Anda di halaman 1dari 35

Prokariot: Bakteri

Kelompok 7

M. IHSAN
M. RAIHAN AMIN
AZKA HAYYUNA
ALINEA FATIHA HINU
DINDA PUTRI
PUTRI KUMALA DEWI
SEL PROKARIOT

Sel prokariot adalah sel tanpa membrane inti, memiliki ciri-


ciri sebagai berikut :
Sel prokariotik berukuran 1-10m.
Memiliki materi genetik berupa DNA yang tidak
dibungkus membrane inti.
DNA prokariotik berbentuk sirkuler atau disebut
nukleoid. Di luar nukleoid terdapat juga DNA sirkuler
lain yang lebih kecil disebut plasmid
Sebagian besar memiliki dinding sel.
Aktivitas sel terjadi pada membrane plasma dan di dalam
sitoplasma.
Contoh : Cyanobacteria dan sel bakteri
Bakteri

Bakteri, dari kata Latin bacterium (jamak,


bacteria), adalah kelompok raksasa dari
organisme hidup. Mereka sangatlah kecil
(mikroskopik) dan kebanyakan uniselular
(bersel tunggal), dengan struktur sel yang
relatif sederhana tanpa nukleus/inti sel,
cytoskeleton, dan organel lain seperti
mitokondria dan kloroplas.
STRUKTUR BAKTERI
Selubung Sel
Selubung sel bakteri terdiri dari membran
sitoplasma, membran luar, dinding sel, membran
luar (hanya bakteri gram negatif), dan pada
sebagian bakteri, kapsul.
Peran selubung sel: melindungi bakteri, komponen
komponen selubung sel berperan penting dalam
perlekatan (adhesi) atau invansi ke sel manusia,
virulensi, dan stimulasi respon imun.
TONJOLAN PERMUKAAN

A. Flagella filamen filamen heliks semi-kaku


yang terbuat dari protein
B. Fimbria (pili)
C. Teichoic acid atau membran luar (PML)
antigen permukaan selubung
D. Kapsul polisakarida yang menghambat
penyerapan fagositik oleh berbagai mekanisme
pada individu yang tidak imun.
PILI (fimbria)

Pili atau fimbrae adalah tonjolan kecil pada permukaan


beberapa bakteri yang dilapisi molekul yang disebut
adesin.
Pili dengan lapisan adesinnya mempunyai dua fungsi
yaitu:
Interaksi seksual antara bakteri: pili seks
Perlekatan ke permukaan tubuh: pili adesi
Pili merupakan struktur yang ditemukan terutama pada
bakteri gram negatif (misalnya enterobakteri & neiseria)
Beberapa bakteri gram positif juga mempunyai pili,
terutama -hemolitik streptokokus, yang memungkinkan
untuk melekat pada mukosa faring
Struktur Interior

A. Granula Bakteri melakukan polimerisasi dan


menyimpan senyawa dalam jumlah besar. Hal ini
menurunkan tekanan osmotik sel bakteri dan dapat
menyebabkan terbentuknya granula di sel.
B. Tidak adanya organel yang terikat membran bakteri
adalah sel prokariotik dan tidak memiliki organel (
mitokondria, lisosom, dll) yang terikat membran.
C. Endospora endospora dijumpai pada 2 genus bakteri
gram negatif yaitu: Bacillus dan Colostridium. Endospora
resisten terhadap perebusan, pendinginan, pengeringan,
dan antiseptis.
D. Kromosom merupakan lingkaran tunggal DNA
Pertumbuhan Bakteri
Pertumbuhan bakteri terbagi menjadi 4 fase yaitu:

