Anda di halaman 1dari 78

FARMAKOTERAPI 4

MALARIA
oleh
Kelompok 2A
TIWI OCTAVIANTI 1011014022
DINI AULIA 1011014023
SUJIA NOSPIATDI 1011014024
SHEPPRIOLA VONIA 1011014025
NUR IDIANI ISLAMI 1011014026
IHSAN WAHYUDI 1011014027
RIZKA YUNADIA 1011014028
UKHTI AULIA FILLAH 1011014030
Malaria
Malaria adalah : Penyakit infeksi yang disebabkan oleh
parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak
dalam sel darah merah manusia.
Malaria merupakan penyakit yang endemik di negara
tropis termasuk Indonesia.
Malaria yang menyerang manusia adalah malaria
falciparum, malaria vivax , malaria malariae dan malaria
ovale.
Di Indonesia yang dominan adalah malaria falciparum
(malaria tropika, malaria tertiana maligna) dan malaria
vivax (malaria tertiana benigna).
Yang banyak mengalami kegagalan
pengobatan sampai kematian adalah malaria
falciparum yang sering menimbulkan
komplikasi ke berbagai organ termasuk otak.
banyak faktor yang berhubungan dengan
timbulnya malaria misalnya dari segi
pengobatan, penanggulangan vektor,
penanganan lingkungan yang membantu
perkembang biakan nyamuk, perilaku manusia
sendiri terhadap malaria, dan pelaksanaan
program penanggulangan malaria.
PENYEBARAN PENYAKIT MALARIA
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian malaria ditinjau dari sisi
epidemiologi
1. HOST (Manusia dan Nyamuk)
MANUSIA
Umur : Usia anak-anak lebih rentan terkena malaria. Anak yang bergizi baik justru
lebih sering mendapat kejang dan demam malaria dibandingkan anak yang bergizi
buruk. Namun, anak yang bergizi baik lebih mampu untuk mengatasi malaria berat
daripada anak bergizi buruk.
Jenis Kelamin : Perempuan memiliki respon yang lebih baik dibandingkan laki-laki.
Namun, apabila menginfeksi wanita hamil maka akan terjadi anemia berat.
Imunitas : Orang yang pernah terinfeksi malaria sebelumnya biasanya terbentuk
imunitas dalam tubuhnya terhadap malaria demikian juga yang tinggal di daerah
endemis biasanya mempunyai imunitas alami terhadap penyakit malaria.
Ras : beberapa ras manusia atau kelompok manusia memiliki kekebalan alamiah
terhadap malaria, misalnya sickle cell anemia dan ovalositas.
Status Gizi : Masyarakat yang kurang asupan gizi dan tinggal di daerah endemis
malaria akan rentan terkena malaria.
Nyamuk
Nyamuk termasuk serangga yang melangsungkan siklus kehidupan di
air. Kelangsungan hidup nyamuk akan terputus apabila tidak ada air.
Nyamuk dewasa sekali bertelur sebanyak 100-300 butir, besar telur
