Anda di halaman 1dari 51

SATGAS

SABER PUNGLI
OLEH :
IRWASDA POLDA DIY
KOMBES POL Drs. BUDI YUWONO, M.H.

Yogyakarta, 19 September 2017


PENGERTIAN
PUNGLI ?

ADALAH PENGENAAN BIAYA ATAU PUNGUTAN DI


TEMPAT YANG SEHARUSNYA TIDAK ADA BIAYA
DIKENAKAN ATAU DI PUNGUT DI LOKASI ATAU PADA
KEGIATAN TERSEBUT TIDAK SESUAI KETENTUAN.

SEHINGGA DAPAT DIARTIKAN SEBAGAI KEGIATAN


MEMUNGUT BIAYA ATAU MEMINTA UANG SECARA PAKSA
OLEH SESEORANG KEPADA PIHAK LAIN DAN HAL
TERSEBUT MERUPAKAN SEBUAH PRAKTEK KEJAHATAN
ATAU PERBUATAN PIDANA. 2
DATA IPK INDONESIA

3
DATA LAPORAN MASUK
DI OMBUDSMAN RI TH 2016
DUGAAN PUNGLI

0% PENDIDIKAN
4%3%
5% PERTANAHAN
6% GAKKUM
ADMINDUK
7% CUKAI & PAJAK
49%
KEPEGAWAIAN
7%
PERHUBUNGAN

8% PERIZINAN
KESEHATAN
11% LAINNYA

SUMBER : DATA OMBUDSMAN RI 2016 4


PENYEBAB KORUPSI/PUNGLI
GREEDY
GONE (KESERAKAHAN)

THEORY OPPORTUNITY
(KESEMPATAN,
KEWENANGAN)

NEED
(KEBUTUHAN)

EXPOSURES
(PENGUNGKAPAN)
MENURUT JACK BOLOGNE 5
TUGAS SATGAS SABER PUNGLI

TUGAS FUNGSI
INTELIJEN;
MELAKSANAKAN PEMBERANTASAN PENCEGAHAN;
PUNGUTAN LIAR SECARA EFEKTIF PENINDAKAN; DAN
DAN EFISIEN DENGAN YUSTISI.
MENGOPTIMALKAN PEMANFAATAN
PERSONIL, SATUAN KERJA DAN SASARAN
SARANA PRASARANA, BAIK YANG SENTRA PELAYANAN PUBLIK DI
KEMENTERIAN/LEMBAGA DAN PEMDA
BERADA DI KEMENTERIAN/LEMBAGA
MAUPUN PEMERINTAH DAERAH.
KEKUATAN
KEMENTERIAN/LEMBAGA & PEMDA

6
LANDASAN HUKUM
NO KETENTUAN HUKUM JENIS ANCAMAN PIDANA
UU NO. 11 TAHUN 1980 3 TAHUN ATAU DENDA
1. TTG TINDAK PIDANA PENERIMA SUAP SEBANYAK-BANYAKNYA Rp.
SUAP PASAL 3 15 JT
2. KUHP PASAL 368 PEMERASAN 9 TAHUN
UU NO.20 TAHUN 2001 PEMBERI/ PIDANA PENJARA PALING
TTG PERUBAHAN ATAS MENJANJIKAN PADA SINGKAT 1 TH, PALING
UU NO.31 TAHUN 1999 PEGAWAI NEGERI LAMA 5 TH DAN ATAU
3.
TTG PEMBERANTASAN ATAU DENDA PALING SEDIKIT RP.
TIPIKOR PASAL 5 AY PENYELENGGARA 50JT DAN PALING BANYAK
(1) NEGARA Rp. 250 JT
UU NO.20 TAHUN 2001 PIDANA PENJARA PALING
PEGAWAI NEGERI
TTG PERUBAHAN ATAS SINGKAT 1 TH, PALING
ATAU
UU NO.31 TAHUN 1999 LAMA 5 TH DAN ATAU
4. PENYELENGGARA
TTG PEMBERANTASAN DENDA PALING SEDIKIT RP.
NEGARA PENERIMA
TIPIKOR PASAL 5 AY 50JT DAN PALING BANYAK
PEMBERIAN/ JANJI
(2) Rp. 250 JT
7
LANDASAN HUKUM
NO KETENTUAN HUKUM JENIS ANCAMAN PIDANA
PEGAWAI NEGERI
ATAU
UU NO.20 TAHUN 2001
PENYELENGGARA PIDANA PENJARA PALING
TTG PERUBAHAN ATAS
NEGARA SINGKAT 1 TH DAN PALING
UU NO.31 TAHUN 1999
5. MENERIMA LAMA 5 TH DENDA PALING
TTG PEMBERANTASAN
HADIAH/ JANJI SEDIKIT RP.50 JT PALING
TINDAK PIDANA
PADAHAL DIKET BANYAK RP. 250 JT
KORUPSI PASAL 11
KRN KEKUASAAN/
KEWENANGAN
UU NO.20 TAHUN 2001 PIDANA PENJARA SEUMUR
PEGAWAI NEGERI
TTG PERUBAHAN ATAS HIDUP/ PALING SINGKAT 4
ATAU
UU NO.31 TAHUN 1999 TH DAN PALING LAMA 20
6. PENYELENGGARA
TTG PEMBERANTASAN TH DENDA PALING SEDIKIT
NEGARA PENERIMA
TINDAK PIDANA RP.200 JT PALING BANYAK
GRATIFIKASI
KORUPSI PASAL 12B RP.1 M

