Anda di halaman 1dari 39

Kelompok 1

Eki Novano Dias (10)


Ella Zefanya S.C. (12)
Inggrid Darly M. (17)
Irene Melikna Wati (19)
M. Ivani Maulana (28)
Senyawa Karbon

Senyawa Senyawa
Organik Anorganik
Senyawa Organik

Senyawa organik adalah senyawa karbon


yang diperoleh atau didapatkan oleh makhluk
hidup (organisme).
Contoh dari senyawa organik adalah
karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin.
Senyawa Anorganik
Senyawa anorganik adalah senyawa yang
dibuat di luar tubuh makhluk hidup (anorganisme).
Misalnya : garam karbonat (CO3 2-), gas karbo
dioksida (CO2), dan karbon monoksida (CO).
Perbedaan Senyawa Karbon Organik dan
Senyawa Karbon Anorganik
Senyawa Karbon Senyawa Karbon
Perbedaan
Organik Anorganik
Kestabilan terhadap Mudah terurai atau Stabil pada pemanasan .
pemanasan berubah struktur.
Pada umumnya sukar larut Mudah larut dalam pelarut
dalam pelarut polar, tetapi polar.
Kelarutan
mudah larut dalam pelarut
non-polar.
Pada umumnya relatif Ada yang sangat tinggi,
Titik lebur dan titik didih rendah. tetapi ada yang sangat
rendah.
Kurang reaktif (sukar Reaktif dan pada umumnya
Kereaktifan bereaksi) dan jika bereaksi sangat cepat bereaksi
cenderung lambat.
Mempunyai rantai atom Tidak punya rantai atom
Struktur
karbon. karbon
Identifikasi dan Sumber Senyawa Karbon
1) Identifikasi Senyawa Karbon
Mengidentifikasi benar atau tidaknya senyawa karbon dapat
dilakukan dengan cara melakukan pembakaran pada bahan tersebut.
Pembakaran tidak sempurna dari senyawa karbon akan menghasilkan
zat sisa berupa arang (jelaga) atau karbon , sedangkan pembakaran yang
dilakukan benar maka akan menghasilkan gas CO2,
Untuk mengetahui keberadaan gas CO2, dengan cara
mengalirkannya ke air kapur (larutan (Ca(OH)2), Jika pembakaran
sempurna maka akan menghasilkan CO2 maka senyawa tersebut
termasuk senyawa karbon., air kapur akan menjadi keruh. Reaksi yang
terjadi gas CO2 dengan air kapur :
Co2(g) + Ca (OH)2 (aq) CaCO3 (s) + H2O (L)
2) Sumber Senyawa Karbon
Senyawa karbon biasanya paling banyak
diperoleh oleh :
a) Tumbuhan dan hewan
Kedua makhluk hidup ini merupakan mesin
pembuat senyawa karbon, misalnya protein,
karbohidrat, lemak, dan berbagai senyawa yang
tidak mungkin diperoleh dan ditemukan diluar
tumbuhan dan hewan. Senyawa karbon yang
terdapat dalam tumbuhan telah meghasilkan
jenis obat-obatan baru.
b) Batu Bara
Batu bara merupakan hasil pelapukan tumbuhan
yang berlangsung jutaan tahun yang lalu dengan tekanan
dan temperatur yang sangat tinggi. Penggolahan batu
bara dengan cara distilasi pemecahan (cracking)
menghasilkan gas batu bara, ter batu bara, dan kokas.

c) Gas Alam dan Minyak Bumi


Gas alam dan minyak bumi mengandung banyak
senyawa karbon yang berperan penting dalam berbagai
industri. Komponen utama keduanya adalah senyawa
hidrokarbon.
Kekhasan Atom Karbon
Atom karbon mempunyai nomor atom 6,
sehingga dalam sistem periodik terletak pada
golongan IVA dan periode 2. Keadaan tersebut
membuat atom karbon mempunyai beberapa
keistimewaan sebagai berikut :
1. Atom Karbon Memiliki 4 Elektron
Valensi

