Anda di halaman 1dari 40

Maulia Eka Putri C13116506

Nurul Hidayah C13116001


Nurul Reski Amaliyah C13116504
Irfan. Z C13116020
Khairu Rizal C041171703
Tujuan:
tes untuk mengidentifikasi epicondilitis medial atau epicondylalgia medial
atau epicondyalgia medial
Prosedur tes
pasien duduk dengan posisi lengan rileks di samping badan. Pratikkan
meletakkan satu tangan untuk mempalpasi epicondylus medial pasien dan
tangan satunya menggenggam bagian palmar tangan pasien. Pratikkan
selanjutnya secara pasif menggerakan elbow pasien ke arah ekstensi secara
full, sedikit ke arah radial deviasi dan dorso fleksi wirst
Positif tes
nyeri pada area epicondylus medial
Interpretasi
postif tes mengindikasikan epicondylus medial atau epicondylalgia medial
Tujuan
untk mengindetifikasi epicondylitis lateral, epicondyalgia atau tennis elbow. tes ini
biasanya menyertai tes cozens
Prosedur tes
pasien duduk dengan posisi awal lengan full ekstensi elbow dan pronasi lengan
bawah, rileks di atas bed. Pratikkan meletakkan satu tangan untuk mempalpasi
epicondylus latelar elbow pasien dan tangan satunya menggenggam bagian dorsum
tangan pasien. Pratikkan selanjutnya secara pasti menggerakkan wrist pasien ke
arah radial deviasi
Positif tes
nyeri di area epicondylus latelar
Interpretasi
positif tes mengindikasikan lateral atau epicondylalgia lateral
Tujuan:
tes untuk mengidentifikasi epicondylus lateral, epicondylalgia, atau tennis
elbow
Prosedur tes:
pasien duduk dengan posisi awal lengan full ekstensi elbow, pronasi lengan
bawah, full fleksi dan radial deviasi wrist dimana tangan dikepalkan
Praktikan:
meletakkan satu tangan untuk menyanggah elbow pasien sekaligus
mempalpasi epicondylus lateral lebow dan tangan satunya ditempatkan
dibagian dorsum tangan pasien untuk menyiapkan resisten. Praktikan
selanjutnya meminta pasien untuk menahan posisi tersebut melawan resisten
tangan praktikan
Positif tes:
nyeri di area epicondylus lateral
Interpretasi:
positif tes mengidindikasikan epicondylitis lateral atau epicondylus lateral
Tujuan : Menilai integritas ligamen collateral lateral (LCL)

Prosedur :
1. Minta pasien duduk dengan posisi lengan rileks di samping badan.
2. Letakkan satu tangan pada sisi lateral caudal elbow dan tangan
yang satu pada sisi medial proksimal. Secara pasif posisikan lengan
bawah pasien ke fleksi elbow 5 full supinasi. Aplikasikan varus force
pada elbow dengan medorong joint line elbow ke arah medial
menggunakan sisi lateral tangan praktikan.
Positif tes
Nyeri pada lateral elbow dan atau bertambahnya momen varus dibanding
lengan pasien yang satunya.

Interpretasi
Positif tes mengindikasikan adanya tear pada ligamen collateral lateral
elbow
Tujuan : Menilai integritas ligamen collateral medial (LCM) elbow

Prosedur :
1. Minta pasien duduk dengan posisi lengan rileks disamping badan
2. Letakkan satu tangan pada sisi lateral proksimal elbow dan satu
tangan pada sisi medial caudal elbow. Posisikan secara pasif ke arah
fleksi elbow sekita 5 dan full supinasi. Aplikasikan valgus force pada
elbow pasien dengan mendorong joint line elbow ke arah lateral
menggunakan sisi medial tangan praktikan
Positif tes :
Nyeri pada medial
elbow dan atau
bertambahnya momen
varus dibanding lengan
pasien yang satunya.

