Anda di halaman 1dari 28

MITHA PRATIWI WIDYA ANANDA

1515351002 1515351013

LAKSMI GAYATRI IGA


1515351004 ANASTASIA
1515351017

ISTRI PRANYANITA NOVIANA HERMANUS


1515351005 1515351023
POPULASI
DAN
SAMPEL
1. POPULASI
PENGERTIAN POPULASI
PENGERTIAN POPULASI YANG LAIN
Populasi (population), yaitu sekelompok
Dalam penelitian kuantitatif
orang, kejadian atau segala sesuatu
Dalam penelitian kualitatif
mempunyai karakteristik tertentu.
Anggota populasi disebut dengan elemen
populasi (populasi Element).
2. SAMPEL

Pengertian sampel
sebagian dari subjek dalam
adalah
? Sampel adalah bagian atau jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin
populasi yang diteliti, yang mempelajari semua yang ada pada populasi, misal

sudah tentu mampu secara karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu,
maka peneliti akan mengambil sampel dari
representatif dapat mewakili
populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu,
populasinya. kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi.
Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus
betul-betul representative.
(Sabar, 2007)
(Sugiyono, 2011)
3. PENELITIAN MENGGUNAKAN SAMPEL DAN POPULASI

Faktor penting di sini


adalah generalisasi,
Get a modern artinya seberapa jauh
oPenelitian yang bekerja
PowerPoint
Presentation
simpulan dari analisis
dengan sampel, berartithat is
hanya Penelitian yang bekerja
beautifully designed. sampel dapat
mengambil sebagian saja dari dengan populasi tidak
digeneralisasikan.
anggota populasi untuk perlu menghadapi
dijadikan sebagai sampel dan persoalan generalisasi.
selanjutnya berdasarkan analisi
sampel dibuat generalisasi.
4. KRITERIA SAMPEL YANG BAIK
Kriteria sampel yang representatif tergantung pada dua aspek yang saling berkaitan yaitu:

AKURASI
Akurasi berkaitan dengan tingkat
keyakinan (confidence level).

PRESISI
Presisi adalah sejauh mana hasil
penelitian berdasarkan sampel
dapat merefleksikan realitas
populasinya dengn teliti.
Syarat Sampel yang Baik
Dalam penyusunan sampel diperlukan susunan kerangka sampling, dengan syarat :

01 02 03 04 05

Harus meliputi Tidak ada Harus up to Batas-


Harus dapat
seluruh unsur unsur sampel date. batasnya
dilacak di
sampel. yang dihitung harus jelas.
lapangan.
dua kali.
2. Menurut Taken (dalam Masri Singarimbun dan Sofyan Efendi). Ciri-ciri
sampel yang ideal adalah:

1. Dapat menghasilkan gambaran yang


dipercaya dari seluruh populasi yang
3. Sederhana, sehingga mudah
diteliti.
dilaksanakan.

2. Dapat menentukan presisi dari hasil


penelitian dengan menentukan 4. Dapat memberikan keterangan
penyimpangan baku dari taksiran yang sebanyak mungkin dengan biaya yang
diperoleh. rendah.
5. PERTIMBANGAN PENENTUAN UKURAN SAMPEL
1) Pertimbangan Ukuran Sampel

01 02
Derajat Presisi yang
keseragaman dikehendaki
dalam penelitian

03 04
Rencana Tergantung pada

analisis ketersediaan sumber


daya penelitian
2) Penentuan Ukuran Sampel
Berikut ini merupakan rumus yang digunakan untuk menghitung varian
atau dispersi populasi dengan menggunakan perhitungan rata-rata populasi:

= .

3) Penentuan Ukuran Sampel Penelitian


Dalam menentukan besar sampel, ada banyak alternatif rumus penentuan
besar sampel yang bisa dipakai. Namun, pada prinsipnya rumus-rumus tersebut
diturunkan dan dimodifikasi berdasarkan 2 (dua) pendekatan, yaitu: Precision
analysis dan Power analysis
Berikut ini adalah penurunan rumus penentuan besar sampel untuk desain sampling acak
sederdana.
Penentuan ukuran sampel dengan rumus di bawah diperoleh dari pengukuran absolute dari
varians.

01 02 03 04 05

Estimasi rata- Estimasi Rumus Rumus penentuan


Presisi:
rata: varians: penentuan besar sampel (2 ):
besar sampel
(1):
(/) ()
d = / . () (/) n=
= = v() = . n= +(/) ()
+(/)
6. Ukuran Sampel
Makin besar jumlah sampel mendekati populasi,
maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil
dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel menjauhi
populasi, maka makin besar kesalahan generalisasi.
Dalam pengambilan sampel
dibutuhkan sebuah pertimbangan
dari berbagai aspek di atas,
sehingga sampel yang digunakan
dapat mewakili populasi yang
diteliti dan lebih efisien.
.
PERTIMBANGAN
KEBUTUHAN SAMPEL BESAR

Ada enam kebutuhan sampel besar


yaitu :
4.Menghindari
penyusutan

5. Jika diharapkan syarat-


1. Jika terdapat sejumlah variabel
syarat keabsahan secara
yang tidak bisa dikontrol
statistik dipenuhi

2. Jika dalam penelitian


terantisipasi adanya hubungan 6. Jika dalam penelitian
atau perbedaan yang kecil dihadapkan pada populasi yang
sangat heterogen

