Anda di halaman 1dari 23

JURNAL READING

Dermatofit: Diagnosis of dermatofitosis dan pengobatannya


Vishu Sharma1*, Tarun Kumar Kumawat1, Anima Sharma1, Ruchi
Seth1 dan
Subhash Candra2

1Departement
of Biotechnology, JECRC University, Jaipur, India.
2Vardhaman Mahaveer Open University, Kota, Rajastan, India.

Received 8 January, 2015; Accepted 7 May, 2015

Pembimbing:

dr. Eko Rini Puji Rahayu, Sp.KK


Oleh
Adjeng Retno Bintari (J510165040)
Dina Tistiawati (J510165097)
Mira Candra Karuniawati (J510165010)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2017
Mikosis disebabkan oleh
Dermatofit mempunyai infeksi jamur pada kulit
kapasitas untuk dan kuku yang meluas
Dermatofit mikosis menginvasi jaringan dan umum pada semua
superficial keratin manusia dan tipe mikosis. infeksi
binatang lain untuk mikosis meningkat lebih
menghasilkan infeksi. dari 20-25% pada
populasi dunia.
Pendahuluan
Infeksi disebabkan oleh dermatofit yang
dikenal sebagai dermatofitosis.
Dermatofit mempunyai dua Dermastofitosis disebabkan oleh genus
sifat yaitu agen keratofilik dan Microsporum, Trichophyton dan
keratolitik. Epidermophyton, organisme ini adalah
anggota pathogen dari keratinofilik (hasil
pencernaan keratin) jamur tanah

Dermatofit meningkat pada temperatur


luar yaitu 25-28C dan membran mikosis
berlanjut pada suhu hangat Kemudian
mengalokasikan produk beracun dari
system pencernaan sampai ke sirkulasi.
Produk beracun ini terletak pada sirkulasi
superficial dan di eleminasi melalui kulit,
dan memproduksi plak psoriasis.
Dermatofita
memiliki bentuk
saprofit. Mereka
menyebabkan
infeksi pada Kerusakan ini
Infeksi primer
bagian superfisial terjadi setelah
dimulai melalui
melalui kolonisasi adanya sekresi
kerusakan kecil
individual pada dari enzim yang
pada kulit.
kulit, rambut dan mencerna keratin
kuku pada
manusia dikenal
sebagai ringworm,
jock itch
DERMATOGEN DAN PENYAKIT

Tinea pedis atau athlete's foot Tinea Kruris


Infeksi tampak sebagai gatal dan crotch itch, crotch rot, eczema marginatum,
pengelupasan dari kulit yang bersisik (jamur gym itch, jock itch, jock rot, and ringworm
dari arthroconidia ). of the groin
Bengkak dan kulit pecah-pecah juga dapat Predileksi: paha medial bagian proksimal
mengenai jaringan, serta juga nyeri dan dan pantat
peradangan. Laki-laki
Peradangan akut : terbentuknya vesikel dan Menyerang stratum koreum dan rambut
pustula. Daerah yang terkena tampak merah, bercak
Agen penyebab Tinea pedis kronis adalah T. kecoklatan, mengelupas, atau retak pada
rubrum, T. mentagrophytes var. kulit.
Interdigitale, dan E. floccosum Agen penyebab yang umum adalah T.
"one hand two feet syndrome" rubrum, E. floccosum, M. magnum, T.
mentagrophytes dan T. raubitschekii
Tinea Unguium
Onikomikosis muncul sebagai gambaran putih
dan dermatofitosis subungual
Tinea unguium biasanya menempel pada ujung
kuku dan terus menyebar ke matriks kuku
Terjadi pada pria dan wanita hamil
Agen penyebab: T. interdigitale, E. floccosum, T.
violceum, M. gypseum, T. tonsurans,T. Sudan.,
Candida albicans, Candida parapsilosis dan
Candida guilliermondii
gejala : kuku menjadi rapuh, perubahan bentuk
kuku, kerusakan kuku bagian luar, kuku menjadi
terangkat, dan warna kuku menjadi kusam
Tinea barbae Tinea faciei
Terjadi pada permukaan rambut, daerah ditemukan pada daerah yang tidak
janggut dan kumis. berambut (membrane glaborus)
muncul pertama pada wajah dan leher. Muncul pada anak-anak dengan
Biasanya terjadi karena cukur atau steroid dermatomikosis
gejala : rontok atau rapuhnya rambut, plak Wanita > laki-laki
kerion, ruam, gatal dan jerawat dekat muncul gatal kemerahan pada wajah
dengan folikel rambut pada leher, dan area dengan patch kecil, berbenjol pada bibir
genital atas dan dagu
dermatofit zoofiliknya yaitu T. Warning sign : pruritus tipikal diakhiri
megantrophytes, T. verrucosum, T. megninii, dengan gatal serta panas saat terkena
T. rubrum dan T.violaceum biasa cahaya .
menyebabkan infeksi. M. Canis dan T. Agen pemicunya : T. tonsurans, T.
mentagrophytes Varerinacei verrucosum, T. mentagrophytes, M. canis
dan T. rubrum
Tinea incognito Tinea nigra
Disebabkan oleh factor tinea nigra palmaris atau plantaris
immunosupresan seperti T. rubrum, T. membuat patch hitam kecoklatan
mentagrophytes, E. flocosumk, M. menjadi hitam pada telapak tangan
canis, M. gypseum dan M. jasiel dan telapak kaki
Agen tersebut membuat penyakit kulit Infeksi : E. werneckii, H. werneckii, P.
iantrogenic seperti suppressed werneckii, C. werneckii
irritation, dan reaksi imun tipe lambat. Koloni yang di temukan biasanya
Gejala pada kulit yaitu atropi, lembab, becahaya, hitam dan sepeti
teleangiektasis, munculnya ragi
kemerahan pada telapak kaki, angkle, muncul pada anak-anak dan remaja,
pergelangan kaki atau paha. wanita dewasa pada stratum korneum
Dermatogen

