Anda di halaman 1dari 25

PENGOLAHAN KARET

Rubiana Sihotang 240310150001


Yulika H. Sinurat 240310150005
Lina Amalina 240310150016
Mitha T. F. 240310150025
Widi Utami 240310150047
Pohon karet
Karet
Karet adalah polimer hidrokarbon yang terkandung
pada lateks dari Pohon karet. Tanaman karet merupakan
tanaman perkebunan tahunan berupa pohon batang lurus.
Karet merupakan produk dari proses penggumpalan getah
tanaman karet (lateks)

berasal dari lembah Amazon Brasilia


dengan nama ilmiah Hevea brasiliensis.

Indonesia sendiri tanaman karet


dicoba dibudidayakan pada tahun 1876
Klasifikasi tanaman karet

Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphobiaceae
Genus : Hevea
Spesies : Hevea braziliensis
Kandungan Lateks
Latek mengandung : 25 40% bahan karet mentah(crude
rubber), dan 60 75% serum (air dan zat yang larut).
Adapun bahan karet mentah terdiri dari:
Karet murni : 90 95%
Protein : 2 - 3%
Asam lemak : 1 - 2%
Gula : 0,2 %
Garam(Na,K,Mg,Cu,P,Mn,dan Fe) : 0,5%
Pada latek sering terjadi penggumpalan sebelum latek diolah
atau mendapatkan perlakuan di pabrik, hal ini tidak
dikehendaki karena mutu latek akan menjadi rendah yang
disebut Prakoagulasi.
Proses Pengolahan
Pohon karet boleh dipanen (untuk diambil lateksnya) setelah
berusia 5 tahun dan memiliki usia produktif 25 sampai 30 tahun.
Pengenceran dengan penambahan
Kulit batang tanaman karet air untuk memudahkan penyaringan
digores/disayat kotoran serta menyeragamkan kadar
karet kering

Sortasi sesuai mutu


Getah dikumpulkan dan diberi
asam format untuk
menggumpalkan getah
Lembaran diasapkan 5-6
hari, untuk
mengeringkan dan
Penggilingan bekuan lateks
mengawetkan
untuk memperluas permukaan
sehingga mempercepat
pengeringan
Lembaran sheet dari penggilingan
dicuci dan ditiriskan untuk
menghilangkan sisa asam format
Contoh produk
Ban
Balon
Selang
Pelindung/bahan pelapis tembaga dan
kabel
Sandal
Karet gelang
Sarung tangan lateks
BALON KARET

Balon adalah sebuah kantung fleksibel yang


umumnya berisikan gas seperti helium, hidrogen, nitrogen
monoksida dan udara.
Fungsi utama balon adalah untuk dekorasi seperti
mempercantik suasana dan memeriahkan pesta. Selain itu
balon juga sekarang dijadikan mainan anak anak hingga
sebagai media para remaja dalam mengungkapkan
perasaan kepada sahabat atau kekasihnya.
SEJARAH BALON
Balon pertama kali dibuat oleh suku Aztec (Amerika
Utara) dari usus besar kucing dan babi sebagai
persembahan bagi dewa.
Pada abad 14 16 di eropa balon sederhana dibuat
dari kandung kemih hewan yang diisi air untuk
upacara ritual.
Pembuat balon pertama dari bahan karet adalah Michael
Faraday, seorang ilmuwan pada tahun 1824 setelah
didirikannya pabrik karet pertama pada tahun 1803.
Balon yang diproduksi secara massal untuk mainan
anak-anak diperkenalkan pertama kali oleh Thomas
Hancock.
kemudian disempurnakan oleh J.G. Ingram (Inggris)
pada 1847 dengan produk balonnya yang lebih tahan
panas dan elastis.
Awal abad 19 muncul variasi bentuk maupun
kualitas balon yang terbuat dari karet, lateks,
chloroprene dan nilon
Sejak tahun 1920-an muncul seni "patung"
balon dari balon panjang dan populer setelah PD
II dan kontes balon di beberapa negara di dunia
PROSES PEMBUATAN BALON KARET
1. Lateks + pewarna, kemudian disaring.
2. Lateks dituang dalam tangki dengan suhu tertentu dan
memiliki pengaduk otomatis selama 15-16 jam untuk
menghindari pembekuan lateks.
3. Cetakan balon yang terbuat dari besi disiram dengan
air panas sebelum digunakan.
4. Cetakan dibalikkan dan dicelupkan ke dalam cairan koagulan selama
beberapa detik. Koagulan terdiri dari air, garam berbasis kalsium, sabun,
dan bedak bubuk. garam adalah koagulan yang sebenarnya, sabun
membantu lateks tersebar merata pada cetakan dan membentuk lapisan
dan bedak bubuk untuk mempermudah pelepasan balon dari cetakan.
5. Cetakan kemudian dipanaskan pada suhu 38-93C
6. Cetakan dicelupkan ke dalam cairan lateks selama beberapa detik. Lateks akan
melapisi cetakan. Semakin lama cetakan di celupkan maka semakin tebal lapisan
balon yang terbentuk. Cetakan harus dicelupkan dan diangkat pada kecepatan
yang dikontrol agar lapisan yang terbentuk sesuai ketebalannya serta tidak
terbentuk gelembung udara. Pada tahap ini balon akan cepat mengering.
7. Bagian bawah bibir balon digulung menggunakan sikat
spiral sehingga membentuk cincin yang memudahkan
orang untuk memegang dan meniupnya.
8. Cetakan dimasukkan ke dalam tangki air panas selama
15 menit untuk membuang sisa koagulan dan protein
yang dapat menyebabkan alergi.
9. Cetakan dikeringkan dalam oven selama satu jam.
10. Cetakan dimasukkan ke dalam tangki berisi campuran
air dengan bedak talk selama beberapa detik. Proses ini
bertujuan agar balon mudah dilepaskan dari cetakan.
11. Balon kemudian ditiup melalui cincin balon dengan
pompa udara pada bagian bawah sehingga balon
mengembang dan menyentuh roller di bagian atasnya.
12. Roller akan menarik balon dan melepaskannya dari
cetakan dan melemparkan dari atas menuju konveyer.
13. Tumpukan balon dimasukkan ke dalam mesin pencucian yang
berputar dan ditambahkan larutan pembersih. Sementara air
dengan suhu 71C disemprotkan melalui lubang mesin pencucian.
Proses ini bertujuan untuk membersihkan balon dan
menyelesaikan tahap vulkanisasi lateks.
14. Balon kemudian diuji daya kelenturannya. Mesin meniupkan
udara ke dalam balon. Balon akan mengembang tetapi tidak
pecah. Kemudian diuji dengan cahaya untuk melihat adanya
kecacatan atau tidak.
15. Printing desain pada balon atau langsung pengemasan.
16. Pada proses printing seperti logo atau wajah, balon akan
dikembangkan terlebih dahulu kemudian sedikit direnggangkan
dan dicetak dengan mesin pencetak di bagian atasnya.
Video Proses Pengolahan Lateks Menjadi Balon

LINK
https://youtu.be/FIEejEbvfT8
THANK YOU