Anda di halaman 1dari 14

PROSES PEMBUATAN PULP

DAN KERTAS SECARA KIMIA


(CHEMICAL PULPING)

DISUSUN OLEH :
1. EGA ARSITA SARI D500150087
2. ANJANI RIZIA PUTRI D500150098
3. SEPTI WIDYAWATI D500150100
4. FITROTUL FAUZIAH ERAWATI D500150109
5. WAHYU KIKI ARVIANI D500150134
Proses Pembuatan Pulp

Proses pembuatan pulp ada 3


cara, yaitu :
1.Secara mekanik
2.Secara kimia
3.Secara semikimia
Proses Pembuatan Pulp dengan Proses Kimia

Pembuatan pulp secara kimia biasanya menggunakan


NaOH scara langsung maupun tidak langsung. Lignin
dilarutkn dari bagian lapisan sehingga fibe terpisah.
Dalam proses ini, kulit kayu diambil dan batang
kayunya dibuat keping-keping kayu kemudian
dihancurkan dalam tekanan pada temperatur yang
dibutuhkan. Proses pembuatan secara kimia, yaitu :
1. Proses Sulfat (proses kraft)
2. Proses Soda
3. Poses Sulfit
Proses Pembuatan Pulp dengan Proses Kimia

1. Proses Sulfat (Kraft Process)


Mula-mula kayu dipotong-potong dengan mesin pemotong
kemudian diayak. Kayu yang halus dimasukkan ke dalam tempat
penampung yang kemudian akan digester (dimasak). Kemudian kayu-
kayu tersebut dipanaskan dengan uap dan diaduk dengan alat pengaduk
yang terdapat di dalam digester tersebut dengan tekanan 110lb/in2. Pulp
yang telah jadi dikeluarkan dan dicuci dengan air dalam tanki pencuci
sehingga liquornya akan terpisah. Liquor yang dihasilkan dimasukkan
ke dalam tanki penampung untuk direcovery. Pulp yang sudah dicuci
disaring lagi dengan saringan rotary drum filter, kemudian hasilnya
diputihkan dengan kalsium hipoklorit sehingga hasilnya sudah sedikit
putih. Selanjutnya dinetralkan dengan CaO atau NaOH, dicuci dan
dikeringkan. Terbentuklah pulp kering.
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
PROSES SULFAT
Proses Pembuatan Pulp dengan Proses Kimia

2. Proses Soda
Proses ini lebih sederhana daripada proses sulfat
karena hanya memakai NaOH. Kayu yang digunakan
bisa dari berbagai macam jenis kayu. Waktu memasak 2-
3 jam dengan memakai uap (tekanan 118lb/in2 dan
temperature 3440F). Pulp yang sudah jadi dikeluarkan dari
digester. Liquor yang dihasilkan dimasukkan ke dalam
tanki penampung untuk direcovery. Pulp yang sudah
dicuci disaring dengan saringan rotary drum filter,
kemudian hasilnya diputihkan dengan kalsium hipoklorit
sehingga hasilnya sudah sedikit putih. Selanjutnya
dinetralkan dengan NaOH, dicuci dan dikeringkan.
Terbentuklah pulp kering.
HAL YANG BERPANGARUH
PADA PROSES SODA

a. Perbandingan cairan pemasak terhadap bahan baku yang


digunakan.
Kekurangan bahan kimia atau larutan pemasak menyebabkan
pulp berwarna gelap dan sukar diputihkan pada tahap bleaching .
Namun, bahan pemasak yang berlebihan dapat menurunkan
rendemen dengan terjadinya degradasi serat-serat selulosa.

b. Waktu dan temperatur pemasakan.


