Anda di halaman 1dari 23

CASE REPORT

Dibacakan oleh:
dr. Ricky Masyudha

PEMBIMBING:
dr. Kristanto Yuli Yarsa, SpB,Onk

Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah


Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret
Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta
2017
PENDAHULUAN
Sarkoma jaringan lunak (SJL) tergolong keganasan yang relatif jarang ditemukan. Di AS 7800 kasus baru per tahun,
50% meninggal. Di Indonesia belum ada data tentang SJL, baik yang berbasis Rumah Sakit maupun yang berbasis
populasi.

Penyebab pasti SJL belum diketahui pasti tetapi diperkirakan terdapat peran faktor radiasi, bahan kimia, riwayat
trauma dan mutasi genetik pada stem cell mesenchymal.

50% di ekstremitas terutama ekstremitas bawah; 30% di visceral dan retroperitoneal. Klinis tipe-tipe SJL dibedakan
dari letak anatomis, ukuran, gambaran spesifik histoPA & gradasi histoPA.
KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI SJL
No Jaringan Asal Bentuk Maligna
1 Fibrous Fibrosarcoma
2 Fibrohistiocytic Malignant fibrous histiocytoma
3 Lipomatous Liposarcoma
4 Smooth muscle Leiomyosarcoma
5 Skeletal muscle Rhabdomyosarcoma
6 Blood vessel Angiosarcoma
7 Lymph vessel Lymphangiosarcoma
8 Perivascular Malignant hemangio pericytoma
9 Synovial Synovial sarcoma
10 Paraganglionic Malignant paraganglioma
11 Mesothelial Malignant schwannoma
12 Extra skeletal cartilaginous and osseous Extraskeletal chondrosarcoma
Extraskeletal osteosarcoma
13 Pluripotential mesenchymal Malignant mesenchymoma
14 Neural - Neuroblastoma
- Extraskeletal Ewings sarcoma
15 Miscellaneous - Alveolar soft part sarcoma
- Epithelioid sarcoma
- Malignant extra renal rhabdoid tumor
- Desmoplastic small cell tumor
GEJALA KLINIS

Lebih dari separuh pasien datang pertama kali karena keluhan adanya massa atau pembesaran tanpa
rasa nyeri. Ukuran massa tersebut tergantung pada lokasi tumor. Tumor yang lebih kecil terdapat pada
ekstremitas bawah namun pada ekstremitas atas dan retroperitoneum dapat tumbuh sangat besar.
GEJALA KLINIS

Sarkoma pada retroperitoneal Sarkoma visceral 15% dari


15% dari semua sarkoma. Adanya semua sarkoma. Gejala dan tanda
massa pada abdomen (80%) dan berhubungan dengan asal dari
nyeri perut. Nyeri terasa tak jaringan. Sarkoma gaster
spesifik, jarang menimbulkan dyspepsia atau perdarahan saluran
penurunan berat badan, dengan cerna. Perdarahan rectum dan
keluhan awal mual dan muntah tenesmus sarkoma rectum.
(<40%). Manifestasi neurologic Disfagia dan nyeri dada sarkoma
berupa paresthesia (>30%). esophagus. Perdarahan dari vagina
tanpa disertai rasa nyeri
leimiosarkoma uteri.
PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan status lokalis meliputi :


Tumor primer :
Lokasi tumor
Ukuran tumor
Batas tumor, tegas atau tidak
Konsistensi dan mobilitas
Tanda-tanda infiltrasi, sehingga perlu diperiksa fungsi motorik / sensorik dan tanda-tanda bendungan
pembuluh darah, obstruksi usus, dan lain-lain sesuai dengan lokasi lesi.
Metastasis regional
Perlu diperiksa ada atau tidaknya pembesaran kgb regional.
STADIUM KLINIK (Berdasarkan UICC dan AJCC 2002)
T Primary tumor
T0 No evidence of primary tumor
T1 Tumor <5 cm in greatest dimension
T1a Superficial tumor
T1b Deep tumor
T2 Tumor >5 cm in greatest dimension
T2a Superficial tumor
T2b Deep tumor

N Regional lymph nodes


N0 No regional lymph node metastasis
N1 Regional lymph node metastasis

M Distant metastasis
M0 No distant metastasis
M1 Distant metastasis

G Histopathologic grade
Low grade
High grade
STADIUM KLINIK (Berdasarkan UICC dan AJCC 2002)

Stage Grouping (TNM System 6th edition, 2002)


Stage IA Low grade T1a N0 M0
Low grade T1b N0 M0
Stage IB Low grade T2a N0 M0
Low grade T2b N0 M0
Stage IIA High grade T1a N0 M0
High grade T1b N0 M0
Stage IIB High grade T2a N0 M0
Stage III High grade T2b N0 M0
Stage IV Any Any T N1 M0
Any AnyT AnyN M1
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Foto polos untuk menilai ada tidaknya infiltrasi pada tulang.