8
LANDASAN HUKUM
NO KETENTUAN HUKUM JENIS ANCAMAN PIDANA
UU NO.20 TAHUN
PEGAWAI NEGERI
2001 TTG PIDANA PENJARA PALING
ATAU
PERUBAHAN ATAS UU SINGKAT 4 TH DAN
PENYELENGGARA
NO.31 TAHUN 1999 PALING LAMA 20 TH
7. NEGARA YANG
TTG DENDA PALING SEDIKIT
DENGAN MAKSUD
PEMBERANTASAN Rp. 200 JT PALING
MENGUNTUNGKA
TINDAK PIDANA BANYAK Rp. 1 M.
N DIRI SENDIRI
KORUPSI PASAL 12 e
UU NO.20 TAHUN PEMBERI
2001 TTG HADIAH/ JANJI KE
PERUBAHAN ATAS UU PEGAWAI NEGERI PIDANA PENJARA PALING
NO.31 TAHUN 1999 ATAU LAMA 3 TH DENDA
8.
TTG PENYELENGGARA PALING BANYAK RP. 150
PEMBERANTASAN NEGARA KRN JT
TINDAK PIDANA KEKUASAAN/
KORUPSI PASAL 13 KEWENANGAN 9
STRUKTUR ORGANISASI
PRESIDEN RI
TKT PUSAT
DAL/TG.JWB
MENKO POLHUKAM

KETUA PELAKS SATGAS


IRWASUM POLRI
POK AHLI WAKIL I : IRJEN KEMENDAGRI
WAKIL II : JAM WAS

SEKRETARIS

BID. OPS BID. ADM UM BID. DATA INFOR BID. PUBLIKASI UM

BID. LOG BID. KEU

KETUA POKJA KETUA POKJA KETUA POKJA KETUA POKJA


INTELEJEN PENCEGAHAN
PENINDAKAN YUSTISI
SEKRETARIAT
SEKRETARIAT UNIT SEKRETARIAT SEKRETARIAT
PEMBERANTASAN
ANGGOTA ANGGOTA PUNGLI
ANGGOTA ANGGOTA
10 K/L/DAERAH
PENJABARAN TUGAS SATGAS

PEJABAT TUGAS
MENKOPOLHUKKAM
MENGENDALIKAN, MENGEVALUASI DAN MELAPORKAN PELAKSANAAN TUGAS
PENGENDALI/ SATGAS SABER PUNGLI KEPADA PRESIDEN
PENANGGUNG JAWAB
1. MEMBUAT RENCANA STRATEGI DALAM RANGKA PENJABARAN KEBIJAKAN
PRESIDEN.
2. MELAPORKAN KEGIATAAN SATGAS KEPADA MENKO POLHUKAM SECARA
KETUA PELAKSANA PERIODIK SETIAP BULAN ATAU SEWAKTU-WAKTU DALAM HAL YANG
BERSIFAT KHUSUS DAN KONTIJENSI.
IRWASUM POLRI 3. MELAKUKAN KOORDINASI DENGAN KEMENTERIAN/LEMBAGA DALAM
RANGKA PENGUMPULAN DATA DAN INFORMASI PENDUKUNG KEGIATAN
SATGAS
4. MELAKSANAKAN KOMANDO, PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN TERHADAP
PELAKSANA HARIAN DAN SELURUH POKJA SERTA SEKRETARIAT.
MEMBERIKAN MASUKAN DAN SARAN KEPADA PENGENDALI/PENANGGUNG JAWAB
KELOMPOK AHLI BERKAITAN DENGAN TUGAS SATGAS DAN MEMBERIKAN ASISTENSI TERHADAP
PERENCANAAN, PELAKSANAAN MAUPUN EVALUASI KEGIATAN SATGAS.
MEMBANTU PELAKSANAAN TUGAS KASATGAS, DAN DALAM PELAKSANAANNYA
DIBANTU OLEH 6 KEPALA BIDANG YAITU : BIDANG OPERASI, BIDANG LOGISTIK,
SEKRETARIS BIDANG ADMINISTRASI UMUM, BIDANG KEUANGAN DAN BIDANG DATA DAN
INFORMASI SERTA BIDANG PUBLIKASI UMUM

