Anda di halaman 1dari 29

DISUSUN OLEH:

MILLA ANDINA FAJRIAH 122120018


RADEN DINDIN HADIAN 122120024
EGGY HIDAYATULLAH 122120017
Asal mula arsitektur, arsitektur
terwujud dari upaya mencari ruang
perlindungan di alam yang tersedia.
Dibalik batu besar, didalam gua, diatas
pohon dan belum ada konsep perencaan
membangun lingkungan binaan. Membangun
dalam bentuk yang paling sederhana
disebut housing dan dwelling. Dan
lingkungan buatan itu selalu terkait
dengan alam sekitar, flora dan fauna.
ARSITEKTUR primitif adalah ilmu
untuk para arkeolog dari sejarawan seni,
dan kebutuhan yang terbentuk pada zaman
primitif. Seperti Hut atau rumah
penampungan, Kuil dari beberapa jenis
untuk ibadah, sebuah benteng pertahanan,
cairn, atau gundukan diatas kuburan
pahlawan atau kepala. Dari bahan-bahan
yang paling sederhana, dan ini lebih
bersifat tahan lama. Seperti tiang-tiang
kayu, kulit binatang, atau Lumpur dinding,
daun, bebatuan dan lain-lain yang
bersumber dari alam. Hanya alat
sederhana yang diperlukan untuk
konstruksi dasar seperti itu.
Dalam zaman primitif manusia situs
arsitektur, ada di seluruh Eropa dan Asia
hampir tak terhitung monumen primitif,
dan memiliki karakter yang berbeda-beda
setiap daerahnya.
AWAL PERADABAN

Zaman batu
Zaman prasejarah ketika manusia
menciptakan alat sendiri karena belum
memiliki teknologi canggih seperti
zaman sekarang. Kayu tulang dan bahan
lain juga digunakan, tetapi batu di
bentuk untuk dimanfaatkan sebagai alat
memotong dan senjata
Paleolitikum

Zaman
batu
megalitikum neolitikum
Paleolitikum

Zaman dimana alat bantu manusia masih


dikerjakan dengan cara kasar dan tidak
diasah. Masih berburu dan
mengumpulkan makanan dengan cara
yang sederhana. Pendukung kebudayaan
ini adalah Homo Erectus. Dalam masa ini
manusia masih berpindah-pindah dan
belum menetap. Peninggalan di zaman ini
ialah kapak perimbas, monofacial,alat-
alat serpih, dan chopper. Hasil
kebudayaan ini banyak ditemukan di
wilayah Indonesia terutama di Sangiran
jawa tengah, dan cebbenge daerah
sulawesi selatan.
Neolitikum

Disebut juga neolitik, merupakan fase


atau tingkat kebudayaan pada zaman
prasejarah yang mempunyai ciri-ciri
berupa unsur kebudayaan, seperti
peralatan dari batu yang diasah,
pertanian menetap, peternakan, dan
pembuatan tembikar. Manusia telah
menjadi pendukung peradaban food
producing atau dapat di sebut juga
dengan masa berburu dan mengumpulkan
makanan. Manusia pada zaman ini sudah
tinggal secara menetap, bercocok
tanam, dan berternak. Maka mereka
mulai membangun tempat-tempat
pemujaan berupa batu-batu besar
seperti menhir, bangunan batu
berundak,yang disebut dolmen dan
patung-patung nenek moyang.
Mesolitikum

Pada zaman batu tengah kehidupan


manusia purba banyak dihabiskan di
dalam gua yang disebut abri sous roche.
Alat yang digunakan menggunakan batu
yang lebih halus. Dan panah bergigi yang
terbuat dari hewan digunakan untuk
berburu. Ciri utama kehidupan pada
zaman ini adalah peninggalan sampah
dapur yang disebut kjokkenmodinger.
Sampah dapur tersebut berasal dari
cangkang kerang yang di tumpuk
sehingga membatu. Sampah tersebut
dapat ditemukan di daerah sepanjang
pantai timur sumatera. Hasil kebudayaan
zaman ini adalah Bascon-Hoabinh.
Manusia pendukung pada zaman ini
adalah papua melanosoide yang terdiri
dari suku irian di papua dan suku
aborigin di australia.
Megalitikum