sekitar 0,5 mm. Setelah 1-2 hari menetas menjadi jentik, 8-10 hari
menjadi kepompong (pupa), dan 1-2 hari menjadi nyamuk dewasa.
Umur nyamuk relatif pendek, nyamuk jantan umurnya lebih pendek
(kurang 1 minggu), sedang nyamuk betina lebih panjang sekitar rata-
rata 1-2 bulan. Nyamuk jantan akan terbang disekitar perindukannya
dan makan cairan tumbuhan yang ada disekitarnya. Nyamuk betina
hanya kawin sekali dalam hidupnya. Perkawinan biasanya terjadi
setelah 24-48 jam setelah keluar dari kepompong. Makanan nyamuk
Anopheles betina yaitu darah, yang dibutuhkan untuk pertumbuhan
telurnya.
Beberapa aspek penting dari nyamuk adalah :
Perilaku nyamuk :
Tempat menggigit
Obyek yang digigit
Frekuensi menggigit manusia
Faktor lain yang penting
2. Faktor Lingkungan
a. Lingkungan Fisik
Suhu udara : Suhu udara sangat
mempengaruhi panjang pendeknya siklus
sporogoni atau masa inkubasi ekstrinsik.
Makin tinggi suhu (sampai batas tertentu)
makin pendek masa inkubasi ekstrinsik, dan
sebaliknya makin rendah suhu makin panjang
masa inkubasi ekstrinsik
Kelembaban udara : Kelembaban yang rendah
akan memperpendek umur nyamuk
Ketinggian : Secara umum malaria berkurang
pada ketinggian yang semakin bertambah
Angin : Kecepatan angin pada saat matahari
terbit dan terbenam yang merupakan saat
terbangnya nyamuk ke dalam atau keluar rumah,
adalah salah satu faktor yang ikut menentukan
jumlah kontak antara manusia dengan nyamuk
Hujan : Hujan berhubungan dengan perkembangan larva
nyamuk menjadi bentuk dewasa
Sinar matahari : Sinar matahari memberikan pengaruh yang
berbeda-beda pada spesies nyamuk
Arus air
Tempat perkembangbiakan nyamuk : Tempat
perkembangbiakan nyamuk Anopheles adalah genangan air,
baik air tawar maupun air payau, tergantung dari jenis
nyamuknya
Keadaan dinding
Pemasangan kawat kasa
b. Lingkungan Kimia
Dari lingkungan ini yang baru diketahui
pengaruhnya adalah kadar garam dari tempat
perkembangbiakan. Sebagai contoh An. Sundaicus
tumbuh optimal pada air payau yang kadar
garamnya berkisar antara 12 18% dan tidak dapat
berkembang biak pada kadar garam 40% ke atas,
meskipun di beberapa tempat di Sumatera Utara
An. Sundaicus sudah ditemukan pula dalam air
tawar. An. letifer dapat hidup ditempat yang
asam/pH rendah
c. Lingkungan Biologi
Tumbuhan bakau, lumut, ganggang dan berbagai tumbuhan
lain dapat mempengaruhi kehidupan larva karena ia dapat
menghalangi sinar matahari atau melindungi dari serangan
makhluk hidup lainnya

