Anda di halaman 1dari 29

LINGKUNGAN DAN

BUDAYA ORGANISASI

ARHAM RUSLI (HP. 081343629722)


Capaian Pembelajaran
Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa
diharapkan mampu menjelaskan tentang:
Pentingnya Lingkungan Organisasi

Lingkungan Organisasi

Budaya Organisasi

Fungsi dan Type Budaya Organisasi

Pembentukan Budaya Organisasi


Pentingnya Lingkungan Organisasi(1)

Faktor Internal Organisasi Faktor eksternal

Budaya Organisasi Lingkungan Organisasi


Pentingnya Lingkungan Organisasi(2)

Organisasi harus memahami elemen-elemen dasar


lingkungannya agar dapat bermanuver di dalamnya dengan
tepat.
Elemen kunci dari manajemen yang efektif dalam suatu
organisasi adalah menentukan keselarasan yang ideal
antara lingkungan dan organisasi, kemudian bekerja untuk
mencapai dan mempertahankan keselarasan tersebut.
Oleh karenanya, seorang manajer harus memahami hakikat
lingkungan organisasi.
Lingkungan sangat berpengaruh terhadap
organisasi khususnya terhadap tujuan, proses dan
struktur organisasi.
Lingkungan juga sebagai target atau sasaran dari
organisasi.
Organisasi perlu memahami sepenuhnya mengenai
kekuatan lingkungan mana yang penting dan
bagaimana arti penting dari kekuatan lingkungan
lainnya yang mungkin akan meningkat
Lingkungan Organisasi
Lingkungan organisasi merujuk pada
institusi diluar organisasi atau tekanan
luar yang potensial berdampak pada
kinerja organisasi.
Lingkungan organisasi terdiri dari 2
komponen yaitu lingkungan khusus dan
lingkungan umum.
Lingkungan khusus organisasi terdiri dari;
pelanggan, pemasok, pesaing, dan
kelompok masyarakat yang langsung
berpengaruh terhadap organisasi.

Lingkungan umum organisasi meliputi kondisi ekonomi,


politik/ perundangan, sosial budaya, demografi, teknologi, dan
kondisi global
Lingkungan Khusus
Pelanggan

Pelanggan adalah orang atau pihak-pihak yang memanfaatkan


produk/ layanan dari organisasi.
Organisasi akan eksis, jika organisasi mampu memenuhi kebutuhan
dan harapan pelanggan.
Pelanggan merupakan faktor penting dalam kaitan dengan
timbulnya ketidakpastian organisasi.
Pemasok
Pemasok merupakan organisasi lain yang menyediakan berbagai
peralatan dan bahan untuk suatu organisasi.
Seorang manajer harus mampu memastikan bahwa pasokan untuk
proses yang akan dilakukan oleh organisasi berjalan lancar
(kontinyu), kualitas yang baik dan harga yang kompetitif.
Pasokan akan berpengaruh terhadap efektifitas organisasi.
Pesaing

Semua organisasi mempunyai pesaing satu atau lebih.


Para manajer tidak boleh mengabaikan persaingan. Apabila mereka
mengbaikannya mereka akan membayar mahal.
Pesaing dalam bentuk penetapan harga, pengembangan produk-produk
baru, jasa yang ditawarkan, dan semacamnya merupakan kekuatan penting
lingkungan organisasi yang harus dipantau dan siap ditanggapioleh para
manajer.
Kelompok Penekan
Beberapa tahun terakhir berkembang berbagai lembaga swadaya
masyarakat yang bertujuan untuk memberikan tekanan dan kontrol kepada
organisasi-organisasi tertentu yang selama ini dianggap memiliki
pengawasan yang tidak akuntabel.
Para manajer harus mengenali kelompok-kelompok kepentingan khusus yang
berusaha untuk mempengaruhi tindakan berorganisasi.
Para manajer harus peduli terhadap tekanan dari kelompok-kelompok di
luar organisasi, karena tekanan-tekanan yang dilakukannya dapat
mempengaruhi pengambilan keputusan.
Lingkungan Umum
Ekonomi
Kondisi ekonomi seringkali berkaitan dengan krisis ekonomi global,
inflasi, fluktuasi pasar, dan berbagai faktor ekonomi global lainnya
yang dapat berpengaruh terhadap organisasi.

