Anda di halaman 1dari 46

Kuliah I :

Ruang Lingkup Perbankan

Pengajar :
Evi Selvi, S.E., M.M.
Literatur :

Bank Indonesia, 2004, Bank Indonesia: Sebuah


Pengantar, Pusat Pendidikan dan Studi
Kebanksentralan, Bank Indonesia, Jakarta.

Dahlan Siamat, 2004. Manajemen Lembaga


Keuangan, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia, Jakarta.

Ktut Silvanita, 2009, Bank Dan Lembaga Keuangan


Lain, Erlangga, Jakarta.

Julius R. Latumaerissa, 2011, Bank dan Lembaga


Keuangan Lain, Salemba Empat, Jakarta.
Lembaga Keuangan dalam Sistem Keuangan

Sistem keuangan merupakan salah satu kreasi yang paling penting


dalam peradaban masyarakat modern.
Sejumlah krisis yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir
menunjukkan bahwa ketidakstabilan makroekonomi lebih banyak
bersumber dari sektor sistem keuangan.
Sistem keuangan adalah kumpulan dari pasar, lembaga keuangan,
hukum, peraturan, kebiasaan bertransaksi dan teknik yang
memungkinkan piranti keuangan dapat dihasilkan dan dijual (Bank
Indonesia, 2004).
Sistem keuangan mencakup :
1. Pasar keuangan
2. Lembaga keuangan
3. Piranti keuangan
Lembaga Keuangan dalam Sistem Keuangan

1. Pasar Keuangan
Pasar keuangan merupakan penghubung aliran dana dari pihak yang
tidak produktif (pihak yang memiliki dana berlebih, namun tidak
memiliki peluang investasi) kepada pihak yang produktif (pihak
yang membutuhkan dana dan memiliki peluang investasi).
Pasar keuangan terdiri dari :
a. Pasar uang
b. Pasar modal
c. Pasar komoditi berjangka
d. Pasar valuta asing
Lembaga Keuangan dalam Sistem Keuangan
a. Pasar Uang
adalah suatu kelompok pasar yang memperjualbelikan instrumen
keuangan yang memiliki jangka waktu yang pendek dan umumnya
berkualitas tinggi.
Jangka waktu yang pendek => tidak lebih dari 1 tahun.
Berkualitas tinggi => karena jangka waktu yang pendek, sehingga
instrumen pasar uang menjadi lebih mudah dicairkan (lebih likuid).
Tidak memiliki tempat transaksi yang khusus => sehingga sering
disebut pasar abstrak (over the counter market).
Transaksi dalam pasar uang hanya dengan menggunakan sarana
telekomunikasi.
Pasar uang merupakan pasar yang tidak terorganisir (unorganized
market) => sehingga tidak diawasi secara fisik oleh otoritas tertentu.
Salah satu jenis pasar uang adalah Pasar Uang AntarBank (PUAB).
Dalam Pasar Uang AntarBank, bank-bank saling pinjam meminjam
dana jangka pendek yang disimpan di bank sentral.
Lembaga Keuangan dalam Sistem Keuangan

b. Pasar Modal
adalah suatu kelompok pasar yang mempertemukan pihak yang
menawarkan dan memerlukan dana (instrumen keuangan) yang
bersifat jangka panjang.
Instrumen keuangan bersifat jangka panjang => lebih dari 1 tahun.
Transaksi pasar modal dapat dilakukan di pasar abstrak maupun
tempat transaksi tertentu (bursa).
Pasar modal merupakan pasar yang terorganisir (organized
market) => diawasi oleh otoritas tertentu (Otoritas Jasa
Keuangan).
Lembaga Keuangan dalam
Sistem Keuangan
2. Lembaga Keuangan
Lembaga keuangan di Indonesia dapat dikelompokkan
menjadi :
Lembaga keuangan bank, atau seringkali hanya disebut
bank.
Lembaga keuangan bukan bank.
Meliputi: lembaga pasar modal, lembaga perasuransian,
lembaga dana pensiun, lembaga pembiayaan, lembaga
modal ventura, lembaga penjamin kredit, dan lembaga
pegadaian.
Lembaga Keuangan dalam
Sistem Keuangan
Tabel 1. Jumlah Lembaga Keuangan