d. Lingkungan Sosial Ekonomi dan Budaya


1. Kebiasaan keluar rumah
2. Pemakaian kelambu
3. Obat anti nyamuk
4. Pekerjaan
5. Pendidikan
3. Faktor Agent (Plasmodium)
Agent atau penyebab penyakit adalah semua
unsur atau elemen hidup ataupun tidak hidup
dimana dalam kehadirannya, bila diikuti dengan
kontak efektif dengan manusia yang rentan akan
menjadi stimulasi untuk memudahkan
terjadinya suatu proses penyakit.
Saat ini, sekitar 2 juta kematian per tahun di
seluruh dunia karena infeksi Plasmodium.
Sebagian besar terjadi pada anak di bawah usia
5 tahun di negara-negara Afrika sub-Sahara. Ada
sekitar 400 juta kasus baru per tahun di seluruh
dunia.
NYAMUK ANOPHELES
Posisi di dalam sistem klasifikasi adalah:

Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Order : Diptera
Superfamily : Culicoidea
Family : Culicidae
Subfamily : Anophelinae
Genus : Anopheles (Meigen, 1818)
Siklus hidup nyamuk Anopheles

Nyamuk Anopheles mempunyai siklus hidup ,


yang termasuk dalam metamorfosa
sempurna. Yang berarti dalam siklus hidupnya
terdapat stage/fase pupa. Lama siklus hidup
dipengaruhi kondisi lingkungan, misal : suhu,
adanya zat kimia/biologisdi tempat hidup.
Siklus hidup nyamuk Anopheles secara umum
adalah:
1. Telur
Setiap bertelur setiap nyamuk dewasa mampu
menghasilkan 50-200 buah telur. Telur
langsung diletakkan di air dan terpisah (tidak
bergabung menjadi satu). Telur ini menetas
dalam 2-3 hari (pada daerah beriklim dingin
bisa menetas dalam 2-3 minggu).
2. Larva
Larva terbagi dalam 4 instar , dan salah satu ciri
khas yang membedakan dengan larva nyamuk
yang lain adalah posisi larva saat istirahat adalah
sejajar di dengan permukaan perairan, karena
mereka tidak mempunyai siphon (alat bantu
pernafasan). Lama hidup kurang lebih 7 hari, dan
hidup dengan memakan algae,bakteri dan
mikroorganisme lainnya yang terdapat
dipermukaan .
3. Pupa (kepompong)
Bentuk fase pupa adalah seperti koma, dan
setelah beberapa hari pada bagian dorsal
terbelah sebagai tempat keluar nyamuk
dewasa.
4. Dewasa
Nyamuk dewasa mempunyai proboscis yang
berfungsi untuk menghisap darah atau makanan
lainnya (misal, nektar atau cairan lainnya sebagai
sumber gula). Nyamuk jantan bisa hidup sampai
dengan seminggu, sedangkan nyamuk betina bisa
mencapai sebulan. Perkawinan terjadi setelah
beberapa hari setelah menetas dan kebanyakan
perkawinan terjadi disekitar rawa (breeding
place). Untuk membantu pematangan telur,
nyamuk menghisap darah, dan beristirahat
sebelum bertelur. Salah satu ciri khas dari
nyamuk anopeles adalah pada saat posisi
istirahat menungging.
Ciri ciri nyamuk anopheles

Memilkiki tubuh yang pendek dan kecil


Memiliki panjang yang sama antara proboscis dan
polpi
Penyebab sakit malaria
Posisi tubuh saat hinggap 90 deerajat
Memeliki bentuk sayap yang simetris
Warna tubuh hitam
Berkembang biak di air yang kotor , keruh dan
bau
PLASMODIUM
Malaria disebabkan parasit jenis Plasmodium. Parasit ini ditularkan
kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.

Ada 3 jenis malaria pada manusia:


1. Plasmodium falciparum, penyebab penyakit malaria tropika dengan
masa sporulasi 1-2x24 jam
2. Plasmodium vivax, penyebab penyakit malaria tertiana dengan masa
sporulasi 2x24 jam
3. Plasmodium malariae, penyebab penyakit malaria quartana dengan
masa sporulasi 72 jam
Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax
merupakan jenis yang paling sering dijumpai, namun yang paling
mematikan adalah jenis Plasmodium falciparum.
Plasmodium merupakan genus protozoa. Parasit ini
sentiasa mempunyai dua inang dalam siklus hidupnya:
vektor nyamuk dan inang vertebra.
Ciri-ciri Plasmodium
Plasmodium termasuk ke dalam kelas sporatozoa, kelas
ini memiliki ciri-ciri bersel sau dan berkembangbiak dengan
perantaraan spora-spora, dari anggota kelas sporozoa ini
mempunyai sifat yang sama, yaitu :
hidup sebagai parasit
tidak mempunyai alat untuk bergerak
pembiakan dengan pembentukan spora
tidak ada vakuola kontraktil
bila dilihat dari ordonya, maka plasmodium ini termasuk ke
dalam Haemosporodia yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
mempunyai spora yang hidup di dalam darah
jaringan parenkim pada burung dan mamalia
tidak membuat spora yang resisten
Siklus hidup Plasmodium
Dalam siklus hidupnya plasmodium penyebab malaria mempunyai
dua hospes yaitu pada manusia dan nyamuk. Siklus aseksual plasmodium
yang berlangsung pada manusia disebut skizogoni dan siklus seksual
plasmodium yang membentuk sporozoit didalam nyamuk disebut sporogoni.

