Anda di halaman 1dari 63

Anatomi dan fisiologi

sistem hematologi
Hematologi adalah ilmu yang mempelajari tentang
darah, baik susunannya maupun bentuk dan seluk
beluk tentang sel darah.

Pada orang dewasa normal, volume darah 6-8% dari


berat badan orang tersebut.

volume darah : BB atau kira-kira 5 liter. 55% cairan


dan 45% sel darah
Fungsi darah :
1. FUNGSI RESPIRASI
Oksigen dari paru-paru akan dihantarkan ke jaringan dan sebaliknya
karbondioksida akan di bawa ke paru-paru dari jaringan
2. FUNGSI NUTRISI
Zat yang diserap dari saluran pencernaan akan dihantarkan ke jaringan
atau ke dalam sel untuk kemudian dipergunakan atau disimpan
3. FUNGSI EKSKRESI
Darah akan menghantarkan sisa metabolisme atau zaat yang tidak dipakai ke organ
ekkresi untuk dinetralkan atau dibuang
4. FUNGSI IMUNITAS
darah membawa leukosit, antibodi serta zat protektif lain ke jaringan
atau sel yang membutuhkan
5. FUNGSI KESEIMBANGAN CAIRAN TUBUH
cairan dalam tubuh mengalir secara terus menerus, dalam perjalanan
sebagai cairan akan ditahan, dibuang atau ditambah sesuai dengan
keadaan tempat dan kebutuhan

6. FUNGSI MENGATUR SUHU TUBUH


cairan tubuh mempunyai kemampuan menyimpan panas yang banyak
darah mempunyai sirkulasi yang cepat sehingga panas akan segera
disebarkan ke seluruh tubuh
panas yang diterima dihantarkan oleh darah ke pembuluh darah di
permukaan tubuh
Panas akan dihantarkan ke kulit dan paru-paru untuk proses penguapan
KOMPONEN DARAH
1. Plasma (air dan zat padat)
- zat padat : glukosa, albumin, globulin, fibrinogen, kolesterol, amilase,
lipase, insulin, adrenalin, zat besi, kalium, vitamin A, vitamin K, ureum,
asam urat, kreatinin, bilirubin
- bagian cair darah yg terdiri dari air, elektrolit (mineral) dan protein
darah

2. Sel darah (blood corpuscles) t.d :


- Eritrosit, sel darah merah, transpor O2 dan CO2.
- Leukosit, sel darah putih, mengatasi infeksi.
- Trombosit, pecahan sel, utk pembekuan darah.

Sel ini hidup dalam beberapa hari, kemudian dibentuk lagi sel yg
baru/hematopoetis dalam sumsum tulang.
Protein plasma darah terdiri dari :
- Albumin, 53 %, utk mempertahankan volume
darah.
- Globulin, 43 %, untuk pembentukan anti bodi.
- Fibrinogen, 4 %, untuk pembekuan darah.
- Unsur organik (mineral), Na, K, Ca, F, Fe, Iodium.
- Berbagai enzym, seperti amylase memecah
amylum, protease memecah protein, lipase
memecah lipid.
- Plasma juga berisi gas yaitu O2, CO2, hormon,
enzym dan antigen.
Lanjutan

Plasma darah, adalah bagian darah encer


tanpa sel darah yg terdiri dari 90 % air dan zat
lain seperti :
Fibrinogen untuk pembekuan.
Garam mineral seperti kalsium, kalium,
natrium dll yg berguna untuk metabolisme.
Protein darah (albumin, globulin) utk
meningkatkan viskositas
Sel Darah Merah (Eritrosit)
Sel darah merah (eritrosit) berupa cakram
bikonkaf, cekung pada kedua sisinya,
berjumlah 4500 000 sampai 5500 000 per
milimeter kubik.
Memerlukan protein karena terbentuk dari
asam amino.
Memerlukan zat besi, wanita memerlukan zat
besi lebih banyak, begitu juga waktu hamil.
Lanjutan

Dibentuk dalam sumsum tulang, lama


hidupnya kira2 115 hari, kemudian mati
dihancurkan dihati dan limfa.
Komponen utama sel darah merah adalah
hemoglobin yaitu protein yg kaya zat besi yg
mempunyai daya gabung/afinitas terhadap
oksigen dan membawa oksigen dari paru2 ke
jaringan. Normalnya 15 gr%.
Gol Darah
Golongan darah : terdiri dari golongan AB, A, B, dan
O.
Golongan AB dp memberi darah pada AB.
Golongan A dp memberi kepada A dan AB
Golongan B dp memberi kepada B dan AB
Golongan O dapat utk semua golongan.