11
PENJABARAN TUGAS SATGAS

PEJABAT TUGAS
1. MELAKSANAKAN KEGIATAN PEMETAAN TERHADAP MODUS
OPERANDI YANG DILAKSANAKAN OLEH OKNUM PELAKU PUNGLI;
2. MELAKUKAN KEGIATAN PENYUSUPAN, ELICITING DALAM RANGKA
MEMPEROLEH BAHAN KETERANGAN YANG DIPERLUKAN;
KELOMPOK 3. MEMBUAT LAPORAN PERKEMBANGAN HASIL PENYELIDIKAN KEPADA
KERJA INTELIJEN KETUA PELAKSANA SATGAS;
4. MEMBANTU PELAKSANAAN PENGAMANAN INTERNAL TERHADAP
KEGIATAN PENEGAKKAN HUKUM YANG DILAKSANAKAN OLEH SATGAS
SAPU BERSIH DARI KEMUNGKINAN ADANYA UPAYA YANG DAPAT
MELEMAHKAN SATGAS;
MELAKUKAN UPAYA-UPAYA PRE EMPTIF & PREVENTIF BAIK MELALUI SOSIALISASI,
KELOMPOK KERJA
PENYULUHAN, PELATIHAN DAN KEGIATAN LAIN DALAM RANGKA MENCEGAH
PENCEGAHAN TERJADINYA PUNGLI.
MELAKUKAN UPAYA-UPAYA REPRESIF (OTT) SESUAI KEWENANGANNYA TERHADAP
KELOMPOK KERJA
PARA PELAKU PUNGLI DI SELURUH K/L & PEMDA YANG MEMBERIKAN PELAYANAN
PENINDAKAN PUBLIK,
MEMBERIKAN MASUKAN DAN SARAN KEPADA KETUA PELAKSANA BERKAITAN
KELOMPOK KERJA DENGAN PELAKU YANG SUDAH DILAKUKAN PENINDAKAN, APAKAH DILAKUKAN
YUSTISI PENINDAKAN SECARA ADMINSTRASI ATAU SECARA PIDANA SESUAI
KEWENANGANNYA.
12
STRUKTUR ORGANISASI UPP K/L

K/L PENANGGUNG JAWAB


MENTERI/ PIMP/KETUA LEMBAGA

KETUA PELAKSANA UNIT


POK AHLI WAS INTERNAL/ PJBT YG DITUNJUK

SEKRETARIAT

KETUA POKJA UNIT


KETUA POKJA UNIT KETUA POKJA UNIT PENINDAKAN KETUA POKJA UNIT
INTELIJEN PENCEGAHAN YUSTISI

UNIT
PEMBERANTASAN
PUNGLI PD KANWIL 13
STRUKTUR DISESUAIKAN DGN K/L
STRUKTUR ORGANISASI UPP
PENANGGUNG JWB
TKT DAERAH GUBERNUR FORKOMPINDA

KETUA PELAKS UNIT PROV


POK AHLI IRWASDA
WAKIL I : IRWIL PROV
WAKIL II : AS WAS KEJATI

SEKRETARIS

BID. OPS BID. ADM UM BID. DATA INFOR BID. PUBLIKASI UM

BID. LOG BID. KEU

KETUA POKJA UNIT KETUA POKJA UNIT


UNIT KETUA POKJA UNIT KETUA POKJA UNIT
INTELEJEN PENCEGAHAN PENINDAKAN
PEMBERANTASAN
PUNGLI
YUSTISI
SEKRETARIAT KAB/KOTA
SEKRETARIAT
SEKRETARIAT SEKRETARIAT
ANGGOTA ANGGOTA
ANGGOTA ANGGOTA
14
STRUKTUR ORGANISASI UPP
PENANGGUNG JWB FORKOMPIN
TKT KAB/KOTA WALIKOTA/BUPATI KAB/KOTA

KETUA PELAKS UNIT KAB/KOTA


POK AHLI WAKAPOLRES
WAKIL I : IRWILKAB/KOTA
WAKIL II : KASI INTEL KEJARI

SEKRETARIS

BID. OPS BID. ADM UM BID. DATA INFOR BID. PUBLIKASI UM

BID. LOG BID. KEU

KETUA POKJA UNIT KETUA POKJA UNIT KETUA POKJA UNIT KETUA POKJA UNIT
INTELEJEN PENCEGAHAN PENINDAKAN YUSTISI
SEKRETARIAT SEKRETARIAT
SEKRETARIAT SEKRETARIAT

ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA


15
HTCK
KETUA PELAKSANA
SATGAS

GAKKUM
SANKSI PID
SEKRETARIS

POKJA TP
CALL
INTEL
CENT POSKO
RE

POKJA
POKJA
YUSTISI
POKJA CEGAH TINDAK

K/L & DAERAH :


NON
-SANKSI ADM
TP
-PERBAIKAN
SYSTEM 16
KONSEPSI PUNGLI
PENGENAAN BIAYA ATAU PUNGUTAN DI TEMPAT YANG SEHARUSNYA TIDAK ADA BIAYA DIKENAKAN
ATAU DI PUNGUT DI LOKASI ATAU PADA KEGIATAN TERSEBUT TIDAK SESUAI KETENTUAN.

