Anda di halaman 1dari 19

Jouvenille Rhematoid

Arthritis
Oleh:
dr. Soraya Febriananda
Pembimbing:
dr. Yanuar Nusca Permana Sp.A
1
PENDAHULUAN

2-20 kasus/100.000
Merusak dan anak dengan
Jouvenille Rhematoid
menghancurkan prevelensi 16-150
Arthritis
sendi-sendi tubuh kasus/100.000 anak
diseluruh dunia

30% dari kasus JRA yang paling


umum adalah tipe pausiartikular
Etiologi

Masih belum banyak diketahui, peran imunogenetik diduga memiliki


pengaruh yang kuat. Penyebab yang mungkin adalah respon imun
penjamu yang secara genetik rentan terhadap suatu antigen (yang
belum diketahui)

Mikroorganisme yang mungkin berperan sebagai agen infeksius:


Virus rubella, sitomegalovirus, herpesviridiae, mikoplasma, EBV. EBV
menghasilkan imunoglobulin yang paling banyak salah satunya faktor
rhematoid
PATOFISIOLOGY

Peradangan sinovial kronis yang supuratif di infiltrasi


oleh limfosit dan sel plasma

Bertambahnya cairan menimbulkan efusi.


Penonjolan dari membran sinovial yang menebal
membentuk vili yang menonjol kedalam ruang sendi

JRA pada anak proses kerusakan kartilago artikuler


lebih lambat dari orang dewasa, sehingga mendapat
cedera sendi permanen walaupun sinovitisnya lama
sangat kecil
MANIFESTASI KLINIS & KRITERIA
DIAGNOSIS
American Collage Rhematoid (ACR) International League of Associations for
Rheumatology (ILAR)
Usia penderita < 16 tahun Sistemik

Artritis (bengkak atau efusi, adanya dua atau lebih Oligoartritis : - Persisten
tanda : keterbatasan gerak, nyeri saat gerak dan panas - Extended
pada sendi) pada satu sendi atau lebih
Lama sakit > 6 minggu Poliartritis ( faktor reumatoid negatif )
Poliartritis ( faktor reumatoid positif )
Tipe onset penyakit (dalam 6 bulan pertama) : Artritis terkait entesitis
Poliartritis : 5 sendi Artritis Lain
Pausiartikular : < 5 sendi Tidak memenuhi kategori
Sistemik : artritis dengan demam minimal 2 minggu, Memenuhi lebih dari satu kategori
mungkin terdapat ruam atau keterlibatan
ekstraartikular, seperti limfadenopati,
hepatosplenomegali atau perikarditis