Politik
Pemerintah mempengaruhi organisasi terhadap aturan dan regulasi
yang membatasi organisasi tentang apa yang boleh dilakukan dan
apa yang tidak boleh dilakukan.
Aturan-aturan dan regulasi tersebut meliputi berbagai hal, misalnya
regulasi tentang ketentuan upah minimum pada suatu daerah,
perlindungan terhadap lingkungan hidup, hubungan burah dan
majikan, dan berbagai regulasi lainnya.
Sosial Budaya
Organisasi harus menyesuaikan dan merubah praktek-praktek kerja
pada organisasi mereka untuk menyesuaikan perubahan harapan
yang ada di masyarakat tempat organisasi-organisasi tersebut
beroperasi.
Nilai-nilai sosial, adat istiadat, selera masyarakat harus menjadi
perhatian utama manajer dalam kaitan dengan proses yang akan
dilakukannya di dalam organisasi.
Perubahan-perubahan pada lingkugan sosial dan budaya menjadi
titik penting yang perlu diperhatikan oleh manajer dalam
pengelolaan organisasinya.
Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh manajer berkaitan
dengan faktor sosial budaya dapat meliputi, perubahan dalam jam
kerja, kebijakan organisasi dengan mengadakan family gathering,
penyelenggaraan kegiatan-kegiatan spiritual di organisasi,
kegiatan-kegiatan olah raga bersama, dan berbagai kegiatan yang
bertujuan untuk menyesuaikan diri antara organisasi dengan
perubahan-perubahan nilai yang terjadi di masyarakat.
Demografi
Organisasi harus memperhatikan aspek-aspek yang
berkaitan dengan usia, tingkat pendidikan, jender,
lokasi geografi, pendapatan masyarakat, komposisi
keluarga, dan lain-lain.
Populasi penduduk baru biasanya akan lebih
terdidik, lebih banyak belajar, lebih terpengaruh
berbagai hal dari luar melalui berbagai media.
Kondisi ini akan mempengaruhi mereka dalam cara
berfikir, belajar, belanja, dan berhubungan.
Perubahan tersebut tentu akan memiliki dampak
terhadap organisasi.
Teknologi

Perkembangan teknologi merupakan dampak yang paling dapat dirasakan


dan berpengaruh terhadap organisasi pada akhir-akhir ini.
Perubahan yang sangat cepat dalam lingkungan eksternal pada akhir-akhir
ini adalah sebagian besar dirasakan karena perubahan teknologi.
Saat ini teknologi masih terus akan berkembang, sehingga berbagai
dampak terhadap organisasi akan masih terus dirasakan dan organisasi
juga harus terus mengalami proses perubahan.
Perkembangan teknologi mendorong berbagai organisasi dalam berbagai
bidang untuk memanfaatkan teknologi dalam upaya meningkatkan daya
saing dan efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaan organisasinya.
Perkembangan teknologi dalam area yang luas juga berdampak pada
perubahan struktur organisasi dan cara manajer melakukan pekerjaan
manajemen.
Budaya Organisasi
Budaya organisasi merupakan sistem makna dan keyakinan
bersama yang dianut oleh para anggota organisasi yang
menentukan sebagian besar cara mereka bertindak satu
terhadap yang lain dan terhadap orang luar.
Budaya organisasi mewakili persepsi yang dianut bersama
oleh organisasi tersebut yang menentukan anggota-
anggotanya harus berperilaku.
Budaya organisasi adalah persepsi, karena budaya
organisasi dipersepsikan oleh individu berdasarkan apa
yang mereka lihat, dengar atau alami dalam organisasi itu.
Budaya organisasi adalah aspek budaya bersama,
karena meskipun individu memiliki latar belakang yang
berbeda atau bekerja pada tingkatan yang berbeda
di organisasi, tetapi dalam menjalankan budaya
organisasi kedudukan mereka sama.
Budaya organisasi adalah deskriptif, karena budaya
organisasi menyangkut bagaimana anggota
mempersepsikan organisasi tersebut, bukan menyangkut
apakah mereka menyukainya . Budaya organisasi itu
menggambarkan bukan menilai.
Karakteristik Budaya Organisasi(1)

INOVASI DAN sejauh mana para anggota organisasi


PENGAMBILAN didorong untuk bersikap inovatif dan
RISIKO berani mengambil resiko.

PERHATIAN PADA Sejauh mana anggota organisasi diharapkan


DETAIL untuk memperlihatkan kecermatan, analisis dan
perhatian terhadap detail.
ORIENTASI Sejauh mana manajemen berfokus kepada hasil
PADA HASIL dibandingkan dengan perhatian terhadap teknik dan
proses yang digunakan untuk meraih hasil tersebut.