1. LAG PHASE (Fase Penyesuaian)


Berlangsung selama 2 jam

Bakteri tidak berkembang dlm fase ini

Namun aktivitas metabolisme sgt tinggi


2. LOGARHYTMIK PHASE (Fase Pembelahan)
Bakteri berkembang biak berlipat 2

Fase ini berlangsung 18-24 jam

Pada pertengahan fase pertumbuhan bakteri sangat


ideal, pembelahan tjd sangat teratur

Semua bahan dlm sel berada dlm keadaan seimbang


(balanced growth)
3. STATIONARY PHASE (FASE STASIONER)
Meningkatnya jumlah hasil metabolisme toksis
Bakteri mulai ada yg mati, pembelahan terhambat.
Jumlah bakteri yang hidup tetap sama
4. PERIOD OF DECLINE (Fase Kemunduran)
Jumlah bakteri hidup berkurang dan menurun
Keadaan lingkungan menjadi sangat jelek
Pada beberapa jenis bakteri timbul bentuk2
abnormal
Kurva Pertumbuhan Bakteri
Keterangan Kurva
a-b Lag phase (2 jam) : bakteri menyesuaikan diri
terhadap keadaan sekitarnya
b-c Log phase : bakteri berkembang biak secara
logaritmik sampai jam ke 10
c-d Stationary phase : jumlah bakteri relatif konstan
d-e Period of decline : jumlah bakteri yang mati lebih
banyak
Faktor Faktor yang Mempengaruhi
Pertumbuhan bakteri
1. Faktor Nutrisi
Bakteri autotrof untuk pertumbuhannya membutuhkan
air, garam anorganik dan karbon dioksida. Bakteri
heterotrofik membutuhkan karbon organik untuk
pertumbuhannya.
2. Faktor Fisik
Temperatur / suhu
Berdasarkan rentang temperatur dimana dapat terjadi
pertumbuhan, bakteri dikelompokkan menjadi tiga:
1. Psikrofilik, -5oC sampai 30oC, optimum pada 10-20oC;
2. Mesofilik, 10-45oC, optimum pada 20-40oC;
3. Termofilik, 25-80oC, optimum pada 50-60oC.
Kondisi osmotik
Konsentrasi larutan yang aktif secara osmotik di
dalam sel bakteri, umumnya lebih tinggi dari
konsentrasi di luar sel. Sebagian besar bakteri,
kecuali pada Mycoplasma dan bakteri yang
mengalami kerusakan dinding selnya, tidak toleran
terhadap perubahan osmotik dan akan
mengembangkan sistem transpor kompleks dan alat
pengatur sensor-osmotik untuk memelihara keadaan
osmotik konstat dalam sel.
Derajat keasaman atau pH
Genetika Bakteri

DNA Pada Sel Bakteri

DNA bakteri berupa benang sirkuler (melingkar).


DNA bakteri berfungi sebagai pengendali sintesis
protein bakteri dan pembawa sifat.
DNA bakteri terdapat pada bagian menyerupai inti
yang disebut nukleoid. Bagian ini tidak memiliki
membran sebagaimana inti sel eukariotik.
Selama perbanyakan sel, DNA bakteri tetap sebagai
jaring kromatin yang tersebar dan tidak pernah
berkumpul untuk membentuk suatu kromosom yang
jelas selama pembelahan sel, sifat sebaliknya dari
kromosom eukariot.

DNA dapat dilihat dengan pewarnaan Fulgen


sehingga DNA dapat dilihat dengan mikroskop.

Di dalam DNA terdapat benang DNA yang disebut


kromosom, bila diekstrasi mempunyai berat molekul
2-3 x 109 dan panjang kira-kira 1mm.
Genetika Bakteri

Transfer Gen

Transformasi adalah pemindahan sedikit materi genetik, bahkan satu gen


saja dari satu sel bakteri ke sel bakteri yang lainnya.

Transduksi adalah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel


bakteri lainnnya dengan perantaraan organisme yang lain yaitu
bakteriofage (virus bakteri)

Konjugasi adalah pemindahan materi genetik berupa plasmid secara


langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti
jembatan diantara dua sel bakteri yang berdekatan.
Transformasi
Transduksi
Konjugasi
GENUS BAKTERI YANG PENTING
Pembedaan genus (dan spesies)
umumnya dilakukan berdasarkan:
Sifat biokimiawi dan fisika bakteri
(misal; pembentukan niasin)
Teknik teknik molekuler (misal:
kandungan G-C, ribotyping, dan
restriction length polymorphisms)
Kokus Gram Positif
Bakteri kokus gram positif adalah bakteri yang
berbentuk bulat memiliki dinding sel yang terdiri atas
lapisan peptidoglikan yang tebal dan asam teichoic.
Contohnya:
1. Staphylococcus
staphylococus berbentuk seperti anggur, sebagian
besar bakteri staphylococus berada di permukaan
kulit dan hidung. Dua kelompok staphylococus
adalah Staphylococus aureus yang koloninya
berwarna kuning dan Staphylococus epidirmidis
yang berwarna putih.
2. Streptococus
Streptococus adalah bakteri cocus yang
berkelompok saling berdempetan dan membentuk
jalinan seperti rantai.
Streptococcus dapat menyebabkan infeksi hebat
dan komplikasi yang mungkin terjadi setelah
sembuh dari infeksi akut itu. Komplikasi yang terjadi
setelah infeksi Streptococccus meliputi demam
reumatik dan glomeruloneritis akut.
Bakteri Streptococus thermophillus yang digunakan
untuk mematangkan keju
3. Enterococus
Enterococcus adalah suatu jenis dari bakteri asam
laktat, bersifat anaerob fakultatif.
Enterococcus ditemukan di tinja.
Ada2 jenis dari Enterococcus yaitu : Enterococcus
faecalis dan Enterococcus faecium yang
menyebabkan penyakit manusia, infeksi pada saluran
air kencing paling umum dan peradangan luka.
Enterococcus adalah penyebab 5-18% endokarditis
dan tidak satupun antibiotik dapat bersifat
bakterisidal terhadapnya.
Staphylococcus