MEMBERIKAN
SUAP HADIAH ATAU
JANJI
PEMERASAN

GRATIFIKASI
MENERIMA HADIAH
ATAU JANJI

17
DAMPAK PUNGLI
EKONOMI HAMBAT
BIAYA TINGGI PEMBANGUNAN

MENYELARASKAN
PERATURAN MASYARAKAT
PERUNDANG-
UNDANGAN DIRUGIKAN

MENIMBULKAN
MENCIPTAKAN
KETIDAKPERCAYAAN
MASALAH SOSIAL
MASYARAKAT
DAN KESENJANGAN
KEPADA
SOSIAL
PEMERINTAH
18
REKOMENDASI IZIN PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI BAGI PEMDA

PENERTIBAN SK MENDAGRI tentang PAW DPRD dan Bupati/Wali Kota

FASILITASI PENATAAN Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan


Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah
JENIS LAYANAN
LINGKUP KLARIFIKASI DAN PEMBERIAN NOMOR REGISTRASI PERDA
KEMENDAGRI
PEMBERITAHUAN PENELITIAN ORANG ASING DAN LEMBAGA ASING

PENERBITAN SURAT KETERANGAN TERDAFTAR (SKT) LEMBAGA


SWADAYA MASYARAKAT (LSM)

EVALUASI RANPERDA

EVALUASI PERTANGGUNGJAWABAN APBD


PERHITUNGAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN
FUNGSIONAL P2UPD 19
JENIS LAYANAN PEMDA
TERKAIT KEMENDAGRI

JENIS LAYANAN YANG BOLEH


DIPUNGUT PEMERINTAH
BERDASARKAN PERATURAN KHUSUS LAYANAN
PEMERINTAH DAERAH KEMENDAGRI, PENDAFTARAN
WAJIB MELAYANI PENDUDUK DAN PENCATATAN
SELURUH MASYARAKAT SIPIL TIDAK DIPUNGUT BIAYA

PEMERINTAH DILARANG MEMUNGUT PAJAK PEMERINTAH DAPAT MEMUNGUT RETIBUSI


YANG DIATUR DALAM UU NO.28 TAHUN 2009 SESUAI UU NO.28 TAHUN 2009 DISESUAIKAN
PROVINSI MAUPUN KABUPATEN/KOTA DENGAN PERATURAN TERKAIT
20
AREA POTENSI PUNGLI
PADA PEMERINTAH DAERAH

PERIJINAN
DANA DESA
HIBAH DAN
BANTUAN SOSIAL
PELAYANAN
PUBLIK
KEPEGAWAIAN
PENGADAAN
BARANG DAN
PENDIDIKAN
JASA

21
PENYEBAB PUNGLI
ATASAN TIDAK MENERAPKAN PENGENDALIAN
INTERNAL DAN PENGAWASAN MELEKAT
0
2
SOP TIDAK
KOMITMEN RENDAH
DITERAPKAN
01 03

0 0
6
PENGAWASAN
4MENTALITAS
TIDAK EFEKTIF APARATUR DAN
05 MASYARAKAT
SALING MENGUNTUNGKAN RENDAH 22
UPAYA PENCEGAHAN KEPADA PEMDA

PRE-EMTIF PREVENTIF REPRESIF

A. MEMBANGUN BUDAYA A. PEMETAAN RAWAN MENINDAK TEGAS


ANTI PUNGLI PUNGLI OKNUM APARAT DAN
B. MENINGKATKAN B. PENGAWASAN MASYARAKAT
SOSIALISASI INTERNAL
C. SISTEM PELAYANAN
PUBLIK BERBASIS IT

23
ATENSI

SELURUH UPP AGAR UPP MENGGALAKKAN


MEMAHAMI REGULASI, PROGRAM PENCEGAHAN
SEHINGGA TIDAK TERJADI PUNGUTAN LIAR
KESALAHPAHAMAN

KOORDINASI EFEKTIF SESAMA UPP DAPAT MENGAWAL


INSTANSI DALAM UPP SEPERTI BETUL PELAYANAN DAN
KEJAKSAAN, KEPOLISIAN DAN PERIJINAN PEMDA
INSPEKTORAT SEHINGGA
KINJERA LEBIH OPTIMAL

24
DATA LAP ADUAN KE POSKO SATGAS

LAPORAN ADUAN S.D. TGL 19 JULI 2017 PUKUL 08.00 WIB, TOTAL 31.110

LAPORAN PENGADUAN

0 5000 10000 15000 20000 25000


LAPORAN PENGADUAN
PENGADUAN LSNG 94
SURAT 518
CALL CENTRE 1877
APLIKASI WEB 1960
EMAIL 6641
SMS 20020 25
DATA LAP ADUAN PER BIDANG
BARANG/JASA`, 7%

