Anda di halaman 1dari 22

Anggota Kelompok :

Nia Islamiah
Siti Zainab
Ina Anjani
We Are
Panca Yudha Nugraha
Super Awesome.
1

SLOW
LEARNER
Apa Yang Dimaksud
Anak Lambat belajar
(Slow Learner)?
Apa saja cirinya?
Apa saja faktor penyebabnya?
Bagaimana cara mengatasinya?
Slow learner
Anak yang lamban belajar

Anak yang lambat dalam proses belajar, sehingga ia membutuhkan waktu yang
lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf potensi
intelektual yang sama

Siswa yang kurang mampu menguasai pengetahuan dalam batas waktu yang

telah ditentukan karena ada faktor tertentu yang mempengaruhinya.

5
Apa Saja Ciri-Cirinya?

Sosial Fisik
Keadaan sosial ekonomi manusia Intensitas pendengarannya,
berpengaruh terhadap kemajuan belajar penglihatannya, pembicaraannya, vitamin
siswa di sekolah dan gizi makanan mulai dari dalam
kandungan hingga ia lahir.
Perkembangan
Kepribadian Perkembangan Mental
Terkadang menunjukan ketidakmampuan Ciri Umum Perkembangan mental dapat dipengaruhi
menyesuaikan diri dengan lingkungan oleh pertumbuhan fisik, Cacat fisik ,asuhan
sekitarnya yang diakibatkan kegagalan intensif yang diberikan lingkungannya.
belajar di sekolah

Proses Belajar yg Dilakukannya Perkembangan Intelektual


Ciri cirinya : Sesorang yang memiliki IQ berkisar antara
50 sampai 69 sulit diharapkan memiliki
perkembangan intelek yang baik.

6
1. Lamban mengamati dan mereaksi 6. Memiliki daya ingatan yang lemah,
peristiwa yang terjadi dalam mudah lupa dan gampang menghilang.
lingkungannya. 7. Mengalami kesulitan saat menuliskan
2. Tidak banyak mengajukan pertanyaan- pengetahuan dalam bentuk karangan-
pertanyaan karangan lainnya, sekalipun
3. Kurang memperlihatkan perhatiannya menggunakan kata dan kalimat yang
terhadap apa dan bagaimana tugas itu sederhana.
dapat diselesaikan dengan baik. 8. lemah dalam mengerjakan tugas-tugas
4. Dalam belajarnya banyak menggunakan latihan di sekolah dan di rumah.
ingatan (hapalan) daripada logika
(reasoning)
5. Lebih sering berbuat salah. 7
Siswa yang mengalami kesulitan belajar pada umumnya berkaitan erat
dengan masalah-masalah emosional, agresif, takut, malu-malu dan nakal.
Kadang siswa yang mengalami kesulitan belajar itu menunjukan
ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya yang
diakibatkan kegagalan belajar di sekolah. Jika kegagalan itu bertambah
banyak maka akan mengakibatkan kelesuan konsentrasi dalam belajar.

8
Terdapat 5 kali lebih banyak siswa
Lamban belajar yang berasal dari
Berdasarkan Penelitian Kirk (1962),.
Keluarga ekonomi lemah dibandingkan
Siswa lamban belajar yang berasal
Dari keluarga ekonomi tinggi

9
Faktor Penyebab :

1 Internal

Faktor internal yaitu faktor genetik,


biokimia.

yang dapat merusak :

otak, misalnya: zat pewarna pada


makanan, pencemaran lingkungan,

gizi yang tidak memadai, dan


pengaruh-pengaruh psikologis dan
sosial

yang merugikan perkembangan anak.


10
Faktor Penyebab :

2 Eksternal

Faktor eksternal yaitu penyebab yg


berasal dari luar diri anak :

(slow learner) yang berupa strategi


pembelajaran yang salah atau tidak
tepat

pengelolaan kegiatan pembelajaran


yang tidak membangkitkan motivasi
belajar anak

11
DAMPAK DARI ANAK SLOW LEARNER
Hasil prestasi belajar yang kurang
optimal sehingga dapat membuat
anak menjadi stress karena ketidak
mampuannya mencapai apa yang
diharapkannya.
Anak cenderung bersikap pemalu, Mendapatkan lebel
menarik diri dari lingkungan yang kurang baik dari
sosialnya dan lamban menerima teman-temannya.
informasi.

