Anda di halaman 1dari 26

Analisis Makanan dan Kontaminan

Kelompok 1 Shift B 2015


Widiya Nurmalasari 260110150042
Paraswati 260110150043
Yeni Andriyani Setiawan 260110150044
Dina Sofa Istifada 260110150045
Geby Silvana 260110150046
Determination of Sodium Benzoate and
Potassium Sorbate in Doogh Samples in
Post Market Surveillance in Iran 2012
Natrium Benzoat
Bentuk pemerian : Bubuk atau butiran kristal putih yang hampir
tidak berbau
Berat Molekul : 144.105 g/mol
Titik leleh : 121,5 C to 123,5 C
Kelarutan : Larut dalam air dan sedikit larut dalam etanol
Stabilitas : Stabil dalam kondisi penyimpanan
pH : Larutan berair sedikit basa, pH sekitar 8
Kegunaan : Food additives, pengawet dan antioksidan

(Pubchem, CID: 517055)


Natrium Benzoat
Kalium Sorbat

Bentuk pemerian : Serbuk kristal putih tidak menunjukkan


perubahan warna setelah pemanasan selama 90
menit pada suhu 105 C
Berat Molekul : 150.218 g/mol
Titik leleh : 133 C to 135 C
Kelarutan : Larut dalam air
Kegunaan : Food additives, pengawet dan antioksidan

(Pubchem, CID: 23676745)


Kalium Sorbat
Fungsi
Natrium Kalium
Benzoat Sorbat
Menghambat Menghambat
pertumbuhan ragi dan pertumbuhan
jamur pada makanan miikroba
dan minuman

Efektif melawan
berbagai bakteri
Batas Aman Natrium Benzoat

Menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/Per/IX/1988 yang


menyatakan bahwa batas maksimum penggunaan Sodium
benzoate sebagai bahan campuran makanan tidak boleh lebih dari
600 mg atau 1 gram per kg.
Batas Aman Kalium Sorbat

Sesuai Peraturan Kepala BPOM Nomor 36 Tahun 2013 tentang


Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pengawet,
batas maksimum penggunaan Potasium sorbat sebagai pengawet
untuk minuman ringan adalah 1000mg/kg dihitung sebagai Asam
sorbat.
Contoh Kasus
Berdasarkan hasil riset Komite Masyarakat Anti Bahan Pengawet (Kombet) dan

LP3ES menyatakan 70% minuman isotonik mengandung bahan pengawet.

Kandungan pengawet yang ditemukan oleh Kombet salah satunya, yaitu natrium

benzoat (Suara Karya, 2006). Dengan adanya fenomena di atas, maka

perlu diketahui lebih lanjut tentang pengaruh bahan pengawet natrium benzoat

terkait pemakaiannya di dalam minuman isotonik.


Penggunaan Natrium karbonat dan Kalium sorbat
Produk-produk yang mengandung kedua pengawet itu antara lain:

Zporto (376,17 mg/l)

Free Mix (267,84 mg/l)

Arinda Sweat (286,08 mg/l)

Zhuka Sweat (214,15 mg/l)

Kino Sweat (260,86 mg/l)

Produk yang terdeteksi mengandung kalium sorbat adalah Zegar (93,37 mg/l).
Sementara produk berpengawet natrium benzoat dan kalium sorbat adalah Mizone masing-
masing 107,28 mg/l dan 91,20 mg/l (Suarakarya, 2006).
Penggunaan natrium benzoate sebagai pengawet dalam minuman
isotonik harus mengikuti takaran yang dibenarkan. Penggunaan
pengawet yang diizinkan dan takaran yang benar, diharapkan dapat
memberikan perlindungan terhadap konsumen dan kemungkinan
penggunaan zat yang mengandung bahaya.