Siklus Hidup Plasmodium, Siklus aseksual


Sporozoit infeksius dari kelenjar ludah nyamuk anopheles betina
dimasukkan kedalam darah manusia melalui tusukan nyamuk tersebut. Dalam
waktu 30 menit jasad tersebut memasuki sel-sel parenkim hati dan dimulai
stadium eksoeritrositik dari pada daur hidupnya. Didalam sel hati parasit
tumbuh menjadi skizon dan berkembang menjadi merozoit (10.000-30.000
merozoit, tergantung spesiesnya). Sel hati yang mengandung parasit pecah
dan merozoit keluar dengan bebas, sebagian di fagosit. Oleh karena
prosesnya terjadi sebelum memasuki eritrosit maka disebut
stadium preeritrositik atau eksoeritrositik yang berlangsung selama 2 minggu.
Pada P.Vivax dan P.Ovale, sebagian tropozoit hati tidak langsung
berkembang menjadi skizon, tetapi ada yang menjadi bentuk dorman yang
disebut hipnozoit. Hipnozoit dapat tinggal didalam hati sampai bertahun-
tahun. Pada suatu saat bila imunitas tubuh menurun, akan menjadi aktif
sehingga dapat menimbulkan relaps (kekambuhan).
Siklus eritrositik dimulai saat merozoit memasuki sel-sel darah
merah. Parasit tampak sebagai kromatin kecil, dikelilingi oleh sitoplasma yang
membesar, bentuk tidak teratur dan mulai membentuk tropozoit, tropozoit
berkembang menjadi skizon muda, kemudian berkembang
menjadi skizon matang dan membelah banyak menjadi merozoit. Dengan
selesainya pembelahan tersebut sel darah merah pecah dan merozoit, pigmen
dan sisa sel keluar dan memasuki plasma darah. Parasit memasuki sel darah
merah lainnya untuk mengulangi siklus skizogoni.
Beberapa merozoit memasuki eritrosit dan membentuk skizon dan
lainnya membentuk gametosit yaitu bentuk seksual (gametosit jantan dan
betina) setelah melalui 2-3 siklus skizogoni darah.
Siklus Hidup Plasmodium, Siklus seksual
Terjadi dalam tubuh nyamuk apabila nyamuk anopheles betina
menghisap darah yang mengandung gametosit. Gametosit yang bersama
darah tidak dicerna. Pada makrogamet (jantan) kromatin membagi menjadi
6-8 inti yang bergerak kepinggir parasit. Dipinggir ini beberapa filamen
dibentuk seperti cambuk dan bergerak aktif disebut mikrogamet. Pembuahan
terjadi karena masuknya mikrogamet kedalam makrogamet untuk
membentuk zigot. Zigot berubah bentuk seperti cacing pendek disebut
ookinet yang dapat menembus lapisan epitel dan membran basal dinding
lambung. Ditempat ini ookinet membesar dan disebut ookista.
Didalam ookista dibentuk ribuan sporozoit dan
beberapa sporozoit menembus kelenjar nyamuk dan bila nyamuk menggigit/
menusuk manusia maka sporozoit masuk kedalam darah dan mulailah
siklus pre eritrositik.
GEJALA PENYAKIT MALARIA
1. Demam
Demam menandai bahwa matangnya skizon
Gejala khas dari demam malaria di bagi menjadi
3:
a. Periode dingin
b. Periode panas
c. Periode berkeringat
2. Spenomegali pembesaran limpa
3. Anemia
Samb. gejala
4. Ikterus diskolorasi kuning pada kulit
dan sklera mata akibat kelebihan billirubin
dalam darah
3 macam ikterus :
a. Ikterus Hemolitik
b. Ikterus hepatoksik
c. Ikterus Obstruktif
Diagnosa Malaria
Diagnosis malaria ditegakkan seperti
diagnosis penyakit lainnya berdasarkan
anamnesis, pemeriksaan fisik dan
laboratorium. Diagnosis pasti malaria harus
ditegakkan dengan pemeriksaan sediaan
darah secara mikroskopik atau tes diagnostik
cepat (Depkes RI, 2006).
Amnesis Malaria Ringan
1. Harus dicurigai pada seseorang yang berasal dari daerah endemis
malaria dengan demam akut segala bentuk, dengan/tanpa gejala-
gejala
2. Adanya riwayat perjalanan ke daerah endemis malaria dalam 2
minggu terakhir
3. Riwayat tinggal di daerah malaria
4. Riwayat pernah mendapatkan pengobatan malaria
5. Pada pemeriksaan fisik :
A. Suhu >37.5C
B. Dapat ditemukan pembesaran limpa
C. Dapat ditemukan anemia
D. Gejala klasik malaria khas terdiri dari 3 stadia yang berurutan,
yaitu menggigil (15-60 menit), demam (2-6 jam), berkeringat (2-4
jam).
Amnesis Malaria Berat
Gangguan kesadaran Kolaps sirkulasi, syok,
sampai koma (malaria hipotensi (sistolik <70
seberal) mmHg pada dewasa dan
Anemia berat (Hb<5g%, <50mmHg pada anak-
Ht<15%) anak), algid dan
Hipoglikemi (kadar gula septicemia
darah <40mg%) Gagal ginjal akut (ARF)
Udem paru/ADRS Jaundice (bilirubin >
Asidosis metabolis 3mg%)
Hemogliburi Kejang umum berulang (3
kali/24 jam)
Samb. Amnesis Malaria Berat
Gangguan Kelemahan yang sangat
keseimbangan cairan, (severe prostration)
elektrolit dan asam- Hiperparasitemi
basa Hiperpireksi (suhu >
Pendarahan abnormal 40C)
dan gangguan
pembekuan darah
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan di bawah mikroskop
1. Pewarnaan Giemsa pada sediaan apusan
darah untuk melihat parasit
2. Pewarnaan Acridin Orange untuk melihat
eritrosit yang terinfeksi
3. Pemeriksaan Flourensi Quantitative Buffy
Coat (QBC)
Samb. Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan imunoserologis :
Tera radio immunologic (RIA)
Tera imuno enimatik (ELISA)