PENDIDIKAN, 18%
YANMAS, 36%

KEPEGAWAIAN, 8%

PERIJINAN, 12%

HUKUM, 26%

YANMAS HUKUM PERIJINAN KEPEGAWAIAN PENDIDIKAN BARANG/JASA`

26
JMLH LAP CALL CENTRE PER WILAYAH

376

204196194
173

96 90
76
43 42 34
24 23 23 22 22 19 16 15 15 14
13 12 10 10 9 9 7 6 6 5 3 3 2

27
DATA UPP K/L YG TERBENTUK
KEMENTRIAN/LEMBAGA:
17. UPP PPATK;
1. UPP POLRI;
18. UPP KEMENDIKBUD;
2. UPP KEMENKUMHAM RI;
19. UPP KEMENDES, PDT & TRANS;
3. UPP KEMENKOMINFO RI;
20.UPP KEMENKO PEREKONOMIAN;
4. UPP KEMENPORA RI;
21. UPP KEMENHUB;
5. UPP KEMENDAGRI;
22. UPP KEMENTAN;
6. UPP KEMENRISTEKDIKTI RI;
23. UPP BASARNAS
7. UPP KEMEN ESDM RI;
24.UPP KEMENPAN RB
8. UPP BPKP;
25. UPP KEMEN ATR/BPN
9. UPP LEMSANEG;
26.UPP KEMENAKER
10. UPP BIN RI;
27. UPP MAHKAMAH AGUNG;
11. UPP BAWASLU;
28.UPP KEMENKOP & UKM;
12. UPP BPOM RI;
29.UPP BATAN;
13. UPP BNN;
30.UPP KEMENKO KEMARITIMAN;
14. UPP KEJAGUNG RI;
31. UPP KEMEN PU & PERA;
15. UPP BMKG;
32. UPP KEMEPERIN;
16. UPP LPP TVRI; 28
33. UPP BKPM.
GIAT SOSIALISASI
1. NARASUMBER SOSIALISASI SATGAS SABER PUNGLI DI
KEMENTERIAN/LEMBAGA MAUPUN DAERAH
2. KAMPANYE BUDAYA ANTI PUNGLI (CAR FREE DAY)
3. IKLAN LAYANAN MASYARAKAT BUDAYA ANTI PUNGLI
MELALUI:
MEDIA ELEKTRONIK (TV NASIONAL/LOKAL)
MEDIA CETAK (NASIONAL/LOKAL)
MEDIA ONLINE
JARINGAN VIDEO TRON
JARINGAN BIOSKOP 21 CINEPLEX
FANS PAGE FACEBOOK
4. PAMPLET, LEAFLET, SPANDUK, BROSUR & BANNER

29
DATA OTT (917)
1. ACEH 23 18. KALTIM 21
2. SUMUT 127 19. KALBAR 18
3. SUMBAR 14 20. KALTENG 7
4. RIAU 40 21. KALSEL 10
5. KEP. RIAU 17 22. SULUT 28
6. JAMBI 15 23. GORONTALO 11
7. BENGKULU 6 24. SULTENG 8
8. SUMSEL 45 25. SULBAR 5
9. KEP. BABEL 7 26. SULSEL 51
10. LAMPUNG 26 27. SULTRA 9
11. BANTEN 10 28. BALI 35
12. DKI JAKARTA 49 29. NTB 20
13. JABAR 186 30. NTT 7
14. JATENG 14 31. MALUKU 6
15. DIY 8 32. MALUT 14
16. JATIM 71 33. PAPUA BARAT 4
17. KALTARA 0 34. PAPUA 5 30
DATA PENYELESAIAN PERKARA OTT SABER PUNGLI

JUMLAH TANGGAL KET


No. UPP URAIAN
KASUS UNGKAP SELESAI

1 POLDA DIY 1 PUNGLI IMIGRASI 4 NOV 16 P.21 , Tahap Penuntutan

1. PUNGLI DISHUB - 13 JAN 17 - 17 JULI 17 1. Tahap II Sudah


2 UPP KOTA 2 dilimpahkan ke JPU.
2. PUNGLI PARKIR - 15 JAN 17 - 15 JAN 17 2. Selesai, sidang TIPIRING.
1. PUNGLI PROSES - 6 FEB 16 - 9 JUNI 171. P.21, PENUNTUTAN
3 UPP SLEMAN 2 KONVERSI 2. LIMPAH KE BPN /
2. PUNGLI URUS SHM - 18 NOV 16 - 21 MARET 17 hukuman disiplin

4 UPP BANTUL 1 PUNGLI RETRIBUSI 21 JAN 17 14 SEP 17 P.21, LIMPAH JPU

5 UPP GK 1 PUNGLI RETRIBUSI 15 OKT 16 29 MARET 17 P.21, PROSES SIDANG

6 UPP KP 1 PUNGLI RETRIBUSI 12 DES 16 14 SEP 17 P.21, LIMPAH JPU

31
TANGGAPAN PRESIDEN

HATI-HATI,
SABER PUNGLI
ITU BEKERJA

32
PELAYANAN PUBLIK
PELAYANAN PUBLIK MENURUT UU NO.25 TH
2009 ADALAH KEGIATAN/RANGKAIAN
KEGIATAN DALAM RANGKA PEMENUHAN
KEBUTUHAN PELAYANAN SESUAI DENGAN
PERATURAN PER-UU BAGI SETIAP WARGA
NEGARA & PENDUDUK ATAS BRG, JASA
DAN/ATAU PELAYANAN ADMINISTRATIF YG
DISEDIAKAN OLEH PENYELENGGARA
PELAYANAN PUBLIK 33
PELAYANAN PUBLIK

UU TTG PELAYANAN PUBLIK


DIMAKSUDKAN UNTUK MEMBERIKAN
KEPASTIAN HUKUM DLM HUB ANTARA
MASY & PENYELENGGARA DLM
PELAYANAN PUBLIK

34
PELAYANAN PUBLIK
TUJUAN UU TTG PELAYANAN PUBLIK :
TERWUJUDNYA BATASAN & HUB YG JELAS TENTANG HAK,
TANGGUNG JAWAB, KEWAJIBAN & KEWENAGAN SELURUH
PIHAK YG TERKAIT DGN PENYELENGGARAAN PELAYANAN
PUBLIK
TERWUJUDNYA SISTEM PENYELENGGARAAN PELAYANAN
PUBLIK YG LAYAK SESUAI DGN ASAS-ASAS UMUM
PEMERINTAHAN & KORPORASI YG BAIK
TERPENUHINYA PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK
SESUAI DGN PERATURAN PER-UU
TERWUJUDNYA PERLINDUNGAN & KEPASTIAN HUKUM BAGI
MASY DLM PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK 35
KOMITMEN PIMPINAN
KEPEMIMPINAN MERUPAKAN KOMPONEN VITAL YANG
MEMPENGARUHI KEBERHASILAN ORGANISASI DALAM
MENCAPAI TUJUANNYA.

