Anda di halaman 1dari 47

Kelompok 3 :

Ketua : Duait Latumahina


Anggota : Veronica Kaihatu
Hanapi Marasabessy
Risman Chani
Maximus Loe
M. Farhan Ipaenin

TURAP
PENGERTIAN TURAP

Turap adalah konstruksi yang dapat menahan tekanan tanah di


sekelilingnya, mencegah terjadinya kelongsoran dan biasanya terdiri
dari dinding turap dan penyangganya. Konstruksi dinding turap terdiri
dari beberapa lembaran turap yang dipancangkan ke dalam tanah,
serta membentuk formasi dinding menerus vertikal yang berguna
untuk menahan timbunan tanah atau tanah yang berlereng. karena
pemasangan yang mudah dan biaya pelaksanaan yang relatif murah,
turap banyak digunakan pada pekerjaan pekerjaan, seperti: penahan
tebing galian sementara, bangunan-bangunan di pelabuhan, dinding
penahan tanah, bendungan elak dan lain lain. Dinding turap tidak
cocok untuk menahan tanah timbunan yang sangat tinggi karena akan
memerlukan luas tampang bahan turap yang besar Selain itu, dinding
turap juga tidak cocok digunakan pada tanah yang mengandung
banyak batuan-batuan, karena menyulitkan pemancangan.
JENIS-JENIS TURAP

Turap Kayu
Turap Beton Turap Baja
TYPE-TYPE TURAP

Dinding Turap Kantilever.

Dinding Turap Diangker.

Dinding turap dengan


landasan/panggung (platform) yang
didukung tiang-tiang.

Bendungan elak seluler (cellular


cofferdam).
Dinding Turap Kantilever.

Dinding turap kantilever merupakan


turap yang dalam menahan beban
lateral mengandalkan tahanan tanah
di depan dinding. Defleksi lateral
yang terjadi relatif besar pada
pemakaian turap kantilever. Karena
luas tampang bahan turap yang
dibutuhkan bertambah besar dengan
ketinggian tanah yang ditahan
(akibat momen lentur yang timbul),
turap kantilever hanya cocok untuk
menahan tanah dengan ketinggian
sedang.
Dinding Turap Diangker.

Dinding turap diangker cocok untuk menahan


tebing galian yang dalam. tetapi masih juga
bergantung pada kondisi tanah. Dinding turap
ini menahan beban lateral dengan
mengandalkan tahanan tanah pada bagian
turap yang terpancang ke dalam tanah
dengan di bantu oleh angker yang dipasang
pada bagian atasnya. Kedalaman turap
menembus tanah bergantung pada besamya
tekanan tanah. Stabilitas dan tegangan-
tegangan pada turap yang Diangker
bergantung pada banyak faktor. Misalnya
kekakuan relatif bahan turap, kedalaman
penetrasi turap, kemudahmampatan tanah,
kuat geser tanah, keluluhan angker dan lain-
lainnya.
Dinding turap dengan landasan

Dinding turap semacam ini dalam menahan tekanan tanah lateral


dibantu oleh tiang-tiang, dimana di atas tiang-tiang tersebut dibuat
landasan untuk meletakkan bangunan tertentu. Tiang-tiang pendukung
landasan juga berfungsi untuk mengurangi beban lateral pada turap.
Dinding turap ini dibuat bila di dekat lokasi dinding turap direncanakan
akan dibangun jalan kereta api, mesin derek, atau bangunan-
bangunan berat lainnya.
Bendungan Elak Seluler

Bendungan elak seluler


(cellular cofferdam)
merupakan turap yang
berbentuk sel-sel yang
diisi dengan pasir.
Dinding ini menahan
tekanan tanah dengan
mengandalkan beratnya
sendiri.
GAYA LATERAL PADA DINDING TURAP