Adapun pemeriksaan genetika dan


biomolekuler yang dapat dilakukan adalah
dengan mendeteksi DNA parasit, dalam hal ini
urutan nukleotida parasit yang spesifik, melalui
pemeriksaan Reaksi Rantai Polimerase (PCR).
PENGOBATAN
(TERAPI) MALARIA
MALARIA:
PENYAKIT INFEKSI
DENGAN DEMAM PERIODIK
DITULARKAN OLEH NYAMUK ANOPHELES BETINA
DISEBABKAN OLEH PARASIT
PLASMODIUM

Falcifarum Diagnosis:H
apusan
Malariae Darah
Vivax
Ovale
SIKLUS HIDUP
Sporozoit dalam kel.ludah nyamuk
..
Fase Pre-Eritrosit : ( sel parenchim hati)

Skizon jaringan

Merozoit ( ke sirk.darah)

Fase Eritrosit: Eri + skizon matang pecah


Merozoit ke-sirkulasi
mikro/makro gametosis

..
Gamet zygot sporozoit (kel.ludah nyamuk)
Bentuk serangan demamnya:
Fase menggigil :
berlangsung 30 menit1 jam
suhu menjadi 41
Fase panas :
berlangsung 2 6 jam
mengigau (delirium)
Fase berkeringat :
badan terasa letih
ingin tidur
ISTILAH PENTING:
PHASE SCHIZOGONY
PHASE SPOROGONY
RELAPS
KELOMPOK OBAT ANTIMALARIA
Gol Antibakteri:
Gol Kuinolin:
Sulfonamid,tetrasiklin,
Kuinine,kuinidin,primakuin Spiramisin,azitromisin,
Klorokuin,amodiakuin, Klindamisin,rifampisin,
Meflokuine,halofantrin

Gol Antifolat:
Gol Artemisin:
Pirimetamin, Trimetropim,
Artemisin,Artemer,
Proguanil, Klorprokuanil
Artesunat
Spesies plasmodium
Tingkat siklus hidup
EFEKTIVITAS OBAT Resistensi

SCHIZONTICIDE DARAH
membunuh parasit eritrositik
CHLOROQUINE, MEFLOQUINE, QUININE

SCHIZONTICIDE JARINGAN
membunuh skizon di hepar vivax & ovale
PRIMAQUINE Relaps
GAMETOSIT
membunuh gamet
CHLOROQUINE, QUININE, PRIMAKUIN

