Anda di halaman 1dari 45

METODE

Efektifitas sebuah komunikasi sangat


bergantung pada metode-metode
penyampaiannya, di samping kerapian isi
pesan itu sendiri dan kondisi khalayak yang
menjadi sasaran komunikasi.
METODE REDUNDAN ATAU REPETISI
Dalam Mein Kampf-nya, Adolf Hitler mengatakan, kebenaran adalah kebohongan yang
diulang seribu kali. Bahwa ada pengaruh pengulangan atau repetisi sebuah pesan
terhadap efektifitas tersampaikannya pesan tersebut.
Dengan mengulang-ulang pesan, akan menarik perhatian lebih, lebih jauh akan
tertanam dalam pikiran bawah sadar. Iklan produk di TV dan Radio menggunakan
metode komunikasi macam ini.
Meski begitu, pengulangan yang terlalu banyak juga akan mencapai titik
kekenyangan/limit (saturation point), lalu pesan menjadi hilang daya magisnya. Oleh
karena itu, hendaknya pengulangan-pengulangan itu diberi variasi yang menarik
agar tidak membosankan.
METODE KANALISASI
Penggunaan metode Kanalisasi (Canalizing) mengharuskan kita betul-betul mengenal
khalayak sasaran. Kita harus mengidentifikasi persamaan-persamaan dan
perbedaan-perbedaan dengan khalayak, sehingga bisa menyesuaikan diri dengan
khalayak.
Metode yang mengarahkan cara berfikir khalayak agar sesuai dengan apa yang kita
inginkan. Ibarat air yang akan diarahkan pola alirannya, mesti dibuatkan saluran
atau kanal (channel).
Hal pertama yang harus dikenal dari khalayak adalah kerangka referensinya atau
kerangka rujukan (frame of reference).
Komunikasi ini dimulai dari memenuhi nilai-nilai dan standar normatif khalayak, lalu
mengubahnya sedikit demi sedikit menuju nilai-nilai dan standarisasi yang kita
inginkan.
Dalam bahasa sederhananya, bagaimana kita memunculkan empati agar dapat
diterima oleh khalayak. Ketika kita diterima, pada saat itulah proses kanalisasi
dimulai.
METODE INFORMATIF
Metode ini mungkin yang paling sederhana, yaitu cukup memberi penerangan
sejelas-jelasnya tentang maksud pesan kepada khalayak. Penerangan yang
dimaksud adalah menyampaikan sesuatu apa adanya, apa yang sesungguhnya,
berdasarkan data, fakta dan opini yang benar. Jadi, khalayak di sini bebas dalam
merespon pesan.
METODE PERSUASIF
Persuasif berarti mempengaruhi dengan bujukan. Sasaran utama metode ini adalah
perasaan khalayak, bukan pikirannya. Dalam metode ini diupayakan, khalayak
dikondisikan dalam keadaan mudah disugesti (suggestible).
CONTOH PERSUASI
Salah satu penyakit yang perlu kita waspadai di musim hujan ini adalah
infeksi saluran pernapasan akut ( ISPA ). Untuk mencegah ISPA, kita perlu
mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin dan antioksidan. Selain
itu, kita perlu istirahat yang cukup, tidak merokok, dan rutin berolah raga.
METODE EDUKATIF
Metode ini pada dasarnya mirip dengan metode informatif. Keduanya sama-sama
berlandaskan data, fakta dan pengalaman-pengalaman yang sebenar-benarnya.
Namun perbedaannya dengan metode informatif, metode komunikasi ini lebih
disengaja, teratur dan terencana dengan tujuan mengubah tingkah laku manusia
kearah yang diinginkan.
METODE KURSIF
Kursif (coorsive) berarti memaksa. Dengan kata lain, metode kursif merupakan
metode komunikasi dengan jalan memaksa. Oleh karena itu, isi pesan tidak hanya
berisi pendapat-pendapat, namun mengandung ancaman-ancaman (fear motivation).
Peraturan-peraturan, perintah dan proses intimidasi lainnya merupakan perwujudan
model komunikasi macam ini.
METODE KOMUNIKASI ADVOKASI