Sumber : Bank Indonesia, 2011


Lembaga Keuangan dalam
Sistem Keuangan
Tabel 1. Jumlah Bank dan Kantor

Jenis Lembaga Jumlah


Bank Umum 119
BPR 1.635
Jumlah Kantor
Bank Umum 19.224
2014
BPR 4.768

Sumber: Bank Indonesia, Juli 2014


Lembaga Keuangan dalam Sistem Keuangan

3. Piranti Keuangan (instrumen keuangan)


a. Uang
b. Instrumen keuangan berbasis kepemilikan. Contoh :
saham dan reksa dana.
c. Instrumen keuangan berbasis utang. Contoh : obligasi,
Commercial Paper, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dll.
d. Klaim kontinjensi (contingent claims) adalah instrumen
keuangan yang memberikan imbal hasil yang
tergantung pada nilai aset lain (seperti harga komoditas,
harga saham dan obligasi, atau nilai indeks pasar).
Contoh : waran, obligasi konversi, dll.
Sistem Moneter dan Perbankan
Sistem moneter adalah sistem yang menetapkan kebijakan dan
tindakan-tindakan yang mempengaruhi interaksi faktor moneter
dalam suatu negara.
Secara kelembagaan, sistem moneter terdiri dari otoritas moneter
dan bank/lembaga lain yang menjalankan fungsi moneter.
Otoritas moneter merupakan lembaga yang berwenang dalam
pengambilan kebijakan di bidang moneter, dan sebagai sumber uang
primer baik bagi perbankan, masyarakat maupun pemerintah.
Otoritas moneter mengeluarkan uang kartal dan menerima simpanan
giro dari perbankan atau pemerintah.
Simpanan giro bagi otoritas moneter merupakan uang primer, dan
merupakan alat kebijakan moneter dalam rangka pengendalian uang
yang beredar.
Sistem Moneter dan Perbankan
Bagi perbankan simpanan giro pada otoritas moneter merupakan
alat likuid, selain untuk memperlancar transaksi antarbank melalui
mekanisme kliring dan pemenuhan ketentuan Giro Wajib Minimum
(Reserve Requirement).
Di sisi lain, bank juga dapat menciptakan sesuatu yang dapat
didefinisikan sebagai uang.
Apa yang dimaksud dengan sesuatu yang yang dapat didefinisikan
sebagai uang?
Dalam prakteknya, bank umum di Indonesia dapat menciptakan
uang giral dan uang kuasi.
Hanya bank umum yang diperkenankan menerima simpanan
masyarakat dalam bentuk giro.
Bank-bank Pencipta Uang Giral (BPUG) adalah bank yang lingkup
usahanya diperkenankan menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk giro.
Sistem Moneter dan Perbankan
Bank pada dasarnya merupakan bagian dari suatu sistem
yang lebih besar, yaitu sistem perbankan.
Sistem perbankan adalah sebagai kumpulan dari lembaga,
kegiatan usaha, serta cara dan proses pelaksanaan kegiatan
usaha yang memungkinkan bank melaksanakan fungsinya
dengan baik.
Sistem Moneter dan Perbankan
Bank Sentral (Bank Indonesia) sebagai otoritas
moneter
Bank Sentral + BPUG (bank umum) = sistem
moneter
Bank Sentral + BPUG + Bank Perkreditan Rakyat
(BPR) = sistem perbankan
Bank Sentral + BPUG + BPR + Lembaga keuangan
bukan bank = sistem keuangan
Definisi dan Fungsi Bank dalam
Perekonomian
Perbedaan bank dengan lembaga keuangan bukan
bank adalah sumber pendanaan.
Sumber pendanaan bank dalam bentuk giro,
tabungan dan deposito (sumber pendanaan
tradisional).
Lembaga keuangan bukan bank, sumber
pendanaannya berasal dari modal, pinjaman, iuran
atau premi yang dibayar nasabahnya, dan
penerbitan surat-surat berharga, baik berjangka
pendek maupun jangka panjang.
Definisi dan Fungsi Bank dalam
Perekonomian
Dengan kemajuan teknologi dan berbagai inovasi
keuangan yang terjadi saat ini, batas-batas pelayanan jasa
keuangan yang diberikan oleh lembaga keuangan
menjadi semakin kabur.
Berbagai pengertian dan cakupan operasional bank dapat
bervariasi antara satu negara dengan negara lain.
1. Bank komersial (commercial bank)
Menerima simpanan masyarakat dalam bentuk giro,
tabungan dan deposito, serta menyalurkan dananya
dalam bentuk kredit kepada dunia usaha, seperti yang
umumnya dikenal masyarakat.
Definisi dan Fungsi Bank dalam
Perekonomian
2. Bank investasi (investment bank)
Lingkup usahanya terkait dengan penanaman dana dalam
bentuk portofolio investasi, perdagangan dan proses
penerbitan saham, obligasi dan surat-surat berharga lainnya.
Di Indonesia, lingkup usaha bank ini dilakukan oleh
perusahaan sekuritas.
Bank ini banyak beroperasi di Amerika Serikat.
3. Bank universal (universal bank)
Lingkup usahanya tidak terbatas pada jenis-jenis usaha
seperti yang dilakukan bank komersial dan bank investasi,
namun dapat memberikan pelayanan jasa-jasa keuangan
lebih luas lagi, misalnya asuransi. Bank ini banyak beroperasi
di Jerman.
Definisi dan Fungsi Bank dalam
Perekonomian
Sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 10 Tahun
1998 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan bank
adalah
Badan usaha yang menghimpun dana dari
masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan
dana tersebut kepada masyarakat dalam bentuk kredit
dan bentuk-bentuk lainnya dalam rangka
meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Dengan demikian, usaha bank di Indonesia tergolong