Anak akan mengalami perasaan Karena ketidak mampuannya


minder tehadap teman-temannya mengikuti pelajaran dikelas, hal
karena kemampuan belajarnya tersebut dapat membuat anak
lamban jika dibandingkan teman- tidak naik kelas.
teman sebayanya.
12
USAHA MENGATASINYA

1. Pengumpulan Data (dengan Mengenal Peserta Didik yang Mengalami (Slow Learner)

Memperhatikan prestasi belajar yang diperolehnya, memperbandingkan prestasi


belajar yang telah dicapai oleh siswa tersebut dengan nilai rata-rata kelas atau pun
dengan cara memperhatikan kedudukan seorang siswa dalam kelompoknya (rangking).
Metode pengumpulan data : observasi, wawancara, kunjungan rumah, data pribadi dll

2. Pengelolaan Data

Dengan memperhatikan data contohnya pada mata pelajaran-mata pelajaran apa saja
siswa tersebut yang mendapat nilai rendah atau sangat rendah. Apakah semua atau hanya
beberapa mata pelajaran saja.
Slow learner.....
3. Diagnosa (Menetapkan Latar Belakang Penyebabnya)
Diagnosa ini dapat berupa hal-hal sebagai berikut :
a. Keputusan mengenai jenis kesulitan belajar anak (berat dan ringannya).
b. Keputusan mengenai faktor-faktor yang ikut menjadi sumber penyebab kesulitan belajar termasuk
lamban belajarnya.
c. Keputusan mengenai faktor utama penyebab lamban belajar.
4. Prognosa (Menetapkan Usaha-usaha Bantuan)
Bentuk treatment yang harus diberikan :
Bahan/materi yang akan digunakan
Alat-alat bantu belajar mengajar yang diperlukan
Waktu (kapan kegiatan itu dilaksanakan)
14
Slow learner.....

5. Treatment (Pelaksanaan Bantuan)

Melalui bimbingan belajar kelompok

Melalui bimbingan belajar individual

Melalui pengajaran remedial dalam beberapa bidang studi tertentu

Pemberian bimbingan pribadi untuk mengatasi masalah-masalah psikologis

Melalui bimbingan orang tua, dan pengatasan kasus sampingan yang mungkin ada

15
Teknik Bimbingan yang Dapat Diterapkan
pada Anak Lambat Belajar

1. Pengembangan ranah kognitif/intelektual


Pada pengembangan ini guru diharapkan menyediakan rentangan pengalaman belajar yang
luas serta dapat diamati atau nyata. Pengelolahan bahan dan tugas ajar secara khusus yang di
dasarkan pada kurikulum yang ada

2. Pengembangan ranah afektif


Pembimbing diharapkan memahami pikiran dan harapan anak yang ada pada dirinya
serta kemungkinan pemenuhannya di dalam sikap kehidupan berkelompok.

3. Pengembangan ranah fisik


Pembimbing diharapkan memberikan layanan yang dapat memberikan kemungkinan
siswa memperoleh pengalaman memadukan pola perkembangan berikir dan
memberikan peran-peran yang sesuai di dalam kelompoknya.

16
4. Pengembangan ranah intuitif 5. Pengembangan ranah masyarakat

Fungsi intuitif merupakan fungsi yang terlibat di dalam Pemberian layanan dapat dilakukan dengan membantu
pemunculan wawasan dan tindakan kreatif. Mengingat siswa memperoleh pengalaman mengembangkan diri
fungsinya itu, maka layanan bagi siswa yang lambat menjadi anggota kelompok,serta mampu
belajar perlu memperdulikan pengembangan berpartisipasi dalam proses kelompok memperluas
pengalaman yang mendorong dia untuk berimajenasi perasaan keanggotaan masyarakat
dan berkreasi (dalam tingkat yang sederhana).
17
KONSEP LAYANAN ANAK Slow Learner

Kelas Reguler ( General


education Class)

Kelas khusus

Ruang Sumber
( Resource Room )

