kontriksi iris / iris constriktion
C. Fibrosis minimal
D. Spongiofibrosis
E. Inflamasi dan fibrosis sampai jaringan corpus spongiosum
F. Striktur dengan komplikasi fistel. Dapat terbentuk abses,
fistel kearah kulit dan rektum
Foto striktur uretra
Beradasrkan waktu terjadinya, retensi
urine dibagi menjadi :
1. Retensi Urine Akut
Terjadi retensi urine totalis
Nyeri daerah suprapubik
2. Retensi Urine Kronis
Terjadi retensi urine parsialis retensi urine
totalis
Ketidaknyamanan selama miksi
Jumlah urine sedikit dan waktu miksi
memanjang
Retensin urine pada anak :
Karena adanya phimosis, sehingga
preputium tampak menggelembung
akibat desakan urine yang akan segera
keluar.
ANURIA
Keadaan di mana seseorang tidak dapat
miksi (miksi tidak dapat keluar)
Fungsi ginjal dalam menghasilkan urine
jauh berkurang, sehingga vesika urinaria
tidak terisi urine, atau produksi urine
normal tapi adanya sumbatan pada ureter
sehingga vesika urinaria tidak terisi
penuh.
Produksi urine pada anuria 400 cc/24 jam.
Kausa
Anuria :
1. Kausal Pre Renal
Gangguan hemodinamika
Terjadi pada syok dan heart failure

2. Kausal Renal
Kegagalan fungsi filtrasi ginjal akibat kelainan fungsi
ginjal. Terjadi pada intoksikasi ginjal

3. Kausal Post - Renal


Ginjal masih normal menghasilkan urine
Urine tidak sampai ke vesika urinaria
Penyempitan ureter terjadi di :
Ureteropelvic junction

Ketika ureter melintasi vasa illiaca, vasa


defferens, masuk ke vesika urinaria, di
dalam vesika urinaria.
DISURIA
Terjadi gangguan kencing di mana
kencingnya sedikit, nyeri,
ketidaknyamanan saat miksi
ALGURIA
Gangguan miksi di mana seseorang
miksi dengan rasa nyeri yang luar
biasa.
Terjadi pada pasien dengan ruptur
urethra
Dapat terjadi retensio urine
HEMATURIA
Adanya darah pada urine, sehingga
warna urine berubah abnormal.
Warnanya bisa berupa coklat, hitam,
hitam dengan koagulum dan merah
segar.
Berdasakan banyak sedikitnya darah
dalam urine hematuria dibagi menjadi 2
macam :
1. Mikrohematuria
2. Makrohematuria
Berdasarkan ada tidaknya nyeri saat miksi,
hematuria dibagi menjadi 2 macam :

1. Painfull (sakit)
Nyeri karena iritasi
Urine warna coklat
Terjadi pada batu ureter dan honeymoon
cystitis
2. Painless
Gross hematuria
Total hematuria
Urine berwarna hitam atau hitam dengan
koagulum
Terjadi pada proses keganasan
Berdasarkan letak perdarahannya, hematuria
dibagi menjadi 3, yaitu:

1. Initial hematuria
Di bagian distal urethra
Awal miksi urine berwarna merah setelah itu
normal
Penyebab : tumor, batu, ruptur urethra
2. Total hematuria
Di proksimal urethra dan proksimal vesika urinaria
Urine warna coklat atau hitam selama miksi
Penyebabnya : tumor, batu, TBC, nephritis dan
trauma
3. Terminal hematuria
Di bagian urethra posterior dan leher vesika urinaria
Warna urine awalnya normal, kemudian pada akhir miksi berwarna
merah.
Penyebabnya : urehritis urethra posterior, tumor leher dan
batu di vesika urinaria.
3. Terminal hematuria
Di bagian urethra posterior dan leher
vesika urinaria
warna urine awalnya normal, kemudian
pada akhir miksi berwarna merah.
Penyebabnya : urehritis urethra
posterior, tumor leher dan batu di vesika
urinaria.
INKONTINENTIA URINE
Pola kencing yang abnormal di
mana seseorang tidak dapat
mengontrol miksinya (tidak dapat
menahan miksinya).
Klasifikasi :
1. True Inkontinentia
2. Stress Inkontinentia
3. Urgency Inkontinentia
4. Inkontinentia Paradoksal
1. True Inkontinentia
Miksi tanpa disadari
Penyebabnya : ekstrofi vesciceae,
epispadia, fistula vesikovaginale,
orifisium urethra ektopik, injury pada
m. spincter urethra dan lisis m. spincter
urethra eksrernus.
2. Stress Inkontinentia
Terdapat kelemahan pada m.spincter urethra
externus.
Kelemahan otot ini mayoritas terdapat pada
wanita multipara.