pada jenis-jenis usaha yang umumnya dilakukan bank
komersial di berbagai negara.
Definisi dan Fungsi Bank dalam
Perekonomian
Dari jenis-jenis usaha yang dimaksud, bank berfungsi
menjembatani kepentingan pihak yang kelebihan
dana (penyimpan dana atau kreditur) dengan pihak
yang membutuhkan dana (peminjam dana atau
debitur).
Berdasarkan fungsi ini, bank disebut sebagai
lembaga intermediasi atau lembaga perantara.
Fungsi intermediasi dapat berjalan dengan baik,
apabila pihak penyimpan dana dan peminjam dana
memiliki kepercayaan terhadap bank.
Definisi dan Fungsi Bank dalam
Perekonomian
Melalui proses intermediasi yang berjalan dengan baik, maka
berbagai pihak akan memperoleh manfaat dari keberadaan
suatu bank.
1.Kreditur : pendapatan bunga dan kemudahan bertransaksi.
2.Debitur : ketersediaan dana untuk melakukan investasi atau
produksi.
3.Bank : selisih pendapatan dan biaya bunga (spread).
Bank juga berfungsi memberikan pelayanan dalam lalu lintas
sistem pembayaran, baik secara tunai maupun nontunai
(seperti cek, giro, transfer kliring, anjungan tunai
mandiri/ATM dan kartu kredit).
Definisi dan Fungsi Bank dalam
Perekonomian
Selain dua hal tersebut, bank juga berfungsi sebagai alat
untuk menerapkan kebijakan moneter yang dilakukan
bank sentral.
Melalui berbagai instrumen kebijakan moneter yang
dimiliki, bank sentral dapat mempengaruhi jumlah uang
beredar dan atau suku bunga perbankan, yang
kemudian akan mempengaruhi jumlah kredit
perbankan. Dan pada akhirnya akan mempengaruhi
jumlah investasi dan kegiatan perekonomian secara
keseluruhan.
Definisi dan Fungsi Bank dalam
Perekonomian
Pengelompokan bank di Indonesia menurut jenisnya,
sebagaimana UU No.10 tahun 1998, meliputi :
Bank Umum
Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam
kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran.
Bank Perkreditan Rakyat
Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam
kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran.
Definisi dan Fungsi Bank dalam
Perekonomian
Perbedaan utama : pemberian jasa lalu lintas pembayaran.
Bank Umum :
Diperbolehkan menerima simpanan masyarakat dalam
bentuk rekening giro.
Penarikannya dapat dilakukan dengan menggunakan cek
atau alat pembayaran lalu lintas giral lainnya.
Ikut serta dalam kegiatan kliring.
Bank Perkreditan Rakyat :
Tidak diperkenankan menerima simpanan dalam bentuk
rekening giro.
Tidak dapat ikut serta dalam kegiatan kliring.
Stuktur Lembaga Keuangan
di Indonesia