18
Kelas Reguler ( General education Class)
Sistem pelayanan dalam bentuk kelas reguler dimaksudkan untuk mengubah citra tentang
adanya dua tipe anak, anak dengan berkesulitan belajar dan tidak berkesulitan belajar. Dalam
kelas reguler yang dirancang untuk membantu anak berkesulitan belajar diciptakan suasana
belajar kooperatif sehingga semua anak dapat menjalin kerjasama dalam mencapai tujuan
belajar.
Adapun kelemahan sistem ini antara lain adalah:
Keunggulannya antara lain: a. Anak berkesulitan belajar kurang memperoleh
a. Anak berkesulitan belajar akan pelayanan individual
menggunakan anak tidak berkesulitan b. Anak masih mungkin memperoleh cap negatif
belajar sebagai model perilaku. dari anak yang tidak memiliki kesulitan dalam
b. Mengelola anak berkesulitan belajar belajar
di kelas reguler lebih murah daripada c. Anak mungkin akan sering gagal karena
menyediakan pelayanan dan situasi khusus. sulitnya bahan pelajaran dan tugas-tugas
c. Anak yang tidak berkesulitan belajar d. Anak akan dirugikan karena tidak memperoleh
dapat lebih memahami tentang adanya pelayanan pendidikan khusus yang sistematis
perbedaan antara individu; dan dan latihan keterampilan dasar yang cukup
d. Guru reguler dimungkinkan untuk e. Semangat juang guru kelas atau guru reguler
menjadi lebih dapat menyesuaikan mungkin akan terpengaruh secara negatif karena
pembelajarannya dengan karakteristik banyak diantara mereka yang tidak dipersiapkan
individual semua anak. untuk melayaniTheanak berkesulitan
Power of belajar.
PowerPoint | thepopp.com 19
Kelas Khusus ( Special Class )
Sistem ini biasanya menampung antara 10 hingga 20 anak berkesulitan belajar dibawah
asuhan seorang guru khusus.
Ada dua jenis kelas khusus yang biasa digunakan yaitu:
a) kelas khusus sepanjang hari belajar, dan
b) kelas khusus untuk mata pelajaran tertentu atau kelas khusus sebagian waktu.

Keuntungan dari bentuk kelas khusus yaitu: Adapun kelemahan dari bentuk ini yaitu:
a. Pembelajaran menjadi efisien karena a. Anak berkesulitan belajar sering
pengelompokannya memperoleh cap atau label negatif yang dapat
b. Anak berkesulitan belajar memperoleh menganggu kepercayaan diri, penolakan dari
lebih banyak pelayanan yang bersifat individual teman, perolehan pekerjaan di masa depan,
sikap negatif dari keluarga, dan harapan untuk
berhasil yang rendah dari guru;
b. Anak berkesulitan belajar cenderung
hanya dapat berkomunikasi dengan sesama
The Power of PowerPoint | thepopp.com 20
mereka.
Ruang Sumber ( Resource Room)
Di dalam ruang sumber terdapat guru remedial atau guru sumber dan berbagai
media belajar. Aktivitas utama dalam ruang sumber umumnya berkonsentrasi
pada upaya memperbaiki keterampilan dasar seperti membaca, menulis, dan
berhitung. Guru sumber diharapkan dapat menjadi pengganti guru kelas dan
menjadi konsultan bagi guru reguler
Sistem pelayanan dalam bentuk ruang sumber memiliki Adapun kekurangan dari bentuk layanan ini
keunggulan yaitu: yaitu:
a. Anak memerlukan bantuan khusus di bidang a. Banyak waktu terbuang untuk pindah dari
akademik atau sosial memperoleh bantuan dari guru kelas reguler ke ruang sumber dan sebaliknya.
yang terlatih b. Mengurangi kemampuan guru kelas atau
b. Anak berkesulitan belajar tetap berada di kelas guru reguler dalam menangani anak secara
reguler sehingga dapat bergaul dengan anak yang individual.
tidak berkesulitan belajar. c. Meningkatkan kemungkinan terjadinya
ketidakajegan pendekatan pembelajaran
d. Meningkatkan jumlah spesialis yang
bekerja untuk anak yang dapat menimbulkan
pelayanan yang terpecah-peccah
e. Dapat menimbulkan konflik antara
kebutuhan kelompok dan kebutuhan
The Power of PowerPoint | thepopp.comindividual.
21
Any
Question
Audience ?

22