Berdasarkan konfigurasi keenam elektron


yang dimiliki atom karbon didapatkan bahwa
elektron valensi yang dimilikinya adalah 4.
Untuk mencapai kestabilan, atom ini masih
membutuhkan 4 elektron lagi dengan cara
berikatan kovalen. Tidak ada unsur dari
golongan lain yang dapat membentuk ikatan
kovalen sebanyak 4 buah dengan aturan oktet.
2. Atom Unsur Karbon Relatif Kecil

Ditinjau dari konfigurasi elektronnya, dapat


diketahui bahwa atom karbon terletak pada
periode 2, yang berarti atom ini mempunyai 2
kulit atom, sehingga jari-jari atomnya relatif
kecil. Hal ini menyebabkan ikatan kovalen yang
dibentuk relatif kuat dan dapat membentuk
ikatan kovalen rangkap.
3. Atom Karbon Dapat Membentuk
Rantai Karbon
Keadaan atom karbon yang demikian
menyebabkan atom karbon dapat membentuk
rantai karbon yang sangat panjang dengan ikatan
kovalen, baik ikatan kovalen tunggal, rangkap 2,
maupun rangkap 3. Selain itu dapat pula
membentuk rantai lingkar (siklik).
Ikatan kovalen tunggal
CH3 CH2 CH2 CH2 CH2 CH3
Ikatan kovalen rangkap dua
CH2 = CH CH2 CH3
Ikatan kovalen rangkap tiga
CH3 C C CH2 CH3
4. Atom Karbon memiliki perbedaan kedudukan
dalam suatu rantai karbon

Atom C primer : atom C yang mengikat


langsung 1 atom C yang lain.
Atom C sekunder : atom C yang mengikat
langsung 2 atom C yang lain.
Atom C tersier : atom C yang mengikat
langsung 3 atom C yang lain.
Atom C kuarterner : atom C yang mengikat
langsung 4 atom C yang lain.
Hidrokarbon
Hidrokarbon adalah kelompok senyawa karbon yang paling
sederhana, yaitu senyaa karbon yang tersusun dari atom karbon
dan hidrogen. Berdasarkan ikatan yang terdapat pada rantai
karbonnya. Hidrokarbon dibedakan menjadi ;
a) Hidrokarbon jenuh, yaitu hidrokarbon yang pada rantai
karbonnya semua berikatan tunggal. Hidrokarbon ini disebut
juga sebagai alkana.
b) Hidrokarbon tak jenuh, yaitu hidrokarbon yang pada rantai
karbonnya terdaat ikatan rangkap 2 atau 3. hidroarbon
mengandung ikatan rangkap 2 disebut alkena dan
hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap 3 disebut
dengan alkuna
Berdasarkan bentuk rantai karbonnya :

Hidrokarbon Alifatik
Senyawa hidrokarbon dengan rantai lurus/terbuka
yang jenuh (ikatan tunggal/alkana) maupun tidak jenuh
(ikatan rangkap/alkena atau alkuna).

Hidrokarbon Alisiklik
Senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar / tertutup
(cincin).

Hidrokarbon Aromatik
Senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar (cincin)
yang mempunyai ikatan antar atom c tunggal dan rangkap
secara selang-seling / bergantian (konjugasi)