SEORANG PEMIMPIN ADALAH FIGURE YANG


MENENTUKAN ARAH ORGANISASI, WARNA ORGANISASI
TERMASUK PENGEMBANGAN KUALITAS ANGGOTA-
ANGGOTA DALAM MENCAPAI TUJUAN YANG TELAH
DITETAPKAN.

36
KOMITMEN PIMPINAN

OLEH KARENANYA DIPERLUKAN KOMITMEN YANG KUAT


SECARA TULUS DAN SUNGGUH-SUNGGUH DALAM
MENJALANKAN RODA ORGANISASI SESUAI DENGAN
ATURAN.

KOMITMEN ADALAH SUATU KETENTUAN UNTUK


BERJANJI KEPADA DIRI SENDIRI YANG AKAN MEMACU
SESEORANG UNTUK TERUS BERJUANG DALAM
MENCAPAI TUJUAN YANG DICITA-CITAKAN.

37
STRATEGI DAN REGULASI YANG DIKELUARKAN KEMENTRIAN PERHUBUNGAN DALAM
MENGATASI DAN MENANGANI PUNGLI DI JAJARAN, LAUT, DARAT DAN UDARA

POTENSI RAWAN PUNGLI PADA JENIS PELAYANAN:


1. PENERIMAAN PEGAWAI BARU;

2. PENERBITAN KEPUTUSAN DI BIDANG PERIZINAN;

3. IZIN PENYELENGGARAAN ANGKUTAN ORG DLM TRAYEK YG YAN LINTAS BATAS NEGARA DAN AKAP;

4. PELAYANAN DI TERMINAL TIPE A DAN JEMBATAN TIMBANG;

5. IZIN PENGGUNAAN KAPAL ASING (IPKA);

6. IZIN PEMBANGUNAN DAN PENGOPERASIAN TERMINAL KHUSUS DAN TUKS;

7. PENDAFTARAN DAN PENGUKURAN KAPAL;

8. PENERBITAN SERTIFIKAT PELAUT;

9. PENERBITAN RENCANA PERJALANAN KAPAL, RENCANA PERJALANAN KAPAL ASING, DAN RENCANA PERJALANAN KAPAL
NASIONAL;

10. PENAMBAHAN KAPASITAS ANGKUTAN UDARA/FLIGHT APPROVAL (IZIN RUTE PENERBANGAN DAN PENAMBAHAN FREKUENSI
PENERBANGAN);

11. IZIN REKOMENDASI KKOP;

12. PENERIMAAN CALON TARUNA;

13. IZIN PERPOTONGAN DAN/ATAU PERSINGGUNGAN JALUR KERETA API DGN BANGUNAN LAIN;

14. PENERBITAN SERTIFIKAT AWAK KA DAN SERTIFIKAT SARANA KA;

15. IZIN ANGKUTAN SEWA KHUSUS DI JABOTABEK.


38
STRATEGI DAN REGULASI YANG DIKELUARKAN KEMENTRIAN DALAM NEGERI DALAM MENANGANI
DAN MENGATASI PUNGLI TERKAIT PEMBIAYAAN PERIJINAN DAN PELAYANAN DOKUMEN DI
JAJARAN KEMENDAGRI.

JENIS LAYANAN LINGKUP MENDAGRI:


1. REKOMENDASI IZIN PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI BAGI PEMDA

2. PENERTIBAN SK MENDAGRI TENTANG PAW DPRD DAN BUPATI/WALI KOTA

3. FASILITASI PENATAAN OPD DAN PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN


DAERAH

4. KLARIFIKASI DAN PEMBERIAN NOMOR REGISTRASI PERDA

5. PEMBERITAHUAN PENELITIAN ORANG ASING DAN LEMBAGA ASING

6. PENERBITAN SURAT KETERANGAN TERDAFTAR (SKT) LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT (LSM)

7. EVALUASI RANPERDA

8. EVALUASI PERTANGGUNGJAWABAN APBD

9. PERHITUNGAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL P2UPD

39
STRATEGI DAN REGULASI YANG DIKELUARKAN KEMENTRIAN AGRARIA DAN DAN TATA RUANG
DALAM MENGATASI BERBAGAI PENGURUSAN DIBIDANG PERTANAHAN