Hak konsumen atas keamanan dan keselamatan terhadap barang


yang dikonsumsi harus dihormati oleh produsen. Lama dan seringnya
mengonsumsi makanan dengan pengawet kemungkinan menimbulkan
terjadinya akumulasi zat-zat tertentu yang bisa memicu reaksi yang
menyebabkan sakit.
Dampak Negatif

Menurut Nova (2007), meski kandungan bahan pengawet natrium benzoat


umumnya tidak terlalu besar, akan tetapi jika dikonsumsi secara terus-menerus
akan berakumulasi dan menimbulkan efek terhadap kesehatan. Penggunaan
pengawet tersebut dalam jangka panjang dapat menimbulkan :

1. Penyakit Lupus (Systemic Lupus Eritematosus/SLE)

2. Edema (bengkak)

Akibat dari retensi (tertahannya cairan di dalam tubuh) dan bisa juga karena
naiknya tekanan darah sebagai akibat bertambahnya volume plasma akibat
pengikatan air oleh natrium.
3. Kerusakan DNA

Kerusakan DNA akibat bahan pengawet ini dikemukakan oleh Pete Piper (professor
bidang biologi molekuler dan bioteknologi) yang telah meneliti natrium benzoat sejak
1999. Ia pernah menguji natrium benzoat pada sel ragi yang hidup, yang akhirnya
menemukan bahwa substansi tersebut (natrium benzoat) dapat merusak DNA
mitochondria pada ragi. Di dalam tubuh mitochondria berfungsi menyerap oksigen
untuk menghasilkan energi. Dan bila dirusak, seperti terjadi pada sejumlah kondisi
pada saat sakit, maka sel mulai mengalami kegagalan fungsi yang sangat serius.
Sehingga di dalam tubuh akan terjadi kerusakan DNA di dalam mitochondria.
4. Kanker

Hal tersebut dikarenakan vitamin C (ascorbic acid) yang ditambahkan dalam minuman
isotonik akan bereaksi dengan natrium benzoat menghasilkan benzen. Benzen tersebut
dikenal sebagai polutan udara dan dapat menyebabkan kanker (Avicenna, 2008).


Literature Jurnal
Sampel

Sampel (Doogh) yang banyak dikonsumsi: dari susu sapi (vendor di Teheran, Iran)
Ada 27 sampel (berbeda merk) ukuran 500-1000 ml
Prosedur
Langkah 1 (Pembuatan Buffer Asetat) :
- 0,3 gr CH3COOH dilarutkan dalam 900ml air
- Ditambah 0,5 ml asam asetat glasial, pH disesuaikan hingga 4,2
- Pindahkan ke labu volmetrik 1 L, kemudian disaring

Langkah 2:
900 ml buffer asetat dicampur dengan 100 ml air HPLC (asetonitrile)
Dicampur, dan dilakukan pengenceran sampel dan standar untuk proses HPLC
Proses analisis dengan metode HPLC

Mode operasi HPLC yaitu isokratik, volume injeksi: 20L


dan suhu kolom 20C

Panjang gelombang: 225 nm (untuk Na benzoat dan


kalium sorbat)
HASIL
Larutan standar
Kurva Baku Larutan Standar
Hasil salah satu sampel
Kesimpulan hasil dalam jurnal

Semua sampel Doogh mengandung natrium benzoat dalam kisaran 18,3 sampai
2345.1 mg.kg-1, yang tidak dapat diterima menurut Institut Standar dan Riset
Industri Iran (ISIRI).

Sekitar 25,9 persen sampel mengandung konsentrasi potasium sorbat antara


0,6 sampai 4961,3 mg.kg-1, yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-
undangan ISIRI.
Daftar Pustaka
Pubchem. 2017. Sodium Benzoate. Tersedia Online di
https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/sodium_benzoate#section=Top.
Pubchem. 2017. Potassium Sorbate. Tersedia Online di
https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/23676745#section=U-S-
Production.
Suryani, nani eka. 2009. Natrium Benzoat Sebagai Bahan Pengawet Minuman.
Malang : Universitas Negeri Malang.