SPORONTOSID
membunuh spora
PROGUANIL, PYRIMETHAMINE
Schizontisid Darah: Obat obat yang bekerja
pada parasit darah
Cholroquine
Amodiaquine
Quinine
Mefloquine

Schizonticid jaringan: mengeliminasi bentuk yg


sedang berkembang dan juga dormant dalam
sel hati.
Primaquine
Gametocid: membunuh tahap tahap seksual dan
mencegah transmisi ke nyamuk.
- Klorokuin & kuinin vivax & ovale
- Primaquine falciparum

Sporonticid: membunuh spora


Proguanil, Pyrimethamine (anti folate agents)

Obat obat kemoterapi ini diharapkan efektif


membunuh parasit eritrositik sebelum parasit2 ini
tumbuh dlm jumlah yg banyak G.klinis/ penyakit
Parasit penyebab Malaria mempunyai tahapan
tahapan dalam siklus hidupnya yang
kompleks, dan obat obat anti Malaria bekerja
pada beberapa titik (tempat) dalam siklus
tersebut.
RESISTENSI OBAT PADA MALARIA

Adanya parasit yang masih tetap hidup


ataupun mengadakan multiplikasi walaupun
penderita mendapat pengobatan dengan obat
anti malaria

Semua jenis Plasmodium

Sering: Plasmodium falciparum


CHLOROQUINE
Obat utama antimalaria sampai munculnya resisten P. Falcifarum
< Toksik dibanding turunannya
sebagai antiinflamasi: artritis rematoid & SLE
24-48 jam: gejala (-)
48-72 jam: parasit (-)
IV: hindari
Absorbsi: baik; makanan
antasid, antidiare
Mekanisme Kerja
Mencegah polimerisasi heme menjadi hemozoin.
Akumulasi heme intrasel adalah toksik bagi
parasit

Efek Samping

Sakit kepala, g3 GIT, gatal2, g3 penglihatan (distribusi di


melanin >> periksa rutin!)
Jarang: gangguan EKG, rambut memutih
KI: penyakit hepar; psoriasis/porfiria (serangan akut!!!)
Aman untuk bumil dan anak-anak
QUININE (kulit pohon KINA)
Infeksi berat (P.Falsiparum)
Quinidine: D-rotatory stereoisomer Quinine
Efek samping: (lebih toksik)profilaksis(-)
- Sinkonisme reversibel
(N/V, tinitus, vertigo, visus, flushing)
- hipoglikemi, hipotensi (bila IV cepat)
PRIMAQUINE
Mula kerja lambat, t singkat
Efek samping:
1. Anemia hemolitik akut px def. G6PD
2. Methemogobinemia, Agranulositosis
3. G3 GIT durante coenam

KI: px granulositopenia (artritis rematoid, SLE)


px tx obat hemolisis, depresi sutul
bumil
AGEN ANTI FOLAT
Menghambat enzim dihidrofolat reduktase
plasmodia sintesis purin terhambat skizon
di hati gagal membelah.
Sulfonamid: dihidropteroat sintetase
ES: Anemia makrositik stop/ tx:leukovorin
Fansidar: Pyrimethamine + Sulfadoxine tx
falciparum yg resisten klorokuin (tdk berat)
Kemoprofilaksis dgn antifolat tunggal tdk
dianjurkan sering resisten
P. Falciparum P. Vivax/
P. Ovale