Zaman batu besar karena manusia dapat


membuat dan meningkatkan kebudayaan
yang terbuat dari batu besar.
Kebudayaan ini berkembang sejak zaman
neolitikum hingga zaman perunggu. Pada
zaman ini manusia mengenal kepercayaan
terhadap roh nenek moyang.
Kepercayaan ini sudah mulai meningkat.
Hasil kebudayaan megalitikum seperti
menhir yaitu tugu yang terbuat dari
batu besar tempat memuja para arwah,
dolmen meja batu yang digunakan untuk
meletakan sesaji untuk para leluhur,
kuburan batu untuk menyimpan para
mayat, waruga atau peti jenazah yang
berbentuk kubus, sarkofagus kubur batu
yang terbuat dari batu utuh, arca
patung yang menggambarkan manusia
atau hewan berfungsi sebagai
penghormatan, punden berundak batuan
yang disususn dan berfungsi sebagai
tenpat memuja roh nenek moyang.
Bukti-bukti peninggalan prasejarah
yang masih ada.
MENHIR
Monumen prasejarah yang terdiri dari
megalitikum tegak, biasanya berdiri
sendirian tapi kadang-kadang selaras
dengan orang lain.
CAIRN, CARN
Timbunan batu yang menumpuk sebagai
monumen, batu nisan, atau landmark.
TUMULUS, BARROW
Gundukan buatan atau bumi atau batu, esp.
kuburan kuno.
DOLMEN
Monumen prasejarah yang terdiri dari dua
atau lebih batu tegak besar mendukung
batu horisontal lempengan, esp. ditemukan
di Britain dan Perancis dan biasanya
dianggap sebagai makam.
CROMLECH
Pengaturan yang melingkar megalitik
melampirkan gundukan dolmen atau
penguburan.
Stonehenge
Terletak di bagian Selatan dataran
Salisbury, sekitar 8 kilometer di utara
Salisbury, 2 km di Barat Avebury.
Titik fokus terpadat konsentrasi Neolitik
dan zaman perunggu. Dalam menjalani 4
periode bangunan dan penggunaan
Digunakan dari c.3000 BC sampai setelah
1100 SM.
Perwujudan Arsitektur primitif
dipengaruhi oleh faktor-faktor:

kondisi geografis,
kondisi geologis,
bentuk perikehidupan yang berlangsung,
iklim dan
kepercayaam yang dianut.
Keadaan geografis
lokasi dimana manusia tersebut tinggal
mempengaruhi tempat berlindung
mereka.
Keadaan geologis
Berdasarkan keadaan geologi manusia
membangun tempat tinggalnya dengan
sumber daya yang ada pada daerah
sekitarnya. Seiring berjalannya waktu,
pemikiran manusia terus berkembang
sesuai perkembangan zaman.
Dari gua-gua sebagai tempat tinggal, lalu
pemikiran manusia berkembang. Bahan-
bahan sekitar seperti kayu, dedaunan,
bebatuan sampai membuat material
bangunan sendiri.
Contohnya di mesir:
Peningkatan dari pemakaian
bata/lumpur yang dikeringkan dibawah
terik matahari menjadi konstruksi
batu yang lebih baik kualitasnya dan
perlu teknik yang lebih tinggi dalam
pengerjaannya. Dalam waktu 200
tahun saja, ahli bangunan Mesir telah
begitu menguasai bahan bangunan baru
tersebut, dan dapat menyelesaikan
pyramid di Gizeh.
Bentuk peri kehidupan yang
berlangsung
perilaku pada zaman prasejarah
kegiatan manusia kebanyakan adalah
berburu dan bercocok tanam sehingga
tempat tinggal mereka dekat sekali
dengan sumber makanan.
Iklim
Pada setiap daerah iklim sangat
mempengaruhi tempat berlindung
manusia. Contohnya di irlandia, banyak
ditemukan gua-gua yang menjadi tempat
tinggal manusia purba pada zaman dulu.
Manusia menggunakan gua tersebut
sebagai tempat berlindung dari hujan,
salju bencana alam dan binatang buas.
Kepercayaan yang dianut

