Anda di halaman 1dari 47

DATA PRIBADI

Nama : Supriyati,S Kep Ns


TTL : Kebumen,18 April 1961
Pendidikan: SPR thn 1980,D3 K 1998,S1Kep 2005
Pekerjaan : Pembimbing siswa 1995-2000
Kepala ruang 2000- 2008
Kepala Yan Wat 2008-Sekarang
Komite Kep : Sub kom mutu profesi 2011-2014
Sub kom etik & disiplin 2014 sekarang
Pelatihan : Pelatihan Kepala ruang
Supriyati, SKep, Ns
Ketua

Sekretaris

Sub Komite Sub Komite Sub Komite Etik


Kredensial mutu Profesi Disiplin Profesi

KFK
Melakukan sosialisasi kode etik profesi tenaga keperawatan
1
Melakukan pembinaan etik dan disiplin profesi tenaga
2. keperawatan

Melakukan penegakan disiplin profesi keperawatan


3.

Merekomendasikan penyelesaian masalah pelanggaran disiplin


4 dan masalah etik dalam kehidupan profesi & asuhan keperawatan
Merekomendasikan pencabutan Kewenangan Klinis dan/atau
5. clinical appointment (surat Penugasan Klinis).

Memberikan pertimbangan dalam mengambil keputusan etis


6. dalam asuhan keperawatan
Mengedukasi perawat tentang etik
keperawatan
Mempersiapkan perawat untuk berperan
sebagai tim etik insitusi
Menelaah materi atau dokumen etik
Melakukan kajian dan telaah bila terjadi
pelanggaran etik anggotanya.
Melakukan pembinaan etik dan disiplin
profesi
Kekeliruan penampilan profesi keperawatan
dapat dibedakan dalam 3 bentuk yaitu :
Dimensi etik : yaitu pelanggaran terhadap
kode etik (aturan internal profesi),kurang
tepat atau baik buruk
Dimensi disiplin profesi :Merupakan
pelanggaran yang dilakukan terhadap standar
yang ditetapkan,kesalahan yg mungkin
timbul timbul adalah penilaian benar/salah
Dimensi hukum :Kesalahan berakibat fatal
Pembinaan Etik
Etik Disiplin
(Komite OUTPUT :
Keperawatan Menyelesaikan Perawat dengan
Sub Komite Etik disiplin nilai moral &
Etik dan perilaku Etik
Disiplin) Disiplin
Masalah Pencabutan
Direksi /
Pelayanan kewenangan
Manajemen Klinis
Keperawatan
Peraturan
Kepegawaian Laporan
(Staffing)

Pidana
Perdata
Pasal 41
Subkomite etik dan disiplin profesi berada di
bawah dan bertanggung jawab kepada Ketua
Komite Keperawatan.
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya sub
komite etik dapat dibantu oleh panitia adhoc
dari mitra bestari yang ditetapkan oleh
Direktur Utama.
Agar tenaga keperawatan/kebidanan
menerapkan prinsip-prinsip etik dalam
memberikan asuhan.
Melindungi pasien dari pelayanan
keperawatan yang tidak profesional
Memelihara dan meningkatkan
profesionalisme tenaga keperawatan
Pelanggaran disiplin diselesaikan oleh
institusi dan dikenakan sanksi disiplin
(skorsing)
Pelanggaran etik diselesaikan oleh komite
etik,komite etik rumah sakit ,PPNI
Pelanggaran hukum
limitasi ( reduksi)
peringatan tertulis;
kewenangan klinis

bekerja di bawah
pencabutan
supervisi dalam waktu
kewenangan klinis
tertentu oleh orang
sementara atau
yang mempunyai
selamanya.
kewenangan
pedoman pelayanan keperawatan di rumah sakit;

prosedur kerja pelayanan di rumah sakit;

daftar kewenangan klinis di rumah sakit;

pedoman syarat kualifikasi untuk melakukan


yankep (white paper) di RS
kode etik keperawatan Indonesia;

pedoman perilaku profesional;

pedoman pelanggaran disiplin keperawatan yang


berlaku di Indonesia;

pedoman pelayanan medik/klinik;

standar prosedur operasional asuhan keperawatan.


