Anda di halaman 1dari 32

Dr. Ns. Sri Rejeki, S.Kp., M.Kep, Sp.

Mat
Departemen Keperawatan Maternitas
dan anak
Profil Kekerasan Perempuan di
Indonesia
Sebanyak 8.081 kasus kekerasan
terhadap perempuan terjadi dalam
rumah tangga, kemudian menyusul
sebanyak 4.634 kasus di tempat kerja,
dan 5.933 kasus di tempat publik lainnya
(Tahun 2013-2015)
Data Susenas 100 perempuan
Indonesia 3 di antaranya mengalami
kekerasan.
Jika dibandingkan dengan jumlah
perempuan Indonesia yang melebihi 100
juta jiwa, maka dapat diperkirakan 3 juta
perempuan pernah mengalami
kekerasan.
Kekerasan Perempuan di Jawa Tengah
KASUS perkosaan dan kekerasan
dalam rumah tangga (KDRT)
menduduki angka tertinggi terkait
kekerasan terhadap perempuan di
Jawa Tengah.
Tercatat, sepanjang November
2013 hingga Februari 2014, kasus
KDRT dan perkosaan mencapai 29
kasus dengan jumlah korbannya 29
perempuan.
Kekerasan di Semarang
Kepala Divisi Informasi &
Dokumentasi Legal Resources Center
untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi
Manusia (LRC-KJHAM) Semarang,
Witi Muntari 169 perempuan di
Provinsi Jawa Tengah (Jateng)
menjadi korban kekerasan lima
korban di antarnya meninggal dunia
(KdP: 2 orang, KDRT: 1 orang, buruh
migran: 1 orang
Kekerasan pd perempuan
Setiap tindakan berdasarkan perbedaan
jenis kelamin yg berakibat atau mungkin
dpt berakibat kesengsaraan atau
penderitaan perempuan scr fisik, seksual
atau psikologis, termasuk ancaman
tindakan tertentu.
Pemaksaan atau ancaman kemerdekaan scr
sewenang-wenang, baik yg tjd di depan
umum atau dlm kehidupan pribadi (ps 1
Deklarasi PBB: Penghapusan kekerasan thd
perempuan, 1993)
Kekerasan pd Perempuan

Setiap tindakan kekerasan berdasarkan


jender yg menyebabkan, atau dapat
menyebabkan kerugian atau
penderitaan fisik, seksual atau
psikologis thd perempuan, termasuk
ancaman untuk melakukan tindakan tsb
dlm kehidupan masyarakat & pribadi
(Beijing Platform of Action N0 113, 1998)
BENTUK KEKERASAN

Fisik
Emosional/psikologis
Seksual
Ekonomi
Sosial
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG TJD KEKERASAN

Ketimpangan ekonomi antara


perempuan dan laki-laki
Penggunaan kekerasan sebagai
jalan keluar suatu konflik
Otoritas dan kontrol laki-laki dalam
pengambilan keputusan
Hambatan bagi perempuan untuk
meninggalkan seting keluarga
KDRT
Suatu pola pemaksaan
kehendak atas seseorang
thd pasangannya dg
menggunakan serangan dan
ancaman termasuk
penyiksaan secara fisik,
mental/emosional dan juga
penguasaan secara
ekonomi.
.

Kekerasan tjd krn ketdk


seimbangan antara suami dan
isteri baik secara fisik dan
ekonomi kpd yg lemah, antara
yg dominan kpd yg kurang
dominan dan antara yg
berkuasa dan yg tdk berdaya
(The Asia Foundation, 2003)
KARAKTERISTIK KORBAN
dan PELAKU
Perempuan/korban
1. Pengaruh-pengaruh dlm
keluarga
Prilaku kasar dlm klg
Kurangnya pengajaran agama
Status ekonomi rendah
Menerima dan pasif
Terjadi disfungsi dlm sistem klg
Karakteristik Korban
2. Pembawaan Personal
Self esteem yg rendah
Pernah mengalami kekecewaan
Merasa beranggung jawab untuk disakiti
Cepat merasa frustasi
Merasa bersalah dan tidak berguna
Senang menyendiri/mengisolasi diri
Sering merasa tdk pecaya pd orla
penakut
.
3. Pengaruh Gaya Hidup
Penyalah gunaan obat/Alkohol
Perselisihan verbal
Ketergantungan kebutuhan
keuangan pd suami
Terisolasi dari sumber-sumber
pendukung (keluarga, teman dan
kelompok)
Karakteristik Pelaku (Suami)
1.Pengaruh-pengaruh dlm keluarga
Prilaku kasar dalam keluarga
Kurangnya pengajaran agama
Status ekonomi rendah
Peran seks bersifat tradisionil(dominan
agresif untuk laki2)
Terjadi disfungsi dalamsistem keluarga
Karakteristik pelaku
2. Pembawaan personal
Perasaan tdk adekuat
Sifat inferior
Sering menyalahkan orla krn
tindakkannya sendiri
Cemburu berlebihan
Ingin menguasai/memiliki
Cepat marah, tdk menerima diri,
emosi blm matang, tdk dpt
mengontrol diri sdr
Tdk menaruh hormat pada
perempuan
Karakteristik Pelaku
3. Pengaruh gaya hidup
Penyalahgunaan konsumsi minuman alkohol
Perselisihan verbal
Sulit mendapat pekerjaan
membatasi kebebasan perempuan
Hubungan sosial kurang
Kurang isnisiatif untuk ber-usaha
SIKLUS KDRT