Interpretasi :
Positif tes indikasi
adanya tear pada
ligamen collateral
medial elbow.
Tujuan : identifikasi kompressi neuropati nervus ulnaris di elbow (cubital
tunnel syndrome)

Prosedur :
1. Minta pasien duduk dengan posisi lengan rileks
2. Letakkan satu tangan untuk menyanggah elbow pasien. Gerakkan
secara pasif lengan pasien sedikit ke arah adduksi shoulder. Ketuk
dengan jari atau refleks hammer beberapa kali pada cubital tunnel
proksimal elbow.
Positif Tes :
paraesthesia pada
area innervasi nervus
ulnaris (jari
kelingking, sebagian
jari manis, dan
bagian medial
tangan)

Interpretasi : positif
tes indikasikan
kompressi neuropati
nervus ulnaris.
Tujuan : identifikasi kompressi neuropati nervus ulnaris di elbow
(cubital tunnel syndrome)

Prosedur :
1. Minta pasien duduk dengan posisi lengan rileks
2. Letakkan satu tangan untuk menyanggah elbow pasien dan tangan
satunya menggenggam wrist pasien. Gerakkan secara pasif ke arah
full fleksi elbow, lengan bawah supinasi, dan wrist posisi netral. Tahan
posisi tersebut minimal 1 menit.
Positif tes :
Paraesthesia atau rasa
kebas pada jari
kelingking, sebagian jari
manis, dan bagian medial
tangan.

Interpretasi :
Positif tes
mengindikasikan
kompressi neuropati
nervus ulnaris.
Tulang penyusun Wrist (Pergelangan
Tangan) :
Os radius ( distal)
Os Ulna
Ossa carpalia Baris Proximal
(Schapoid,Lunatum,triquetrum dan
Pisiform)
Tulang Penyusun Hand (Tangan)
Ossa Carpalia Distal Row (
Trapezium, Trapezoid, Capitatum,
dan Hamatum)
Ossa Metacarpal
Tulang Penyusun Finger (Jari-Jari)
Proximal Phalang
Middle Phalang
Distal Phalang
Radiocarpal Joint
Distal Radioulnar Joint
Persendian Pada Wrist
Midcarpal Joint
Intercarpalia Joint

Carpometacarpal Joint (Jari II-


Persendian Pada Hand V)
Carpometacarpal Joint (Ibu Jari)
Metacarpophalangeal Joint

Persendian Pada Finger Interphalangeal Joint :