Gaya Lateral akibat Tekanan Tanah

Pada hitungan dinding penahan tanah yang umum, analisis


didasarkan pada anggapan bahwa dinding bergerak secara lateral
dengan cara menggeser atau berotasi terhadap kaki dinding,
sedemik1an hingga kuat geser tanah di belakang dinding sepenuhnya
termobilisasi. Dalam kondisi ini, tekanan tanah lateral memenuhi
teori-teori Rankine atau Coulomb.
Gaya-gaya lateral akibat tekanan tanah yang bekerja pada dinding
turap sebenamya tidak dapat dihitung secara langsung dengan teori-
teori Rankine maupun Coulomb. Ha! ini, disebabkan karena dinding
turap bersifat lebih fleksibel, sehingga kekakuan deformasi atau
keluluhan struktur yang terjadi tidak sama dengan keluluhan dinding
penahan tanah pada umumnya.
Gaya-gaya Lateral akibat Tekanan Air

Kondisi ketidakseimbangan tekanan air di depan dan di belakang dinding


terjadi pada dinding turap yang dibangun untuk bangunan-bangunan
yang tergenang air. Kondisi ketidakseimbangan tekanan, umumnya
terjadi saat air di depan dinding turap surut. Tekanan lateral pada turap
mencapai maksimum bila muka air di depan turap pada kedudukan
paling rendah.
Kecepatan penurunan muka air di belakang dinding bergantung pada
jenis tanah urug yang digunakan. Jika tanah urug berupa pasir kasar
atau kerikil, kondisi perbedaan muka air di depan dan belakang dinding
saat terjadinya penurunan muka air sangat kecil. Untuk tanah urug yang
berupa pasir halus atau pasir berlanau, beda tinggi muka air akan mulai
tampak. Jika tanah urug adalah lempung atau lanau, maka
ketidakseimbangan tekanan air harus benar-benar diperhitungkan,
terutama pada beda tinggi air yang maksimum. Dinding turap kantilever
bila dipancang ke dalam tanah lanau atau lempung, dapat berotasi
terhadap uj ung bawahnya.
PERANCANGAN DINDING TURAP

Perancangan Turap Kantilever

Tekanan tanah pada turap kantilever.


1. Turap Kantilever pada Tanah Granuler

Bila tanah berlapis-lapis, maka diagram tekanan tanah akan


berbeda, namun prinsip perancangan tetap sama. Karena
turap terletak dalam tanah granuler, cukup beralasan hila
diasumsikan muka air tanah mempunyai ketinggian yang
sama di bagian depan dan belakang turap. Sehingga,
distribusi tekanan (termasuk pengaruh beban terbagi rata dan
lain-lainnya) dapat ditentukan dari nilai Ka dan KP. Jika faktor
aman diperhitungkan, maka dapat dipilih salah satu dari 2
kemungkinan:

1. Mereduksi Kp (sampai 30%-50%) atau


2. Menambah kedalaman penetrasi antara 20% sampai 40%.
Hal ini akan memberikan faktor aman sebesar 1,5- 2,0.
Distribusi tekanan tanah pada turap yang terletak pada tanah
granuler homogen.
lokasi saat tekanan sama dengan nol akan terdapat pada jarak a dari
permukaan galian. Dinyatakan dalam persamaan :

dengan

Persamaan untuk menghitung jarak z

; karena

Disubstitusikan :

Sehingga diperoleh : ..........................................................1.1

Dengan mengambil Mdasar turap = 0 :

Nilai Y dapat dihitung


dengan cara coba-coba (trial
& error)
(a) Tekanan tanah
aktif pada turap
(b) Gaya-gaya pada
turap di atas titik
dengan gaya lintang
nol.
Dari M0 (titik pada gaya lintang V= 0) ,
diperoleh

Dari keimbangan arah horisontal FH = 0, diperoleh disubstitusikan

Jadi momen maksumum adalah


Penyelesaian secara praktis dengan menggunakan grafik untuk menentukan
kedalaman (D) dan momen (Mmaks) untuk tiga nilai ', diperlihatkan dalam
Gambar-gambar berikut nin, untuk '= 0,5 pada turap kantilever pada tanah
granuler yang diperlihatkandalam Gambar 1.11

Turap kantilever
pada tanah granuler,
untuk = 0,4
(Cernica, 1995)
Turap kantilever pada tanah granulcr. Untuk ' = 0.5 (Cernica. 1995)
Turap kanlilever pada tanah granuler. Untuk ' = 0.6 (Cernica. 1995).
Pada Tanah Kohesif

Perancangan turap dalam tanah kohesif sangat kompleks, karena


kuat geser tanah tersebut berubah dengan berjalannya waktu.
Dengan demikian, tekanan tanah pada turap berubah pula dari waktu
ke waktu. Dimensi dan kedalaman dinding turap harus memenuhi
syarat kuat menahan tekanan pada waktu segera setelah selesai
pelaksanaan pekerjaan, maupun setelah waktu yang lama, di mana
kuat geser lempung telah berubah.

