Anda di halaman 1dari 13

Contoh Buruk dalam

Implementasi Program CSR


Prepared By:

1. Arleen Maranatha Siahaan


2. Ivan Juliann Morell
3. Mawardi Heru Prasetyo

Environmental Engineering Bakrie University


Contoh Buruk Implementasi Program CSR
Latar belakang
Terdapat beberapa indikator yang bisa dijadikan sebagai ukuran sejauhmana
keseriusan perusahaan menjalankan aktivitas CSR.
Pertama, tidak semua perusahaan memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP)
mengenai CSR.
Kedua, tidak semua perusahaan memiliki departemen atau divisi khusus yang
menangani CSR, karena selama ini aktivitas CSR masih dirangkap oleh divisi
Hubungan Masyarakat (Humas) atau Human Resources Development (HRD).
Ketiga, perusahaan tidak fokus menyiapkan Sumber daya Manusia (SDM)
yang memiliki kapasitas dalam mengelola CSR(Rahmatullah, 2011). Ketiga aspek
tersebut pada akhirny hanya melahirkan kegiatan CSR yang bentuknya karitatif atau
sumbangan semata yang jauh dari konteks tanggungjawab berkelanjutan
(sustainable responsibility), padahal dalam tatanan global, pelan atau pasti
perusahaan yang produknya terkait ekspor dan impor direkomendasikan mengikuti
panduan ISO 26000 tentang Social Responsibility yang penerapannya dimulai pada
tahun 2010.
Cont.
Secara filantropi perusahaan seharusnya meredistribusi keuntungannya setelah mereka memanfaatkan resources di lokasi di
mana masyarakat berada. Apalagi sebagian besar masyarakat lokal berada dalam keadaan miskin. Hal tersebut sebetulnya
merupakan kewajiban moral. Namun motif yang didasarkan pada komitmen moral tersebut masih sebatas wacana dan belum
terlihat nyata.

Keterlibatan perusahaan dalam program CSR dilatarbelakangi dengan beberapa kepentingan. Menurut Mulyadi (2003, hal 4)
setidaknya bisa diidentifikasi tiga motif keterlibatan perusahaan, yaitu: motif menjaga keamanan fasilitas produksi, motif
mematuhi kesepakatan kontrak kerja, dan motif moral untuk memberikan pelayanan sosial pada masyarakat lokal. Tabel di bawah
ini menggambarkan motif tersebut.
Bertemunya kepentingan-kepentingan itu menimbulkan masalah yang cukup serius. Motif perusahaan merealisasi program turut
menentukan model realisasi program. Realisasi program yang tidak didasarkan pada semangat untuk melayani masyarakat lokal
mengakibatkan perusahaan tidak melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah. Realisasi program cenderung dilakukan secara
tertutup dan didesain oleh perusahaan. Sementara itu pemerintah daerah mengharapkan program CSR bisa diintegralisasi
dengan program-programnya dalam kerangka pembangunan regional. Dipihak lain masyarakat juga mengharapkan bahwa
program tersebut mampu memberdayakan mereka.

Jadi.??
Fakta di Lapangan tentang CSR
Di Kab. Karawang, banyak perusahaan yang melakukan pelanggaran dalam merealisasikan program
CSR.
Penyaluran dana direkayasa seakan-akan pihak perusahaan telah melakukan kewajibannya.
Pelaksanaan program CSR tidak memprioritaskan kebutuhan masyarakat sekitar.
Dua contoh perusahaan yang dinilai tidak memberikan data akuntabel mengenai CSR, yaitu PT.
Asahimas Flat Glass Tbk (memproduksi kaca mobil) dan PT. Molten Alumunium Producer Indonesia
(memproduksi alumunium).
Perusahaan dinilai tidak menerapkan UU No. 40 tahun 2007 yang mewajibkan perusahaan untuk
mengeluarkan sebesar 2,5% dari profit per tahun untuk program CSR.
Analisis Fakta
Penerapan program CSR yang terjadi:
Teori Deskriptif: melakukan CSR dengan cara deskriptif, yaitu cukup mengikuti hukum, atau
sekedar menunjukkan kepada publik bahwa mereka (perusahaan) telah melakukan praktik tertentu.
Program CSR hanya dilandasi oleh pemenuhan kewajiban laporan/dokumentasi semata, tanpa
melihat hal-hal yang menjadi kebutuhan atau prioritas masyarakat sekitar.
Di masa mendatang, Pemkab Karawang akan memetakan sektor-sektor prioritas (pendidikan,
kesehatan, & pertanian) yang nantinya dapat dijadikan sebagai tempat untuk program CSR.
Penyebab Kegagalan CSR
Ada tiga penyebab kegagalan program CSR, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Program yang dilaksanakan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat


Selama ini kasus yang memicu bentrokan antara warga dengan pihak perusahaan adalah ketidakpuasan warga karena mereka tidak
dilibatkan langsung dalam kegiatan perusahaan. Mereka membutuhkan lapangan pekerjaan, sedangkan pihak perusahaan tidak
memberikan kesempatan bagi warga sekitar untuk bekerja di perusahaan tersebut. Contoh kasus seperti inilah yang wajib kita
pelajari, sehingga sebelum menjalankan program CSR, sebaiknya ketahui terlebih dahulu kebutuhan warga sekitar dan jadilah solusi
bagi permasalahan yang mereka hadapi.
2. Program dilaksanakan dengan rencana yang kurang matang
Penyebab kegagalan CSR yang kedua adalah kurangnya persiapan program, sehingga masyarakat sekitar atau pihak caon konsumen
kurang puas dengan kegiatan yang diselenggarakan. Hal ini tentunya menjadi catatan hitam bagi sebuah perusahaan, mengingat
kegagalan CSR akan menjadikan citra perusahaan dipandang buruk dimata masyarakat sekitar dan kemungkinan besar mereka
tidak respect lagi dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Karenanya, sebelum menyelenggarakan program CSR, persiapkan
semuanya dengan matang dan bila perlu libatkan para karyawan serta masyarakat sekitar sebagai panitia dalam kegiatan tersebut.
3. Perusahaan lebih mementingkan profit
Nah, penyebab kegagalan yang paling sering terjadi adalah perusahaan hanya mementingkan profit yang didapatkan sehingga
kegiatan yang diselenggarakan kurang optimal dan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Faktor inilah yang perlu Anda
hindari, agar program yang diselenggarakan benar-benar berjalan sesuai dengan tujuan dan memberikan dampak positif, baik untuk
perusahaan kedepannya maupun untuk masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
- See more at: http://stargazerindonesia.com/inilah-3-penyebab-kegagalan-program-csr-yang-sedang-anda-lakukan-detail-
23503#sthash.Rtcq7Ky0.dpuf
Contoh Kasus CSR PT. Semen Tonasa
Tesis yang berjudul Corporate Social Responsibility dan Upaya Pemenuhan Human Security Masyarakat (Studi Kasus Kegagalan
Pengimplementasian CSR oleh PT. Semen Tonasa) bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai faktor penyebab
kegagalan perusahaan meningkatkan kondisi human security masyarakat Desa Biring Ere melalui program CSR yang dijalankan.
Tesis ini mengangkat permasalahan terkait penyebab kegagalan pengimplementasian CSR PT. Semen Tonasa. Untuk menjawab
pertanyaan penelitian yang diajukan digunakan konsep CSR, partisipasi masyarakat, dan human security. Metode kualitatif dipilih
agar permasalahan yang ada dapat dianalisis secara lebih mendalam. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data
primer, dimana data primer diperoleh dengan melakukan interview dengan beberapa informan yang terkait dalam
pengimplementasian CSR. Penelitian ini tidak mengcover pengimplementasian CSR secara keseluruhan tetapi dilakukan
periodesasi, yakni pengimplementasian CSR pada tahun 2011 dan 2012. Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan maka
nampak bahwa PT. Semen Tonasa telah mengimplementasikan CSR secara rutin setiap tahunnya dengan dukungan dana yang
besar, bahkan PT. Semen Tonasa telah memiliki departemen yang khusus menangani program CSR perusahaan.
Fakta menunjukkan program CSR PT. Semen Tonasa yang diimplementasikan di bawah Departemen CSR dan Umum belum
mampu membawa perbaikan bagi kondisi human security yang difokuskan dalam penelitian ini adalah ekonomi, kesehatan, dan
lingkungan masyarakat Desa Biring Ere. Kondisi yang terjadi justru terjadi peningkatan jumlah keluarga miskin kondisi lingkungan
yang tidak menunjukkan perbaikan yang berdampak pada tingkat kesehatan warga. Kegagalan PT. Semen Tonasa dalam
mengimplementasikan program CSR diakibatkan oleh motif pengimplementasian CSR yang masih berdasarkan pada
pertimbangan hukum untuk menghindarkan perusahaan dari sanksi hukum. Selain terkait motif, kegagalan yang terjadi juga
adalah dampak dari kurangnya pelibatan masyarakat dalam setiap tahapan pengimplemnetasian CSR.