Saat peradaban berkembang menuju bentuk


yang lebih kompleks, demikian pula yang
terjadi pada agama dan bentuk terawal dari
ragamnya tampak dimulai pada periode
tersebut. Benda-benda alam seperti
Matahari, Bulan, Bumi, langit, dan laut
kerap didewakan. Ruangan suci didirikan,
dan berkembang menjadi pembangunan kuil,
lengkap dengan hierarki kependetaan dan
jabatan lainnya yang kompleks. Tipikal
zaman Neolitik adalah kecenderungan untuk
memuja dewa-dewi antropomorfis. Para
arkeolog berpikir bahwa keberadaan agama
mendahului Revolusi Pertanian
Bangsa Mesir merupakan salah satu bangsa
tertua yang memiliki religi dan menganut
tradisi politeisme. Dewa Mesir yang utama
di antaranya: Ra, Osiris, Horus, dan Anubis.
Salah satu kitab tertua bangsa Mesir Kuno,
sekaligus teks keagamaan kuno yang masih
lestari adalah Teks Piramida, koleksi teks
yang dibuat sekitar tahun 24002300 SM.
Disamping faktor-faktor tersebut dan
seiring dengan berkembangnya zaman.
manusia membutuhkan rumah sebagai
tempat berlindung dari musuh dan
bencana alam bukan hanya sekedar
memberikan perlindungan dari hujan dan
dingin.
Hal ini memberikan permasalahan bentuk
konstruksi dan karakteristik pada
bangunan. Sehingga manusia memikirkan
kekuatan struktur pada bangunan yang
mengikuti karakteristik setiap daerah,
sebagai kekuatan perlindungan pada
bangunan tersebut.
Ada 4 macam yang menjadi prinsip
konstruksi bangunan yaitu:

1. Post and lintel


2. Arch and vault
3. Corbel, dan
4. Truss
1.Post and lintel
Dalam arsitektur, pos dan lintel (juga
disebut prop dan palang atau sistem
trabeated) adalah sistem dengan
palang, header, atau architrave
sebagai anggota horisontal atas dan
didukung pada ujung-ujungnya dengan
dua kolom vertikal, pilar, atau posting.
Post lintel ini yaitu "prinsip dasar"
dari arsitektur Yunani Kuno,
pembangun terus menggunakan metode
ini untuk mendukung berat struktur di
atas bukaan untuk jendela dan pintu di
dinding bantalan.
2. Arch dan Vault
sistem konstruksi mendasar dalam
arsitektur yang digunakan untuk rentang
ruang antara dinding, dermaga, atau
dukungan lain dan untuk membuat atap
atau langit-langit. Sampai abad ke-19
lengkungan dan kubah adalah satu-
satunya alternatif dari sistem yang jauh
lebih terbatas dan sederhana post-and-
lintel mendukung datar atau atap
memuncak.
3. corbel
sebuah metode konstruksi lengkungan
seperti yang menggunakan teknik
arsitektur corbeling span spasi atau ruang
hampa dalam struktur , seperti pintu
masuk di dinding atau sebagai rentang
jembatan . Sebuah kubah corbel
menggunakan teknik ini untuk mendukung
suprastruktur atap bangunan .
Sebuah lengkungan corbel dibangun oleh
offsetting program berurut batu ( atau
batu bata ) di springline dinding sehingga
mereka memproyeksikan menuju pusat
gapura dari masing-masing pihak yang
mendukung , hingga kursus bertemu di
puncak atap lengkung ( sering ,
kesenjangan terakhir dijembatani dengan
batu datar ) . Untuk kubah corbeled
meliputi teknik ini diperpanjang dalam
tiga dimensi sepanjang panjang dari dua
dinding yang berlawanan.
4. Truss
adalah struktur yang terdiri dari lima
atau lebih unit segitiga dibangun dengan
anggota lurus yang ujungnya terhubung
pada sendi disebut sebagai node.
Kekuatan eksternal dan reaksi terhadap
kekuatan-kekuatan yang dianggap
bertindak hanya pada node dan
menghasilkan kekuatan dalam anggota
yang baik tarik atau kekuatan tekan.
Moments (torsi) secara eksplisit
dikecualikan karena, dan hanya karena,
semua sendi dalam truss diperlakukan
sebagai sebuah revolutes.