Anda di halaman 1dari 26

Insidens dan frekuensi relatif

Amerika dan Eropa ( 3-5 per 100.000 atau 3-5 % )

Indonesia diperkirakan 1,5%-5% dari seluruh kanker.

Laki-laki >> perempuan ( 3/2 : 2/1 ) >>> usia 40 tahun.

kanker rongga mulut paling sering mengenai lidah (40%),


mulut (15%), dan bibir (13%).

Jenis kanker mulut yang paling sering yaitu Squamous cell


carc
MULTIFAKTORIAL
Sel kanker muncul setelah terjadi mutasi-mutasi pada sel normal yang
disebabkan oleh zat-zat karsinogen.
zat karsinogen memicu terjadinya Karsinogenesis (transformasi sel
normal menjadi sel kanker).

Karsinogenesisnya terbagi menjadi 3 tahap :


1. Tahap pertama Inisiasi kontak pertama sel normal dengan zat
Karsinogen yang memancing sel normal tersebut menjadi ganas.
2. Tahap kedua yaitu Promosi, sel yang terpancing tersebut membentuk
klon melalui pembelahan(poliferasi).
3. Tahap terakhir yaitu Progresi, sel yang telah mengalami poliferasi
mendapatkan satu atau lebih karakteristik neoplasma ganas.
Kanker mempunyai karakteristik berbeda dengan tumor
jinak karena :

Kanker / neoplasma ganas tidak berkapsul,


mengadakan invasi dan merusak jaringan asalnya.
Mempunyai kemampuan yang tidak terkendali untuk
berkembang tidak wajar/abnormal dibanding
pertumbuhan sel normal.
Sel kehilangan sifat berdiferensiasi dan cenderung
menjadi sel primitif/muda.
metastase
Tipe Histologi
NO TIPE HISTOLOGI

1 Squamous cell carc.


2 Adenocarcinoma
3 Adenoid cyst.carc
4 Ameloblastic carc
5 Adenolymphoma
6 Pleomorphic carc
7 Melanoma maligna
8 Lymphoma maligna
90-97 % dari seluruh kanker rongga mulut
Pria 5% & wanita 2%.
>> 50 tahun
Lokasi mukosa bukal, bibir, Processus alveolar dan
gingiva rahang atas, Processus alveolar dan gingiva rahang
bawah, palatum durum, lidah, dasar mulut.
Penyebab pasti belum diketahui
Berhubungan dengan bahan
karsinogen dan faktor predisposisi
( tembakau, menyirih, alkohol )
faktor lainya : penyakit kronis, faktor
gigi dan mulut, defisiensi
nutrisi,virus, serta faktor lingkungan.

Metastasis biasanya ke kelenjar


getah bening regional.
Gambaran klinis:
stadium awal tidak menunjukan
gejala yg jelas, tdk ada keluhan dan
tidak sakit, umumnya berupa
leukoplakia, eritroplakia , erosi.

stadium lanjut dapat berbentuk


eksofitik ( papul dan nodul ) dan
endofitik ( ulser, erosi dan fisura )
Karsinoma sel squamosa pada dasar
mulut
Merupakan keganasan parotis kedua
paling sering pada anak-anak
2-3% kanker rongga mulut
biasanya terdapat pada kelenjar saliva
minor palatum dan cenderung
menginvasi ke pembuluh limfe dan
berinfiltrasi ke sumsum tulang
sekitarnya.
Adeno Cystic Carcinoma (ACC) karsinoma yang
berasal dari kelenjar liur
Gambaran klinis : Tumbuhnya lambat, ukuran
kecil, cenderung local invasive, 1/3 angka
kejadian terjadi pada kelenjar ludah mayor,
kelenjar lakrimalis, bagian bawah salura
pernafasan, nasopharinx, rongga hidung, dan
sinus paranasalis.
usia 40-60 tahun.
perempuan dan laki-laki sama.
Ameloblastoma tumor epithelial yang berasal
dari sel precursor organ enamel.
Dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan patogenesis
dan sifat perilakunya yaitu :
1. jenis invasif, berasal dari sisa epitel malasesz
dalam ligament periodontin. ( padat )
2. jenis kistik, berasal dari lapisan kista odontogen
Ameloblastoma sangat jarang mengalami
metastasis ( < 1% ).
Ameloblastoma timbul sebelum umur 35
( mandibula )
Tumor ini jarang ditemukan &
hampir terbatas pada kelenjar
parotis.
tumor epitelial kelenjar ludah.
Paling sering pria usia 50-60
tahun merokok.
Tumor yang paling sering terjadi
bilateral. berasal dari epitel duktus
ektopik.
tumor kelenjar saliva ( kelenjar parotis ).
Tumor tumor campuran (benign mixed
tumor), yang terdiri dari komponen epitel,
mioepitel dan mesenkim
Dinamakan pleomorfik karena terbentuk
dari sel-sel epitel dan jaringan ikat.
Pertumbuhan tumor ini lambat, berbentuk
bulat, dan konsistensinya lunak.
merupakan neoplasma mukosa mulut
yang mematikan.
Etiologi disebabkan karena tubuh
terkena sinar matahari secara terus
menerus.
Selain itu faktor genetik pada keluarga,
trauma dan juga faktor hormonal
berperan dalam terjadinya melanoma
maligna
Limfoma tumor ganas jaringan limfoid, berbentuk massa
padat pada kelenjar.