Lembaga Keuangan

Lembaga Keuangan
Lembaga Keuangan Bank
Bukan Bank

Lembaga Pasar Modal,


Perasuransian, Dana
Bank Umum Bank Perkreditan Rakyat Pensiun, Pembiayaan, Modal
Ventura, Pegadaian,
Penjamin Kredit
Definisi dan Fungsi Bank dalam
Perekonomian
Pengelompokan bank berdasarkan kepemilikan :
Bank Pemerintah, biasa disebut bank persero
Bank umum swasta nasional
Bank asing
Bank campuran
Bank pembangunan daerah (BPD)
Pengelompokan bank berdasarkan ruang lingkup
operasinya :
Bank yang melakukan kegiatan transaksi devisa (bank
devisa)
Bank yang tidak melakukan kegiatan transaksi devisa
(bank nondevisa)
Daftar Bank Terbesar di Indonesia Berdasarkan JumlahAset Tahun 2014*

No. Nama Bank Jumlah Aset


1. Bank Mandiri Rp 798, 19 triliun
2. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rp 705,29 triliun
3. Bank Central Asia Rp 537,21 triliun
4. Bank Negara Indonesia (BNI) Rp 408,05 triliun
5. Bank CIMB Niaga Rp 227,73 triliun
6. Bank Danamon Rp 194,37 triliun
7. Bank Permata Rp 185,37 triliun
8. Bank Panin Rp 172,65 triliun
9. Bank Internasional Indonesia (BII) Rp 144,37 triliun
10. Bank Tabungan Negara (BTN) Rp 142,43 triliun

* Data per September 2014


Sumber : Bank Indonesia
Definisi dan Fungsi Bank dalam
Perekonomian
Bank devisa adalah bank yang memperoleh surat
penunjukkan dari Bank Indonesia untuk dapat melakukan
kegiatan usaha perbankan dalam valuta asing.
Lingkup usahanya : menawarkan jasa-jasa bank yang
berkaitan dengan mata uang asing, seperti transfer dana
keluar negeri, jual beli valuta asing, transaksi ekspor
impor, dan jasa-jasa valuta asing lainnya.
Bank nondevisa adalah bank yang tidak memperoleh
surat penunjukkan dari Bank Indonesia untuk dapat
melakukan kegiatan usaha perbankan dalam valuta asing.
Kepemilikan Beberapa Bank
oleh Pihak Asing
Bank Central Asia, Tbk.
Sahamnya dimiliki oleh FarIndo Investments (yang
berkedudukan di Mauritius, yang dimiliki oleh Robert Budi
Hartono dan Bambang Hartono) sebanyak 47,15%
Bank CIMB Niaga, Tbk.
Mayoritas saham dimiliki oleh CIMB Group (yang dimiliki oleh
Khasanah Nasional Berhard-Malaysia)
Bank Danamon Indonesia, Tbk.
Mayoritas saham dimiliki oleh Temasek Holdings (Singapura)
Pan Indonesia Bank, Tbk. (Bank Panin)
Sahamnya dimiliki oleh Australia and New Zealand Banking
(ANZ) Ltd (Selandia Baru) sebanyak 39%
Kepemilikan Beberapa Bank
oleh Pihak Asing
Bank Permata, Tbk.
Sahamnya dimiliki oleh Standard Chartered Bank (Singapura)
sebanyak 44,56%
Bank Internasional Indonesia, Tbk. (BII)
Mayoritas saham dimiliki oleh Maybank (Malaysia)
Bank NISP
Mayoritas saham dimiliki oleh OCBC Group (Singapura)
Bank UOB Indonesia
Mayoritas saham dimiliki oleh UOB Internasional Investment
Private Ltd. sebanyak 68,943% dan United Overseas Bank
Limited (keduanya berasal dari Singapura)sebanyak 30,056%
Kuliah II :
Uang