Pendisiplinan Profesi
Penegakan disiplin profesi dilakukan oleh Komite
Keperawatan melalui panitia adhoc
Panitia adhoc terdiri 3 (tiga) orang staf keperawatan atau
lebih, dalam jumlah ganjil dengan susunan sebagai
berikut:
1(satu) orang dari Subkomite etik dan disiplin profesi;
2(dua) orang atau lebih staf keperawatan dengan
kompetensi yang sama dengan yang diperiksa dapat berasal
dari dalam rumah sakit atau dari luar rumah sakit
Panitia adhoc dapat melibatkan mitra bestari dari luar RS
Pengikutsertaan mitra bestari yang berasal dari luar
rumah sakit mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh
Direktur Utama berdasarkan rekomendasi Komite
Keperawatan
Pembinaan profesionalisme staf
keperawatan:
ceramah, diskusi, symposium atau lokakarya.
Staf keperawatan dapat meminta
pertimbangan pengambilan keputusan etis
kepada Komite Keperawatan melalui Ketua
KFK.
Subkomite etik dan disiplin profesi
mengadakan pertemuan pembahasan kasus
dengan mengikutsertakan pihak-pihak terkait
yang kompeten untuk memberikan
pertimbangan pengambilan keputusan etis.
Profesional adalah bekerja dengan tujuan
mulia untuk membuat orang lain menjadi
sejahtera.

Pekerjaan yang dapat kita sebut dengan


profesi adalah yang mempunyai karakter
sebagai berikut;
bekerja penuh waktu,
orientasi kerja lebih untuk melayani daripada sekedar
mencari nafkah (komitmen untuk membantu orang
lain, bahkan di luar waktu kerja),
bekerja berdasar ilmu dan keterampilan yang didapat
dari pendidikan khusus,
bekerja secara otonom (berdasar keputusannya
sendiri),
bekerja berdasarkan etika,
mempunyai tanda atau simbol identitas
terorganisir dalam asosiasi profesi
(Latham, 2002).
primum non nocere (Latin)
first, do no harm
primary rule, was to do no harm.

Tenaga kesehatan yang profesional


mengacu prima-facie, yaitu yaitu prinsip
etika profesi:
autonomy,
beneficence,
non-maleficence
justice

(Monagle & Thomasma, 1998).


Prinsip autonomy (self-governance)
menghormati hak pasien dalam menentukan sikap dan dilindungi
kerahasiaannya.
mencerminkan konsep bahwa professional memberikan layanan
mediknya (pengobatan) berdasarkan kehendak pasiennya.
mengikutsertakan pasien pada penentuan pengobatan dan tindakan
medis,
dokter juga harus merahasiakan informasi medis pasiennya.

Prinsip beneficence (do goitod)


meningkatkan kesejahteraan pasiennya.
mencerminkan konsep bahwa profesional dalam pekerjaannya selalu
memberikan keuntungan bagi pasiennya.

Prinsip non-maleficence (do no harm)


menjauhi tindakan yang merugikan pasiennya.
kompetensi dokter harus selalu dijaga tetap tinggi dan selalu
diperbarui (up-date), serta menyadari keterbatasannya.

Prinsip justice (fairness)


selalu adil dalam mengobati pasien-pasiennya,
berusaha agar semua orang mudah mendapatkan pelayanannya

(Jonsen dkk, 1982).


TANGGUNG JAWAB PERAWAT TERHADAP PASIEN (INDIVIDU,
KELUARGA, MASYARAKAT)

TANGGUNG JAWAB PERAWAT TERHADAP TUGAS

TANGGUNG JAWAB PERAWAT TERHADAP SESAMA PERAWAT DAN


PROFESI KESEHATAN

TANGGUNG JAWAB PERAWAT TERHADAP PROFESI KEPERAWATAN

TANGGUNG JAWAB PERAWAT TERHADAP PEMERINTAH, BANGSA &


TANAH AIR
meningkatkan derajad kesehatan,

mencegah terjadinya penyakit,

mengurangi dan menghilangkan penderitaan serta

memulihkan kesehatan,

dilaksanakan atas dasar pelayanan paripurna


menghargai harkat dan martabat manusia,
keunikan klien

tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan


kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik dan,

agama yang dianut


serta kedudukan social
memelihara nilai-nilai budaya,
adat istiadat
agama

Tanggung jawab pada kebutuhkan klien

wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui


menjunjung
tinggi nama
keputusan baik profesi
didasarkan keperawatan
memelihara informasi
mutu akurat dan
memelihra dan pelayanan pertimbangan
meningkatkan keperawatan kemampuan
kompetensi serta kualifikasi
Perawat mengemban tanggung jawab
bersama masyarakat untuk memprakarsai
dan mendukung berbagai kegiatan dalam
memenuhi kebutuhan dan kesehatan
masyarakat.
memelihara hubungan baik

