Anda di halaman 1dari 33

MANAJEMEN SUPLAI OBAT

SAFETY STOCK, MODEL ABC, MINIMUM & MAXIMUM


STOCK LEVEL

OLEH :
KELOMPOK 3

DIAN ASRINI F1F1 13 009 HANADYA SALSABILA F1F1 13 108


FLORA RENY PAKAGE F1F1 13 067 LILI HANDAYANI O1A1 14 022
MUHAMMAD FAHRIAL F1F1 13 089 MIKA FEBRYATI KADIR O1A1 14 026
JURNIANTI F1F1 13 103 MUHAMMAD RIDWAN ESI O1A1 14 027
YENI RAHMAYANTI F1F1 13 104

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2017
Bahasan Materi

Safety stock

Model ABC

Minimum & Maximum Stock Level


Safety Stock
Safety Stock
Safety stock adalah persediaan tambahan yang diadakan untuk
Definisi melindungi atau menjaga kemungkinan terjadinya stock out.,

Mengapa bisa karena adanya permintaan yang lebih besar dari perkiraan
terjadi stock semula atau karena keterlambatan barang yang dipesan
out? sampai di gudang penyimpanan

Cara
memperkirakan menentukan besarnya persediaan pengaman yang
safety stock kemudian diikuti dengan jumlah pesanan tetap atau EQQ.
Safety Stock
Faktor-faktor yang menentukan besarnya safety stock, yaitu :

Sifat persaingan

Biaya simpan di
gudang dan biaya
ekstra bila
Faktor kehabisan kehabisan
persediaan persediaan
Kebiasan pihak supplier
dalam pengiriman
barang
kebutuhan bahan
baku/penolong untuk
produksi dapat diduga

Stok pengaman harus lebih tinggi untuk barang-barang vital dan

penting. Penghematan persediaan dapat direalisasikan dengan

mengurangi stok pengaman untuk item non-esensial.


Safety Stock
Metode untuk menghitung safety stock

a. Metode perbedaan pemakaian maksimum dan rata-rata.

Safety stock = (pemakaian maksimum pemakaian rata-rata) lead time

b. Metode Statistika
Untuk menentukan besarnya safety stock dengan metode ini, maka dapat
digunakan program komputer kuadrat terkecil.
Contoh perhitungan
PT. Agung memperkirakan pemakaian maksimum bahan-bahan perminggu
sebesar 650 kg, sedangkan pemakaian rata-ratanya sebesar 500 kg dan
lamanya lead time 2 minggu. Hitunglah safet stock berdasarkan metode
perbedaan pemakaian maksimum dan rata-rata.

Jawab :

Safety stock = (pemakaian maksimum pemakaian rata-rata) lead time

Dari data-data tersebut safety stock sebesar :

Safety Stock = (650 kg 500 kg) 2


= 300 Kg
Bulan Taksiran Pemakaian
Pemakaian Sesungguhnya
1 2600 2500
2 2300 2350
3 2200 2350 Contoh perhitungan
4 2400 2450
Taksirlah nilai safety stock tahun 2001 yang
5 2750 2700 didasarkan pada data tahun 2000.
6 2500 2600
7 2250 2300
8 2400 2600
9 2550 2400
10 2250 2200
11 2300 2340
12 1500 1690
Jawab :

Bulan Taksiran Pemakaian Deviasi Kuadrat Deviasi


Pemakaian Sesungguhnya
1 2600 2500 100 10000
2 2300 2350 -50 2500
3 2200 2350 -150 22500
4 2400 2450 -50 2500
5 2750 2700 50 2500
6 2500 2600 -100 10000
7 2250 2300 -50 2500
8 2400 2600 -200 40000
9 2550 2400 150 22500
10 2250 2200 50 2500
11 2300 2340 40 1600
12 1500 1690 -190 36100
Jumlah 26000 28480 -480 155200
Langkah-langkah menghitung Safety Stock :
Menghitung Rata-rata Deviasi
Rata-rata deviasi = - 480 : 12 = 140
Menghitung selisih antara total deviasi kuadrat dengan total deviasi dikuadratkan dibagi n
4802 230.400
155.200 = 155.200 12 = 136.000
12
Hasil langkah kedua dibagi n-1 dan hasilnya diakar kuadrat.
136.000 136.000
= = 111,19
121 11
Untuk menghitung besarnya safety stock dipengaruhi dua faktor yaitu :