Kemungkinan penyakit artritis lain dapat disingkirkan Artritis psoriasis


Tipe JRA Berdasarkan Onset Penyakit
Karakteristik Poliartritis Oligoartritis Sistemik
(Pausiarticular)
Presentase kasus 30 % 60% 10%
Sendi terlibat 5 4 Bervariasi
Usia onset Seluruh masa anak, Awal masa anak, Seluruh masa anak, tidak
puncak usia 1-3 tahun puncak usia 1-2 tahun ada puncak
Rasio jenis kelamin ( 1:3 1:5 1:1
L:P)
Keterlibatan sistemik Penyakit sistemik Tidak ada penyakit Penyakit sistemik sering
sedang sistemik, penyebab sembuh sendiri, sebagian
utama morbiditas mengalami destruksi
adalah uveitis artritis kronik
Adanya uveitis kronik 5% 5-15% Jarang
Frekuensi seropositif 10% (meningkat Jarang Jarang
faktor rheumatoid dengan usia )
Antibodi antinuclear 40-50% 75-85% 10%
Prognosis Sedang Baik, kecuali untuk Buruk
penglihatan
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
Nama penderita : An. D
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat & tanggal lahir : Banjarbaru, 05 Desember 2017
Umur : 11 tahun 1 Bulan
Identitas Orang tua/wali
Ayah : Nama : Tn. S
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Jl. Sidomulyo Raya Blok E-03 Rt 002 Rw 009
Ibu Nama : Ny. A
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Jl. Sidomulyo Raya Blok E-03 Rt 002 Rw 009 8
Anamnesis
Os datang dengan keluhan nyeri di tangan kanan dan kiri sejak 2 minggu SMRS.
Nyeri terasa berdenyut, hilang timbul, sakit ketika digerakkan atau ditekuk sehingga
aktifitas menjadi terbatas, terasa hangat, anak selalu menangis ketika nyeri muncul.
Tangan bengkak (-), kemerahan (-), riwayat trauma (-), Demam (-), mual muntah (-
/-), Bab/Bak (+/+), Diketahui sekitar bulan desember os mengeluh kedua kaki os
terasa lemah saat sekolah meskipun masih bisa digerakkan sehingga mengganggu
aktivitas, nyeri (+), bengkak (-), tetapi kaki masih bisa di tekuk, demam (-). Os lalu
dibawa ke dokter dan diberi obat tapi tidak ada perubahan. Seminggu kemudian
keluhan nyeri muncul ditangan dan keluhan di kaki mulai berkurang sehingga
langsung dibawa ke poli anak RSUD Idaman Banjarbaru.
Riwayat penyakit dahulu:
Keluhan serupa (+)
Riwayat penyakit keluarga:
Rhematoid Arthritis (-)
SLE(-)
Gout (-)
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : Tampak Sakit Sedang
Kesadaran : compos mentis
Tanda vital :
Nadi : 105 x/menit; kualitas: kuat angkat,
Suhu : 35,4C (aksila)
Respirasi :24x/menit
Berat badan : 30 Kg
Tinggi Badan : 136 cm
BBI : 30 Kg
Status gizi : 100% (Baik)

Kulit sianosis (-) pucat (-) turgor cepat kembali,

konj. hiperemi (+/+) sklera ikterik (-/-) edem


Mata palpebra (-/-)

Hidung PCH (-) sekret (-)

Mulut mukosa bibir basah (+)

Telinga simetris (+) nyeri (-)

Leher peningkatan JVP (-/-) P>> KGB (-)


Paru
Inspeksi: bentuk simetris, retraksi (-)
Palpasi: fremitus fokal simetris
Perkusi: sonor/sonor
Auskultasi: suara napas vesikuler, Rh (-/-), Wh (-/-)

Abdomen
Inspeksi: bentuk agak cembung
Palpasi: tidak teraba massa
Perkusi: timpani
Auskultasi: bising usus meningkat

Ekstremitas
Status lokalis a/r manus (D/S):
L: Eritema (-), Edema (-)
F: Nyeri tekan (-), CRT<2, hangat (+)
M: ROM bebas (+)

Genetalia
Laki-laki dan tidak didapatkan kelainan

Anus
Ada dan tidak didapatkan kelainan
Nilai Makroskopik Mikroskopik
Pemeriksaan Hasil Rujukan Satuan Warna Kuning Epitel Squarnou 1-3/lpk
HEMATOLOGI Kejernihan Agak keruh Transisiona -
Hemoglobin 15,6 12.0 16.0 g/dl Bj 1.030 l
pH 6.0 Renalis -
Leukosit 8,500 4.0-10 ribu/ul Glukos - Leukosit 1-3/lpb
Hematokrit 43 32.00 vol% Protein - Eritrosit 5-7/lpb
44.00 Urobinitroge - Silinder/ -
Trombosit 224.000 150 450 ribu /u l n Cast
LED 6 0-20 mm/jam Keton - Kristal/ Ca.Oxalat
Ureum 18 15-50 mg Nitrit - Amorf (+)
Creatine 0,7 Sampai 1,4 mg Blood (+) 1 Jamur -

As.urat 2,9 3,4-7,0 mg Bakteri -


Leucosyt -
Hitung Jenis Spermat -
Esterase
Basofil 0 0-1 ozoa

Eosinofil 0 1-4
Batang 0 2-6
Segmen 62 35-80
Limfosit 35 15-50
Monosit 3 2-8
Diagnosis : Jouvenille Rhematoid Arthritis

Tata Laksana :
IVFD D5 1/2 NS 10 tpm
Inj. Metilprednisolon 30 mg/12 jam
PO. Ibuprofen 3x200 mg

