Anda di halaman 1dari 20

Osteoartritis

Definisi: Penyakit yang diakibatkan kejadian


biologik dan mekanik yang menyebabkan
gangguan keseimbangan antara proses
degradasi dan sintesis dari kondrosit rawan
sendi, matriks ekstraseluler dan tulang
subkondral
OA melibatkan seluruh jaringan dalam sendi
diartrodial
Perubahan morfologik, biokimia,molekuler
dan biomekanik dari sel dan matriks

3
Osteoartritis (Cont)

Osteoartritis ditandai dengan hilangnya


keseimbangan normal diantara sintesis dan
degradasi makromolekuler yang dibutuhkan
dalam menjaga fungsi dan kemampuan
biomekanikal rawan sendi artikuler.
Perubahan pada struktur dan metabolisme
sinovium dan tulang subkondral.
Proses ini akan mengakibatkan destruksi dari
rawan sendi dan gangguan fungsi dari sendi
yang terserang.

4
5
Sendi Normal dan Perubahannya Pada OA

Tulang subkhondral
Tekstur tulang menebal dan ireguler,
subkhondral normal
tampak sklerostik dan
pembentukan kista
Rawan sendi normal, Kapsul mengalami fibrosis,
tebal dan rata distorsi dan penebalan

Ujung tulang rata Fibrilasi, kerusakan dan


berkurangnya volume
rawan sendi
Sinovium normal
dengan selapis sel Sinovitis kronik
tunggal

Pertumbuhan osteofit, dan


Kapsul sendi tebal penebalan jaringan ikat
lunak
6
EXAMPLE OF CHRONIC NOCICEPTIVE PAIN:
OSTEOARTHRITIS OF THE KNEE

Perceived pain

Ascending Descending
input modulation

Tissue
damage Spinal cord Peripheral
nerve

Activation of
local nociceptors
FAKTOR RISIKO

8
9
TUJUAN TERAPI OA
1. Hilangkan gejala inflamasi aktif
2. Cegah destruksi jaringan
3. Cegah deformitas & pelihara fungsi sendi.
4. Kembalikan fungsi organ / sendi senormal
mungkin.

10
ACR 2000
Osteoarthritis Guidelines
Nonpharmacologic measures

Acetaminophen Joint aspiration plus


Mild-to-moderate joint pain intra-articular injection or oral NSAID
Moderate-to-severe knee pain

Topical agents Anti-inflammatory therapy


Methylsalicylate or capsaicin
for those who do not want systemic
therapy

At risk for UGI event Nonselective NSAID


(with misoprostol or proton pump
inhibitor in at-risk patients)
COX-2 inhibitors or intra-articular injections
(glucocorticoids or hyaluronic acid)

Tramadol

Opioids
11
ACR Subcommittee on OA Guidelines. Arthritis Rheum. 2000;43:1905-15.
ACR 2000 OA Recommendations for Patients at
Risk for Upper GI Events

COX-2 specific agents


(celecoxib or rofecoxib)

Nonselective NSAID
plus misoprostol or PPI in high-risk patients
(even with low-dosage nonselective NSAID)

Nonacetylated salicylates

Pure analgesics
(tramadol or opioids)
12
ACR Subcommittee on OA Guidelines. Arthritis Rheum. 2000;43:1905-15.
13
14
15
GLUKOSAMIN
Glukosamin (C6H13NO5) merupakan gula
amino dan prekursor penting dalam sintesis
biokimia dari protein glikosilasi dan lipid.
Glukosamin ditemukan sebagai komponen
utama dari rangka luar krustasea, artropoda,
dan cendawan. Glukosamin merupakan salah
satu monosakarida yang banyak dijumpai.[1]

16
Konsumsi glukosamin secara oral biasanya
digunakan untuk mengurangi gejala
osteoartritis. Sebagai prekursor dari
glikoaminoglikan yang menyusun jaringan
kartilago sendi, suplementasi glukosamin
diharapkan mampu membangun kembali
jaringan kartilago dan mengurangi resiko
osteoartritis, walaupun efektivitasnya masih
diperdebatkan.
17
Condroitin Sulfat
Merupakan Penyusun glikosaminoglikan

18
MANAJEMEN

19
20