melindungi klien dari tenaga kesehatan yang


memberikan yankes secara tidak kompeten,
tidak etis dan illegal
peran utama dalam menentukn standart
pendidikan dan pelayanan keperawatan

aktif dalam berbagai kegitan


pengembngan profesi
Tidak menghormati Kurang menunjukkan
pasien dan keluarga sikap empati

Tidak menghargai
Bersikap judes dan tidak
agama pasien/keluarga
ramah

Membedakan yan pasien


berdasar status sosial
dan martabat
menerima telepon pribadi diluar kewajaran saat
bertugas.

bila bicara dan tertawa tidak sampai


mengganggu kenyamanan pasien

Membunyikan musik/ radio keras-keras


Memberi informasi yang tidak optimal

Tidak membantu memenuhi kebutuhan eliminasi


pada pasien yang butuh bantuan

Tidak memperhatikan kebersihan diri pasien

Tidak membuat rekam medis keperawatan


Tidak menjaga kerahasiaan
Komunikasi yang
pasien/keluarga pada Memalsukan data
tidak baik dan dimuat
profesi/orang yang tidak klinis pasien
di mas media
berhak mengetahui

Dengan sengaja
memanipulasi atau
Memalsukan tanda Tidak memegang
merahasiakan hasil
tangan teguh rahasia jabatan
penelitian untuk
kepentingan pribadi
Perawat memelihara dan meningkatkan
dibidang kompetensi dibidang belajar terus
menerus
a. Menolak untuk ditugaskan mengikuti
pendidikan formal maupun non formal
b. Tidak berupaya meningkatkan
kemampuan profesional
Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan
keperawatan yang tinggi disertai kejujuran
profesional
a. Tidak mau terlibat dalam pengembangan
organisasi profesi
Perawat dalam membuat keputusan didasarkan
pada informasi yang akurat dan
mempertimbangkan kemampuan serta
kualifikasi sesorang.
a) Memberi informasi yang tidak
bertanggung jawab
b) Memberi informasi yang tidak optimal
a. Berpenampilan tidak rapi
b. Mengkomersialkan/menjual belikan harta
rumah sakit / untuk kepentingan pribadi/
profesi keperawatan
c. Melakukan jual beli barang/ obat dengan
pasien
d. Menjual nama organisasi profesi/profesi
keperawatan untuk kepentingan pribadi
e. Menggunakan NAPZA/mabuk alkhohol, saat
bertugas
f. Berada ditempat-tempat umum dengan
menggunakan seragam
Perawat senantiasa membina hubungan baik dengan sesama perawat maupun
dengan tenaga kesehatan lainnya
a. Tidak menghargai prestasi sesama atau profesi lain
b. Tidak mau bekerjasama dalam tugas dengan sesama perawat atau
profesi lain
a. Bertengkar dengan sesama perawat atau profesi lain
b. Melemparkan tanggung jawab kepada perawat lain
c. Tidak mau memberi/transfer ilmu kepada perawat lain/profesi lain
d. Mencelakakan perawat lain/profesi lain
e. Mngadu domba sesama perawat atau profesi lain
f. Tidak menghormati hak sesama perawat dan atau tenaga kesehatan lain
g. Tidak menghormati senior
h. Tidak memelihara suasana kerja yang harmonis dan kondusif
i. Tidak mau menerima pengetahuan, pengalaman, ketrampilan dari sesama
perawat dan profesi lain
j. Melakukan tindakan tidak etis terhadap sesama perawat atau profesi lain
Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga
kesehatan yang memberikan pelayanan
kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis dan
ilegal
a. Kurang menghargai privasi, hasil kerja,
martabat perawat lain atau profesi lain
b. Membicarakan kekurangan/ keburukan
perawat lain didepan pasien kepada
pasien/keluarga
c. Menyalahkan tindakan yang dibuat oleh teman
sejawat didepan pasien
d. Melindungi perbuatan teman yang tidak etis/
praktik ilegal
e. Menyalahkan tindakan senior dimuka umum
Perawat berperan aktif dalam berbagai
kegiatan pengembangan profesi
keperawatan