Berdasarkan ikatan yang ada dalam rantai c-nya,
senyawa hidrokarbon alifatik dibedakan :
1. Alkana (CnH2n+2)
2. Alkena (CnH2n)
3. Alkuna (CnH2n-2)
ALKANA (Parafin)
Adalah hidrokarbon yang rantai C nya hanya terdiri dari ikatan
kovalen tunggal saja. sering disebut sebagai hidrokarbon jenuh....karena
jumlah atom Hidrogen dalam tiap2 molekulnya maksimal. Memahami
tata nama Alkana sangat vital, karena menjadi dasar penamaan senyawa2
karbon lainnya.
Sifat-sifat Alkana :
Hidrokarbon jenuh (tidak ada ikatan atom C rangkap sehingga jumlah atom
H nya maksimal)
Disebut golongan parafin karena affinitas kecil (sedikit gaya gabung)
Sukar bereaksi
Bentuk Alkana dengan rantai C1 C4 pada suhu kamar adalah gas, C4
C17 pada suhu adalah cair dan > C18 pada suhu kamar adalah padat
Titik didih makin tinggi bila unsur C nya bertambah...dan bila jumlah atom
C sama maka yang bercabang mempunyai titik didih yang lebih rendah
Sifat kelarutan
Mudah larut dalam pelarut non polar
Massa jenisnya naik seiring dengan
penambahan jumlah unsur C
Merupakan sumber utama gas alam dan
petrolium (minyak bumi)

Rumus umumnya : CnH2n+2


Deret Homolog Alkana

Deret homolog adalah suatu golongan/kelompok


senyawa karbon dengan rumus umum yang sama,
mempunyai sifat yang mirip dan antar suku-suku
berturutannya mempunyai beda CH2 atau dengan kata lain
merupakan rantai terbuka tanpa cabang atau dengan
cabang yang nomor cabangnya sama.

Sifat-sifat deret homolog alkana :


Mempunyai sifat kimia yang mirip
Mempunyai rumus umum yang sama
Perbedaan Mr antara 2 suku berturutannya sebesar
14
Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik
didihnya
Deret Homolog Alkana
Rumus Titik Titik Massa
n Nama Wujud
molekul lebur didih jenis
1 CH4 Metana -181,9 -163,9 0,466 Gas
2 C2H6 Etana -183,2 -88,5 0,572 Gsa
3 C3H8 Propana -189,6 -42,0 0,585 Gas
4 C4H10 Butana -138,3 -0,4 0,601 Gas
5 C5H12 Pentana -129,9 36,2 0,626 Cair
6 C6H14 Heksana -94,9 69,1 0,660 Cair
7 C7H16 Heptana -90,5 98,5 0,684 Cair
8 C8H18 Oktana -56,7 125,8 0,703 Cair
9 C9H20 Nonana -50,9 150,9 0,718 Cair
10 C10H22 Dekana -29,6 174,2 0,730 Cair
11 C11H24 Undekana -25,5 196,2 0,740 Cair
12 C12H26 Dodekana -14,5 216,4 0,749 Cair
Tata Nama Alkana
1. Nama alkana didasarkan pada rantai C terpanjang sebagai rantai utama. Apabila
ada dua atau lebih rantai yang terpanjang maka dipilih yang jumlah cabangnya
terbanyak
2. Cabang merupakan rantai C yang terikat pada rantai utama. di depan nama
alkananya ditulis nomor dan nama cabang. Nama cabang sesuai dengan nama
alkana dengan mengganti akhiran ana dengan akhiran il (alkil).
3. Jika terdapat beberapa cabang yang sama, maka nama cabang yang jumlah C nya
sama disebutkan sekali tetapi dilengkapi dengan awalan yang menyatakan jumlah
seluruh cabang tersebut. Nomor atom C tempat cabang terikat harus dituliskan
sebanyak cabang yang ada (jumlah nomor yang dituliskan = awalan yang
digunakan), yaitu di = 2, tri = 3, tetra =4, penta = 5 dan seterusnya.
4. Untuk cabang yang jumlah C nya berbeda diurutkan sesuai dengan urutan abjad (
etil lebih dulu dari metil ).
5. Nomor cabang dihitung dari ujung rantai utama yang terdekat dengan cabang.
Apabila letak cabang yang terdekat dengan kedua sama dimulai dari :
Cabang yang urutan abjadnya lebih dulu ( etil lebih dulu dari metil )
Cabang yang jumlahnya lebih banyak ( dua cabang dulu dari satu cabang )
6. Urutan penamaan : nomor cabang - nana cabang - nama rantai induk
Isomer Alkana
Struktur alkana dapat berupa rantai lurus atau rantai
bercabang. Alkana yang mengandung tiga atom karbon atau
kurang tidak mempunyai isomer seperti CH4, C2H6 dan
C3H8 karena hanya memiliki satu cara untuk menata atom-
atom dalam struktur ikatannya sehingga memilki rumus
molekul dan rumus struktur molekul sama. Perhatikan gambar
di bawah ini :
Dalam senyawa alkana juga ada yang rumus molekulnya
sama, tetapi rumus struktur molekulnya berbeda. Mulai dari alkana
dengan rumus molekul C4H10mempunyai dua kemungkina struktur
ikatan untuk menata atom-atom karbonnya seperti di bawah ini:

