Anda di halaman 1dari 15

REFERAT

Konjungtivitis Bakteri

Pembimbing:
dr. Yulia Fitrianti, Sp. M

Disusun Oleh:
Yuni Purwati G4A014085
PENDAHULUAN
Radang konjungtiva (konjungtivitis) merupakan penyakit mata paling
umum di dunia. Konjungtivitis merupakan suatu keadaan dimana
konjungtiva mengalami suatu inflamasi yang mengakibatkan dilatasi
pembuluh darah konjungtiva sehingga mata tampak merah.

Konjungtivitis bakteri merupakan infeksi bakteri yang melibatkan


membran mukosa pada permukaan mata. Kondisi ini biasanya mengalami
remisi sendiri (self-limiting illness) pada kasus yang ringan
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Konjungtivitis merupakan radang pada konjungtiva atau radang selaput
lendir yang menutupi belakang kelopak mata. Konjungtivitis bakterial
adalah peradangan konjungtiva yang disebabkan oleh bakteri.
Anatomi
HISTOLOGI
ETIOLOGI
Penyebab paling sering dari konjungtivitis hiperakut adalah N.
Gonorrhoeae dan Neisseria meningitidis. Konjungtivitis subakut
disebabkan oleh Haemophilus influenzae, sedangkan konjungtivitis
kataralis akut biasanya disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae,
Staphylococcus aureus, Haemophilus aegyptus. Konjungtivitis bakterial
kronik disebabkan oleh Staphylococcus aureus, Moraxella lacunata,
Pseudomonas, Enterobacteriaceae dan Proteus spp.
Gejala Klinik dapat berupa:

Mata merah akibat dilatasi pembuluh darah konjungtiva


Injeksi konjungtiva
Sekret konjungtiva mukopurulen sampai purulen
Edema kelopak mata
Rasa tidak nyaman; perih, panas, sensasi benda asing, rasa berpasir.
Nyeri tidak ada atau minimal
Epifora (air mata berlebih)
Fotofobia biasanya tidak ada atau ringan.
Kelopak mata sulit dibuka saat bangun tidur, melengket satu sama
lain karena adanya sekret (glue eye)
Penglihatan biasanya normal. Penglihatan kabur dapat disebabkan
adanya discharge (sekret) atau debris pada tear film.
Biasanya bilateral. Mulai pada satu mata kemudian dapat menyebar
dengan mudah ke mata sebelah
Klasifikasi
1. Konjungtivitis Bakterial Hiperakut (dan subakut)
Konjungtivitis bakteri hiperakut merupakan suatu keadaan infeksi yang berat
dan membutuhkan penanganan optalmik yang cepat. Onsetnya tiba-tiba
(12-24 jam) dan ditandai dengan adanya sekret purulen kuning kehijauan
yang berlebihan disertai edema kelopak mata, hiperemia, chemosis
2. Konjungtivitis katralis akut
Konjungtivitis ini sering terdapat dalam bentuk epidemic atau disebut
mata merah oleh orang awam. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya
hiperemia konjungtiva secara akut, dan jumlah eksudat mukopurulen
sedang. Gejala lainnya adalah rasa terbakar, iritasi, dan air mata keluar

3. Konjungtivitis bakterial kronik


Konjungtivitis ini biasanya terjadi pada pasien dengan obstruksi duktus
nasolakrimalis dan dakriosistitis menahun, yang biasanya unilateral.
Infeksi ini juga dapat menyertai blefaritis bacterial menahun atau disfungsi
kelenjar meibom.
PENEGAKKAN DIAGNOSIS
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan Fisik
3. Pemeriksaan laboratorium
4. Pemeriksaan radiologis
DIAGNOSIS DIFERENSIAL
Konjungtivitis Virus
Konjungtivitis Alergi
Konjungtivitis Klamidial
Keratitis
Uveitis
Episkleritis
Skleritis
Blefaritis
Glaukoma
TERAPI
Sambil menunggu hasil laboratorium, dokter dapat mulai dengan terapi
antimikroba spektrum luas

Jika ada konjungtivitis purulen dan mukopurulen akut, saccus conjungtivae


harus dibilas dengan larutan garam fisiologis agar dapat menghilangkan
sekret konjungtiva. Untuk mencegah penyebaran penyakit ini, pasien dan
keluarga diminta memperhatikan higiene pribadi dan menghindari kontak
erat dengan individu yang terinfeksi
PROGNOSIS
Konjungtivitis bakterial akut hampir selalu sembuh sendiri. Tanpa diobati,
infeksi dapat berlangsung selama 10-14 hari, jika diobati dengan memadai
infeksi hanya berlangsung selama 1-3 hari.
DAFTAR PUSTAKA
Lang, Gerhard K.; Lang, Gabriele E. Conjunctiva. In: Gerhard K.Lang, Ed.
Ophthalmology: A Pocket Textbook Atlas, 2nd Edition. 2006. New York:
Thieme; p.67-83.
Ilyas, Sidarta. Ilmu Penyakit Mata. Edisi 5. 2015. Jakarta: Balai Penerbit
FKUI. hal.109-28.
Garcia-Ferrer, Francisco J.; Schwab, Ivan R.; Shetlar, Debra J. Conjunctiva.
In: Riordan-Eva, Paul; Whitcher, John P., Eds. Vaughan & Asbury's General
Ophthalmology, 17th Edition. 2009. Jakarta: EGC
Anonymous. Acute Bacterial Conjungtivitis. Available in:
www.cms.revoptom.com/handbook/sect2c.htm. Accessed on Dec 2, 2015.

Anda mungkin juga menyukai