Pengajar :
Evi Selvi, S.E., M.M.
Definisi dan Pengertian Uang
Uang adalah sesuatu yang dapat diterima/dipercaya
masyarakat sebagai alat pembayaran atau transaksi.
Ekonom memandang, uang (money) merupakan
stock/persediaan aset-aset yang digunakan untuk
transaksi.
1. Uang Fiat (Fiat Money atau Token Money)
adalah komoditas yang diterima sebagai uang, namun nilai
nominalnya jauh lebih besar dari nilai komoditas itu sendiri
(nilai interinsiknya).
Contoh : nilai uang kertas Rp 100.000,00. Nilai nominal
uang kertas tersebut jauh lebih tinggi dibanding nilai
kertasnya itu sendiri/biaya untuk membuat kertas itu
sendiri.
Definisi dan Pengertian Uang
2. Uang Komoditas (Commodity Money)
adalah uang yang nilainya sebesar nilai komoditas itu sendiri.
Contoh : di masa lalu nilai sekeping uang perunggu lebih kecil dari
nilai sekeping perak. Karena nilai perunggu lebih murah dibanding
dengan perak.
3. Uang Hampir Likuid Sempurna (Near Money)
Biasanya berupa aset finansial yang berfungsi sebagai uang.
Untuk menggunakannya harus ditukarkan atau dicairkan terlebih
dahulu.
Misalnya : cek yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran.
Namun tidak semua pelaku kegiatan ekonomi mau menerimanya.
Bukan tidak dipercaya, akan tetapi bila ingin digunakan harus
ditukarkan dahulu ke dalam bentuk uang kertas atau logam.
Fungsi Uang
Uang memiliki empat fungsi penting yaitu :
1. Satuan Hitung (Unit of Account)
Uang dapat memberikan harga suatu komoditas berdasarkan satu
ukuran umum.
Contoh : untuk membeli celana jins seharga Rp 500.000,00, tidak
perlu membawa seekor kambing yang berharga Rp 500.000,00 ke
toko pakaian. Melainkan, harus menjual kambing terlebih dahulu.
2. Alat Transaksi (Medium of Exchange)
Uang harus diterima/mendapat jaminan kepercayaan. Biasanya
dijamin oleh pemerintah melalui Undang-undang atau keputusan
yang berkekuatan hukum.
Fungsi Uang
3. Penyimpan Nilai (Store of Value)
Dikaitkan dengan kemampuan uang menyimpan hasil transaksi,
sehingga semua transaksi tidak perlu dihabiskan saat itu juga.
4. Standar Pembayaran di Masa Mendatang (Standard of
Deferred Payment)
Memudahkan penghitungan pembayaran di masa yang akan
datang, karena diukur dengan daya beli.
Contoh : pegawai umumnya dibayarkan gajinya setelah bekerja
sebulan.
Utang piutang memungkinkan dapat diselesaikan tuntas dalam
tempo beberapa tahun.
Jenis-Jenis Uang
Uang kartal/Uang tunai
adalah uang yang ada di tangan masyarakat (di luar bank) dan
siap dibelanjakan setiap saat, terutama untuk pembayaran-
pembayaran dalam jumlah yang tidak terlalu besar. Contoh :
uang kertas dan uang logam.
Uang giral
adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat digunakan
sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Penarikannya dapat
dilakukan melalui cek, giro, perintah membayar, dan telegrafic
transfer.
Uang kuasi
adalah uang yang disimpan masyarakat di bank dalam bentuk
rekening tabungan dan deposito berjangka.
Jenis-Jenis Uang
Dari ketiga jenis uang tersebut terdapat dua perbedaan pokok.
1. Dilihat dari lembaga yang mengeluarkan dan mengedarkan, uang
kartal dikeluarkan dan diedarkan bank sentral. Sementara uang
giral dan uang kuasi diciptakan dan diedarkan oleh bank umum.
2. Dilihat dari penggunaanya, uang kartal dan uang giral dapat
dipergunakan langsung sebagai alat pembayaran. Sedangkan uang
kuasi tidak dapat langsung dipergunakan sebagai alat pembayaran.
Dengan kata lain, uang kartal dan uang giral lebih likuid
dibandingkan dengan uang kuasi.
Pengertian Uang (Cont.)
Sejalan dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka
berkembang pula produk-produk baru di bidang keuangan dan
perbankan.
Dengan perkembangan tersebut, pengertian uang juga tentunya
mengalami perubahan.
Currency in a Bank is Not Money
- Currency inside the banks is not money.
- When you get cash from the bank, you convert your bank deposit
into currency.
- If we count deposits and currency inside the banks as money we
would be counting the same thing twice called double counting.
Pengertian Uang (Cont.)
Deposits Are Money but Checks Are Not
Deposits are money but checks are not, because checks only serve as
instructions to transfer money from one account to another.
Credit Cards
Credit cards are not money. They are a special type of ID card that
enables the user to obtain an instant loan.
Debit Cards
Debit cards are not money. They are used as a tool that moves money
from one party to another.
Pengertian Uang (Cont.)
E-Checks
An electronic check (e-check) is an electronic equivalent of a paper
checks. Like a paper check, an e-check is not money. The deposit
transferred is money.
E-Cash
Electronic cash (e-cash) is an electronic equivalent of paper notes
and coins. For people willing to use it, it works like money. It has not
yet reached the level of recognition that makes it universally
accepted as a means of payment, so it doesnt meet the definition
of money.
Nilai Mata Uang Paling Rendah Di Dunia :
Mata Uang Zimbabwe