Untuk senyawa-senyawa tersebut disebut isomer. Oleh


karena perbedaan hanya pada kerangka struktur maka isomernya
disebut isomer kerangka.Untuk pentana (C5H12) memiliki tiga
kemungkinan struktur ikatan untuk menata atom-atom karbonnya
yaitu:
Dapat menyimpulkan dari 2 contoh di atas bahwa semakin
bertambah jumlah atom C pada rumus molekul suatu alkana maka
semakin banyak isomernya seperti yang tertera ditabel bawah ini:

Jumlah
4 5 6 7 8 9 10 15 20
atom C

Rumus C4H10 C5H12 C6H14 C7H16 C8H18 C9H20 C10H22 C15H32 C20H42
molekul

Jumlah
2 3 5 9 18 35 75 4.347 366.319
isomer
Kegunaan alkana, sebagai

Bahan bakar
Pelarut
Sumber hidrogen
Pelumas
Bahan baku untuk senyawa organik lain
Bahan baku industri
Tata Nama Senyawa
Nama alkena diturunkan dari nama alkana yaitu
sesuai dengan nama alkana dimana akhiran -ana digana
dengan akhiran -ena. Hal-hal yang perlu diperhatikan
didalam penamaan alkena antara lain :
1. Rantai utama diambil dari rantai terpanjang yang
mengandung ikatan rangkap.
2. Penomoran atom karbon dinilai dari ujung yang paling
dekat dengan ikatan rangkap.
3. Ikatan rangkap diberi nomor untuk menunjukkan
letaknya.
4. Cara penulisan dan penamaan cabang sama dengan pada
alkana.
5. Urutan penamaan alkena : nomor cabang-nama
cabang-nomor iktan rangkap-nama rantai utama
Isomer Alkena
Pada senyawa alkena, keisomeran dimulai dari senyawa
dengan rumus kimia C4H8 sama seperti senyawa alkana. Jenis
isomer yang dapat terjadi pada senyawa alkena yaitu isomer
struktur dan isomer geometri.
A. Isomer Struktur
1. Isomer Kerangka/ Rantai
Isomeri kerangka yaitu isomeri yang berkaitan
dengan struktur rantai atom karbonnya
Alkena (Olefin)
Alkena merupakan hidrokarbon yang mempunyai ikatan
rangkp 2 antar atom karbon. Oleh karena setiap karbon
mempunyai 4 tangan ikatan dan yang 2 tangan ikatan digunakan
untuk membentuk ikatan rangkap, setiap atom karbon masih
mempunyai 2 tangan ikatan yang digunakan untuk memikat atom
hidrogen.

Sifat-sifat Alkena :
Hidrokarbon tak jenuh ikatan rangkap dua
Alkena disebut juga olefin (pembentuk minyak)
Sifat fisiologis lebih aktif (sbg obat tidur --> 2-metil-2-butena)
Sifat sama dengan Alkana, tapi lebih reaktif
Sifat-sifat : gas tak berwarna, dapat dibakar, bau yang khas,
eksplosif dalam udara (pada konsentrasi 3 34 %)
Terdapat dalam gas batu bara biasa pada proses cracking

Rumus umumnya CnH2n


2. Isomer posisi
Isomeri posisi adalah isomer yang memiliki perbedaan
posisi ikatan rangkap karbon-karbon dalam molekul yang
sama.
CH2 CH CH2 CH3 dan CH3 CH CH CH3