13
Tanggal S O A P
4/2/2017 Nyeri tangan (D/S) + Suhu : 36,1C Juvenille - IVFD D5 NS 10 tpm
Gerak terbatas (+) nadi : 110 x/m Rhematoid - Inj. Metilprednisolone 30
Demam (-), RR : 22 x/m. Arthritis
mg/12 jam
Ma/Mi (+/+)
Status lokalis a/r manus (D/S): - PO. Ibuprofen 3x200 mg
L: Eritema (-), Edema (-)
F: Nyeri tekan (+), CRT<2,
hangat (+)
M: ROM terbatas e.c nyeri
5/2/2017 Nyeri tangan (D/S) < Suhu : 36,3C Juvenille - IVFD D5 NS 10 tpm
Nadi : 115 x/m Rhematoid - Inj. Metilprednisolone 30
Gerak terbatas (<)
RR : 24 x/m. Arthritis
mg/12 jam
Demam (-), Ma/Mi
(+/+) Status lokalis a/r manus (D/S): - PO. Ibuprofen 3x200 mg
L: Eritema (-), Edema (-)
F: Nyeri tekan (<), CRT<2,
hangat (+)
M: ROM terbatas e.c nyeri (<)
6/2/2017 Nyeri tangan (D/S) - Suhu : 36,1C Juvenille - IVFD D5 NS 10 tpm
nadi : 110 x/m Rhematoid - Inj. Metilprednisolone 30
Gerak bebas (+)
RR : 22 x/m. Arthritis
mg/12 jam
Demam (-), Ma/Mi
(+/+) Status lokalis a/r manus (D/S): - PO. Ibuprofen 3x200 mg
L: Eritema (-), Edema (-) R/ Cek: ANA test, RF,C3
F: Nyeri tekan (-), CRT<2,
hangat (+)
M: ROM bebas (+)
PEMBAHASAN
Teori
Kasus
Kriteria diagnosis Juvenile Rheumatoid Arthritis
Nyeri Tangan kanan dan kiri selama 2 menurut American College of Rheumatology
minggu SMRS, berdenyut, bertambah (ACR) :
sakit bila digerakkan, sulit untuk
ditekuk karena nyeri Usia penderita < 16 tahun
2 bulan sebelum muncul keluhan di Artritis (bengkak atau efusi, adanya dua atau
tangan os mengeluh kaki terasa lemah, lebih tanda : keterbatasan gerak, nyeri saat
nyeri, gerak terbatas (+) gerak dan panas pada sendi) pada satu sendi
atau lebih
Lama sakit > 6 minggu
Tipe onset penyakit (dalam 6 bulan
pertama) :
Poliartritis : 5 sendi
Pausiartikular : < 5 sendi
Sistemik : artritis dengan demam minimal 2
minggu, mungkin terdapat ruam atau
keterlibatan ekstraartikular, seperti
limfadenopati, hepatosplenomegali atau
perikarditis
Kemungkinan penyakit artritis lain dapat
disingkirkan
Kasus Teori

Po. Ibuprofen 3x200 OAINS digunakan pada


sebagian besar anak dalam
terapi inisial. Merupakan First
line pada JRA. Obat golongan
ini mempunyai efek antipiretik,
analgetik, dan antiinflamasi
Selain itu obat ini juga
menghambat sintesis
prostaglandin
Kasus Teori

Inj. Metilprednisolon 30 mg/12 jam Diberikan bila terdapat gejala penyakit


yang memberat, uveitis kronik,
mengurangi inflamasi, atau untuk
suntikan intraartikular.
Efek samping yang dapat terjadi pada
pemakaian jangka panjang antara lain
sindrom cushing, penekanan
pertumbuhan, fraktur, katarak, gejala
gastrointestinal dan defisiensi
glukokortikoid.
PENUTUP
Telah dilaporkan kasus dari bangsal anak RSUD
Banjarbaru dengan pasien: An. D, umur: 11 bulan dengan
diagnosis: Jouvenille Rhematoid Arthritis. Pasien dirawat
di RSUD Banjarbaru selama 3 hari dan diperbolehkan
pulang pada hari ketiga dalam keadaan membaik.

18
TERIMA KASIH