Anda di halaman 1dari 16

Latihan Fisik pada Lansia

Osteoartritis (OA)

D IV KEPERAWATAN SEMARANG
Apa itu Osteoartritis
(OA) ??
Definisi
Osteoartritis atau rematik adalah penyakit
sendi degeneratif dimana terjadi kerusakan
tulang rawan sendi yang berkembang lambat
dan berhubungan dengan usia lanjut,
terutama pada sendi-sendi tangan dan sendi
besar yang menanggung beban.
Tanda dan Gejala

NYERI

PEMBESARAN
SENDI
DEFORMI
TAS

HAMBATAN
GERAK
PADA SENDI
Tanda dan gejala
Nyeri, deformitas, pembesaran sendi dan
hambatan gerak pada sendi-sendi tangan dan
sendi besar. Seringkali berhubungan dengan
trauma maupun mikrotrauma yang berulang-
ulang, obesitas, stress oleh beban tubuh dan
penyakit-penyakit sendi lainnya.
Penanganan Penderita OA
Penatalaksanaan
1.Medikamentosa
Tidak ada pengobatan medikamentosa yang spesifik, hanya bersifat
simtomatik. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) bekerja hanya
sebagai analgesik dan mengurangi peradangan, tidak mampu
menghentikan proses patologis
2. Istirahatkan sendi yang sakit, dihindari aktivitas yang berlebihan
pada sendi yang sakit
4. Mandi dengan air hangat untuk mengurangi rasa nyeri
5. Lingkungan yang aman untuk melindungi dari cedera
6. Dukungan psikososial
7. Fisioterapi dengan pemakaian panas dan dingin, serta program
latihan yang tepat
8. Diet untuk menurunkan berat badan dapat mengurangi timbulnya
keluhan
Tujuan Latihan Fisik
Latihan fisik bertujuan untuk melatih pasien agar
persendiannya tetap dapat dipakai dan memperbaiki
fungsi sendi
Meningatkan mobilitas sendi seperti berjalan, duduk-
berdiri dan naik turun tangga
Melindungi sendi dari kerusakan dengan mengurangi stres
pada sendi
Menghambat dan meringankan gejala yang timbul
Mencegah komplikasi yang terjadi akibat proses
degeneratif
Mengatasi atrofi otot, kelemahan otot, nyeri dan kekakuan
sendi
Meningkatkan kebugaran jasmani
Latihan Fisik pada Penderita OA
Terapi Manual
Terapi Manual

Merupakan gerakan pasif yang dilakukan oleh


fisioterapis dengan tujuan meningkatkan
gerakan sendi dan mengurangi kekakuan
sendi. Teknik yang dipakai adalah melatih
ROM secara pasif, melatih jaringan-jaringan
sekitar sendi secara pasif, meregangkan otot
atau mobilisasi jaringan lunak, dan massage
Latihan Fisik pada Penderita OA
Latihan Fleksibilitas (ROM)
Latihan Fleksibilitas (ROM)

Mobilitas sendi sangat penting untuk memaksimalkan


ruang gerak sendi, meningkatkan kinerja otot,
mengurangi cidera dan memperbaiki nutrisi kartilago.
Latihan fleksibilitas yang dilakukan pada latihan fisik
tahap pertama dapat meningkatkan panjang dan
elastisitas otot dan jaringan sekitar sendi.
Untuk pasien osteoartritis, latihan fleksibiitas
ditujuakan untuk mengurangi kekakuan, meningkatkan
mobilitas sendi, dan mencegah kontraktur jaringan
lunak latihan fleksibilitas sering dilakukan selama
periode pemanasan atau tergabung dalam latihan
ketahanan atau aktivitas aerobik
Latihan Fisik pada Penderita OA
Latihan isotonik dan isometrik
Latihan isotonik dan isometrik
Latihan isotonik memberikan perbaikan lebih besar
dalam menghilangkan nyeri.
Latihan isometrik diindikasikan apabila sendi
mengalami peradangan akut atau sendi tidak
stabil. Kontraksi dipertahankan tidak lebih dari
enam detik kemudian jumlah pengulangan
ditingkatkan 8-10, sesuai toleransi pasien.
Pasien diinstuksikan untuk bernapas selama
masing-masing kontraksi. Jarak antar kontraksi
dianjurkan 20 detik. Latihan dilakukan dua kali
sehari pada periode peradangan akut. Selanjutnya
jumlah latihan secara bertahap ditingkatkan
menjadi 5-10 kali per hari, disesuaikan dengan
kondisi pasien.
Latihan Fisik pada Penderita OA
Latihan Aerobik
Latihan aerobik
Misalnya berjalan,bersepeda,berenang,senam
aerobik dan latihan aerobik di kolam renang.
Meningkatkan kapasitas aerobik, memperkuat
otot, meningkatkan ketahanan, mengurangi
berat badan, dan mengurangi konsumsi obat
pada pasien osteoatritis. Suatu systemtic rivew
memperlihatkan bahwa latihan aerobik efektif
menghilangkan nyeri dan memperbaiki fungsi
sendi

Anda mungkin juga menyukai