1- butena 2- butena
B. Isomer geometri
Ikatan rangkap dua karbon-karbon pada alkena tidak dapat
memutar (melintir) sebab jika diputar akan memutuskan ikatan rangkap,
tentunya memerlukan energi cukup besar sehingga mengakibatkan
ketegaran diantara ikatan rangkap tersebut. Akibat dari ketegaran, ikatan
rangkap menimbulkan isomer tertentu pada alkena. Pada contoh berikut,
ada dua isomer untuk 2-butena (CH3CH=CHCH3), yaitu cis-2-butena
dan trans-2-butena.
CH3 CH3 CH3 H

C C C C

H H H CH3
Cis-2-butena Trans-2-butena
Kegunaan Alkena sebagai :
Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur
dengan O2)
Untuk memasakkan buah-buahan
bahan baku industri plastik, karet sintetik, dan
alkohol.
Alkuna
Alkuna merupakan hidrokarbon yang mempunyai
ikatan rangkap tiga antar-atom karbonnya. Untuk
menyusun suatu alkuna minimal dipelurkan dua atom
karbon dan dengan menggunakan model molekul
dapat digambarkan
HC C - H atau CH CH
Jumlah atom
Struktur alkuna Rumus molekul
Karbon Hidrogen

CH CH 2 2 C2H2

CH C - CH3 3 4 C3H4

CH C - CH2 - CH3 4 6 C4H6

CH C - CH2 - CH2 - CH3 5 8 C5H8

CH C - CH2 - CH2 - CH2 - CH3 6 10 C6H10

CH C - CH2 - CH2 - CH2CH2 - CH3 7 12 C7H12

Rumus umum n 2n-2 CnH2n-2


Tata Nama Alkuna
Alkuna diberi nama seprti pada alkena dengan
akhiran -ena diganti dengan -una. Tata cara
pemberian nomor ikatan dan cabang sama
dengan alkena
Contoh : CH3 - C CH

Kegunaan Alkuna sebagai :


Etuna (asetilena = C2H2) digunakan untuk
mengelas besi dan baja.
Untuk penerangan
Sintesis senyawa lain.
Isomer Alkuna
Pada senyawa alkuna, keisomeran dimulai dari senyawa
butuna dengan rumus kimia (C4H6) memiliki jenis isomer yaitu
isomer struktur. Pada pembahasan berikut akan dijelaskan
mengenai isomer struktur senyawa alkuna. Perhatikan dua isomer
yang dimiliki butuna (C4H6).
Contoh :
Beberapa isomer pentuna (C5H8) :
CH C CH2 CH2 CH3 : 1-pentuna
CH3 C C CH2 CH3 : 2-pentuna
CH3 CH C CH : 3-metil-1-butuna

CH3
Sifat Alkena dan Alkuna
A. Deret Homolog dan Rumus Alkena dan Alkuna
alkena dan alkuna juga mempunyai deret homolog
seperti halnya pada alkana. Deret homolog pada
alkena dan alkuna mempunyai sifat-sifat :
1. Rumus umum deret homolog alkena adalah CnH2n dan
rumus umum deret homolog alkuna adalah CnH2n-2.
2. Antara anggota yang satu ke anggota berikutnya mempunyai
pembeda CH2
3. Antara yang satu ke anggota berikutnya mempunyai selisih
massa rumus 14.
4. Semakin panjang rantai atom karbonnya, semakin tinggi titik
didih dan titik lebur.
Alkena Alkuna
n
Rumus Rumus
Titik lebur Titik didih Titik lebur Titik didih
molekul molekul

2 C2H4 -168,9 -103,6 C2H2 -80,7 -83,8

3 C3H6 -185,1 -47,3 C3H4 -101,4 -23,1

4 C4H8 -87,2 -6,2 C4H6 -125,6 8,2

5 C5H10 -106 1 C5H8 - -

6 C6H12 -104 3,8 C6H10 - -