Anda di halaman 1dari 16

TIDAK PADA

KORUPSI
BENEDEKTIO J C
HAKIMATUSH S
FAUZAN
REDHA
Apa itu
korupsi??
KORUPSI??
Menurut KBBI Korupsi adalah penyelewengan atau
penyalahgunaan uag negara untuk keuntungan
pribadi atau orang lain.
Dalam UU No. 20 Tahun 2001 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,
menjelaskan bahwa korupsi adalah tindakan
melawan hukum dengan maksud memperkaya diri
sendiri, orang lain, atau korporasi yang berakibat
merugikan keuangan negara atau perekonomian
Negara.
Menurut Robert Klitgaard Korupsi adalah suatu
tingkah laku yang meyimpang dari tugas-tugas
resmi jabatannya dalam negara, dimana untuk
memperoleh keuntungan status atau uang yang
menyangkut diri pribadi (perorangan, keluarga
dekat, kelompok sendiri),
Korupsi menurut The Lexicon Webster Dictionary,
Korupsi adalah kebusukan, keburukan, kebejatan,
ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral,
penyimpangan dari kesucian, kata-kata atau
ucapan yang menghina atau memfitnah.
Apakah korupsi
mempunyai jenis??
BENTUK DAN JENIS
KORUPSI
Korupsi transaktif (transactive corruption)
Korupsi yang memeras (extortive corruption)
Korupi investif (investive corruption)
Korupsi perkerabatan (nepotistic corruption)
Korupsi defensif (devensive corruption)
Korupsi otogenik (autogeic corruption)
Korupsi dukungan (supportive corruption)
Undang-undang
no berapa tentang
korupsi??
UU TENTANG KORUPSI
Tindak Pidanan Korupsi UU No 31 Tahun 1999 Jo. UU
20 Tahun 2001
Pasal 2; pasal 3; pasal 5 ayat (1) huruf a; pasal 5
ayat (1) huruf b; pasal 5 ayat (2); pasal 6 ayat (1)
huruf a; pasal 6 ayat (1) huruf b; pasal 6 ayat (2);
pasal 7 ayat (1) huruf a; pasal 7 ayat (1) huruf b;
pasal 7 ayat (1) huruf c; pasal 7 ayat (1) huruf d;
pasal 7 ayat (2); pasal 8; pasal 9; pasal 10 huruf a;
pasal 10 huruf b; pasal 10 huruf c; pasal 11; pasal 12
huruf a; pasal 12 huruf b; pasal 12 huruf c; pasal 12
huruf d; pasal 12 huruf e; pasal 12 huruf f; pasal 12
huruf g; pasal 12 huruf h; pasal 12 huruf i; pasal 12 B
jo. Pasal 12 c; pasal 13.
PENGELOMPOKAN UU
KORUPSI
kerugian keuangan negara Penggelapan dalam jabatan:
Pasal 2 pasal 8
pasal 3 pasal 9
suap-menyuap pasal 10 huruf a
pasal 5 ayat (1) huruf a pasal 10 huruf b
pasal 5 ayat (1) huruf b pasal 10 huruf c
pasal 13 Pemerasan:
pasal 5 ayat (2) pasal 12 huruf e
pasal 12 huruf a pasal 12 huruf g
pasal 12 huruf b pasal 12 huruf f
pasal 11 Perbuatan curang:
pasal 6 ayat (1) huruf a pasal 7 ayat (1) huruf a
pasal 6 ayat (1) huruf b pasal 7 ayat (1) huruf b
pasal 6 ayat (2) pasal 7 ayat (1) huruf c
pasal 12 huruf c pasal 7 ayat (1) huruf d
pasal 12 huruf d pasal 7 ayat (2)
pasal 12 huruf h
Benturan kepentingan
dalam pengadaan:
pasal 12 huruf i
Gratifikasi:
pasal 12 B jo. Pasal 12 c
PASAL-PASAL TINDAK
PIDANA LAIN YANG
BERKAITAN DENGAN
KORUPSI
Pasal 21
Pasal 22 jo. Pasal 28
Pasal 22 jo. Pasal 29
Pasal 22 jo. Pasal 35
Pasal 22 jo. Pasal 36
Pasal 23
Pasal 24 jo. Pasal 31
KELOMPOK TENTANG TINDAK PIDANA LAIN YANG

BERKAITAN DENGAN TINDAK PIDANAN KORUPSI


Merintangi proses Bank yang tidak
pemeriksaan perkara memberikan
korupsi: keterangan rekening
Pasal 21 tersangka:
Tidak memberi Pasal 22 jo. Pasal 29
keterangan atau Saksi atau ahli yang
memberi keterangan tidak memberikan
yang tidak benar: keterangan atau
Pasal 22 jo. Pasal 28 memberi keterangan
palsu:
Pasal 22 jo. Pasal 35
Orang yang
memegang rahasia
jabatan tidak
memberikan
keterangan atau
memberi keterangan
palsu:
Pasal 22 jo. Pasal 36
Saksi yang membuka
identitas pelapor:
Pasal 24 jo. Pasal 31
Dampak Korupsi dalam
Berbagai Aspek Kehidupan
Dampak Pada Aspek Sosial
Dampak terhadap Penegakan
Hukum
Dampak Korupsi terhadap
Kerusakan Lingkungan
Dampak Pada Aspek Birokrasi
Pemerintahan
CONTOH KASUS
Kasus simulator SIM yang melibatkan polisi.
Kasus Hambalang.
Kasus suap oleh Hj. Ratu Atut Chosiah (Gubernur
Banten).
Kasus Wali Kota Palembang, Romi Herton