Dinding turap mungkin dipancang dalam tanah lempung seluruhnya,


atau dipancang dalam tanah lempung, tapi di bagian atas diurug
dengan tanah granuler. Tekanan tanah pada turap dari ke dua tipe
dinding turap tersebut akan memberikan bentuk tekanan yang
berbeda.
a) Seluruh turap dipancang dalam tanah lempung
Pada kondisi runtuh, tekanan tanah aktif dan pasif dinyatakan oleh:

Karena pada tanah Dari jumlah gaya-gaya horisontal


kohesif jenuh = 0, sama dengan nol, diperoleh

Tekanan tanah aktif dari depan Momen maksimum terjadi bila gaya lintang
turap : V= 0, diperoleh :

Tekanan tanah aktif dari belakang


turap : Keseimbangan horisontal Fh=0

Kedalaman penetrasi turap (D) :


b) Turap dipancang pada tanah kohesif diurug tanah granuler

Metode perhitungannya sama dengan uang sebelumnya perbedanya,


hanya pada tekanan aktif di atas dasar galian adalah sama dengan Ka z
hubungan D dan Mmaks dapat dilihat pada grafik berikut ini :

Gambar: Turap
kantilever pada tanah
dasar kohesif diurug
tanah granuler, untuk
' = 0,4 (Cernica,
1995 ).
Gambar: Turap kantilever pada tanah dasar kohesif diurug
tanah granuler, untuk ' = 0,5 (Cernica, 1995 ).
Gambar: Turap kantilever pada tanah dasar kohesif diurug
tanah granuler, untuk ' = 0,6 (Cernica, 1995 ).
Diketahui turap pada Gambar Cl. I. Tanah urug dan dasar galian
berupa pasir , dengan :

Hitung kedalaman turap dan


momen maksimum yang
terjadi?
Penyelesaian :

dengan : didapat :
Dinding Turap Diangker
Telah disebutkan bahwa untuk menahan beban-beban lateral yang besar lebih
baik jika dipakai dinding turap diangker. Distribusi tekanan pada turap yang
diangker menjadi tidak sama dengan distribusi tekanan dinding turap kantilever.
Gambar dibawah ini memperlihatkan hubungan antara kedalaman penembusan
turap, distribusi tekanan lateral, dan garis perubahan bentuknya.
Metode Ujung Bebas
Pada metode ujung bebas (free end methode) atau disebut juga
metode tanah bebas free earth method), kedalaman turap di bawah
dasar galian dianggap tidak cukup untuk menahan tekanan tanah yang
terjadi pada bagian atas dinding turap. Karena itu, keruntuhan terjadi
oleh akibat rotasi dinding turap terhadap ujung bawahnya.
(a)

Dalam analisis stabilitas turap diangker dengan metode ujung bebas,


terdapat anggapan-anggapan sebagai berikut:
1. Turap merupakan bahan yang sangat kaku dibandingkan dengan
tanah disekitamya.
2. Kondisi tekanan tanah yang bekerja dianggap memenuhi syarat
teori Rankine atau Coulomb.
3. Turap dianggap berotasi dengan bebas pada uj ung bawahnya,
namun tidak dizinkan bergerak secara lateral di tempat angket.
Pada kapasitas ultimitnya, turap runtuh akibat gerakan angker ke
arah luar.
Metode uj ung tetap (fiX ed end method) atau metode
tanah tetap (fiX ed earth method) didasarkan pada
pertimbangan bahwa kedalaman penembusan turap
sudah cukup dalam, sehingga tanah di bawah dasar
galian mampu memberikan tahanan pasif yang cukup
untuk mencegah uj ung bawah turap berotasi.
Perancangan Blok Angker