Anda di halaman 1dari 23

RESPONSI

BPPV
BENIGN PAROXYSMAL POSITIONAL VERTIGO

Pembimbing:
dr. Usman Gumanti Rangkuti, Sp. S.
Vertigo
Bukan penyakit melainkan indikasi penyakit serius
Adalah perasan berputar dan penglihatan bergerak,
subyektif kalau merasa dirinya bergerak dan obyektif
kalau sekelilingnya yang bergerak
Gangguan pada keseimbangan dikarenakan kerusakan :
1. Labirinitis
2. Saraf vestibular
3. Vestibulocerebellum (Pusat syaraf keseimbangan)
BPPV
Vertigo yang ditandai dengan episode berulang singkat
yang dipicu oleh perubahan posisi kepala. Biasanya gejala
vertigo sangat berat, dapat disertai mual atau muntah.
Pemicu perubahan posisi:
Duduk-baring, baring-duduk
Tubuh membungkuk dan kepala menunduk
Kepala hiperekstensi
Berbaring miring ke salah satu sisi
Etiologi
BPPV primer/idiopatik :
Sebab degenerasi otokonia
Frekuensi > 50% kasus BPPV
BPPV sekunder :
Trauma kapitis, trauma labirin
Neuritis vestibularis
Penyakit meniere
Post operasi telinga
Sakit atau berbaring terlalu lama
Patofisiologi
Hipotesa Kupulolitiasis
Adanya fragmen otokonia, yaitu endapan berisi debris kalsium karbonat
yang berbentuk komposit Kristal kalsit yang terlepas dari macula utrikulus
yang berdegenerasi, menempel pada permukaan kupula semisirkularis
posterior yang letaknya langsung di bawah macula utrikulus. Debris ini
lebih berat dari endolimfe sekitarnya sehingga menjadi lebih sensitif
terhadap gravitasi. Hal ini analog dengan keadaan benda berat diletakkan
di puncak tiang, bobot ekstra ini menyebabkan tiang sulit untuk tetap
stabil, malah cenderung miring. Pada saat miring partikel tadi mencegah
tiang ke posisi netral.
Hipotesa Kanalitiasis
Debris otokonia tidak melekat pada kupula, melainkan mengambang di
dalam endolimfe kanalis semisirkularis posterior. Pada perubahan posisi
kepala debris tersebut akan bergerak ke posisi paling bawah, endolimfe
bergerak menjauhi ampula dan merangsang nervus ampularis.
Diagnosis
Perasat Dix-Hallpike
Duduk dengan kepala menoleh
45 derajat ke kanan
Berbaring kepala miring 45
derajat kekanan sampai
menggantung 20-30 derajat
pada ujung meja (40 detik)
sampai respon abnormal
timbul (Nistagmus dan
Pusing)
Lalu didudukan kembali dan
dilanjutkan telinga kiri
dengan cara yang sama
Dilakukan Canalith
Respositioning Treatment
Perasat Sidelying
Duduk dimeja dengan kaki
menggantung
Kepala ditegakkan ke sisi kanan
dan menoleh kekiri 45 derajat
Tunggu 40 detik sampai timbul
respon abnormal
Didudukkan kembali lalu
dilakukan perasat siidelying kiri
Liberatory Maneuver
Pada gangguan vertigo
kanan, kepala menoleh
kekiri
Lalu langsung bergerak ke
kanan sampai menyentuh
tempat tidur dng kepala
posisi tetap. Tunggu
vertigo hilang (30-60
detik)
Kemudian tanpa merubah
posisi kepala berbalik ke
arah sisi kiri. Tunggu (30-
60 detik). Baru kembali
keposisi semila
Dilakukan dari arah
sebaliknya juga
Terapi

Medikamentosa
Vestibulosuppresant diazepam dan
amitriptilin
Betahistin meningkatkan sirkulasi
darah di telinga dalam & mempengaruhi
fungsi vestibular melalui reseptor H3
Simptomatik, seperti anti emetik
Pembedahan
Operasi dilakukan pada Pasien yang gagal
berespon dengan manuver yang diberikan dan
tidak terdapat kelainan patologi intrakranial pada
pemeriksaan radiologi.
Terapi bedah tradisional dilakukan dengan
transeksi langsung nervus vestibuler dari fossa
posterior atau fossa medialis dengan menjaga
fungsi pendengaran.
RESPONSI
MENIERE DISEASE
Pembimbing:
dr. Usman Gumanti Rangkuti, Sp. S
MENIERE DISEASE

Sindroma berupa vertigo episodik, gangguan


pendengaran, tinitus serta rasa penuh dan tertekan
dalam telinga.
Patofisiologi
Meniere Disease disebabkan oleh adanya hidrops endolimfa pada koklea dan
vestibulum. Meningkatannya cairan sehingga menumpuk dilabirin sehingga
cairan tersebut bisa mengalir secara normal, sehingga penerimaan impuls oleh
berkas rambut pada krista akan terganggu. Hidrops yang terjadi mendadak
dan hilang timbul diduga disebabkan oleh:
Meningkatnya tekanan hidrostatik pada ujung arteri
Berkurangnya tekanan osmotik di dalam kapiler
Meningkatnya tekanan osmotik ruang ekstrakapiler
Jalan keluar sakus endolimfatikus tersumbat, sehingga terjadi
penimbunan cairan endolimfe
Etiologi
PRIMER
Kegagalan penyerapan oleh kantong endolimfa
Genetik
Gangguan anatomi
Gangguan vasomotor
Infeksi virus
Autoimun, Alergi
Psikosomatik dan hipertiroidisme
SEKUNDER
Gangguan perkembangan
Status endokrin dan metabolik abnormal
Sifilis
Otitis Media Kronik
Keseimbangan cairan yang terganggu
Leukimia
Gejala
TRIAS
Vertigo
Vertigo periodik yang makin mereda pada serangan-
serangan berikutnya.
Tinitus
Bisa menetap saat di luar serangan.
Tuli sensorineural.
Hanya terjadi saat ada serangan vertigo.
Gejala lain: perasaan penuh atau tekanan pada telinga
yang terkena
Terapi

MEDIKAMENTOSA
Obat simtomatik sedative dan anti muntah.
Vasodilator perifer atau pembuatan shunt
mengurangi tekanan hidrops endolimfa.
Anti iskemia dan obat neurotonik menguatkan
sarafnya.
Traksi leher dan fisioterapi vertigo yang
disebabkan oleh rangsangan dari perputaran leher
(vertigo servikal)
DIET
Diet rendah garam (2000mg/hari)
Menghindari kafein dan nikotin

PEMBEDAHAN
Dekompresi sakus endolimfatikus menyeimbangkan
tekanan dalam ruang endolimfe
Labirinektomi dengan pendekatan transkanal dan
transmastoid
TERIMA KASIH