Anda di halaman 1dari 16

PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi


Pertumbuhan Ekonomi adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan produk domestik
bruto dari suatu negara atau daerah.
Cara mengukur pertumbuhan ekonomi
Cara menghitung pertumbuhan ekonomi yang sederhana adalah dengan membandingkan
periode yang satu (periode dasar) dengan periode yang dihitung. Secara sistematis dapat
dirumus sebagai berikut :

Ket :
Pt = Pertumbuhan Ekonomi Periode t
PDBRt = PDB Rill periode tahun t
PDBRt- = PDBR periode tahun sebelumnya
Contoh menghitung pertumbuhan ekonomi
Jika PDB riil tahun 2012 dari negara X sebesar Rp. 1.450 triliun, sedangkan PDBR tahun 2011
adalah Rp. 1.250 triliun maka pertumbuhan ekonomi tahun 2012 atas dasar tahun 2011
adalah sebagai berikut :
Diket :
PDBRt : Rp.1.450 T
PDBRt- : Rp. 1.250 T
Jawab :

Jadi pertumbuhan ekonomi tahun 2012 atas dasar tahun 2011 adalah 16%.
STRUKTUR TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI

Teori Pertumbuhan
1. Secara Historis
Ekonomi Historis
Teori Pertumbuhan
Ekonomi

2. Secara Analitis

Teori Klasik Teori Neoklasik


TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI HISTORIS
a) Frederich List ( 1789 1846 )
Frederich List menguraikan pertumbuhan ekonomi yang dialami suatu negara
berdasarkan cara peroduksi (teknik produksi) dan mata pencaharian masyarakat.
Frederich List membagi pertumbuhan ekonomi kedalam tahap yang bertingkat.
1. Masa berburu dan mengembara
2. Masa beternak dan bertani
3. Masa bertani dan kerajinan
4. Masa kerajinan, industri, dan perniagaan
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI HISTORIS
b) Karl Bucher ( 1847 1930 )
Karl Bucher menguraikan pertumbuhan ekonomi suatu negara berdasarkan
hubungan produsen dan konsumen. Menurut Karl Bucher, pertumbuhan ekonomi
dibagi menurut tahap-tahap berikut:
1. Masa rumah tangga tertutup
2. Masa rumah tangga kota
3. Masa rumah tangga bangsa
4. Masa rumah tangga dunia
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI HISTORIS
c) Werner Sombart ( 1863 1947 )
Werner Sombart menguraikan pertumbuhan ekonomi menjadi 4 tahap sebagai
berikut:
1. Prakapitalisme
2. Kapitalis madya
3. Kapitalis raya
4. Kapitalis akhir
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI HISTORIS
d) Walt Whiteman Rostow ( 1916 1979 )
Walt Whiteman menguraikan pertumbuhan ekonomi suatu negara berdasarkan
hubungan produsen dan konsumen. Menurut Karl Bucher, pertumbuhan ekonomi
dibagi menurut tahap-tahap berikut:
1. Masyarakat tradisional
2. Prasyarat untuk lepas landas
3. Lepas landas
4. Perekonomian yang menantang
5. Konsumsi tinggi
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI KLASIK
a) Adam Smith
Adam Smith percaya bahwa dengan menggunakan sistem ekonomi liberal
(bebas) pertumbuhan ekonomi dapat dicapai secara maksimal. Pertumbuhan
ekonomi dapat dicapai dengan 2 unsur yaitu :
1. Pertumbuhan penduduk.
2. Pertumbuhan output total.
b) David Ricardo dan TR Malthus
TR Malthus sependapat dengan David Richardo dan mengungkapkan bahwa
dalam makanan bertambah menurut deret hitung (1,2,3,4 dan seterusnya)
sedangkan penduduk bertambah menurut deret ukur (1,2,4,8,16 dan seterusnya).
Akibatnya, bahan makanan tidak cukup untuk menghidupi penduduk, sehingga
masyarakat hidup pada tingkat subsistence dan perekonomian mengalami
kemandekan.
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI NEOKLASIK
a) Robert Solow
Robert Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi akan tercapai jika ada
pertumbuhan output. Pertumbuhan output terjadi jika faktor input, yakni modal dan tenaga
kerja dikombinasikan, sedangkan faktor teknologi dianggap konstan (tidak berubah). Sehingga
bisa dituliskan dalam rumus sebagai berikut:

Q = f (C.L)

Ket :
Q = Jumlah output yang dihasilakn
F = Fungsi
C = Capital ( Modal sebagai Input )
L = Labor ( Tenaga Kerja sabagai Input )
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI NEOKLASIK
b) Harrod dan Domar
Harrod dan Domar mengemukakan perlunya pembentukan modal sebagai syarat untuk
mencapai pertumbuhan ekonomi yang matap. Menurut mereka, bila pembentukan modal
telah dilakukan pada suatu masa, maka pada masa berikutnya perekonomian akan sanggup
memproduksi barang-barang dalam jumlah yang lebih besar.
b) Joseph Schumpeter
Menurut Joseph Schumpeter pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada inovasi dapi para
pengusaha (wiraswasta). Dalam hal ini, inovasi merupakan penerapan pengetahuan dan
teknologi yang baru di dunia usaha. Inovasi memiliki pengaruh sebagai berikut:
1. Diperkenalkannya teknologi baru
2. Menimbulkan keuntungan yang lebih tinggi
3. Menimbulkan imitasi inovasi, yaitu peniruan teknologi baru oleh pengusaha-pengusaha
lain yang dapat
Pengertian Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang bertujuan
untuk menaikkan produk domestik bruto suatu negara atau daerah
dalam jangka panjang melebihi tingkat pertumbuhan penduduk.
Menurut prof. Dudley Seer, suatu pembanguna ekonomi dikatakan
berhasil apabila pendapatan masyarakat meningkat ( kemiskinan
berkurang ) tingkat pengangguran berkurang, dan kesenjangan
antara kaya dan miskin mengecil.
Faktor faktor yang mempengaruhi pembangunan ekonomi

Tanah dan kekayaan alam


Kuantitas dan kualitas penduduk dan tenaga kerja
Kepemilikan barang modal
Sistem sosial dan sikap masyarakat
Perbedaan pembangunan Ekonomi dengan Pertumbuhan
Ekonomi
a. Keduanya menekankan pada kenaikan PDB. Namun, pertumbuhan ekonomi
hanya menekankan kenaikan PDB tanpa mebandingkan dengan laju
pertumbuhan penduduk. Sedangkan, dalam pembanguna ekonomi disebut ada
kenaikan jika laju kenaikan PDB melebihi kenaikan pertumbuhan penduduk.
b. Pertumbuhan ekonomi hanya melihat kenaikan tanpa melihat akibat atau
perbaikan kondisi yang ada. Jadi, penekanannya hanya pada pertambahan
sarana, seperti jembatan, mesin-mesin, dan sarana listrik. Sedangkan
pembanguna ekonomi tidak hanya menekankan pada pertumbuhan secara fisik,
melaikan juga perbaika kelembagaan, kondisi ekonomi, sikap, dan struktur yang
ada supaya lebih berhasil.
Masalah Pembangunan Ekonomi Indonesia
a. Kemiskinan
b. Keterbelakangan
c. Lapangan pekerjaan
d. Pemerataan pembangunan
Dampak Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi yang dilakukan suatu negara memiliki dampak positif dan
dampak negatif.

Dampak positif pembangunan ekonomi sebagai berikut :


1. Meningkatnya taraf hidup
2. Mempermudah hidup manusia
3. Meningkatkan persediaan barang kebutuhan masyarakat
4. Meningkatkan sikap kesetiakawanan sosial
5. Meningkatkan jumlah kesempatan kerja
Dampak negatif pembangunan ekonomi sebagai berikut :
1. Sumber daya alam (SDA) yang tidak dapat diperbaharui suatu saat bisa habis atau
musnah.
2. Lingkungan mengalami kerusakan fisik
3. Terjadi pencemaran air, udara, tanah dan suara
4. Kesehatan dan keselamatan manusia terancam
5. Berubahnya gaya hidup