Psoriasus penyakit kulit yang tidak diketahui penyebabnya


Faktor :
Penipisan dinding usus halus (jejenum dan duodenum bawah)
Kebocoran toksik usus halus ke sirkulasi
Eliminasi oleh kulit plak psoriasis
Hubungan psoriasi dan mikosis pola penetrasi limfoid pada
plak besar (psoriasis
plak yang kecil menembus limfosit sel Lutzner atau sel
Sezary.
Proses pembentukan sel-sel Sezary ini juga diamati pada
mikosis
DIAGNOSIS
DERMATOFITOSIS DAN
PENYEBAB DERMATOGEN
Klinis
pruritus (gejala tersering)
Lesi kulit : peradangan yang eritema, berkerak dan kadang-
melepuh.
PEMERIKSAAN
PENUNJANG

Mikroskopik
Jamur dermatofita diperiksa dengan mikroskop visual dan
environmental scanning electron microscopy morfologi
dan struktur
Diagnosis cepat
Giemsa stain mendeteksi sel hifa dan ragi dari jamur di
dalam jaringan
Lacto phenol cotton blue, Gomori methenamine silver (GMS)
dan periodic acid-Schiff (PAS) mendeteksi jamur di dalam
jaringan
Kultur
Kultur adalah pemeriksaan yang sangat penting pada semua
infeksi untuk pengobatan dengan terapi sistemik.
Untuk mengetahui struktur morfologi yang khas
PCR
manfaat : kultur dermatofita dengan mudah dan untuk
melihat morfologinya yang khas
lebih sensitif dibandingkan kultur diagnostik mikosis
sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi namun tidak dapat
digunakan untuk memantau respon pasien terhadap
pengobatan
biaya yang relatif tinggi dibandingkan metode klasik
PENGOBATAN
DERMATOPHYTOSIS

Senyawa yang dapat digunakan memiliki massa molekul lebih besar


dari 500 DA seperti Amfoterisin B (924.10 DA), Natamycin (665.75 DA)
dan Ketokonazol (531,44 DA)
1. Polynese
2. Natamycin
3. Amphotericin B
4. Ketokonazole
5. Polyhexamethylene biguanide
6. Sulvadiazine silver
Obat ini dapat digunakan tunggal dan kombinasi untuk mengurai rantai helix
DNA mikroba dan menghambat replikasi mikroorganisme tanpa mengganggu
regenerasi sel epitel
Sanitasi yang baik harus ditekankan pada mereka yang terinfeksi dan harus
diinstruksikan untuk tidak menggunakan tutup kepala, sisir dan sikat secara
bersamaan.
PENGOBATAN ALAMI
DALAM MELAWAN
DENGAN DERMATOGEN
Pengobatan tanaman memiliki khasiat yang kuat terhadap berbagai
macam penyakit seperti penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur.
Minyak esensial Otakanthus azureus (Linden) Ronse sendiri atau dalam
kombinasi dengan azol adalah agen anti jamur yang menjanjikan dalam
pengobatan dermatomikosis manusia yang disebabkan oleh filamen
Jamur
Kombinasi minyak esensial ketokonazol dan P. graveolens untuk
pengobatan infeksi yang disebabkan oleh spesies Trichophyton
mengurangi dosis ketokonazol minimum yang efektif, dan dengan
demikian meminimalkan efek samping ketokonazol.
KERATINASE UNTUK
PENANGANAN
DERMATOGEN
Keratinase merupakan afiliasi proteolitik dari pembusukan
keratin. Keratin adalah protein yang sangat kuat yang
memiliki sifat eksklusif serta tidak fleksibel dan keras

Ada dua bentuk utama dari keratin, alpha-keratin dan


beta-keratin
KESIMPULAN

Dari literatur tinjauan yang dikumpulkan di atas, dapat disimpulkan bahwa


dermatofit adalah agen jamur yang menggunakan keratin untuk
menyebabkan infeksi pada burung, hewan dan manusia.
Infeksi ini umumnya terjadi di negara-negara berkembang karena kondisi
higienis yang buruk, dekat dengan hewan dan sosio-ekonomi yang buruk,
dan iklim mendukung pertumbuhan dermatofit.
Berbagai penyakit disebabkan oleh dermatofit, yaitu kaki atlet, kurap, gatal
jock, dll dan biasanya menjajah melalui kulit, rambut dan kuku pada
manusia.
Penyakit ini biasanya didiagnosis dengan mikroskopi, teknik kultur, PCR, dan
lain-lain.
Pengobatan melibatkan penggunaan berbagai obat anti jamur, minyak
esensial tertentu sesuai penelitian terbaru, dan lain-lain.