Lobi
Negosiasi
Seminar & Presentasi
Perkumpulan
16
ETIMOLOGI LOBI
Pengertian Lobi (Lobbying). Semua pendekatan awal yang
menjurus ke suatu tujuan yang menguntungkan kedua belah pihak,
dan yang lebih tepat untuk lobbying adalah approaching
(pendekatan).
LOBI
Aktifitas Komunikasi Yang Dilakukan Individu Atau Kelompok Untuk Mempengaruhi
Orang Penting Dalam Organisasi Maupun Pemerintahan Untuk Mewujudkan
Kepentingan Bersama
TEHNIK LOBI
Kemampuan melakukan lobi adalah pendekatan yang sering digunakan dalam
mencapai kesepakatan tertentu (transaksi). Sebagai aktivitas komunikasi, lobi tidak
jarang justru lebih efisien untuk mempengaruhi orang lain demi mengambil keputusan
sesuai dengan yang diinginkan. Melakukan lobi adalah melancarkan persuasi, yakni
mempengaruhi orang-orang lain tanpa harus merasa dipengaruhi oleh orang-orang
lain itu.
FUNGSI LOBI
Mempengaruhi pengambil keputusan agar keputusannya
tidak merugikan para pelobi dari organisasi/lembaga bisnis
Lobi juga berfungsi untuk menafsirkan opini pejabat
pemerintah yang kemudian diterjemahkan dalam kebijakan
perusahaan
Memprediksi apa yang akan terjadi secara hukum dan
memberi rekomendasi pada perusahaan agar dapat
menyesuaikan diri dengan ketentuan baru dan
memanfaatkan ketentuan baru tersebut
Menyampaikan informasi tentang bagaimana sesuatu
kesatuan dirasakan oleh perusahaan, organisasi atau
kelompok masyarakat tertentu
Meyakinkan para pembuat keputusan bahwa pelaksanaan
peraturan membutuhkan waktu untuk perizinan.
TEKNIK LOBI