Streptococcus mutans

Enterococcus
Basil Gram Positif
1. Bacillus
Bacillus adalah kelompok bakteri yang memiliki bentuk
batang atau silinder. Yang termasuk dalam kelompok ini
adalah diplobacillus (jika bergandengan dengan
berpasangan dua-dua), streptobacillus (bergandengan
membentuk rantai).
Spesies dari bacillus adalah Bacillus anthracis, Bacillus
cereus, Bacillus subtilis, bacillus thuringiensis.
Bacillus anthracis adalah penyebab penyakit antrax
Bacillus subtilis digunakan pada tanaman sebagai
fungisida.
2. Clostridium
Clostridium adalah genus dari bakteri Gram-positif,
filum Firmicutes. Merupakan organisme anaerob
obligat, mampu menghasilkan endospora
Beberapa spesies Clostridium: Clostridium tetani,
Clostridium botulinum, Clostridium difficile,
Clostridium perfringens
C. tetani biasanya masuk ke sebuah host melalui
luka pada kulit dan kemudian bereplikasi. Setelah
infeksi terjadi, C. tetani menghasilkan dua
eksotoxksin, tetanolysin dan tetanospasmin.
Clostridium botulinum dapat menyebabkan
kelumpuhan otot.
C. difficile merupakan penyebab yang paling serius
yang berhubungan dengan diare (AAD) dan dapat
menyebabkan kolitis pseudomembranosa, infeksi
berat usus besar
3. Listeria
Listeria adalah bakteri patogen oportunistik yang
berbentuk batang.
Beberapa spesies listeria: Listeria monocytogenes
dan Ivanovi Listeria.
Ivanovii Listeria adalah patogen ruminansia, dan
dapat menginfeksi tikus di laboratorium, meskipun
jarang menyebabkan penyakit manusia.
Listeria monocytogenes adalah bakteri Gram-positif
berbentuk batang bakteri. Ini adalah penyebab
listeriosis, infeksi serius yang disebabkan oleh
makan makanan yang terkontaminasi dengan
bakteri. Penyakit ini terutama mempengaruhi ibu
hamil, bayi yang baru lahir, dan orang dewasa
dengan sistem kekebalan yang lemah.
4. Corynebacterium
Beberapa spesies Corynebacterium :
Corynebacterium diphteriae dan
Corynebacterium glutamicum.
Corynebacterium glutamicum adalah bakteri
tanah Gram-positif yang tidak bergerak.
Mengandung katalase dan menggunakan
metabolisme fermentasi untuk memecah
karbohidrat.
Corynebacterium glutamicum dapat
menghasilkan Monosodium Glutamat (MSG)
yang berguna sebagai penguat rasa,
menghilangkan rasa tidak enak yang terdapat
pada bahan makanan tertentu dalam industri
makanan.
Corynebacterium diphtheriae adalah bakteri patogen
yang menyebabkan diphteri.
Corynebacterium diphtheriae masuk ke tractus
respiratorius bagian atas melalui droplets inhalasi,
per oral, bakteri berkembang biak dan menimbulkan
luka infeksi. Bakteri mengeluarkan toksin lalu menjadi
eksotoksin, lalu terabsorpsi dalam mukosa,
menimbulkan kerusakan pada epitil dan peradangan
superficial dan terjadilah nekrosis.
7. Mycobacterium
Adalah bakteri aerob obligat. Ketika mycobacteria
tidak terlihat ke dalam kategori Gram-positive ,
mereka diklasifikasikan sebagai bakteri tahan- asam
Gram-positive.
Spesies mycobacterium antara lain: Mycobacterium
tubercolosis, Mycobacterium avium-intracellulare,
Mycobacterium leprae.
Mycobacterium tubercolosis adalah penyebab
penyakit TBC.
Organisme tanah atau air ini adalah suatu oportunis
yang menyebabkan infeksi pada pejamu yang
terganggu kekebalannya.
Parasit intrasel obligat ini (tidak dapat dikultur)
menyerang kulit, saraf perifer, dan lepra lepromatosa,
mukosa saluran napas atas dan hidung.
Bacillus colony Corynebacterium glutamicum

Mycobacterium tubercolosis
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi Palembang