Besarnya derajat signifikan standar deviasi pada kurva normal yang digunakan, misalnya
97% = 2 atau 99,5% = 3
Lamanya jangka waktu yang digunakan sebagai dasar perhitungan. Misalkan derajat
signifikan yang digunakan sebesar 99,5%, dan lama jangka waktu dasar selama 4 bulan,
maka safety stock :

= (3 x 111,19 x 4) (-40 x 4) = 827,14


Safety Stock

Cara mengurangi safety stock


1. Mengurangi deviasi demand (mengurangi variasi)
2. Mempertimbangkan besarnya service level, kalau customer tidak memerlukan service level
yang tinggi, turunkanlah service level nya.
3. Setelah safety stock ditetapkan, harus di monitor secara teratur bagaimana pemakaian safety
stock tersebut. Bila yang terpakai hanya setengahnya, evaluasi kembali nilai service level.
4. Bila item yang ditangani cukup ringan, kurangi safety stock, bila demand mencapai puncak
kirim barang tsb dengan pesawat (air freight)
5. Perbaiki forecast, forecast yang tidak akurat akan menyebabkan terjadi deviasi demand yang
besar
6. Untuk lingkungan industri yang make to stock perlu dipertimbangkan menjadi make to order
bagi item2 yang variasi demand nya tidak menentu. Selama customer mau menunggu tidak
ada salahnya mencoba menjadi make to order
7. Dengan melakukan postponement (penundaan) packaging. Cara ini adalah mengirim dalam
jumlah bulky ke gudang distribusi. Setelah menerima order dari customer, gudang distribusi
akan melakukan packaging sesuai permintaan customer.
Analisis ABC
Analisis ABC

Definisi
Analisis ABC adalah analisis konsumsi obat tahunan untuk
menentukan item-item obat mana saja yang memiliki porsi dana
terbesar. Analisis ABC dapat diterapkan dengan menggunakan data
konsumsi obat selama satu tahun atau kurang.

Tujuan
Metode ini dalam proses pengadaan digunakan untuk memastikan
bahwa pengadaan sesuai dengan prioritas kesehatan masyarakat
dan menaksir frekuensi pemesanan yang mempengaruhi keseluruhan
persediaan.
Analisis ABC
Kelompok A adalah
inventori dengan
jumlah sekitar 20% dari
item tapi mempunyai
nilai investasi sekitar 80%
dari total nilai inventori.

Kelompok B adalah
inventori dengan
jumlah sekitar 30% dari
item tapi mempunyai
nilai investasi sekitar 15%
dari total nilai inventori.

Kelompok C adalah
inventori dengan
jumlah sekitar 50% dari
item tapi mempunyai
nilai investasi sekitar 5%
dari total nilai inventori
Prosedur Analisis ABC

1. Kumpulkan kebutuhan perbekalan farmasi yang diperoleh dari salah satumetode perencanaan, daftar harga perbekalan farmasi, dan biaya
yang diperlukan untuk tiap nama dagang. Kelompokkan ke dalam jenis-jenis/katagori, dan jumlahkan biaya per jenis/ katagori perbekalan farmasi

2. Jumlahkan anggaran total, hitung masing-masing persentase jenis perbekalan farmasi terhadap anggaran total.

Prinsip utama analisis


ABC adalah dengan 3. Urutkan kembali perbekalan farmasi di atas mulai dari yang memakan persentase biaya paling banyak.

menempatkan jenis-
jenis perbekalan
farmasi ke dalam suatu
4. Hitung persentase kumulatif, dimuali dengan urutan 1 dan seterusnya.
urutan, dimulai
dengan jenis yang
memakan anggaran
terbanyak. 5. Identifikasi perbekalan farmasi yang menyerap 70% anggaran perbekalan total.

6. Perbekalan farmasi katagori A menyerap anggaran 70%

7. Perbekalan farmasi katagori B menyerap anggaran 20%


Manfaat Analisis Klasifikasi ABC

Membantu manajemen dalam menentukan


tingkat persediaan yang efisien
Memberikan perhatian pada jenis
persediaan utama yang dapat memberikan
cost benefit yang besar bagi perusahaan
Dapat memanfaatkan modal kerja (working
capital) sebaik-baiknya sehingga dapat
memacu pertumbuhan perusahaan
Sumber-sumber daya produksi dapat
dimanfaatkan secara efisien yang pada
akhirnya dapat meningkatkan produktifitas
dan efisiensi fungsi-fungsi produksi.
Sebuah toko khusus menjual beberapa jenis minuman dalam
kemasan. Data penjualan toko tersebut ditujukan pada tabael di
bawah ini.