3. Urgency Inkontinentia
Gejala umum pada UMN

Terjadi ketika seseorang dalam keadaan


tergesa-gesa, tegang atau cemas.
4.Inkontinentia Paradoksal
Lesi pada columna vertebralis L1 ke
atas, sehingga m.spincter urethra
externus kontraksi terus-menerus
dan terjadi retensi totalis.
Masih ada urin sisa di vesica
urinaria.
NOKTURIA
Keadaan dimana pasien sering miksi
pada malam hari, pada jam tidur
Miksi normal pada malam hari 1-2 x
Adanya nokturia merupakan tanda
adanya iritasi pada vesica urinaria.
Menggambarkan retentio urin
parsialis, sehingga urin keluar
sedikit-sedikit.
PNEUMATURIA
Keadaan di mana urin penderita
mengandung gelembung udara.
Dapat terjadi juga pada Ca.rektum
dan Ca.colon sigmoid.
FECALURIA
Keadaan di mana urin berbau
seperti bau feces dan dapat
ditemukan komponen feces.
Terjadi karena adanya fistula antara
traktur digesti dan urinaria
POLAKISURIA
Keadaan dimana penderita merasa
nyeri saat miksi
Di derita oleh ISK
STRANGURIA
Keadaan di mana miksi sambil
mengejan
Karena adanya obstruksi pada
vesica urinaria sehingga miksi
menjadi lama
PROSTATISMUS
Keadaan di mana miksi sambil mengejan
kuat-kuat tetapi urin tetap tidak bisa
keluar. Semakin kuat mengejan semakin
urin tidak dapat keluar.
Urin baru keluar saat penderita capek
mengejan.
Umumnya terjadi pada pria dengan BPH
Mengejan dapat meningkatkan tekanan
intravesikal.
SEDIMENURIA
Keadaan dimana miksi dengan urin
yang keruh, bila urin ditampung dan
dibiarkan beberapa saat ditemukan
endapan pada urin yang dapat
berupa pus, oksalat, dll.
KRISTALURIA
Keadaan dimana urin penderita
mengandung kristal Ca-oksalat
Kristaluria terjadi pada kasus-kasus
urolitiasis
CHYLURIA
Keadaan dimana ditemukannya chyl
dalam urin dan adanya proses
infeksi.
Urin keruh dan putih seperti susu.
Chyl berasal dari kebocoran
pembuluh limfe di daerah
infundibulum ginjal.
PYURIA
Urine keruh, mengandung
komponen pus karena adanya
proses infeksi.
Pus berasal dari proses supurasi.
Terdapat gejala infeksi akut di
daerah yang mengalami supurasi.
Infeksi traktus urinarius dapat
terjadi di daerah proksimal maupun
distal.
SPERMATURIA
Urine penderita keruh dan bila dilakukan
pemeriksaan laboratorium terdapat sperma.
Terjadi pada kelainan retrograd ejakulatio.
Kelainan retrograd ejakulatio dapat terjadi pada
pasien dengan ruda paksa di daerah leher vesika
urinaria, dengan gangren tungkai Raynauds
disease, penderita dengan hambatan pada
urethra posterior.
Kelainan retrograd ejakulatio dapat
mengakibatkan risiko infertilitas.
HEMOSPERMIA
Keadaan di mana sperma
mengandung darah, warna semen
coklat kemerahan.
Terjadi pada kelainan organ yang
menghasilakan semen cukup
banyak.
Kausanya :
1. Pada pria muda prostatitis akut
2. Pada pria tua ca. prostat