MRI / CT-scan untuk menilai infiltrasi pada jaringan sekitarnya,
Angiografi atas indikasi,
Foto thoraks untuk menilai metastasis paru
USG hepar / sidik tulang atas indikasi untuk menilai metastasis
Untuk SJL retroperitoneal perlu diperiksa fungsi ginjal.
PEMERIKSAAN PENUNJANG:
BIOPSI

Setelah dilakukan pemeriksaan di atas


Tidak dianjurkan pemeriksaan Diagnosis Klinis Onkologi telah dapat
FNAB (sitologi) ditegakkan, selanjutnya ditentukan
Stadium Klinik SJL.
Sebelum melakukan tindakan terapi
terlebih dahulu harus dipastikan
apakah kasus SJL tersebut kurabel
Sebaiknya dilakukan core atau tidak, resektabel atau tidak, dan
biopsy atau tru cut biopsy Untuk kasus kasus tertentu harus dipastikan modalitas apa yang
dan lebih dianjurka untuk bila pemeriksaan Histo PA dimiliki (operasi, radiasi, khemoterapi),
dilakukan biopsi terbuka, yaitu meragukan, dilakukan
serta kemungkinan tindakan
bila ukuran tumor < 3 cm pemeriksaan
dilakukan biopsi eksisi dan bila imunohistokimia. rehabilitasi.
> 3 cm dilakukan biopsi incisi.
BIOPSI

Potongan melintang dari sarkoma jaringan lunak pada paha


Massa (tanda panah) menginfiltrasi otot skelet dan jar .tulang
(femur)
PENATALAKSANAAN

PENATALAKSANAAN
PEMBEDAHAN

RADIOTERAPI

KEMOTERAPI
PEMBEDAHAN

KASUS BEDAH / NON BEDAH


Semua kasus sarcoma jaringan lunak adalah
kasus bedah, tetapi pendekatan multidisiplin
perlu dilakukan dengan kerjasama Patologi
KONTRAINDIKASI / KOMPLIKASI
Anatomi, Radiologi, Hematologi dan onkologi
medik. Tidak ada kontraindikasi mutlak, kecuali kondisi umum
pasien yang lemah dan tidak dapat menjalani terapi bedah
atau adjuvant.
PEMBEDAHAN
Ekstremitas

Visceral/retroperitoneal

Dibedakan atas lokasi


SJL

Bagian tubuh lain

SJL dengan metastasis


jauh
PEMBEDAHAN

SJL Pada Ekstremitas Yang Residif


Bila masih resektabel dilakukan eksisi luas dilanjutkan terapi ajuvan radioterapi / khemoterapi. Bila
sebelumnya pernah mendapat terapi ajuvan, perlu dipertimbangkan kembali apakah masih mungkin untuk
khemoterapi ajuvan dengan regimen yang berbeda atau radiasi dengan modalitas yang lain.

Untuk kasus residif yang tidak resektabel dilakukan amputasi, bila pasien menolak dapat dipertimbangkan
pengelolaan seperti kasus primer yang tidak resektabel.
PEMBEDAHAN

SJL di Bagian Tubuh Lain


Bila tumor masih resektabel, dilakukan eksisi, umumnya dengan marginal margin, dilanjutkan dengan
radioterapi ajuvan.
Bila tumor tidak resektabel, dilakukan radioterapi preoperatif dilanjutkan dengan tindakan eksisi marginal
margin.
Bila tidak memungkinkan untuk tindakan eksisi luas, maka dilakukan radioterapi primer atau khemoterapi.
Pada SJL di kepala dan leher yang tidak mungkin dilakukan eksisi luas maka dapat diberikan khemo radiasi.
PEMBEDAHAN

SJL Dengan Metastasis jauh


Bila lesi metastasis tunggal masih operabel / resektabel dapat dilakukan tindakan eksisi, tetapi bila tidak dapat
dieksisi, maka dilakukan khemoterapi dengan Doxorubicin sebagai obat tunggal atau dengan obat khemoterapi
kombinasi, yaitu Doxorubicin + Ifosfamide, terutama untuk pasien dengan status performance yang baik.
Obat-obat kombinasi yang lain adalah :
Doxorubicin + Dacarbazine
CyVADIC
Doxorubicin + Ifosfamide Mesna + Dacarbazine
RADIOTERAPI

Radioterapi digunalan untuk terapi primer untuk mencegah kekambuhan


sarkoma dan mengurangi efek dari operasi definitive.

External Beam Radiation Therapy (EBRT) paling sering digunakan, lebih


mudah daripada brachytherapy. Keduanya menunjukkan penurunan resiko

Tumor dengan ukuran kecil ( 5 cm) tidak berhubungan dengan


kekambuhan radioterapi tidak diperlukan Batas radiasi yang standar
adalah 5-7 cm.
KEMOTERAPI

Pertimbangan pemberian kemoterapi didasarkan pada kasus metastasis, prognosis, kemampuan dan
kondisi umum penderita.

Regimen kemoterapi yang dapat diberikan antara lain : doxorubicin; doxorubicin + dacarbazine;
doxorubicin + ifosfamid; doxorubicin + dacarbazine + ifosfamid + mesna