1. Sebagai tindak lanjut Perpres No. 87 pasal 8 ayat 2 tersebut, Kementerian Desa, PDT
dan Transmigrasi telah menerbitkan Keputusan Menteri No. 93 Tahun 2016 sabagai
landasan dalam pembentukan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas
Saber Pungli);
2. Surat edaran Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi No.1 Tahun 2017 pada Tanggal
17 Januari 2017 perihal Peningkatan Integritas Pegawai yang bertujuan untuk
membangun zona integritas menuju wilayah bebas korupsi, kolusi dan nepotisme, yaitu:
a. Seluruh jajaran kementerian tidak diperkenanakan untuk melayani pihak-
pihak yang mengatasnamakan Menteri untuk meminta sesuatu, mengarahkan
atau mempengaruhi kebijakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok;
b. Meningkatkan sistem pengawasan internal untuk mengamankan kebijakan
pimpinan dalam rangka menjalankan program kegiatan sebaik-baiknya;
c. Melakukan respon secara cepat terhadap keluhan, pengaduan yang
disampaikan oleh masyarakat;
d. Melaporkan kepada unit pemberantasan pungutan liar apabila ditemukan
pihak-pihak yang melakukan pungli dan menindak tegas pelaku yang terlibat
pungutan liar.
3. Bekerjasama dengan KPK untuk mengusut laporan dugaan tindak pidana korupsi
terkait dana desa. 40
STRATEGI DAN REGULASI YANG DIKELUARKAN KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM DALAM
MENGATASI PUNGLI TERKAIT ADMINISTRASI DI LINGKUP LAPAS DAN IMIGRASI

PEMBERANTASAN PUNGUTAN LIAR PADA LAPAS DAN IMIGRASI

PEMBERIAN FASILITAS BAGI WBP;


PEMINDAHAN KAMAR;
PENGGUNAAN ALAT KOMUNIKASI;
RELOKASI PENGHUNI LAPAS YANG OVERKAPASITAS, DAN ;
LAYANAN KUNJUNGAN.
PEMBERIAN LAYANAN PASPOR DILUAR SOP;
IZIN TINGGAL ORANG ASING YANG TIDAK SESUAI;
TARIF PEMBUATAN PASPOR MELEBIHI KETENTUAN.

41
STRATEGI DAN REGULASI YANG DIKELUARKAN KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM DALAM
MENGATASI PUNGLI TERKAIT ADMINISTRASI DI LINGKUP LAPAS DAN IMIGRASI

STRATEGI PEMBERANTASAN PUNGLI PADA PELAYANAN PEMASYARAKATAN DAN IMIGRASI

1. Strategi Pembinaan
Membangun budaya anti pungli baik pada seluruh pegawai Kemenkumham;
Membentuk Tunas Integritas bekerja sama dengan KPK.
2. Strategi Pencegahan
Melakukan pemetaan rawan pungli pada satuan kerja pusat dan daerah;
Mengoptimalkan peran Quality Assurance APIP (Audit, Reviu, Pendampingan,
Evaluasi, dan Pengawasan Lainnya);
Mengoptimalkan sistem pelayanan publik pemasyarakatan dan imigrasi yang
berbasis teknologi informasi (sistem antrian pelayanan paspor dan CB/PB On Line.
3. Strategi Penegakan Hukum
Menindak tegas terhadap oknum pegawai yang terlibat pungli sesuai ketentuan
perundang-undangan yang berlaku (kasus Lapas Riau). 42
STRATEGI DAN REGULASI YANG DIKELUARKAN KEMENTRIAN DESA, PDT DAN TRANSMIGRASI
DALAM MENGATASI PUNGLI TERKAIT TERKAIT DANA PERUNTUKAN DESA

STRATEGI PEMBERANTASAN PUNGUTAN LIAR OLEH KEMENTERIAN DESA PDT DAN TRANSMIGRASI
1. Sebagai tindak lanjut Perpres No. 87 pasal 8 ayat 2 tersebut, Kementerian Desa, PDT dan
Transmigrasi telah menerbitkan Keputusan Menteri No. 93 Tahun 2016 sabagai
landasan dalam pembentukan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas
Saber Pungli);
2. Surat edaran Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi No.1 Tahun 2017 pada Tanggal 17
Januari 2017 perihal Peningkatan Integritas Pegawai yang bertujuan untuk
membangun zona integritas menuju wilayah bebas korupsi, kolusi dan nepotisme, yaitu:
a. Seluruh jajaran kementerian tidak diperkenanakan untuk melayani pihak-pihak
yang mengatasnamakan Menteri untuk meminta sesuatu, mengarahkan atau
mempengaruhi kebijakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok;
b. Meningkatkan sistem pengawasan internal untuk mengamankan kebijakan
pimpinan dalam rangka menjalankan program kegiatan sebaik-baiknya;
c. Melakukan respon secara cepat terhadap keluhan, pengaduan yang
disampaikan oleh masyarakat;
d. Melaporkan kepada unit pemberantasan pungutan liar apabila ditemukan
pihak-pihak yang melakukan pungli dan menindak tegas pelaku yang terlibat
pungutan liar.
3. Bekerjasama dengan KPK untuk mengusut laporan dugaan tindak pidana korupsi terkait 43
dana desa.
STRATEGI DAN REGULASI YANG DIKELUARKAN KEMENTRIAN DESA, PDT DAN TRANSMIGRASI
DALAM MENGATASI PUNGLI TERKAIT TERKAIT DANA PERUNTUKAN DESA