ORIENTASI Sejauh mana keputusan yang dibuat oleh


PADA MANUSIA manajemen memperhitungkan efek terhadap
anggota organisasi
Karakteristik Budaya Organisasi(2)

ORIENTASI PADA Sejauh mana pekerjaan secara kelompok lebih


TIM ditekankan dibandingkan dengan pekerjaan
secara individu.
.
KEAGRESIFAN Sejauh mana anggota organisasi berperilaku secara
agresif dan kompetitif dibandingkan dengan
berperilaku santai

STABILITAS Sejauh mana organisasi menekankan status-quo


sebagai kontras dari pertumbuhan.
Fungsi dan Tipe Budaya Organisasi
Fungsi Budaya Organisasi
Fungsi utama dari budaya organisasi menurut Robbins (2011) adalah:
1. Budaya organisasi berfungsi sebagai pembeda yang jelas terhadap
satu organisasi dengan organisasi yang lain;
2. Budaya organisasi membawa suatu rasa identitas bagi anggota-
anggota organisasi;
3. Budaya organisasi mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu
yang lebih luas daripada kepentingan individual seseorang;
4. Budaya organisasi merupakan perekat sosial yang membantu
mempersatukan organisasi dengan membentuk sikap serta perilaku
karyawan;
5. Budaya organisasi berfungsi sebagai mekanisme pembuat makna
dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku
karyawan.
Menurut Panbundu (2012) budaya organisasi sebuah
perusahaan memiliki beberapa fungsi, yaitu:
1) Budaya organisasi sebagai pembeda suatu organisasi
terhadap lingkungan, organisasi maupun kelompok
lainnya. Budaya organisasi menciptakan suatu identitas
atau ciri yang membedakan satu perusahaan dengan
perusahaan lainnya;
2) Sebagai perekat karyawan dimana budaya organisasi
akan membentuk sense of belonging dan rasa kesetiaan
atau loyalitas terhadap sesama karyawan. Pemahaman
yang baik akan kebudayaan organisasi akan
membuat karyawan lebih dekat karena persamaan
visi, misi dan tujuan bersama yang akan dicapai;
3) Budaya organisasi berfungsi sebagai alat untuk
mempromosikan sistem sosial. Digambarkan dalam lingkungan
kerja yang positif dan kondusif, dan konflik serta perubahan
dilakukan dengan efektif;
4) Budaya organisasi berfungsi sebagai mekanisme kontrol.
Budaya organisasi mengendalikan dan mengarahkan
karyawan ke arah yang sama untuk mencapai visi, misi dan
tujuan perusahaan. Seluruh kegiatan di perusahaan akan
berjalan apabila perusahaan mampu mengendalikan dan
mengatur karyawan atau pekerjanya dengan efektif dan
efesien;
5) Sebagai integrator atau alat pemersatu sub budaya dalam
organisasi dan perbedaan latar belakang budaya karyawan;
6) Budaya organisasi membentuk perilaku karyawan. Tujuan dari
fungsi ini dimaksudkan agar karyawan memahami cara untuk
mencapai tujuan organisasi sehingga karyawan akan bekerja
lebih terarah;
7) Budaya organisasi juga berfungsi sebagai sarana untuk
memecahkan masalah perusahaan atau organisasi seperti
masalah adaptasi lingkungan;
8) Budaya organisasi berfungsi sebagai acuan dalam menyusun
perencanaan seperti perencanaan pemasaran, segmentasi pasar
dan penentuan positioning;
9) Budaya organisasi dapat berfungsi sebagai alat komunikasi antar
anggota perusahaan atau organisasi, misalnya antara pemimpin
dan karyawan, karyawan dengan pimpinan dan sesama anggota
perusahaan;
10) Penghambat inovasi. Budaya organisasi dapat berfungsi sebagai
pengambat inovasi apabila perusahaan tidak mampu mengatasi
masalah yang berkaitan dengan lingkungan eksternal dan
integrasi internal, perubahan-perubahan yang terjadi di
lingkungan tidak cepat dilakukan adaptasi oleh pimpinan
organisasi, dan pemimpin yang masih berorientasi pada
kebesaran masa lalu.
Tipe Budaya Organisasi