Chloroquine
Resistens
Primaquine
Multi Obat
Resisten

Doxycycline/
Mefloquine
Chloroquine + Proguanil

Profilaksis
Antimalaria
P. Falciparum P. Vivax/
P. Ovale

Chloroquine
Resistensi
Chloroquine
Resisten, Komplikasi (+)
G6PD N
Komplikasi (-)
IV monitor
Quinine + jantung Primaquine
Fansidar/
Doxycycline/ Pengobatan
Clindamycin Antimalaria
Tanpa Komplikasi: Kloroquine Fansidar
Quinine/ Mefloquinine Quinine/
Artesunat
Relaps : 1 tablet/hari selama 14 hari
Malaria berat
1. Kloroquinine / Artemisin supp
2. Quinine / Quinidine / Artemisin
Bumil: Chloroquine & Proguanil
Kemoprofilaksis tinggal >3 minggu: Fansidar
1 tablet/hari s/ 4 minggu sesudah keluar
Obat lain yang digunakan sbg antimalaria
PROGUANID ATAU KLOROGUANID
Skintosid melalui mekanisme antifolat (sama dengan
pirimetamin)
Mudah ressten (sekarang kurang digunakan)
MEFLOKUIN
Belum tersedia di Indonesia
TETRASIKLIN / DOKSISIKLIN
Digunakan untuk P. falsifarum yang resisten terhadap
klorouin atau kombinasi pirimetamin+sulfadoksin
Dosis : 4x250 mg selama 7-10 hr (tetrasiklin)
2x100 mg selama 7-10 hr (doksisiklin)
ARTEMISININ
Skintosid yang cepat untuk malaria berat
Jadi, apa terapi lini pertamanya?

SUMBER : Buletin Malaria, 2011


Terapi lini dua ?
PENCEGAHAN MALARIA
PENGENDALIAN VEKTOR
Larviciding
Biological kontrol (ikan pemakan jentik)
IRS ( indoors residual spraying) contoh : DDT
malathion wp,fenitrothion wp
Manajemen lingkungan seperti air
Bite prevention
Pemakaian kelambu
Penggunaan repellent seperti: DEET (N,N-diethyl-m-
toluamide) , p-menthane 3,8 diol (lemon eucalyptus)
, Icaridin (Picaridin) , 3-ethlyaminopropionate
Chemoprophylaxis
Causal prophylaxis :
mencegah infeksi pada sel darah merah
Penggunaan 7 hari
Hanya pada hypnozoite stage
Efektif pada : Plasmodium vivax and P. ovale
Contoh obat :Mefloquine ,Doxycycline ,kombinasi Atovaquone-proguanil

Suppressive prophylaxis
red blood cell stages
Penggunaan : 4 minggu
Obat: Mefloquine ,Doxycycline ,kombinasi Atovaquone-proguanil
Prophylaxis against hypnozoites
Fassa dormansi
Contoh obat : Primaquine
BERITA TERKINI KASUS MALARIA YANG
ADA DI INDONESIA DAN DUNIA
Menurut Andi Muhadir, berdasarkan data
terakhir Kemenkes 2012, di Indonesia masih
ditemukan 417.819 kasus positif malaria.
Jumlah itu telah menurun dibandingkan
dengan kasus 2010 yang mencapai 465.764
malaria positif.
Andi mengatakan saat ini 70 persen kasus
malaria terdapat di wilayah Indonesia Timur,
terutama di diantaranya Papua, Papua Barat,
Maluku, Maluku Utara, Sulawesi dan Nusa
Tenggara. Wilayah endemik malaria di
Indonesia Timur, ujar Andi, tersebar di 84
kabupaten/kota dengan jumlah penduduk
berisiko 16 juta orang.
KASUS MALARIA TERHADAP BUMIL DI
PAPUA MENINGKAT

Menurut Dinas Kesehatan Provinsi Papua,


jumlah ibu hamil (Bumil) yang menderita
malaria di wilayah paling timur di Indonesia ini
meningkat drastis. Dimana pada 2012 jumlah
Bumil yang postif malaria hampir mancapai
angka 14 ribu.
Kasus Malaria di Belitung Menurun
Drastis
Tren penyakit malaria di Kabupaten Belitung
sudah sangat jauh menurun. Dulu angka
penderita malaria masih di atas 10/1000.
Kemudian turun menjadi 6/1000, turun
kembali menjadi 5/1000. Di tahun 2013 ini
menurun menjadi 1,9/1000.
Indonesia di Dunia
14. Liberia 2,074,391
15. Burundi 1,829,644
16. Mozambique 1,756,874
17. Indonesia 1,322,451
18. India 1,310,367
19. Mali 1,293,547
20. Benin 1,283,183