Pada tahun 2009, bank sentral Zimbabwe terakhir kali


mengeluarkan pecahan $100,000,000,000,000 (100 triliun dolar
Zimbabwe) yang menjadi uang dengan nominal terbesar di dunia.
100 triliun dolar Zimbabwe sebenarnya hanya setara dengan
US$300 atau sekitar Rp 3,3 juta.
Nilai Mata Uang Paling Rendah Di Dunia :
Mata Uang Zimbabwe
Nilai Mata Uang Paling Rendah Di Dunia :
Mata Uang Zimbabwe
Nilai Mata Uang Paling Rendah Di Dunia :
Mata Uang Zimbabwe

100 Milyar Dollar Zimbabwe hanya dapat membeli 3 butir


telur ayam
Nilai Mata Uang Paling Rendah Di Dunia :
Mata Uang Zimbabwe

Roti tawar yang dulu seharga 15 juta dolar Zimbabwe,


melonjak menjadi 600 juta dolar Zimbabwe.
Nilai Mata Uang Paling Rendah Di Dunia :
Mata Uang Zimbabwe
Nilai Mata Uang Paling Rendah Di Dunia :
Mata Uang Zimbabwe
Mengapa nilai mata uang suatu negara begitu rendah?
Karena perekonomian negara tersebut memiliki hiperinflasi (lebih
dari 100 persen).
Pada tahun 2008, tingkat inflasi negara Zimbabwe pernah mencapai
2,2 juta persen, yang menjadi rekor inflasi tertinggi di dunia
(menurut CNN.Com dan situs berita asing lainnya).
Bandingkan dengan Indonesia, yang hanya sebesar 11,06 persen
pada tahun yang sama.
Atau dengan Jepang, yang hanya 1,4 persen pada tahun yang sama.