Sebaiknya transfusi dilakukan dengan golongan


yang sama
Leukosit
Sel darah putih (leukosit), lebih besar dari
eritrosit, tapi jumlahnya lebih kecil yitu dalam
setiap milimeter kubik terdapat 6000 10 000
sel darah putih.
Terdiri dari granulosit atau sel
polimorfonuklear kira2 75 % t.d eosinofil,
basofil dan neutrofil, dan sel yg tidak
bergranula yaitu limfositT dan B, monosit,
makrofrag.
Lanjutan

Kekurangan granulosit disebut granulositopenia,


kalau tidak ada granulosit disebut agranulositosis yg
dapat terjadisetelah makan obat tertentu termasuk
antibiotika.
Limfosit membentuk 25 % dari sel darah putih,
dibentuk dalam kelenjer limfe dan sumsum tulang,
sel ini non granuler.
Monosit adalah sel berukuran besar yg bersifat
fagosit (pemakan).
Lanjutan

Leukositosis adalah jumlah keseluruhan sel


darah putih lebih dari 10 000 per milimeter
kubik.
Leukopenia adalah sel dara putih kurang dari
6000 permilimeter kubik.
Limfositosis adalah pertambahan jumlah
limfosit yg tinggi.
Agranulositosis adalah tidak adanya sel
polimorfonuklear atau granulosit.
Fungsi sel darah putih :

Granulosit dan monosit mempunyai peran


penting dalam melindungi tubuh terhadap
mikroorganisme, dengan kemampuan sebagai
fagosit (fago = saya makan).
Fungsi limfosit membentuk antibodi (badan
penangkis) yg penting untuk melindungi tubuh
terhadap infeksi dan kekebalan (imunitas).
Trombosit
Trombosit. Adalah pecahan sel atau keping
darah yg berperan untuk pembekuan atau
penggumpalan darah, dibentuk dalam
sumsum tulang, berbentuk cakram bulat, oval,
bikonveks, tidak berinti dan hidup sekitar 10
hari. Jumlah normal 150 000 400
000/mililiter.
Berperan penting dalam pembekuan darah
HEMOPOESIS
= hemopoesis : pembentukan sel-sel darah

Dalam beberapa minggu kehamilan, indung telur


merupakan tempat utama eritropoesis
6 minggu 6-7 bulan : hati dan limpa, sampai sekitar 2
minggu satelah lahir

Masa bayi : sumsum tulang membentuk darah


(hemopoetik)
TEMPAT TERJADI HEMOPOESIS

JANIN 0-2 bulan (kantung kuning telur)


2-7 bulan (hati dan limpa)
5-9 bulan (sumsum tulang)

BAYI Sumsum tulang (pada semua tulang)

DEWASA Vertebrata, tulang iga, sternum, tulang


tengkorak, sakrum dan pelvis, ujung
proksimal femur
Pembentukan darah ( Hemopoiesis )
Hemopoiesis berlangsung seumur hidup, untuk
mengganti sel darah yang mati atau keluar dari
tubuh.
Dalam keadaan normal, hemopoiesis
berlangsung seimbang antara pembentukan sel
yang baru dengan sel yang mati atau keluar dari
tubuh.
Dalam keadaan normal, berubah menjadi lebih
aktif atau mundur bahkan aktifitasnya tidak
terkendali.
Jaringan Hemopoiesis :
1 minggu kehamilan : indung telur tempat
utama hemopoiesis.
Dalam kandungan : hati, limfa, sum-sum tulang,
kelenjar limfe, dan kelenjar Thimus.
Janin umur 4-7 bulan : hati, limfa, sampai 2
minggu setalah kelahiran.
Anak-anak : selain ditulang panjang, juga pada
sum-sum tulang pipih seperti : tengkorak, iga,
clavicula,tulang rusuk, pelvis, dan vertebrae.
Pada orang dewasa : hanya tulang pipih.
Cairan darah :
Cairan darah : ada 2 istilah yang
dipergunakan dalam pemeriksaan darah
yaitu plasma dan serum.
Plasma : cairan yang keluar apabila darah
dibiarkan cair dengan menambahkan anti
koagulan yang cukup, kemudian darah
tersebut dipisahkan antara sel darah
cairannya. Ini disebut serum.
Pembentukan eritrosit ( Eritropoiesis )
Eritrosit diproduksi dalam sum-sum tulang.
Pada keadaan abnormal juga diproduksi pada hati
dan ginjal.
Senyawa ery yang paling mula ( pronormoblas )
mengalami pembelahan dan pematangan
bertingkat menjadi eritrosit dewasa dengan
keluarnya inti ( retikulosit ).
Retikulosit berada pada darah tepi 1-2 hari
kemudian menjadi eritrosit dewasa berusia 120
hari.
Produksi eritrosit dipengaruhi hormon eritropoitin
yang diproduksi di ginjal.
Lanjutan...
Apabila Hb/eritrosit pada darah perifer menurun, ginjal
akan terangsang untuk membentuk eritropoitin, sehingga
sum-sum tulang lebih aktif membentuk eritrosit
kekurangan Hb/ery/O2 teratasi.
Zat yang dibutuhkan dalam pembentukan eritrosit dan
hemoglobin sum-sum tulang, ialah:
Logam : Fe, Mg, Cobalt
Vitamin : B12, Folat, C, E, dll
Asam amino.
Hormon : eritropoitin, androgen, tirosin.
Kekurangan salah satu dari zat tersubut dapat
menyebabkan gangguan pada pembentukan
eritrosit.
Sintesa Hemoglobin
Fungsi utama eritrosit adalah
mengangkut O2 kejaringan dan
membawa CO2 dari jaringan
keparu-paru.kedua zat ini
diangkut oleh protein yang
disebut hemoglobin.
Lanjutan...