FASE I

FASE III

FASE II
SIKLUS KDRT
FASE I
o Munculnya ketegangan, berbagai konflik,
pertengkaran mulut, tdk adanya kesatauan
pendapat
o Perempuan mengeluh, beritindak pasif,
mengacuhkan kemarahan pelaku
o Laki-laki melihat sbg suatu kelemahan
o Marah dg sikap perempuan yg mengacuhkan
dirinya dan menyebabkan kemarahan memuncak
SIKLUS KDRT
FASE II
o Insiden penganiayaan akut tjd dg tindakkan
kekerasan secara verbal, fisik dan seksual
o Berlangsung dlm bbrp jam-24 jam/lebih lama lagi.
o Korban biasaanya menunda untuk mencari
pertolongan (krn malu)
o Meminimalkan luka-luka pd dirinya
o Syok dan mengingkari keadaan yg dialami (tdk
percaya)
SIKLUS KDRT
FASE III
o Keduanya merasa mereda/hilang
o Pelaku seringkali mengungkapkan rasa cinta,
penyesalan yang mendalam
o Pelaku berperilaku baik, meminta maaf
o Mengunkapkan tidak akan mengulangi
perbuatan kasarnya lagi.
.

1. Kekerasan fisik memukul, menampar,


menjambak, menginjak, mendorong,
melempar barang, menusuk, membakar,
membunuh
2. Kekerasan Psikologis ucapan yg
menyakitkan, membentak, menghina,
menyudutkan, ancaman.
Isteri selalu dalam pihak yang salah, pelaku
sering memutar balikkan fakta
BENTUK-BENTUK KDRT
3. Berdemensi ekonomi Mengontrol perilaku isteri,
tdk memberikan nafkah untuk memenuhi kebutuhan
RT, sementara melarang isteri bekerja.
Menghamburkan uang, sementara isteri kekurangan.
Memperkerjakan isteri, menguasai uang/barang
isteri.
4. Kekerasan Seksual Pemerkosaan/pemaksaan hub,
seks. Pemukulan/kekerasan sbl melakukan hub. Seks,
pornografi, penghinaan seksual, penghinaan bahasa
verbal.
.

Fisik dan Psikologis isteri


kecacatan menetap, kematian.
Merusak harga diri istri, merusak
kejiwaan istri
Penganiayaan pada isteri sering
disertai penganiayaan pada anak
Anak yg melihat dan mengalami
kekerasan cenderung terlibat dalam
lingkaran tsb Pola kekerasan
diturunkan dari generasi-kegenerasi
.
Untuk mencapai tujuan perkawinan, maka dlm RT
hrs tdp persamaan dlm berbagai segi

Tidak mengancam menggunakan kata yg tdk


mengancam membuat rasa aman untuk
mengekspresikan diri
Respek Menghargai pendapat, penuh
pengertian, mendengarkan tanpa menghakimi
Dukungan Mendukung kegiatan2 yg dilakukan
untuk pengembangan diri
Jujur dan bertanggung jawab
. scr terbuka dan jujur,
Berkomunikasi
mengakui bl berbuat salah, bertanggung
jawab atas perbuatan sediri.
Contoh yang baik bagi anak Ikut serta
dlm membiming anak dg tdk
menggunakakan kekerasan
Hak yanga sama Dlm membuat
keputusan, setuju dg pembagian kerja yg
seimbang dlm RT
Keadilan ekonomi keputusan adil dan
merata
Mau berkompromi dan adil Sealu
membuat keputusan yg dpt diterima kedua
belah pihak
PENATALAKSANAAN KDRT
Keperawatan
o Kaji data adanya KDRT
Biopsikososio-spiritual
o Rumuskan masalah
keperawatan Kecemasan,
harga diri rendah dsb
o Tentukan Rencana
Keperawatan
o Evaluasi
.

Mengatasi injuri/trauma
Memberikan tindakan-tindakan kenyamanan
Menciptakan kepercayaan, bersikap terbuka
dan memberi penghargaan yg positif
Membantu memahami pilihan-pilihan yg
diinginkan
PENATALAKSANAAN
KDRT
Membantu mengklarifikasi nilai-nilai yg dimiliki dan
kepercayaan diri sendiri
Membantu menentukan keluasan pilihan dari resiko
tindakkan kasar (diri dan anak)
Memotivasi mencari bantuan
Membantu mengkaji pola koping
Mengidentifikasi kemungkinan cara-cara untuk
mengubah pola koping yg tdk konstruktif
Merujuk ke pelayanan konseling
Terima Kasih

Atas Perhatiannya
Wassalam