a)Tidak mau terlibat dalam pengembangan


organisasi profesi
b)Tidak mau berpartisipasi dalam kegiatan
pengabdian masyarakat
c)Menolak berpartisipasi/ berperan dalam
pengembangan/ peningktan pelyanan
kesehatan dan keperawatan kepada
masyarakat
Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan
standart pendidikan dan pelayanan keperawatan
serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan
a. Menjalankan tugas tidak sesuai prosedur tetap
dan kebijakan RS yang berlaku
b. Tidak antisipasi terhadap keamanan dan
kenyamanan pasien
c. Tidak memelihara mutu pelayanan dan asuhan
keperawatan secara optimal
d. Melakukan tindakan keperawatan tidak sesuai
dengan protap yang dapat merugikan pasien
tetapi tidak membahayakan jiwa
e. Saat bekerja memakai perhiasan di tangan dan
memelihara kuku panjang.
Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya
profesi untuk membangun dan memelihara
kondisi kerja yang kondusif demi
terwujudnya asuhan keperawatan yang
bermutu tinggi
Memelihara suasana kerja yang harmonis
dan kondusif
1.Individu Perawat
. Memiliki catatan kinerja yang
kurang/tidak baik.
. Perkembangan individu kurang sehat
. Terhambat perkembangan jenjang karier
dan reward lain sebagai profesi
. Berpotensi meningkatkan pelanggaran lain
bahkan malpraktek.
2. Pelayanan Keperawatan /Kesehatan
. Menciderai kualitas pelayanan.
. Menjadi catatan
buruk/kelemahan/negatif mutu
pelayanan.
. Terganggu eksistensinya dan
tersisih/tidak diperhitungkan oleh
publik.
3. Citra Unit,Institusi,Profesi
. Terganggu bahkan bisa buruk.

4. Pelanggan
. Menghindar untuk memilih
institusi karena,khawatir bahkan
anti pati
. Merendahkan nilai institusi
Pengkajian
o Apa yang menjadi masalah keperawatan
o Apa yang menjadi masalah psikologis
o Apa yang menjadi keinginan pasien/keluarga
Perencanaan
o Menentukan rumusan tindak lanjut
o Menentukan bimbingan atau pembinaan yang
akan dilakukan
Pelanggaran Ringan
o Tidak menimbulkan kerugian ,resiko
dampak psikologi yang kecil
Pelanggaran Sedang
o Tidak menimbulkan kerugian dan kecacatan
fisik namun tetapi ada dampak psikologis
Pelanggaran Berat
o Menimbulkan cacat fisik dan menimbulkan
dampak psikologis
Bisa melalui tertulis
Melalui SMS
Melalui telepon
Bisa secara langsung
o Setelah menerima laporan komite
menelaah
o Melakukan pengkajian
o Merekomendasikan
Menerima Pengaduan
Melakukan identifikasi
Mempersiapkan pertemuan
Mengundang terlapor dan pelapor
Mengundang saksi-saksi
Mengumpulkan bukti-bukti
Mempersiapan dokumen yang diperlukan
Mendokumentasikan pertemuan
Haroen, Anna. 1997. Hukum dalam Kedokteran, Fakultas Kedokteran
UNAIR, Surabaya.

Jonsen, A.R., Siegler,M & Winslade, W.J. 1982. Clinical Ethics, Bailliere
Tindall, London.

Latham, Stephen R. 2002. Medical Professionalism: A Parsonian View,


The Mount Sinai Journal of Medicine Vol. 69 No. 6 November, pp. 363
369.

Monagle, J.F. & Thomasma, D.C. 1998. Health Care Ethics; Critical
Issues for the 21st Century, An Aspen Publication, Gaithersburg-
Maryland, USA.

Presiden RI. 1992. Undang-undang No. 23 Tahun 1992 tentang


Kesehatan, Republik Indonesia.

Taher, Tarmizi. 2003. Medical Ethics; Manual Praktis Etika Kedokteran


untuk Mahasiswa, Dokter, dan Tenaga Kesehatan, PT. Gramedia
Pustaka Utama, Jakarta.
PPNI 2010
IBI