Kadar hemoglobin orang dewasa


tergantung umur dan jenis
kelainannya.
Menurut Barbara A brown :
Wanita 12-15 gr%
Laki-laki 14-17 gr%
Usia lebih lanjut kadar lebih rendah.
Lanjutan...

Apabila Hb mengalami
perubahan bentuk abnormal ,
maka fungsi transport O2 tidak
dapat dilakukan lagi.
Lanjutan...

Ada 3 bentuk Hb abnormal :


Karboksi Hb : Hb mengikat CO , bentuk ini sifatnya
reversibel dijumpai pada perokok berat 2-10%
kadarnya.
Met. Hb : Hb yang mengandung Fe dalam bentuk
Feri dijumpai dengan kadar 1-2%
Sulf Hb : terbentuk dari pengaruh obat-obatan
atau bahan kimia seperti
sulfonamid,aminoaromatik, sifat reversibel dan
tidak dapat mengangkut O2 kadarnya 2%.
Katabolisme / pemecahan eritrosit.

Erotrosit tua ( 120 hari ) akan


dipecah dalam jaringan RES
menjadi Hem dan Globin
Globin akan disimpan dalam bentuk
asam amino dan dipakai untuk
membentuk eritrsit baru.
Hem dipecah menjadi :

Fe : disimpan dalam depot Fe


untuk membentuk eri baru.
Protoporfirin : diubah menjadi
biliverdin yang tereduksi
menjadi bilirubin.
Lanjutan...

Sel darah putih ( leukosit )


Menurut fungsinya dibagi dalam 2
kelompok :
Kelompok fagosit : terdiri dari
granulosit dan monosit.
Kelompok imonosit : terdiri dari
limfosit dan plasmasit.
Lanjutan...

Pembentukan sel leukosit


terjadi dalam sum-sum tulang ,
dalam keadaan normal dalam
sel perifer hanya ada sel tua.
Fungsi sel leukosit :

Khemotaksis : kemampuan bergerak


kesumber toksin yang dikeluarkan oleh
benda asing atau jaringan rusak.
Fagositosis : benda asing mis,bakteri, jamur,
atau sel hospes yang mati akan dimakan
oleh leukosit.
Sel segment disebut mikrofag, sedang
monosit untuk makrofag.
Lanjutan...

Membunuh dan mencerna : leukosit membunuh


benda asing dengan menurunkan pH vakuol yang
berisi bekteri, mengeluarkan enzim laktoferin atau
dengan pembentukan zat peroksida.
Pembentukan zat antibodi : dilakukan oleh sel
limfosit dan plasmasit, untuk membantu
pertahanan tubuh melawan infeksi dan bersifat
spesifik terhadap penyakit atau serangan kuman
yang sama.
Lanjutan...

Lekopeni : jumlah sel lekosit yang menurun kurang


dari 3x10 /L darah ( biasanya pada granulosit )
Lekositosis : meningkatkan jumlah leukosit yang
beredar lebih dari 7,5x10 /L darah.
Lekositosis relatif adalah keadaan yang menunjukkan
sel netrofil lebih dari 80% pada hitung jenis.
Nilai normal : 5000-10000/mm3 darah
Trombosit
Trombosit dihasilkan oleh sum-sum tulang
belakang dengan induk megakariosit.
Berukuran 2-4 mikron, diproduksi dibawah
pengaruh trombopoltin.
Fungsi trombosit : pembentukan sumbatan
mekanis dalam pembentukan darah yang
normal terhadap luka atau kerusakan
pembuluh darah.
Kelainan berdasarkan kuantitatif / jumlah :

- Trombositopeni : menurunnya
jumlah trombosit dibawah
normal.
Trombositosis : meningkatnya
jumlah trombosit diatas
normal.
Dibagi menjadi 2 yaitu :
Akibat fisiologis : dapat normal
kembali bila penyebab hilang, mis
: pada perdarahan akut, pada
keganasan lekemik.
Bersifat menetap dan lama, mis :
mielosklerosis atau kelainan
idiopatik.
Kelainan berdasarkan kualitatif :
Tromboastenia :merupakan kelainan
bawaan gangguan dari dinding trombosit
sehingga terjadi gangguan daya lekat
trombosit dan penggumpalannya,
Trombopati : kelainan pada mekasinme
pelepasan sehingga jumlah trombosit
berkurang terhadap rangsangan.
Lanjutan...