Bila waktu pemasakan terlalu lama maka selulosa juga akan larut
dalam jumlah besar. Jika temperatur terlalu tinggi, jumlah
karbohidrat yang terdegradasi akan lebih besar daripada lignin yang
terlarut sehingga akan menurunkan rendemen dan kekentalan pulp.
Proses Pembuatan Pulp dengan Proses Kimia

3. Proses Sulfit
Mula-mula sulfur dicairkan dalam tanki pencair atau
pelebur, kemudian dipanaskan dalam pemanas yang
berputar sambil dialiri udara untuk mengoksidasi. Dalam
pemanasan ini sulfur diuapkan dan selanjutnya dimasukkan
dalam ruang pembakaran dengan dialiri udara. Pengaliran
udara ini dikontrol agar SO3 tidak terbentuk. SO2 terjadi
didinginkan dengan cepat dalam suatu pipa yang
melingkar-lingkar yang dikelilingi air. Proses selanjutnya
adalah absorbs gas oleh air dengan menambahkan
senyawa kalsium dan magnesium karbonat.
S + O2 SO2
2 SO2 + H2O + CaCO3 Ca(HSO3)2 + CO2
2 SO2 + H2O + MgCO3 Mg(HSO3)2 + CO2
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
PROSES SULFIT

Keuntungan
1. Rendemen yang lebih tinggi pada bilangan
kappa tertentu, yang melibatkan kebutuhan kayu
yang rendah;
2. Derajat putih pulp yang tidak dikelantang lebih
tinggi; dan
3. Persoalan pencemaran sedikit.

Kekurangan
Cara ini sudah sangat jarang dipakai, karena
biayanya yang terlalu mahal (Anonymous, 2002).
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
PEMBUATAN PULP DENGAN PROSES
KIMIA

Kelebihan Kekurangan
a) Segi kualitas a) Segi kualitas
1. Kekuatan pulp kuat dan stabil Berbau busuk dan yield nya 50%
2. Pulp lebih mudah memutihkan b) Segi ekologi
3. Serat yang rusak relatif sedikit Biaya produksi lebih besar karena
penggunaan bahan-bahan kimia
b) Segi ekologi
dalam jumlah besar.
Efisien dalam penggunaan kembali
c) Segi ekonomi
bahan kimia dan energi.
Berpotensi mencemari lingkungan
c) Segi ekonomi
dan memberikan rendemen yang
Waktu pemasakan yang pendek jadi lebih rendah (40-52%)
lebih efisien.
LIMBAH YANG DIHASILKAN
PROSES KIMIA
1. Efluen limbah cair
Padatan tersuspensi yang terdiri dari partikel kayu, serat, pigmen, debu dan
sejenisnya. Senyawa organik koloid terlarut serat hemisellulosa, gula, lignin, alkohol,
terpentin, zat pengurai serat, perekat pati dan zat sintetis yang menghasilkan BOD
tinggi. Limbah cair berwarna pekat yang berasal dari lignin dan pewarna kertas.
Bahan anorganik terlarut seperti NaOH, Na2SO4, klorin dan lain-lain. Mikroorganisme
seperti golongan bakteri coliform.
2. Partikulat
a) Abu dari pembakaran kayu bakar dan sumber energi lain
b) Partikulat zat kimia terutama yang mengandung Na dan C
3. Gas
a. Gas sulfur yang berbau busuk seperti merkaptan dan H2S yang dilepaskan dari
berbagai tahap dalam proses kraft pulping dan proses pemulihan bahan kimia.
b. Oksida sulfur dari pembakaran bahan bakar fosil, kraft recovery furnace dan
lime Kilnc. Uap yang akan membahayakan karena mengganggu jarak pandangan.
4. Solid Wastes
a) Sludge dari pengolahan limbah primer dan sekunder
b) Limbah padat seperti potongan kayu dan limbah pabrik lainnya.
DAMPAK SOSIAL YANG
DITIMBULKAN PROSES KIMIA

a. Perampasan lahan milik masyarakat adat atau


komunitas lokal oleh industri.
b. Penghancuran ekonomi dan sosial di tingkat lokal
akibat pengubahan hutan alam menjadi hutan industri
c. Ancaman kesehatan akibat penggunaan bahan-
bahan kimiawi berbahaya dalam proses pembuatan dan
pemutihan (bleaching) bubur kertas (pulp)
DAFTAR PUSTAKA