Para pelaku tidak hanya melakukan lobi ke


berbagai pihak yang menjadi formal di
ruang rapat melainkan juga melakukan lobi
ke berbagai pihak yang menjadi bagian
dari publiknya. Selain lobi, tentu juga
dilakukan negosiasi oleh pelaku bisnis
dengan mitra bisnisnya.
TEKNIK LOBI
Menganalisis iklim. Ini dilakukan untuk mengetahui ke arah mana
bergeraknya opini yang sudah terbentuk.
Menentukan siapa lawan yang akan kita hadapi dan siapa yang
mungkin mendukung kita
Mengidentifikasi kelompok kecil yang akan menentukan iklim opini
mengenai suatu kelompok masalah, kemudian fokuskan perhatian pada
kelompok kecil yang mewapadai dan peduli terhadap pokok masalah
tertentu
Membentuk koalisi dengan berbagai kelompok yang setuju dan akan
menyetujui adanya perubahan guna mendukung kita
TEKNIK LOBI
Menetapkan tujuan
Menganalisis penyebab kasus yang muncul
Menganalisis segmen-segmen khalayak
Memperhitungkan media dan saluran komunikasi lain yang ada
Mengembangkan kasus anda
Jagalah fleksibilitas
DALAM MELAKUKAN LOBI, ADA BEBERAPA
PENDEKATAN:
Menemui sasaran langsung pada kesempatan tertentu
Memanfaatkan jasa penghubung yang memiliki
keterdekatan hubungan dengan sumber.
Memanfaatkan kelompok bermain, seperti
perkumpulan musik, golf, penyayang binatang, klub
jantung sehat, dan sebagainya.
Menggunakan alat bantu, seperti telepon.
Empati, yakni berusaha menempatkan diri pada situasi
dan kondisi komunikan. Ciptakan suasana konsesus
agar kerangka referensi terbentuk. Ketahui terlebih
dahulu sifat-sifat khas yang dimiliki komunikan,
misalnya hobi, kebiasaan, dan sebagainya.
Buatlah janji untuk bertemu, jangan memaksa. Persiapkanlah masak-masak segala
sesuatu yang akan dikemukakan.
Bersikaplah wajar, tenang, jujur , dan percaya diri.
Jangan mengulang kata-kata yang sama dalam waktu yang pendek.
Perhatikan kondisi psikologis komunikan.
Tepatilah janji yang sudah disepakati.
STRATEGI PENDEKATAN LOBI:
Kenali objek yang dituju.
Persiapan informasi.
Persiapan diri.
Berupaya menarik perhatian pendengar.
Sajikan pengiringan pesan itu dengan jelas agar dapat diterima dengan jelas dan
dipahami.
Tutup pembicaraan dalam lobi dengan memberi kesan menyenangkan dan bila ada
kelanjutan mereka tetap antusias.
NEGOSIASI
suatu cara untuk mencapai suatu kesepakatan melalui diskusi formal.
suatu proses saat dua pihak mencapai perjanjian yang dapat memenuhi kepuasan
semua pihak yang berkepentingan dengan elemen-elemen kerjasama dan kompetisi.
Termasuk di dalamnya, tindakan yang dilakukan ketika berkomunikasi, kerjasama
atau memengaruhi orang lain dengan tujuan tertentu.
PROSES NEGOSIASI
Pihak yang memiliki program (pihak pertama) menyampaikan maksud dengan
kalimat santun, jelas, dan terinci.
Pihak mitra bicara menyanggah mitra bicara dengan santun dan tetap menghargai
maksud pihak pertama.
Pemilik program mengemukakan argumentasi dengan kalimat santun dan meyakinkan
mitra bicara disertai dengan alasan yang logis.
Terjadi pembahasan dan kesepakatan terlaksananya program/ maksud negosiasi.
NEGOSIASI DAN LOBI
Dalam advokasi terdapat dua bentuk, yaitu formal dan informal. Bentuk
formalnya,negosiasi sedangkan bentuk informalnya disebut lobi. Proses lobi tidak
terikat oleh waktu dan tempat, serta dapat dilakukan secara terus-menerus dalam
jangka waktu panjang sedangkan negosiasi tidak, negosiasi terikat oleh waktu dan
tempat.
KEMAMPUAN-KEMAMPUAN DASAR BERNEGOSIASI
Faktor yang paling berpengaruh dalam negosiasi adalah filosofi yang
menginformasikan bahwa masing-masing pihak yang terlibat.[Ini adalah kesepakatan
dasar kita bahwa "semua orang menang", filsafat ini menjadi dasar setiap
negosiasi.[7] Kunci untuk mengembangkan filsafat supaya "semua orang menang"
adalah dengan mempertimbangkan setiap aspek negosiasi dari sudut pandang
pada pihak lain dan pihak negosiator.[7]
KETERAMPILAN DASAR
Ketajaman pikiran/kelihaian
Sabar
Kemampuan beradaptasi
Daya tahan
Kemampuan bersosialisasi
Konsentrasi
Kemampuan berartikulasi
Memiliki selera humor
TAKTIK-TAKTIK NEGOSIASI
Pemberian informasi
Penciptaan fakta baru
Pencarian informasi

32
TAKTIK 1: PEMBERIAN INFORMASI
1. Mampu merubah persepsi, harapan dan posisi
2. Informasi non verbal penting
3. Kesalahan-kesalahan ucap dapat diartikan sebagai suatu
kebenaran
4. Menolak pemberian informasi, mungkin dapat memunculkan
kesan tidak dapat dipercaya
5. Informasi yang berlebihan dapat digunakan untuk menutupi
masalah pokok
33
TAKTIK 2: PENCIPTAAN FAKTA BARU
Taktik ini dijalankan dengan menambah atau merubah fakta-fakta yang ada saat
ini.