Source:
Intisari tesis oleh Dian Ekawaty
Contoh Kasus CSR Lain
PT. Freeport Indonesia yang merupakan perusahaan tambang emas terbesar di dunia, PT. Freeport Indonesia telah melakukan
eksplorasi di dua tempat di Papua, masing masing tambang Erstberg (dari tahun 1967) dan tambang Grasberg (sejak tahun
1988), tetapi apa yang di dapat oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang? Bahkan perekonomian dan kesejahteraan
masyarakat di sekitar PT. Freeport Indonesia di Papua sana sampai sekarang masih memprihatinkan.
Contoh lain kasus kerusakan lingkungan di lokasi penambangan timah di pantai pulau Bangka Belitung, tidak dapat ditentukan
siapakah pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini, kerusakan yang terjadi karena kegiatan penambangan dilakukan oleh
rakyat tak berizin yang mengejar setoran kepada PT. Timah, Tbk sebagai akibat penambangan tersebut terjadi pencemaran di
permukaan laut dan perairan umum, lahan menjadi tandus dan kerusakan laut.
Penambangan pasir ilegal di kota Lumajang, Jawa Timur karena penambangan tersebut sifatnya eksploitasi, yang mengakibatkan
kondisi sawah di daerah tersebut menjadi rusak, sehingga sebagian para petani kehilangan mata pencahariannya, selain itu
penambangan tersebut juga merusak alam dan mengakibatkan meninggalnya aktivis anti tambang yang di sebabkan karena
adanya penganiayaan yang dilakukan oleh oknum yang pro terhadap penambangan pasir tersebut.

Source:
Dalam Strategi, Atau Akal Akalan Perusahaan oleh Zainal Arifin Magister Akuntansi,
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jember
Analisis Fakta

Piramida CSR
(Carroll, 1991): Filantropi

Ethical
Legal
(mematuhi aturan)

Ekonomi
Referensi
Anonim. (2016, April). Wabup Jimmy Semprot Dua Perusahaan yang Abaikan CSR. Retrieved Oktober 15, 2016, from KarawangNews:
http://www.karawangnews.com/2016/04/wabup-jimmy-geram-perusahaan-abaikan-csr.html
Pitra, W. (2016, April). Perusahaan Lakukan Kebohongan dalam Realisasi Program CSR. Dipetik Oktober 15, 2016, dari Seputar Info
Jabar: http://www.seputarinfojabar.com/perusahaan-lakukan-kebohongan-dalam-realisasi-program-csr/
Rahmatullah& Kurniati, Trianita. (2011). Panduan Praktis Pengelolaan CSR (Corporate Social Responsibility).Yogyakarta: Samudra Biru.
Wibisono, Yusuf.(2007) Membedah Konsep dan Aplikasi CSR. Gresik: Fascho Publishing,
Mulyadi (2003): Pengelolan Program Corporate Social Responsibility: Pendekatan, Keberpihakan dan Keberlanjutannya. Center for
Populaton Studies, UGM