Penyakit yang merubah fungsi trombosit,


mis : uremi, penyakit hati menahun, lupus
eritremateus.
Kelainan akibat obat-obatan mis : dextran,
aspirin, obat anti radang/ inflamasi.
Nilai normal : 150000-350000 / mm3
darah.
Anti koagulan yang digunakan pemerikasaan
Hematologi.
Fungsi anti koagulan adalah agar darah tidak
membeku sehinga dapat digunakan untuk
menghitung jumlah sel-sel darah.
Tidak semua anti koagulan dapat digunakan
karena ada yang berpengaruh terhadap
bentuk ertitrosit atau leukosit yang akan
diperiksa morfologinya.
Kalium oxalat dan natrium fluorida tidak digunakan.

*Anti koagulan yang dapat digunakan antara


lain :
EDTA ( ethylendiamine tetra acetat ),
digunakan garam natrium atau kaliumnya.
Garam-garam itu mengubah ion kalsium
dalam darah menjadi bentuk bukan ion. Tiap
1 mg EDTA menghindari membekunya 1 ml
darah.EDTA yang dipergunakan dalam
bentuk larutan 10% karena dalam bentuk
kering sukar larut.
Lanjutan...

Heparin : berfungsi sebagai


antitrombin, tidak berpengaruh
terhadap eritrosit dan leukosit.1 mg
heparin cukup untuk 10 mL darah.
Bisa dipergunakan dalam bentuk
kering atau larutan.
Natrium citrat : dalam larutan
dipergunakan 3,8%, yaitu larutan
yang isotonik dengan darah.
Gambar-gambar sel-sel leukosit :
Basofil : Bentuk bulat
Inti sukar dilihat sebab tertutup granula
Granula besar bulat & berwarna ungu tua,
banyak tapi tdk rapat
Vakuol kadang tampak berwarna pucat dalam
sitoplasma
Eosinofil : Bentuk bulat
Sitoplasma/granula besar-besar berbentuk
bulat berwarna jingga, jumlah banyak dan
saling berdekatan
Inti biasanya terdiri dari 2 lobus
Batang : Bentuk bulat
Sitoplasma kemerah-merahan
Granula kecil-kecil halus warna lembayung
muda
Inti berbentuk seperti batang tapal kuda
berwarna ungu tua
Segment : Bentuk bulat
Sitoplasma/ granula kemerah-merahan &
banyak, warna lembayung muda
Inti terdiri dari 2 5 lobus dihubungkan dg
benang kromatin, warna ungu tua dan padat
Limfosit : Bentuk bulat
Sitoplasma/granula terlihat sangat sedikit
berwarna biru.
Inti besar, kromatin warna ungu tua dan
padat.
Monosit : Bentuk tidak teratur, ukuran paling
besar .
Sitoplasma/granula sering kemerahan, vakuola
sering terdapat pada sitoplasma.
Inti vervariasi biasanya seperti ginjal, kromatin
tersusun dalam untaian dan berwarna
lembayung
A. ERITROSIT
B. LIMFOSIT BESAR
C. NETROFIL SEGMEN
D. EOSINOFIL
E. NETROFIL SEGMEN
F. MONOSIT
G. TROMBOSIT
H. LIMFOSIT KECIL
I. NETROFIL BATANG
J. BASOFIL
VARIASI
BENTUK
LIMFOSIT
VARIASI
BENTUK
MONOSIT
EOSINOFILIA
HIPERSEGMENTASI NETROFIL
MIELOBLAS + AUER
ROD
LEUKEMIA PROMIELOSITIK AKUT (APL)
LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT (ALL)
LEUKEMIA MONOSITIK AKUT (AMoL)
NORMOKROM-NORMOSITIK

EVALUASI ERITROSIT
Thalassemia

ANISO-POIKILOSITOSIS-HIPOKROM-MIKROSITIK, POLIKROMASI
SEL TARGET, SEL TEAR DROP , FRAGMENTOSIT
PLASMODIUM FALCIPARUM
LE cell + Rosette cell
TROMBOSIT NORMAL TROMBOSITOPENIA
TROMBOSITOSIS