Buatlah analisis ABC untuk penjualan toko di atas dan


grafik !
Grafik
Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui volume tahunan
dalam dollar, untuk perhitungan volume tahunan dalam mata
uang adalah :

a. Volume tahunan dalam uang


b. Persentase volume tahunan nilai uang
Setelah nilai uang untuk semua item persediaan diketahui, item
diurutkan berdasarkan nilai uang persediaan. Hasil analisis ABC seperti
tabel dibawah :
c. Berdasarkan perhitungan tabel diatas, hasil analisis ABC
dapat
diklasifikasi persediaan sebagai berikut:
Maximum & Minimum Level Stock
Maximum & Minimum Level Stock

Metode min-max stock


adalah metode Pelaksanaan metode
pengendalian bahan Min-Max ini
baku yang didasarkan didasarkan pada
atas asumsi bahwa observasi fisik atau
persediaan bahan baku melalui pencatatan
berada pada dua tingkat, dalam system
yaitu tingkat maksimum akuntansi.
dan tingkat minimum.
Tahapan Perhitungan Tingkat Persediaan Minimum -
maksimum

Dihitung Nilai Safety Stock , Di Pengaruhi :


Standar Deviasi, Safety Factor -
Berdasarkan Service Level Yang Telah
Ditetapkan Sebelumnya.

Reorder Point Dan Nilai Persediaan


Maksimum- Dipengaruhi Oleh Jumlah
Pemakaian Part Selama Lead Time Dan Nilai
Safety Stock Yang Telah Diperoleh Dari
Peritungan Sebelumnya
Tujuan

Minimal
level
untuk
menghindari
jumlah
persediaan yang
terlalu besar
atau terlalu kecil
Maksimal
level
Maximum Stock Level
Maximum Stock Level
Merupakan jumlah persediaan yang dibutuhkan untuk memenuhi
permintaan hingga pemesanan berikutnya atau dapat juga disebut
dengan target stock level

Pentingnya
Hal ini penting untuk diketahui karena apabila persediaan part
berlebih maka akan menimbulkan biaya dan membutuhkan ruang
yang cukup luas.

Rumus Penentuan Jumlah


Persediaan Tertinggi
Stock Max = (SMin + (PPxCA)
Minimum Stock Level

Rumus
Minimum penentuan
pentingnya jumlah
Stock Level persediaan
terendah

Merupakan jumlah sisa Persediaan minimum


persediaan terendah ini penting ditentukan
yang masih tersedia agar kontinuitas usaha Stock Min = (LT x CA)
yang merupakan (pemenuhan kebutuhan + SS
penanda perlunya pasien akan obat) dapat
pemesanan ulang tetap terjaga.
DAFTAR PUSTAKA
Budiyanti, Herni., 2012, Penetapan Safety Stock Di Gudang Farmasi Rumah sakit Risa Sentra Medika tahun
2012, Tesis, Universitas Indonesia, Depok.

Hasian, Dio Putera., 2012, Konsep Persediaan Minimum-Maksimum Pengendalian Part Alat Berat Tambang
PT.Segmen Padang, Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 11 No. 1.

Maimun, Ali., 2008, Perencanaan Obat Antibiotik Berdasarkan Kombinasi Metode Konsumsi dengan Analisis
ABC dan Reorder point terhadap Nilai Persediaan dan Turn Over Ratio di Instalasi Farmasi RS
Darul Istiqomah Kaliwungu Kendal, Tesis, Universitas Diponegoro, Semarang.

Pujawati, Helena., 2015, Analisis Sistem Pengadaan Obat Dengan Metode ABC Indeks Kritis (Studi Kasus
Pengadaaan Obat Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta), Tesis,
Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Silvia, Marcy., 2013, Pengendalian Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode Min-Max stock Pada PT.
Semen Tonasa di Pangkep, Skripsi, Universitas Hasanuddin Makassar.

Suciati, S. Dan Wiku B.B Adisasmito, 2006, Analisis Perencanaan Obat Berdasarkan ABC Indeks Kritis di Instalasi
Farmasi, Jurnal Manajemen pelayanan Kesehatan,Vol. 9, No. 1, Universitas Indonesia, Jakarta.