- Proksimal Interphalangeal
- Distal Interphalangeal
Otot-Otot Penggerak Wrist Joint
Otot Ekstensor Carpi Radialis
Otot Fleksor Digitorum Profundus
Otot Fleksor Pollicis Longus
Otot Fleksor Pollicis Brevis
Otot Abduktor Pollicis Brevis
Otot Pronator Teres
Otot Palmaris Longus
(Putz R dan Reinhard pabst,2007)
Tujuan
Meletakkan stress pada ligamen collateral
radial dan capsul lateral wrist untuk
mendeteksi nyeri dan/atau laksiti
Prosedur Tes
Px duduk dengan lengan bawah supinasi dan
tangan rileks di atas bed
Fts meletakkan satu tangan untuk memfiksasi
lengan bawah pasien pada sisi ulnar dan
tangan satunya menggenggam tangan pasien
pada sisi radial
Fts menggerakkan wrist pasien secara pasif
kearah ulnar deviasi (adduksi wrist) dimana
ROM normalnya antara 30-45.
Positif Tes
Nyeri tereproduksi
Interpretasi
Positif tes mengindikasikan adanya ruptur
ligamen collateral radial dan/atau laksiti
Tujuan
Meletakkan stress pada ligamen collateral ulnar
dan capsul medial wrist untuk mendeteksi nyeri
dan/atau laksiti
Prosedur Tes
Px duduk dengan lengan bawah supinasi dan
tangan rileks di atas bed
Fts meletakkan satu tangan untuk memfiksasi
lengan bawah pasien pada sisi radial dan
tangan satunya menggenggam tangan pasien
pada sisi ulnar
Fts menggerakkan wrist pasien secara pasif
kearah radial deviasi (abduksi wrist) dimana
ROM normalnya antara 15.
Positif Tes
Nyeri tereproduksi
Interpretasi
Positif tes mengindikasikan adanya ruptur ligamen
collateral ulnar dan/atau laksiti
Tujuan : Untuk membantu menegakkan diagnosis pada
carpal tunnel syndrome dengan meningkatkan tekanan pada
nervus medianus yang melewati terowongan carpal
Positif tes : Rasa kebas, kesemutan dan Parasthesia timbul
sepanjang distribusi nervus cutaneous medianus
Interpretasi : Positif tes mengindikasikan TOS kompresi akibat
menyempitnya carpal tunnel
Prosedur tes
Pasien duduk dengan posisi kedua lengan fleksi shoulder sekitar 90 drjt dan
sedikit abduksi disertai fleksi elbow sekitar 90 drjt, palmar fleksi wrist 70 drjt
dengan mempertemukan kedua sisi dorsal tangan dan rileks di depan dada
Praktikan meletakkan kedua tangan masing-masing menyanggah lengan
bawah pasien. Praktikan selanjutnya menambah/mempererat pertemuan wrist
pasien ke arah full palmar fleksi (tapi bukan overpressure). Praktikan
kemudian mempertahankan posisi tangan pasien tersebut selama 1 menit atau
hingga gejala muncul.
Tujuan : Untuk membantu menegakkan diagnosis pada
carpal tunnel syndrome dengan memprovokasi paraesthesia
dan atau nyeri pada nervus medianus yang melewati
terowongan carpal
Positif tes : Rasa kebas, kesemutan dan Parasthesia timbul
sepanjang distribusi nervus cutaneous medianus (aspek palmar
thumb. Jari telunjuk, dan tengah serta bagian tengah lateral
hari manis)
Interpretasi : Positif tes mengindikasikan TOS kompresi akibat
menyempitnya carpal tunnel
Prosedur tes
Pasien duduk dengan posisi kedua tangan tersanggah rileks di atas paha dan
lengan bawah full supinasi
Praktikan meletakkan satu tangan untuk menyanggah lengan bawah pasien
tepat di atas wrist. Praktikan selanjutnya mengidentifikasi titik tengah carpal
tunnel, lalu ketuk dengan jari telunjuk dan jari tengah menggunakan tangan
satunya atau dengan menggunakan sebuah hammer perkusi.
Tujuan : memeriksa aliran darah arteri pada tangan

Prosedur :
1. Pasien duduk dengan posisi awal lengan bawah supinasi dan
tersanggah secara comfortable di atas bed
2. Praktikan meletakkan satu tangan menggunakan tiga jari pada wrist
pasien untuk palpasi arteri. Mengaplikasikan tekanan pada arteri
tersebut. Minta pasien mengepalkan tangannya secara kuat dan
membuka tangannya sekitar 10 kali pengulangan. Tangan akan
terlihat pucat.
Interpretasi
Positif tes mengindikasikan aliran darah arteri pada tangan terganggu
Tujuan : Tes untuk mendeteksi inflamasi antara tendin
abductor pollicis longus (APL) dan ekstensor pollicis brevis (EPB)
Positif tes : Limitasi gerak dan nyeri pada atas aspek radial
wrist joint
Interpretasi : Positif tes mengindikasikan inflamasi antara tedon
APL dan EPB
Prosedur tes
Pasien duduk dengan posisi awal lengan bawah midposisi, sementara jemari
tangan lainnya menggenggam ibu jari dalam posisi tangan dikepal dan
tersanggah secara comfortable di atas bed atau pillow.
Praktikan meletakkan satu tangan di atas tangan pasien pada sisi radial (tepat di
atas metacarpal 1) untuk menyiapkan resisitan dan tangan satunya untuk
menyanggah lengan bawah pasien pada sisi ulnar. Praktikan selanjutnya secara
pasif menggerakkan tangan pasien ke arah ulnar deviasi.
Tujuan Mendeteksi subluksasi pada tulang scaphoid