1.Limfoma Hodgkin
Predileksi : kelenjar getah bening leher dan
kepala.
Predilesi umur : teradi pada usia dewasa muda
( sekitar 20 tahun) dan usia dekade ke-5.

2.Limfoma non-Hodgkin
tumor ganas berbentuk padat dan berasal dari
jaringan limforetikuler perifer.
Predileksi : Jaringan limforetikuler perifer
kelenjar limfe, kelenjar limfe palatum, gusi, pipi,
dasar mulut dan tonsil.
Tanda-tanda yang harus diwaspadai ( Tahap Dini Dan
Lanjut ) :

1. Bercak putih/ bercak merah, bersisik, persisten.


2. Bintik pigmen yang tiba- tiba ukurannya membesar.
3. Ulser yang tidak sembuh-sembuh.
4. Gusi bengkak dan berdarah yang tidak dihubungkan
dengan obat-obatan.
5. Asimetri wajah yang progresif.
6. Gigi yang tanggal secara tiba-tiba, tanpa adanya
riwayat trauma pada rahang.
7. Parastesi, anestesi dan mati rasa di rongga mulut.
8. Trismus dan sakit sewaktu menggerakkan rahang.
9. gumpalan pd leher, wajah atau jaringan mulut.
10. Luka pencabutan yang tidak sembuh-sembuh.
11. Perubahan pola pertumbuhan sel yang tidak
terkendali
Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan
klinis dan pemeriksaan penunjang
Prinsip utamanya :secara histopatologi

( biopsi ) dan menentukan apakah ada


keganasan juga di tempat lain ( metastase ).
Pemeriksaan terpenting dan diagnostiknya
adalah secara histopatologi ( biopsi ).
PEMERIKSAAN KLINIS :
Anamnesa : identitas pasien, Keluhan utama,

Riwayat penyakit yang diderita, riwayat


penyakit gigi dan mulut masa lalu, riwayat
medik, riwayat keluarga dan sosial .

Pemeriksaan fisik :

INSPEKSI bibir sampai orofaring posterior.

PALPASI bimanual 1 atau 2 jari tangan


kanan atau kiri dimasukkan ke dalam rongga
mulut dan jari-jaritangan lainnya meraba lesi
dari luar mulut.
Tentukan lokasi tumor
primer,bentuknya, berapabesarnya
( cm ), berapa luas infiltrasinya
Palpasi Pembesaran KGB
ipsilateral dan kontralateral.
Pembesaran KGB tentukan
lokasinya, jumlahnya,
ukurannya( yang terbesar ), dan
mobilitasnya.
Pemeriksaan Radiografi :
1. X-foto polos

2. Imaging
Pemeriksaan Laboratorium :
laboratorium rutin, seperti: darah,
urine, SGOT/SGPT, alkalifosfatase,
BUN/kreatinin, albumin, globulin,
serum elektrolit.
Pemeriksaan Patologi : Biopsi
1. Tindakan Bedah
Terapi umum pembedahan untuk
mengangkat sel-sel kanker hingga jaringan
mulut dan leher.

2. Terapi Radiasi
Terapi radiasi atau radioterapi jenis terapi kecil
untuk pasien yang tidak di bedah.
membunuh sel kanker dan menyusutkan tumor.
Terapi juga dilakukan post operasi untuk
membunuh sisa-sisa sel kanker yang mungkin
tertinggal didaerah tersebut.
3. Kemoterapi
Kemoterapi terapi yang

menggunakan obat anti kanker untuk


membunuh sel kanker.
Cara kerja obat :
memisahkan sel kanker tersebut secara
cepat,
menghambat pertumbuhan sel kanker,
menghancurkan sel kanker tersebut.
Efek obat tersebut bersifat sistemik
digunakan untuk kanker sengan stadium
lanjut(metastasis)