Cameron dan Quinn dalam Rangkuti (2011) membagi


empat tipe budaya organisasi, yaitu:
1) Tipe Budaya Kekeluargaan (Clan Culture)
Tipe budaya kekeluargaan adalah budaya
organisasi dimana perusahaan memiliki karakter
kekeluargaan, terdapat lingkungan yang dapat
mengatur dengan baik perusahaan melalui
teamwork, dan pengembangan SDM serta
memperlakukan konsumen sebagai rekanan.
Tugas utama dari manajemen adalah mengendalikan
dan membina karyawan sehingga memudahkan
mereka untuk berpartisipasi.
2) Tipe Budaya Kreatif (Adhocracy Culture)
Tipe budaya kreatif adalah budaya organisasi yang
menuntut inovasi dan inisiatif serta menciptakan produk
baru dan jasa untuk mengantisipasi dan persiapan
kebutuhan di masa depan.
Tugas utama dari manajemen adalah untuk mendukung
terciptanya semangat kewirausahaan dan kreativitas.
3) Tipe Budaya Persaingan (Market Culture)
Tipe budaya persaingan adalah budaya organisasi
yang memiliki asumsi budaya pasar yang tidak ramah,
kompetitif, serta dicirikan dengan tempat kerja yang
berorientasi pada hasil.
Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang keras
hati, suka bekerja keras dan gesit.
Tugas utama manajemen adalah mengendalikan
organisasi untuk mencapai produktivitas, hasil, tujuan
serta keuntungan.
4) Tipe Budaya Pengendalian (Hierarchy Culture)
Tipe budaya pengendalian adalah budaya organisasi
yang ditandai dengan bentuk perusahaan yang resmi
dan terstruktur.
Semua proses kerja diatur secara baku dan sistematis.
Birokrasi sangat relevan dengan jenis budaya ini.
Gaya kepemimpinan yang dikembangkan adalah
sebagai koordinator
dengan fungsi mentoring yang kuat dan ketat, sekaligus
sebagai organisator yang unggul.
Tugas utama manajemen ditekankan pada efisiensi serta
adanya batasan-batasan waktu yang tegas dan ketat.
Model atau pedoman manajemen yang digunakan
biasanya berpusat kepada pengendalian dan kontrol
yang ketat.
Tipe budaya organisasi juga dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu:
1. Open and Participative Culture
Open and participative culture terlihat adanya komunikasi
terbuka, kepercayaan pada bawahan, kepimimpinan yang
supportif dan penuh perhatian, penyelesaian masalah secara
kelompok, otonomi pekerja, berbagi informasi dan
pencapaian tujuan outputnya tinggi.
2. Closed and Autocratic Culture
Closed and autocratic culture terlihat dengan pencapaian
output yang tinggi, tetapi pencapaian itu mungkin lebih
dinyatakan dan dipaksanakan organisasi dengan pemimpin
yang otoraksi dan kuat.
Pembentukan Budaya Organisasi

Manajemen
puncak

Filosofi Kriteria Budaya


organisasi seleksi organisasi
yang dijumpai

Sosialisasi
Terbentuknya budaya organisasi pada awalnya berasal dari
filsafat pendiri organisasi yang kemudian filsafat ini akan
menentukan penyaringan karyawan-karyawan yang sesuai
dengan filsafat dari pendiri organisasi.
Tujuan eksplisit dari proses seleksi adalah untuk
mengidentifikasikan dan mempekerjakan individu-individu
yang mempunyai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan
untuk melakukan pekerjaan dengan sukses di dalam organisasi
itu.
Dengan tindakan manajemen puncak baik lewat apa yang
dikatakan maupun bagaimana mereka berperilaku, eksekutif
senior ini menegakkan norma-norma yang mendasar ke bawah
sepanjang organisasi itu ada.
Sosialisasi merupakan proses yang mengadaptasikan para
karyawan pada budaya organisasi yang ada.

Ada tiga tahap proses sosialisasi, yaitu :


1) Tahap prakedatangan, kurun waktu pembelajaran dalam
proses sosialisasi yang terjadi sebelum seorang karyawan
baru bergabung dengan organisasi itu.
2) Tahap keterlibatan, tahap dimana seorang karyawan
baru menyaksikan seperti apa sebenarnya organisasi itu
dan menghadapi kemungkinan bahwa harapan dan
kenyataan dapat berbeda
3) Tahap metamorfosis, tahap dimana seorang karyawan
baru berubah menyesuaikan diri pada pekerjaan,
kelompok kerja dan organisasi.
Terdapat beberapa tahap dalam pembentukan budaya
organisasi sebuah perusahaan, yaitu:
Tahap pertama, budaya organisasi diciptakan berdasarkan
latar belakang, asumsi-asumsi dasar, nilai-nilai, kepercayaan
dan ideologi yang ditetapkan oleh pendiri.
Pada tahap ini, pendiri memiliki peran yang sangat besar
bagi awal terbentuknya budaya organisasi, karena
bagaimana visi dan misi organisasi yang bersangkutan tidak
lepas pada bagaimana nilai-nilai pendiri tersebut. Pada
akhirnya nilai-nilai tersebut harus diaktualisasikan dan
menjadi napas bagi organisasi yang ada.
Tahap kedua, terjadi proses seleksi anggota organisasi
untuk mencari kesesuaian antara nilai-nilai individu
dengan filosofi organisasi.
Setelah budaya organisasi diturunkan dari filsafat
pendirinya, selanjutnya budaya mempengaruhi kriteria
yang digunakan dalam mempekerjakan
karyawan/anggota.
Tahap ketiga, melalui tindakan manajemen puncak
yang menentukan iklim umum dari perilaku yang dapat
diterima dan tidak oleh semua anggota yang terlibat
dalam organisasi.