Implementasi ini tidak boleh melibatkan ketidakjujuran dan kecurangan, namun dapat
berupa ancaman-ancaman secara halus.

34
TAKTIK 3: PENCARIAN INFORMASI
Mencari dan menemukan sumber informasi yang dapat
dipercaya. Misalnya sumber informasi yang berasal dari
pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, sumber bacaan,
konsultan atau ahli.

Bargaining untuk informasi. Pada saat tertentu, informasi


merupakan sesuatu yang sangat bernilai. Informasi dapat dipakai
sebagai alat tukar. Informasi dapat dipertukarkan dengan
informasi yang lain, termasuk uang.

Informasi melalui diskusi. Diskusi dapat menjadi sarana penting


bertukar informasi. Dalam diskusi, emosi harus dikendalikan untuk
menjaga agar informasi-informasi tertentu tidak ikut di disclose.

35
SEMINAR & PRESENTASI

pertemuan untuk membahas suatu masalah yang dilakukan secara ilmiah. Pada
seminar biasanya menampilkan satu atau beberapa pembicaraan dengan makalah
atau kertas kerja yang sebelumnya telah di persiapkan.
Dalam seminar biasanya pembahasan berpangkal pada makalah atau kertas kerja
yang sudah di siapkan dan disusun sebelumnya oleh para pembicara, dan tema
pembahasan harus sesuai dengan permintaan panitia penyelanggara. Inti dari
pembahasan yang telah di tentukan sebelumnya akan dibahas oleh pembicara
seminar secara teoritis dan jika masalah yang dibahas terlalu luas, maka biasanya
akan dibagi menjadi beberapa sub pokok pembahasan.
SUSUNAN ACARA PADA SEMINAR.
Laporan ketua.
Penyajian ketua.
Pembahasan oleh pembicara.
Diskusi atau tanya jawab.
Penyimpulan.
Penutupan.
FUNGSI SEMINAR.
Salah satu fungsi seminar yaitu untuk menyampaikan suatu gagasan ataupun sesuatu
yang baru kepada para peserta seminar dan berharap para peserta dapat
memperoleh ilmu dan nantinya dapat dikembangkan lagi untuk menyelesaikan
masalah.
YANG TERLIBAT DALAM SEMINAR.
Penyaji.
Moderator.
Key speker: pembahasan utama.
Pimpinan.
Anggota atau peserta.
Tim perumus.
Pembawa acara.
PERKUMPULAN
suatu kehidupan bersama antar individu dalam suatu ikatan. Kumpulan orang atau
sekelompok individu dapat dikatakan kelompok sosial apabila memenuhi faktor-
faktor sebagai berikut : (1) kesadaran akan kondisi yang sama, (2) adanya relasi
sosial, (3) dan orientasi pada tujuan yang telah ditentukan.
Apabila kelompok sosial dianggap sebagai sebuah kenyataan di masyarakat, maka
individu merupakan kenyataan yang memiliki sikap terhadap kelompok tersebut
sebagai suatu kenyataan subjektif.
Di dalam masyarakat yang sudah kompleks, biasanya individu menjadi kelompok
sosial tertentu yang secara otomotis pula menjadi anggota beberapa kelompok
sekaligus, misal atas dasar keturunan, jenis kelamin atau kekerabatan tertentu.
Keanggotaan mereka dalam kelompok dilakukan secara individual dengan
persyaratan keang-gotaannya secara sukarela. Asosiasi dapat dikatakan juga
sebagai perkumpulan. Sebagai contoh perkumpulan wasit/pelatih/instruktur olah
raga nasional.
Dalam aktualisasinya, metode-metode yang menjadi pilihan ini mencapai
efektifitasnya, bergantung pada kondisi khalayaknya. Metode tersebut juga
dapat digunakan secara bersama-sama guna menutupi kekurangan satu sama
lainnya.