Anda di halaman 1dari 19

ILEUS PARALITIK

OLEH:
DR. LIKA RIRIAN DONA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


LUBUK BASUNG
2017
DEFINISI
Ileus: Obstruksi pada usus.
Ileus paralitik/adynamic ileus: terjadi karena
adanya inhibisi dari gerak usus (paralisis dinding usus)
yang menyebabkan penurunan atau absennya persitalsis
usus.
Ileus mekanik/oklusif: ileus yang terjadi karena
adanya penyebab mekanik, seperti hernia, adesi,
volvulus, dsb.
Ileus spastik/dinamik/hiperdinamik: ileus mekanik
yang terjadi karena adanya kontraktur yang persisten
dari segmen di usus.
Ileus mekonium: ileus yang terjadi pada bayi baru
lahir karena adanya sumbatan pada usus oleh mekonium
yang tebal.
EPIDEMIOLOGI

Ileus paralitik hampir selalu dijumpai pada pasien


pasca operasi abdomen (50%). Keadaan ini biasanya
hanya berlangsung antara 24-72 jam.
Total angka kejadian dari obstruksi usus yang
disebabkan oleh mekanik dan non mekanik
mencapai 1 kasus diantara 1.000 orang. Ileus akibat
meconium tercatat 9-33 % dari obstruksi ileus pada
kelahiran baru.
ANATOMI USUS

Duodenum
Jejunum
Ileum
Colon
VASKULARISASI USUS

Usus Halus
Arteri mesenterika superior (cabang dari aorta)
seluruh usus halus kecuali duodenum bagian atas.
Arteri Pancreoticoduodenalis Superior
duodenum bagian atas
Arteri Pancreaticoduodenalis Inferior (cabang dari
arteri mesenterika superior) duodenum bagian
bawah
Arteri ileocolica ileus bagian bawah
VASKULARISASI USUS...

Usus Besar
Cabang dari arteri mesenterika superior yang
memperdarahi belahan bagian kanan (sekum,
kolon ascendens, dan dua pertiga proksimal kolon
transversum) adalah: (1) ileokolika, (2) kolika
dekstra, (3) kolika media
Cabang dari arteria mesenterika inferior yang
memperdarahi bagian kiri (sepertiga distal kolon
transversum, kolon descendens dan sigmoid, dan
bagian proksimal rektum) adalah: (1) kolika
sinistra, (2) sigmoidalis, (3) rektalis superior
PERSARAFAN USUS

Saraf Ekstrinsik
Saraf parasimpatis: merangsang aktivitas sekresi dan
pergerakan (motorik), mengatur refleks usus (sensorik)
Saraf simpatis: menghambat pergerakan usus (motorik),
menghantarkan nyeri (sensorik)
Saraf Intrinsik
Pleksus Auerbach (dalam lapisan muskularis): mengatur
pergerakan gastrointestinal dan regulasi output enzimatik.
Pleksus Meissner (dalam lapisan submukosa): mengatur
sekresi gastrointestinal dan aliran darah lokal.
FISIOLOGI USUS

Fungsi: Pencernaan dan absorpsi nutrisi dan air


Dalam proses motilitas, terjadi 2 gerakan:
Gerakan propulsif: mendorong dan memajukan isi

Gerakan mencampur: mencampur makanan dan


mempermudah penyerapan
Usus halus: Pencernaan secara mekanis, kimiawi,
dan absorpsi
Usus besar: Peristaltik, pencernaan secara bakteri,
absorpsi (sisa air), dan defekasi
FISIOLOGI USUS...

Kontraksi yang terjadi di sepanjang saluran


pencernaan dikendalikan oleh
Neurogenik
Miogenik
Kimiawi
ETIOLOGI

Pasca pembedahan Gangguan Narkotik


perut keseimbangan elektrolit Antikolinergik
Trauma abdomen Uremia Katekolamin
Kerusakan medula Komplikasi DM Diltiazem
spinalis Penyakit sistemik Clozapine
Kercunan timbal
Kolik ureter

Neurogenik Metabolik Obat-obatan

Intrathorak Patah tulang rusuk


Intrapelvic Retak tulang vertebra
Rongga Perut

Infeksi,
inflamasi, Cedera tulang
atau iritasi
PATOFISIOLOGI

Terangsangnya sistem saraf simpatis


Terhambatnya sistem saraf parasimpatis
PATOFISIOLOGI...

Akumulasi gas dan


Penurunan
Etiologi cairan di dalam
peristaltik usus
lumen usus

Setelah 24 jam, 12-24 jam,


pergerakan cairan penumpukan cairan Penurunan aliran
dan natrium ke dan natrium di dari lumen ke darah
arah lumen usus proksimal

Hipovolemia,
Tubuh kekurangan
insufisiensi renal,
cairan dan elektrolit
atau syok
MANIFESTASI KLINIS

Anamnesa Pemeriksaan Fisik

Perut kembung Inspeksi: Tanda-tanda


Anoreksia dehidrasi, distensi abdomen,
Mual hernia, massa, tidak terlihat
gerakan peristaltik.
Muntah
Palpasi: tanda-tanda iritasi
Obstipasi dan sulit flatus
peritonium: nyeri tekan,
defense muskular, rebound
tenderness, pembengkakan
atau massa
Perkusi: hipertimpani
Auskultasi: Bising usus
lemah atau bahkan tidak ada
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Laboratorium darah: Leukosit, kadar elektrolit,


ureum, glukosa darah
Foto polos abdomen
DIAGNOSIS BANDING
PENATALAKSANAAN

1. Konservatif
Penderita dirawat di rumah sakit.
Penderita dipuasakan
Kontrol status airway, breathing and circulation.
Dekompresi dengan nasogastric tube.
Intravenous fluids and electrolyte

2. Farmakologis
Antibiotik broadspectrum untuk bakteri anaerob dan aerob.
Analgesik apabila nyeri.
Prokinetik: Metaklopromide, cisapride
Parasimpatis stimulasi: bethanecol, neostigmin
Simpatis blokade: alpha 2 adrenergik antagonis
PENATALAKSANAAN...

3. Operatif
Ileus paralitik tidak dilakukan intervensi bedah
kecuali disertai dengan peritonitis.
Operasi dilakukan setelah rehidrasi dan dekompresi
nasogastric untuk mencegah sepsis sekunder atau
rupture usus.
Operasi diawali dengan laparotomi kemudian disusul
dengan teknik bedah yang disesuaikan dengan hasil
explorasi melalui laparotomi.
PROGNOSIS

Prognosis dari ileus bervariasi tergantung pada


penyebab ileus itu sendiri. Bila ileus hasil dari
operasi perut, kondisi ini biasanya bersifat
sementara dan berlangsung sekitar 24-72 jam.
Prognosis memburuk pada kasus-kasus tertentu
dimana kematian jaringan usus terjadi; operasi
menjadi perlu untuk menghapus jaringan nekrotik.
Bila penyebab primer dari ileus cepat tertangani
maka prognosis menjadi lebih baik.
TERIMA KASIH