PEMBENTUKAN SATUAN TUGAS SAPU BERSIH PUNGUTAN LIAR


(SATGAS SABER PUNGLI) KEMENTERIAN DESA PDT DAN TRANSMIGRASI

1. Dalam amanat Perpres No. 87 pasal 8 ayat 2 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih
Pungutan Liar yang menyatakan bahwa Kementerian/Lembaga dan Pemerintahan Daerah
diharuskan membentuk unit pemberantasan pungutan liar untuk tingkat internal.
2. Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi telah menerbitkan Keputusan Menteri No. 93
Tahun 2016 sabagai landasan dalam pembentukan Satuan Tugas Sapu Bersih
Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli).
3. Tugas dari Satgas Saber Pungli adalah melaksanakan pemberantasan pungutan liar secara
efektif dan efisien dengan mengoptimalkan pamanfaatan personil, satuan kerja dan sarana
prasarana yang ada di lingkungan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi. Diharapkan
dengan adanya Satgas Saber Pungli, maka Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal dan Transmigrasi dalam pelaksanaan anggaran akan terbebas dari pungutan liar.
4. Satgas Saber Pungli, dalam melaksanakan tugasnya tentu membutuhkan dukungan
dari semua pihak. Kami harapkan kepolisian, kejaksaan, BPKP, KPK dan Badan
Pengawas Daerah (Bawasda) di tingkat Provinsi dan Kabupaten dapat ikut serta
mengawasi.
44
STRATEGI DAN REGULASI YANG DIKELUARKAN KEMENTRIAN DESA, PDT DAN TRANSMIGRASI
DALAM MENGATASI PUNGLI TERKAIT TERKAIT DANA PERUNTUKAN DESA

PEMBENTUKAN SATUAN TUGAS (SATGAS) DANA DESA

PERSONIL SATGAS:
Eks Ketua KPK;
Eks Jaksa;
Eks Aparat Pengawas Internal
Pemerintah;
Perguruan Tinggi;
Aktivis Organisasi Kepemudaan;
Masyarakat Sipil.

Misi Satgas Desa adalah:


a. Melacak sumber-sumber masalah kemacetan dalam penyaluran, penggunaan dan pengelolaan dana desa.
b. Mengatasi sumbatan-sumbatan/kemacetan dalam penyaluran, penggunaan dan pengelolaan dana desa.
c. Melakukan pengawasan implementasi dalam penyaluran, penggunaan dan pengelolaan dana desa.
d. Melakukan pengkajian terhadap kebutuhan reformasi regulasi terkait dalam penyaluran, penggunaan dan
pengelolaan dana desa.
e. Memberikan advokasi, solusi dan mitigasi dalam merespon aduan masyarakat yang terkait dengan
penyaluran, penggunaan dan pengelolaan dana desa.
f. Melakukan evaluasi pelaksanaan penyaluran, penggunaan dan pengelolaan dana desa.
45
STRATEGI DAN REGULASI YANG DIKELUARKAN KOORLANTAS DALAM MENGATASI
PUNGLI TERKAIT TERKAIT PEMBIAYAAN SIM, STNK DAN BPKB

PROGRAM PRIORITAS KAPOLRI SAAT FIT AND PROFER TEST DI DPR RI


POINT 2 ADALAH :
PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK YANG LEBIH MUDAH BAGI
MASYARAKAT DAN BERBASIS TI, YAKNI :

a. LAYANAN PUBLIK YANG MUDAH DIAKSES MASYARAKAT, LEBIH CEPAT, BEBAS


CALO DAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI.
b. MENYEDERHANAKAN REGULASI DAN PROSES PADA LOKET-LOKET PELAYANAN
YANG TIDAK BERBELIT-BELIT.
c. QUICK RESPONS.
d. MODERNISASI TEKNOLOGI PENDUKUNG PELAYANAN PUBLIK.

46
STRATEGI KORLANTAS POLRI
BIDANG YAN SIM, BPKB & STNK
1. SIM ONLINE (SABANG-MERAUKE )

2. BPKB ONLINE (ERI) SABANG-MERAUKE

3. SAMSAT ONLINE

4. SMART SIM

5. MUTASI ONLINE

6. ARSIP KENDARAAN SECARA ELEKTRONIK


PENGEMBANGAN TNKB YG APLIKABEL
8.
(TNKB BERSECURITY)
9. APLIKASI NRKB PILIHAN
10. SAMSAT DESA
47
CALL CENTER & LAP PUS

LAPORAN PUNGLI UPP PUSAT


CALL CENTER : 193 / 0821-1213-1323
SMS : 1193 / 0856-8880-881
EMAIL : lapor@saberpungli.id
LAPORAN KE SATGAS PUSAT EMAIL: saberpunglisatgas@polkam.go.id
Web : saberpungli.id

LAPORAN PUNGLI UPP D.I. YOGYAKARTA:


SMS : 08112929000
TELP : (0274) 884444
EMAIL : saberpunglidiy@gmail.com

48
KOMITMEN PIMPINAN

MARI BERUBAH

INGAT DENGAN SUMPAH JABATAN


MULAI DARI:
YG KECIL:
DIRI SENDIRI;
SAAT INI.

49
ADA PUNGLI, LAPOR SEGERA !! 50