3. Jika dalam penelitian


7. Jika reliabilitas dari variabel
dibentuk kelompok-kelompok
bebas tidak terjamin
kecil
Sumber
Kesalahan
Sampel
Kesalahan Statistik Kesalahan Sistematis
(Statistical Erros) (Systematic Error)
Kesalahan sistematis
Ada dua faktor yang
merupakan kesalahan yang
menyebabkan
kesalahan statistik, disebabkan oleh faktor-faktor
dan kesalahan
sistematis (systematic 01 02 di luar proses pemilihan
sampel.
error), Kesalahan Responden
Kesalahan Pemilihan Kesalahan responden
Sampel (Sampling Error)
terdiri atas dua jenis
Kesalahan dalam
pemilihan sample 03 04 kesalahan sebagai berikut :
dapat disebabkan Nonresponse bias (error)
oleh berbagai dan Response bias (error).
kemungkinan yakni;
Kesalahan Administratif

Kesalahan administrative adalah


kesalahan yang disebabkan oleh
kelemahan administrasi atau
pelaksanaan pekerjaan penelitian.

05
9. TAHAP PEMILIHAN
SAMPEL
1. Populasi Target ( Target Population)
yaitu populasi sefesifik yang relevan dengan

2. Kerangka Sampel ( Sample tujuan atau masalah penelitian. Misalnya,


Frame) populasi targetnya adalah manajer
Kerangka sampel adalah daftar perusahaaan manufaktur yang terdaftar di
elemen-elemen populasi yang Bursa Efek Jakarta (BEJ).
dijadikan dasar untuk
mengambil sampel.

4. Unit Sampel (Sample Unit)


Unit sampel adalah suatu elemen
3. Metode Pemilihan Sampel
(Sampling Methods) atau sekelompok elemen yang
menjadi dasar untuk dipilih sebagai
Metode-metode pemilihan sampel secara
sampel.pemilihan sampel dapat
garis besar dikelompokan menjadi dua;
dilakukan melalui prosedur satu
Metode pemilihan sampel probabilitas
tahap atau beberapa tahap.
dan Metodepemilihan sampel
nonprobabilitas
5. Pemilihan Sampel Acak Sederhana
6. Pemilihan Sampel Sistematis
(Systematic Sampling) (Simple Random Sampling)
Metode pemilihan sampel secara Metode pemilihan sampel secara acak
acak sederhana meskipun mudah sederhana memberikan kesempatan yang
dipahami, tetapi jarang digunakan
sama yang bersifat tak terbatas pada
dalam praktik karena relative sulit
setiap elemen populasi untuk dipilih
dan memerlukan banyak tenaga dan
sebagai sampel.
biaya, terutama jika jumlah elemen
populasinya relative banyak.
8. Pemilihan Sampel Berdasarkan
7. Pemilihan Sampel Acak Berdasarkan Strata
(Stratified Random Sampling) Kelompok (Clustered Sampling)
Pemilihan sampel secara acak dapat dilakukan
Pemilihan sampel berdasarkan
dengan terlebih dahulu mengklasifikasi suatu
kelompok dapat dilakukan melalui
populasi ke dalam sub-sub populasi
satu tahap (one stage) atau
berdasarkan karakteristik tertentu dari
elemen-elemen populasi (misal, berdasarkan
beberapa tahap (multi stage)

jenis kelamn, jenis industry, tahun angkatan, penentuan unit sampel.

size perusahaan).
Pemilihan Sampel Berdasarkan Pemilihan Sampel Bertujuan (Purposive
Kemudahan (Convenience Sampling)

Sampling) Penelitian kemungkinan

Sesuai dengan mempunyai tujuan atau target tertentu


dalam memilih sampel secara tidak acak.
namanya, metode ini memilih
Ada dua jenis metode pemilihan sampel
sampel dari elemen populasi
ini, yaitu: pemilihan sampel berdasarkan
(orang atau kejadian) yang
pertimbangan dan berdasarkan kuota.
datanya mudah diperoleh
peneliti.
Pemilihan Sampel Berdasarkan
Pertimbangan (Judgment Sampling),

Metode Pemilihan Sampel Nonprobalitas


Pemilihan sampel dengan metode merupakan tipe pemilihan sampel secara
tidak acak yang (informasinya diperoleh
metode nonprobabilitas atau secara/tidak acak,
dengan menggunakan pertimbangan tertentu
elemen-elemen populasi tidak mempunyai
(umumnya disesuaikan dengan tujuan atau
kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi
masalah penelitian).
sampel.
Pemilihan Sampel Berdasarkan
Kuota (Quota Sampling)
Pemilihan sampel secara
tidak acak dapat dilakukan
berdasarkan kuota (jumlah tertinggi)
untuk setiap kategori dalam suatu
populasi target.
9. METODE
PENGAMBILAN
SAMPEL
Teknik Pengambilan Sampel Secara Acak
(Random Sampling)

Syarat pertama yang harus dilakukan untuk mengambil


sampel secara acak adalah memperoleh atau membuat
kerangka sampel ata dikenal dengan nama sampling
frame.
01 02 03 04

Systematic Random Sampling


(Acak Sistem)

Multistage Random Sampling


.
(Acak Bertahap)

Stratified Random Sampling


(Acak Stratifikasi)

Simple Random Sampling


Atau Sampel Acak Sederhana
05 06

Probability Proportionate to Size


(PPS)

Custer Random Sampling (Acak


Kelompok)
Teknik Pengambilan Sampel Secara Tidak Acak (Non
Random Sampling)

Quota Puposeive
Sampling Sampling

01 03
02
04
Accidental Snowball
Sampling Sampling
Thank you