Positif Nyeri dengan atau tanpa comprehension pada


Tes scaphoid

Interpretasi Positif tes mengindikasikan instabliti atau


subluksasi pada tulang scaphoid
Prosedur Tes
Posisi awal pasien fleksi elbow dan posisi
lengan bawah vertikal.
Praktikan menempatkan ibu jari tangan
pada os scaphoid pasien Jari lain
memfiksasi wrist pasien.
Ibu jari tangan satunya pada ossa carval
lainnya.
Aplikasikan counterpressure pada os
scaphoid dengan memposisikan tangan
pasien pertama kali ke arah ulnar deviasi
dan sedikit ekstensi untuk off load pada
articulasi scapholunatum.
Pertahankan tekanan pada os scaphoid.
Lalu gerakkan tangan pasien ke arah
radial deviasi.
Sedikit fleksi untuk menciptakan sebuah
subluxation force yang dititik beratkan
pada articulasi sehingga kemungkinan
adanya instabiliti dapat dideteksi.
Tes untuk mengidentifikasi kompressi pada
Tujuan cabang anterior nervus ulnaris interosseus.

Pasien tidak mampu untuk mempertemukan


Positif kedua ujung jari pada thumb dan jari telunjuk,
Tes dan sebagai gantinya bantalan (pad) pada
jari tangan yang dijepit bersamaan.

Interpretasi Positif tes mengindikasikan kompressi pada


cabang enterior nervus ulnaris interosseous.
Prosedur Test
Posisi awal pasien fleksi elbow dan posisi lengan bawah vertikal.
Praktikan meminta pasien untuk mmempertemukan ujung thumb dan jari telunjuk
secara bersamaan dalam posisi pinch grip (praktikan mencontohkan gerakan tersebut
kepada pasien)
Praktikan meihat apakah pasien dapan memfleksikan distal interphalangeal joint
pada jari telunjuk dan interphalangeal joint pada thumb.
Tes untuk mengidentifikasikan paralis nervus
Tujuan
ulnaris dan kelemahan otot adductor pollocis.

Ujung phalanx dari ibu jari terjadi fleksi


akibat kelemahan otot adductor pollicis. Pada,
Positif saat yang sama, metacarphophalangeal joint
Tes d joint dari thumb terjadi hi thumb terjadi
hiperekstensi dicatat sebagai posiicatat
sebagai positif jeanne sign.

Kedua tes, jika positif, mengindikasikan paralis


Interpretasi nervus ulnaris dan kelemahan otot abductor
pollicis.
Prosedur Test
Pasien duduk dengan posisi
comfortable.
Praktikan meminta pasien
berupaya menggenggam
selembar kertas dengan
menggunakan ibu jari dan jari
telunjuk.
Praktikan selanjutnya menarik
kertas tersebut
Tes untuk mengidentifikasi patologi pada
Tujuan interphalangeal joint proksimal, terutama
struktur kapsul dan ligamen.
Jika interphalangeal joint distal tidak dapat
difleksikan, berrati ligamen retinacular atau
capsul interphalangeal proksimal mengalami
Positif tight. Jika interphalangeal joint proksimal
Tes dapat difleksikan dan interphalangeal joint
distal lebih mudah difleksikan, berarti ligamen
retinaculur mengalami tight dan kapsul normal.

Positif tes mengindikasikan adanya gangguan


Interpretasi pada interphalangeal joint proksimal, terutama
struktur kapsul dan ligamen retinaculur.
Prosedur Tes
Posisi lengan pasien rileks
diatas bed.
Satu tangan praktikan
memfiksasi tangan pasien.
Selanjutnya meahan
interphalangeal joint proksimal
pasien pada posisi netral dan
interphalangeal distal di
fleksikan.
Tidak ada gerakan aktif.